Gpdi Tinoor Dua

Gpdi Tinoor Dua Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Gpdi Tinoor Dua, Christian church, Tinoor Dua Kec. Tomohon Utara, Tomohon.

14/03/2024

Seringkali jika seseorang SUDAH DIKIRA BAIK maka PERBUATAN TIDAK BAIK PUN DIANGGAP BAIK sebaliknya jika seseorang terlanjur DINILAI TIDAK BAIK maka PERBUATAN BAIK PUN DIKIRA TIDAK BAIK

OPEN ORDER.šŸ˜šŸ˜šŸ˜Harga Murah Meriahāœ…Request Menuāœ…Paket Lengkapāœ…Paket 1jutaanāœ…Makanan Kotak/Dosāœ…Peralatan Lengkap āœ…Hub. WA 0...
11/01/2024

OPEN ORDER.šŸ˜šŸ˜šŸ˜
Harga Murah Meriah
āœ…Request Menu
āœ…Paket Lengkap
āœ…Paket 1jutaan
āœ…Makanan Kotak/Dos
āœ…Peralatan Lengkap
āœ…Hub. WA 082353332286

25/04/2022
MARKUS 15:16-32PenghinaanDemikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli Taurat mengolok-olok Dia di antara mereka send...
16/04/2022

MARKUS 15:16-32

Penghinaan
Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli Taurat mengolok-olok Dia di antara mereka sendiri dan mereka berkata, "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan!" (Markus 15:31)

Perihal apa yang pernah membuat Anda dihina? Kelemahan atau ketidakmampuan Anda? Kelakuan yang aneh menurut mereka? Kesalahan yang memalukan? Atau Anda direndahkan melalui fitnah? Semua itu tentu sangat menyakitkan.

Namun pernahkah Anda membayangkan betapa kejinya penghinaan yang diterima Kristus? Ia dipermalukan dengan hukuman yang sama dengan penjahat besar: digantung di atas kayu salib. Kepada-Nya dipakaikan jubah ungu kebesaran, namun hanya untuk bahan tertawaan. Setelah dikenakan sebentar kepada-Nya, jubah itu dicopot dan dijadikan rebutan. Ia pun telanjang. Inilah pelecehan seksual yang dahsyat. Mahkota-Nya bukan bertatahkan emas dan permata, melainkan terbuat dari duri untuk menyakiti-Nya. Ia diludahi, dipukul, dicambuk, perlakuan yang lebih keji dibanding binatang. Bahkan Ia diminta membuktikan keilahian-Nya dengan menyelamatkan diri-Nya. Namun Yesus mengampuni mereka semua. Ia tidak membalas, melainkan menyerahkan semuanya kepada Allah yang menghakimi dengan adil (1Ptr 2:23).

Tentu tidak mudah untuk menghadapi luka hati akibat penghinaan. Mungkin penderitaan yang Anda alami bukan dari sisi emosi semata. Cacat fisik yang membekas, reputasi yang hancur, relasi yang rusak mungkin adalah dampak yang harus Anda tanggung hingga sekarang. Yesus sungguh mengerti apa yang Anda derita, sebab Ia pernah mengalaminya. Kita diminta untuk meneladani-Nya. Perlu ada keputusan untuk mengampuni penghina kita. Selebihnya, kita serahkan kepada Bapa yang memiliki hak untuk mengadili.

TUHAN MENGHARGAI KITA YANG MERESPONS HINAAN
DENGAN MENGIKUTI TELADAN-NYA.

Renungan Harian -- mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari

08/04/2022

DEWASA DALAM MAKNA YANG SESUNGGUHNYA

ā€œKetika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.ā€
(1Korintus 13:11)ā€Ž

MANUSIA DEWASA BUKAN KARENA UMUR, TAPIā€Ž KARENA RASA BENCI DAPAT DI KENDALIKAN TANPA HARUS MELUKAI DAN DI LUKAI.

