08/04/2022
DEWASA DALAM MAKNA YANG SESUNGGUHNYA
āKetika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.ā
(1Korintus 13:11)ā
MANUSIA DEWASA BUKAN KARENA UMUR, TAPIā KARENA RASA BENCI DAPAT DI KENDALIKAN TANPA HARUS MELUKAI DAN DI LUKAI.
Ketika seseorang merendahkan kita dengan nilai nol,
maka masih ada orang lain yang bersedia menjadi angka 1 untuk diri kita,
dengan begitu tak ada lagi yang bisa merendahkan kita.
ā
Jangan membenci yang membenci kita,
karena itu sama saja membuat diri kita tidak berbeda dengan mereka.
Banyak orang Memikirkan bagaimana orang lain harus berubah,
namun tidak memikirkan bagaimana dirinya sendiri berubah.
Dewasa tidak selalu menuntut Perubahan,
tapi Perubahan yang baik akan Menuntun Kedewasaan.ā
Kekuatan dan Kedewasaan seseorang dapat di lihat dari kemampuannya untuk Memotivasi diri sendiri tanpa bergantung pada hal² di luar dirinya,
karena kemampuan luar biasa yang di miliki seseorang akan lebih berdaya guna bila ia mampu untuk selalu Memberi Motivasi bagi dirinya sendiri dahulu, kemudian āMemberi Motivasi bagi orang² di sekitarnya.ā
Berhati-hatilah supaya kita jangan jadi hakim bagi saudara kita,
sebab TUHAN mengijinkan kita untuk melihat kesalahan atau mendengar pelanggaran mereka,
bukan untuk menghakimi tetapi untuk berdoa dan menolong mereka.
Usahakanlah untuk membimbing mereka kepada jalan kebenaran,
gunakan saat-saat seperti itu untuk menabur kebaikan dan kasih,
maka Roh Kudus akan menolong kita mendapatkan mereka kembali.
"Saudara- saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan."
(Galatia 6:1)
KEDEWASAAN DI UKUR DARI KEMAMPUANNYA MENJAGA DIRINYA SENDIRI DAN ORANG LAIN.
Orang DEWASA adalahā
⢠Ketika mendapatkan rejeki,
mereka tidak menyombongkan diri;ā
⢠Ketika kehilangan,
mereka tidak terpuruk dalam kesedihan;ā
Mereka menerima dengan Bersyukur dan Melepaskan dengan Ikhlas.
Orang DEWASA adalahā
⢠Jika kaya,
mereka tak akan merendahkan orang miskin;ā
⢠Jika miskin,
mereka tak akan merendahkan dirinya.ā
Umur boleh bertambah, ātapi belum tentu Pertambahan Umur tersebut di iringi Kematangan Karakter dan Pola Pikir manusia yang bersangkutan.ā
MENJADI TUA ITU PASTI, MENJADI DEWASA ITU PILIHAN;
Pernyataan tersebut sangat tepat karena umur bukanlah menjadi Patokan untuk menentukan Dewasa atau tidaknya seseorang.
Orang yang sudah Tua belum tentu bersikap Dewasa, tapiā orang yang masih Muda bisa saja bersikap Dewasa.ā
Kedewasaan teruji bukan karena telah matang secara usia,
namun karena harus belajar dan paham bahwa pengalaman hidup akan mampu mendewasakan dalam Pola Pikir,ā
agar bisa membedakan sesuatu yang layak atau tidak layak di lakukan.
ā
Kedewasaan teruji bukan karena mereka tlah di mampukan secara iman,
namun lebih bagaimana iman kita teruji di tengah banyaknya badai kehidupan serta persoalan pelik lainnya.ā
Sebagai orang percaya kita di tuntut untuk memiliki sikap yang Dewasa,ā
Orang yang bersikap Dewasa adalah orang yang peka dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan di manapun kita berada.
Kita mampu bersikap supel dan mudah bergaul dengan siapapun tanpa mengubah kepribadian kita sebagai orang kristen.ā
Penampilan juga menunjang Kedewasaan, tapiā penampilan yang tampaknya Dewasa sebaiknya di imbangi dengan Sikap yang Dewasa.
Kedewasaan seseorang terlihat dari Pilihan² Hidup yang di buat;ā
Setiap hari masing² orang di hadapkan pada banyak Pilihan, āmulai dari pilihan yang sederhana, hinggaā pilihan yang sangat menentukan bagi hidupnya kelak,ā
Ibarat buah dengan pohonnya, pāilihan yang salah dapat terlihat dari hasilnya yang buruk p**a.
Seorang yang Dewasa tak akan selalu menuntut semuanya terjadi sesuai keinginannya,ā
Anak kecil akan merengek jika dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan.
Lihat jika ada anak² yang menginginkan es krim, tapiā orang tuanya tidak memberikan, āpasti anak itu merengek untuk di belikan es krim,
itulah sifat anak kecil.
Yang menjadi masalah adalah apabila sifat tersebut masih kita bawa di umur kita yang sekarang,ā
"es krim" kita saat ini adalah suatu keadaan ideal yang kita inginkan.
Masihkah kita merengek seperti anak kecil, demi mendapatkan "es krim" tersebut?ā
Jika beberapa hal terjadi tidak sesuai dengan yang kita inginkan,
jangan langsung bereaksi marah, menuntut, menyumpahi TUHAN dan diri sendiri, dan semua yang terkait.
Kecewa boleh saja, tapi ājangan kehilangan kendali diri sendiri,ā
inilah yang membedakan antara orang DEWASA dengan yang masih kanak²,
kenyataannya banyak mereka yang umurnya tua, namunā tetap memilih untuk TIDAK DEWASA.ā
Orang yang bersikap Dewasa pasti memiliki Kharisma,
dia bisa membawa pengaruh baik untuk lingkungan sekitarnya,
menjadi Garam dan Terang untuk lingkungan sekitarnya.
Kini saatnya kita mengukur Kedewasaan kita, āApakah kita masih Kanak² atau telah Dewasa?
Semoga kita memahami makna Kedewasaan sebenarnya agar terbentuk suatu Penguasaan Diri untuk menjadi Karakter yang lebih bijak lagi.
ORANG DEWASA ADALAH BERTANGGUNG JAWAB, BIJAKSANA, SELALU BERSYUKUR, DAN RENDAH HATI.
SEMAKIN DEWASA SESEORANG DALAM CARA BERPIKIR,
SEMAKIN MAMPU P**A DIA MENJAGA TINGKAH LAKUNYA.ā
āSaudara- saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu.
Jadilah anak-anak dalam kejahatan,
tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!ā
(1 Korintus 14:20)
GoĻ ĻlesĢsĢ YoĻ