21/10/2022
Shalom Aleichem b'Shem Yeshua Ha Mashiach
Raja Salomo bisa disebut sebagai Bapak Pembangunan Israel karena membangun pelbagai infrastruktur seperti Bait Allah, Istana Kerajaan dan tembok sekeliling kota.
Dalam aspek ilmu pengetahuan, Salomo mengumpulkan para sarjana untuk mengumpulkan literatur-literatur diseluruh Israel, dikenal juga sebagai “Tradisi Yahwista”. Berbeda dengan ayahnya Daud yang ahli perang, Salomo lebih memilih untuk menggunakan jalan diplomasi dengan daerah-daerah lain untuk menyelesaikan konflik. Kerajaan Israel Bersatu (1050 SM–931 SM ) pun memasuki periode damai dan makmur. Namun, seperti lagu Peterpan, Tak ada yang abadi.
Raja Salomo diketahui memiliki banyak istri. Dalam kitab raja-raja, tertulis bahwa Salomo memiki 700 istri dan 300 gundik. Diantaranya banyak wanita asing dari Mesir, Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het yang diperistri Salomo. Istri-istri bangsa asing tersebut turut membawa agama mereka dan mempengaruhi Salomo. Ketika Salomo berusia lanjut, ia mulai menyembah Asytoret, Dewinya orang Sidon dan Milkom. Ia juga mendirikan bukit pengorbanan untuk Kamos dan Molokh, dewanya orang Moab. Akibat tindakan Salomo, YHWH menjadi murka padanya dan mengatakan pada Salomo bahwa Israel akan dikoyakkan.
Setelahnya, Keruntuhan Kerajaan Israel Bersatu mulai terlihat. Gencarnya Pembangunan infrastruktur era Salomo yang membuat Menteri Salomo menaikkan pajak rakyat sehingga daya beli menurun. Karena Ibukota Yerusalem terletak di selatan, pembangunan kurang dirasakan oleh warga utara.
Setelah Salomo wafat pada 928 SM, anaknya bernama Rehabeam ternyata tidak cakap dalam memerintah. Akibatnya, pemberontakan kemudian dimulai oleh Yerobeam bin Nebat dari kaum Efraim. Dari dua belas suku bangsa Israel, Sepuluh suku memihak Yerobeam di Kerajaan Israel Utara, atau disebut juga Kerajaan Samaria, dan hanya dua suku yang loyal di Selatan, atau yang disebut Kerajaan Yehuda.
Demikian berakhirlah dinasti Daud, yang ternyata hanya bertahan sebanyak dua generasi saja.
-Jonathan Vivaldy
Sumber :
Simamora, S.T. (2014). BIBEL : Warisan Iman, Sejarah dan Budaya. Penerbit Obor – Jakarta.
Kitab 1 Raja-Raja 11