Ketika seseorang merendahkan kita dengan nilai nol,
maka masih ada orang lain yang bersedia menjadi angka 1 untuk diri kita,
dengan begitu tak ada lagi yang bisa merendahkan kita.
ā€Ž
Jangan membenci yang membenci kita,
karena itu sama saja membuat diri kita tidak berbeda dengan mereka.

Banyak orang Memikirkan bagaimana orang lain harus berubah,
namun tidak memikirkan bagaimana dirinya sendiri berubah.

Dewasa tidak selalu menuntut Perubahan,
tapi Perubahan yang baik akan Menuntun Kedewasaan.ā€Ž

Kekuatan dan Kedewasaan seseorang dapat di lihat dari kemampuannya untuk Memotivasi diri sendiri tanpa bergantung pada hal² di luar dirinya,
karena kemampuan luar biasa yang di miliki seseorang akan lebih berdaya guna bila ia mampu untuk selalu Memberi Motivasi bagi dirinya sendiri dahulu, kemudian ā€ŽMemberi Motivasi bagi orang² di sekitarnya.ā€Ž

Berhati-hatilah supaya kita jangan jadi hakim bagi saudara kita,
sebab TUHAN mengijinkan kita untuk melihat kesalahan atau mendengar pelanggaran mereka,
bukan untuk menghakimi tetapi untuk berdoa dan menolong mereka.

Usahakanlah untuk membimbing mereka kepada jalan kebenaran,
gunakan saat-saat seperti itu untuk menabur kebaikan dan kasih,
maka Roh Kudus akan menolong kita mendapatkan mereka kembali.

"Saudara- saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan."
(Galatia 6:1)

KEDEWASAAN DI UKUR DARI KEMAMPUANNYA MENJAGA DIRINYA SENDIRI DAN ORANG LAIN.

Orang DEWASA adalahā€Ž
• Ketika mendapatkan rejeki,
mereka tidak menyombongkan diri;ā€Ž
• Ketika kehilangan,
mereka tidak terpuruk dalam kesedihan;ā€Ž
Mereka menerima dengan Bersyukur dan Melepaskan dengan Ikhlas.

Orang DEWASA adalahā€Ž
• Jika kaya,
mereka tak akan merendahkan orang miskin;ā€Ž
• Jika miskin,
mereka tak akan merendahkan dirinya.ā€Ž

Umur boleh bertambah, ā€Žtapi belum tentu Pertambahan Umur tersebut di iringi Kematangan Karakter dan Pola Pikir manusia yang bersangkutan.ā€Ž

MENJADI TUA ITU PASTI, MENJADI DEWASA ITU PILIHAN;
Pernyataan tersebut sangat tepat karena umur bukanlah menjadi Patokan untuk menentukan Dewasa atau tidaknya seseorang.

Orang yang sudah Tua belum tentu bersikap Dewasa, tapiā€Ž orang yang masih Muda bisa saja bersikap Dewasa.ā€Ž

Kedewasaan teruji bukan karena telah matang secara usia,
namun karena harus belajar dan paham bahwa pengalaman hidup akan mampu mendewasakan dalam Pola Pikir,ā€Ž
agar bisa membedakan sesuatu yang layak atau tidak layak di lakukan.
ā€Ž
Kedewasaan teruji bukan karena mereka tlah di mampukan secara iman,
namun lebih bagaimana iman kita teruji di tengah banyaknya badai kehidupan serta persoalan pelik lainnya.ā€Ž

Sebagai orang percaya kita di tuntut untuk memiliki sikap yang Dewasa,ā€Ž
Orang yang bersikap Dewasa adalah orang yang peka dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan di manapun kita berada.

Kita mampu bersikap supel dan mudah bergaul dengan siapapun tanpa mengubah kepribadian kita sebagai orang kristen.ā€Ž

Penampilan juga menunjang Kedewasaan, tapiā€Ž penampilan yang tampaknya Dewasa sebaiknya di imbangi dengan Sikap yang Dewasa.

Kedewasaan seseorang terlihat dari Pilihan² Hidup yang di buat;ā€Ž
Setiap hari masing² orang di hadapkan pada banyak Pilihan, ā€Žmulai dari pilihan yang sederhana, hinggaā€Ž pilihan yang sangat menentukan bagi hidupnya kelak,ā€Ž
Ibarat buah dengan pohonnya, pā€Žilihan yang salah dapat terlihat dari hasilnya yang buruk p**a.

Seorang yang Dewasa tak akan selalu menuntut semuanya terjadi sesuai keinginannya,ā€Ž
Anak kecil akan merengek jika dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan.

Lihat jika ada anak² yang menginginkan es krim, tapiā€Ž orang tuanya tidak memberikan, ā€Žpasti anak itu merengek untuk di belikan es krim,
itulah sifat anak kecil.

Yang menjadi masalah adalah apabila sifat tersebut masih kita bawa di umur kita yang sekarang,ā€Ž
"es krim" kita saat ini adalah suatu keadaan ideal yang kita inginkan.

Masihkah kita merengek seperti anak kecil, demi mendapatkan "es krim" tersebut?ā€Ž

Jika beberapa hal terjadi tidak sesuai dengan yang kita inginkan,
jangan langsung bereaksi marah, menuntut, menyumpahi TUHAN dan diri sendiri, dan semua yang terkait.

Kecewa boleh saja, tapi ā€Žjangan kehilangan kendali diri sendiri,ā€Ž
inilah yang membedakan antara orang DEWASA dengan yang masih kanak²,
kenyataannya banyak mereka yang umurnya tua, namunā€Ž tetap memilih untuk TIDAK DEWASA.ā€Ž

Orang yang bersikap Dewasa pasti memiliki Kharisma,
dia bisa membawa pengaruh baik untuk lingkungan sekitarnya,
menjadi Garam dan Terang untuk lingkungan sekitarnya.

Kini saatnya kita mengukur Kedewasaan kita, ā€ŽApakah kita masih Kanak² atau telah Dewasa?

Semoga kita memahami makna Kedewasaan sebenarnya agar terbentuk suatu Penguasaan Diri untuk menjadi Karakter yang lebih bijak lagi.

ORANG DEWASA ADALAH BERTANGGUNG JAWAB, BIJAKSANA, SELALU BERSYUKUR, DAN RENDAH HATI.

SEMAKIN DEWASA SESEORANG DALAM CARA BERPIKIR,
SEMAKIN MAMPU P**A DIA MENJAGA TINGKAH LAKUNYA.ā€Ž

ā€œSaudara- saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu.
Jadilah anak-anak dalam kejahatan,
tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!ā€
(1 Korintus 14:20)

GoĻ‘ ϐlešš YoĻ…

08/04/2022

Visi Komsel Hamba yang Setia dan Kasih:
Yakobus 2:14 (TB) Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan?
DAPATKAH IMAN ITU MENYELAMATKAN DIA?

Shalom sdr2ku yg terkasih dlm Tuhan Yesus Kristus....

PERIHAL MENGHAKIMI DI AYAT Matius 7:1-5

Matius 7:1-5 (TB) "Jangan menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk , kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk , akan diukurkan kepadamu.
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
Hai , keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk itu ."

Markus 4:24-25 (TB) Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.
Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, , ."

Apa konteks menghakimi di dlm matius 7:1-5?
Menghakimi = mengukur.
Perhatikan matius 7:2.
Matius 7:2 (TB) Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

Matius 7:2, merupakan yg tidak terpisahkan.
Kata di awal kalimat menyatakan bhw ayat 2 menegaskan kembali ayat 1.

Menghakimi = mengukur = mengeluarkan selumbar di mata saudara kita.
Konteks menghakimi di matius 7:1-5, jangan diartikan sbg memukul org, merajam org (membalas kejahatan dgn kejahatan).
Yg mengartikan menghakimi di dlm matius 7:1-5, sbg memukul org, berarti salah kaprah menafsirkan konteks matius 7:1-5.

Siapakah yg dimaksud dgn di dlm matius 7:1?
Matius 7:1 (TB) "Jangan menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
Yg dimaksud dgn adalah yg ada di ayat 5.
Matius 7:5 (TB) , keluarkanlah dahulu balok dari mataMU, maka akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaraMU.

Jadi, kesimp**an dari matius 7:1-5, menurut saya:
1. Menghakimi = mengukur = mengeluarkan selumbar di mata saudara.
2. Org kristen yg , mengukur(=menghakimi) ataupun mengeluarkan selumbar di mata saudaranya.
3. Org kristen yg , mengukur(=menghakimi) ataupun mengeluarkan selumbar di mata saudaranya.

Markus 4:24,25 pengertian menghakimi di matius 7:1-5.

Perhatikan markus 4:25
Markus 4:25 (TB) Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."

Bagi org kristen yg dan digunakan utk mengeluarkan selumbar di mata saudaranya, maka kpdnya akan diberi ukuran2(pengertian dan pengetahuan yg benar utk mengukur) yg lain.

Bagi org kristen yg , maka yg ada padanya, akan diambil daripadanya.

Tuhan Yesus memberkati.
Nb.
1.TEKUNLAH TINGGAL DI DLM KRISTUS; berdoa pribadi/bersaat teduh, baca Alkitab pri badi( dan ) dan doa keluarga setiap hari.
2.MINTA AMPUN atas segala dosa yg telah kita perbuat, dan BERKOMITMEN UTK BERTOBAT.
PERCAYA SAJA bhw Tuhan Yesus mengampuni permohonan ampun kita.
3.AMPUNILAH dan KASIHILAH MUSUHMU dgn hati yg tulus dan tanpa pamrih.
AMPUNILAH 70X7KALI.
4.Dgn pertolongan dan kekuatan dari Roh Kudus, perbaharuilah hatimu dan rohmu, berusahalah bertobat dari segala dosa keinginan daging.

08/04/2022

PERINGATAN TUHAN YESUS :
HIDUP KEAGAMAAN SEPERTI AHLI TAURAT DAN ORANG FARISI MAKA TIDAK AKAN MASUK KE DALAM KERAJAAN SORGA

Matius 5:20 (TB) Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Hendaknya setiap orang percaya memperhatikan peringatan Tuhan Yesus ini :
šŸ‘‰ Matius 5:20 (TB) Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Kehidupan keagamaan sama seperti ahli Taurat dan orang Farisi maka sesungguhnya orang yg seperti ini tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Demikianlah yg disampaikan Tuhan Yesus kepada setiap orang yg mendengarkan perkataanNya. Orang yg sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus tidak akan hidup sama seperti para ahli Taurat dan orang Farisi melainkan ia belajar hidup sama seperti Tuhan Yesus hidup. Tuhan Yesus haruslah menjadi teladan hidup bagi setiap orang yg percaya kepadaNya.

Inilah alasan orang-orang yg hidup sama seperti ahli Taurat dan orang Farisi tidak masuk ke dalam Kerajaan Sorga :

1. Mencari-cari kesalahan
šŸ‘‰ Lukas 6:7 (TB) Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, SUPAYA MEREKA DAPAT ALASAN UNTUK MEMPERSALAHKAN DIA (YESUS).

Orang yg s**a mencari-cari kesalahan orang lain sesungguhnya adalah orang yg tidak hidup dalam kebenaran. Jikalau seseorang hidup dalam kebenaran maka ia tidak akan mencari-cari kesalahan orang lain melainkan ia menegor kesalahan dan menasihati supaya memperbaiki setiap kesalahan yg telah dilakukan. Orang yg mencari-cari kesalahan cenderung menghakimi sebab hanya hakimlah yg memiliki wewenang untuk memvonis bersalah atau tidak terhadap apa yg dilakukan oleh seseorang. Dan inilah yg dilakukan oleh ahli Taurat dan orang Farisi.

2. Menganggap diri sendiri lebih benar dari orang lain dan merendahkan orang lain
šŸ‘‰ Lukas 18:11-12 (TB) Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena AKU TIDAK SAMA SEPERTI SEMUA ORANG LAIN, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah DAN BUKAN JUGA SEPERTI PEMUNGUT CUKAI INI;
aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.

Orang yg menganggap dirinya benar dan merendahkan orang lain adalah kehidupan ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka menganggap bahwa diri mereka itu benar di hadapan Tuhan. Orang yg seperti ini adalah orang yg meninggikan diri, terlebih ia pun merendahkan orang lain. Jangan pernah menganggap bahwa diri kita sendiri ini lebih benar dari orang lain, kita harus ingat bahwa kita ini adalah sama-sama orang berdosa. Kita dibenarkan hanya oleh kasih karunia Tuhan Yesus.

3. Menuduh pekerjaan Roh Kudus adalah pekerjaan Iblis yg menyembuhkan orang sakit
šŸ‘‰ Lukas 11:15, 18-20 (TB) Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "IA MENGUSIR SETAN DENGAN KUASA BEELZEBUL, PENGHULU SETAN."
Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.
Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.
Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.

Ahli Taurat dan orang Farisi s**a menuduh pekerjaan yg dilakukan oleh Tuhan Yesus adalah pekerjaan Iblis. Sesungguhnya apa yg dilakukan oleh Tuhan Yesus itu adalah pekerjaan Roh Kudus yg melepaskan orang-orang dari sakit penyakit dan setan-setan. Sangat berbahaya jikalau ada orang percaya yg s**a menuduh pekerjaan Roh Kudus adalah pekerjaan Iblis dalam menyembuhkan. Jadi mulut kita harus dijaga, jangan s**a seenaknya mengeluarkan perkataan yg sembarangan.

4. Selalu ingin tampil untuk dilihat oleh orang lain supaya terlihat lebih rohani
šŸ‘‰ Matius 6:5 (TB) "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka s**a mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, SUPAYA MEREKA DILIHAT ORANG. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
šŸ‘‰ Matius 23:5 (TB) SEMUA PEKERJAAN YANG MEREKA LAKUKAN HANYA DIMAKSUD SUPAYA DILIHAT ORANG; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;

Ahli Taurat dan orang Farisi selalu ingin dilihat orang apa yg dilakukannya supaya terlihat bahwa diri mereka adalah orang yg rohani. Dengan demikian mereka menghendaki bahwa mereka ingin dipuji. Ini adalah motivasi yg salah. Dalam kehidupan orang percaya, motivasi yg benar adalah untuk kemuliaan Tuhan. Orang percaya yg sungguh-sungguh di dalam Tuhan, baginya tidak begitu penting untuk memperlihatkan dirinya adalah orang rohani di mata orang lain, yg penting adalah apa yg telah dilakukannya itu adalah untuk kemuliaan nama Tuhan dan bukan untuk mendapatkan pujian dari manusia.

5. Hanya mengajarkan Firman Tuhan tetapi tidak melakukannya
šŸ‘‰ Matius 23:3 (TB) Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena MEREKA MENGAJARKANNYA TETAPI TIDAK MELAKUKANNYA.

Yg dilakukan oleh ahli Taurat dan orang Farisi dalam hidup keagamaan mereka adalah mereka itu hanya mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Orang yg demikian ini tahu akan isi Firman Tuhan namun tidak hidup di dalam Firman Tuhan itu. Hal itu sama saja dengan orang yg menipu diri sendiri. Setiap orang percaya yg hidup di dalam Tuhan bukan hanya tahu isi Firman Tuhan tetapi juga harus hidup di dalam Firman Tuhan itu. Jika ada orang percaya yg hanya mendengar Firman Tuhan tetapi tidak melakukannya berarti ia sama seperti kehidupan ahli Taurat dan orang Farisi.

6. Mengabaikan keadilan, belas kasihan dan kesetiaan
šŸ‘‰ Matius 23:23 (TB) Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi YANG TERPENTING DALAM HUKUM TAURAT KAMU ABAIKAN, YAITU: KEADILAN DAN BELAS KASIHAN DAN KESETIAAN. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Ahli Taurat dan orang Farisi mengabaikan bagian yg terpenting dalam Kitab Suci yaitu keadilan, belas kasihan dan kesetiaan. Sesungguhnya orang yg mengabaikan hal-hal yg demikian ini adalah orang yg munafik sebab ia sesungguhnya tahu apa itu adil, apa itu belas kasihan dan apa itu kesetiaan, tetapi diabaikan dan dilupakan. Yg mereka lakukan adalah persepuluhan tetapi mengabaikan yg terpenting, inilah contoh kemunafikan. Dalam kehidupan kita jangan abaikan bagian yg terpenting dari Firman Tuhan yaitu keadilan, belas kasihan dan kesetiaan.

7. Bersih tampak dari luar tetapi ternyata kotor di dalam
šŸ‘‰ Matius 23:27 (TB) Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, YANG SEBELAH LUARNYA MEMANG BERSIH TAMPAKNYA, TETAPI YANG SEBELAH DALAMNYA PENUH TULANG BELULANG DAN PELBAGAI JENIS KOTORAN.

Ahli Taurat dan orang Farisi terlihat bersih dari luar tetapi ternyata kotor dari dalamnya sebab mereka tahu akan isi Firman Tuhan namun mereka tidak hidup mempraktekkan Firman Tuhan itu. Hati mereka begitu jahat. Mereka itu tidak s**a melihat orang lain ditolong Tuhan Yesus, malah s**a menyalahkan. Saat ada orang yg ditolong Tuhan, seharusnya bersyukur tetapi mereka malah menilai bahwa apa yg dilakukan Tuhan Yesus itu tidak benar, dan bahkan Tuhan Yesus sendiri mereka tuduh si penyesat.

Jadi inilah beberapa alasan sehingga membuat ahli Taurat dan orang Farisi tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, yaitu :
šŸ’¢ Mencari-cari kesalahan
šŸ’¢ Menganggap diri sendiri lebih benar dari orang lain dan merendahkan orang lain
šŸ’¢ Menuduh pekerjaan Roh Kudus adalah pekerjaan Iblis yg menyembuhkan orang sakit
šŸ’¢ Selalu ingin tampil untuk dilihat oleh orang lain supaya terlihat lebih rohani
šŸ’¢ Hanya mengajarkan Firman Tuhan tetapi tidak melakukannya
šŸ’¢ Mengabaikan keadilan, belas kasihan dan kesetiaan
šŸ’¢ Bersih tampak dari luar tetapi ternyata kotor di dalam

Hal ini haruslah menjadi peringatan bagi kita supaya kita hidup haruslah belajar mengikuti teladan Tuhan Yesus, dan jangan mengikuti cara hidup ahli Taurat dan orang Farisi.
Kehidupan keagamaan seperti ahli Taurat dan orang Farisi sesungguhnya tidak akan membawamu kepada Kerajaan Sorga.

INGATLAH AKAN HAL INI SAUDARA :
JIKA HIDUP SAUDARA TIDAK LEBIH BENAR DARI KEHIDUPAN AHLI TAURAT DAN ORANG FARISI MAKA SESUNGGUHNYA SAUDARA TIDAK AKAN MASUK KE DALAM KERAJAAN SORGA. INI ADALAH PERINGATAN TUHAN YESUS SENDIRI YANG HARUS KITA PERHATIKAN DENGAN SEKSAMA.

AKU CINTA TUHAN YESUS...!!!

Address

Tinoor Dua Kec. Tomohon Utara
Tomohon
95412

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gpdi Tinoor Dua posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share