Philadelphia Family Tenggarong

Philadelphia Family Tenggarong Pentecostal Church of Worship

RENUNGAN MALAMRabu, 16 September 2026ALLAH SUMBER SEGALA PENGHIBURAN“Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Ba...
16/09/2026

RENUNGAN MALAM

Rabu, 16 September 2026

ALLAH SUMBER SEGALA PENGHIBURAN

“Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.” - 2 Korintus 1:3-4

Bahan Bacaan : 2 Korintus 1

Ada masa ketika hidup membawa kita pada keadaan yang tidak mudah. Ada penderitaan yang tidak dapat segera diselesaikan, pergumulan yang tidak langsung mendapatkan jawaban, bahkan ada luka yang hanya bisa dimengerti oleh orang yang pernah mengalaminya sendiri.

Namun Paulus mengingatkan bahwa di tengah semuanya itu, kita memiliki Allah yang disebut “Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan.”
Perhatikan bahwa Paulus tidak mengatakan Allah hanya menghibur dalam beberapa penderitaan, tetapi “dalam segala penderitaan kami.” Artinya, tidak ada keadaan yang terlalu berat sampai Allah tidak peduli. Ketika manusia mungkin tidak mengerti apa yang sedang dialami, Allah tetap melihat, mengetahui, dan hadir memberikan penghiburan.

Penghiburan dari Allah juga bukan sekadar membuat kita merasa lebih baik. Allah menghibur kita sehingga kita “sanggup menghibur mereka” yang sedang mengalami penderitaan. Pengalaman menerima pertolongan Allah dapat menjadi bekal untuk menolong orang lain.
Terkadang kita bertanya, “Mengapa saya harus melalui keadaan ini?” Kita mungkin tidak selalu mendapatkan jawaban atas pertanyaan tersebut. Tetapi ada kalanya, setelah melewati sebuah pergumulan, kita menyadari bahwa pengalaman itu membuat kita lebih mampu memahami, mendoakan, dan menguatkan seseorang yang sedang berada dalam keadaan yang sama.

Karena itu, jangan menganggap penghiburan yang Allah berikan hanya untuk disimpan bagi diri sendiri. Air mata yang pernah ditampung Allah, kekuatan yang pernah diberikan-Nya, dan penghiburan yang pernah kita terima dapat menjadi kesaksian yang menguatkan orang lain.
Allah tidak pernah menyia-nyiakan penghiburan yang Dia berikan. Apa yang kita terima dari-Nya dapat menjadi berkat bagi mereka yang sedang terluka. - SB

Refleksi :
Saat sedang berada dalam penderitaan, apakah kita masih percaya bahwa Allah melihat keadaan kita dan tetap menjadi sumber penghiburan bagi kita?

Doa : Bapa yang penuh belas kasihan, terima kasih karena Engkau adalah sumber segala penghiburan. Ketika hati lemah dan keadaan terasa berat, tolong kami untuk tetap datang kepada-Mu dan menerima kekuatan yang berasal dari-Mu. Pakailah pengalaman dan penghiburan yang kami terima untuk menguatkan mereka yang sedang mengalami penderitaan. Dalam nama Yesus. Amin.

Power Statement : Allah adalah sumber segala penghiburan; pertolongan-Nya menguatkan hati dan menjadikan setiap pengalaman sebagai saluran penghiburan bagi sesama.

RENUNGAN MALAMSelasa, 15 September 2026KEHAMPAAN"Beginilah firman TUHAN semesta alam: Tembok Babel yang lebar itu akan d...
15/09/2026

RENUNGAN MALAM

Selasa, 15 September 2026

KEHAMPAAN

"Beginilah firman TUHAN semesta alam: Tembok Babel yang lebar itu akan diratakan sama sekali, dan pintu-pintu gerbangnya yang tinggi akan dibakar habis. Demikianlah bangsa-bangsa bersusah-susah untuk hal yang hampa, dan suku-suku bangsa berlelah untuk api." -Yeremia 51:58

Bahan Bacaan : Yeremia 51

Pada masa kejayaannya, Babel adalah simbol kekuasaan. Tembok kota Babel terkenal sangat tebal dan kokoh, sedemikian lebarnya hingga kereta kuda diyakini bisa berpacu di atasnya. Membangun infrastruktur semegah itu tentu menyedot darah, keringat, dan kerja keras tanpa henti dari puluhan ribu orang. Namun, semua usaha itu berakhir tragis. Tuhan menubuatkan bahwa apa yang mereka bangun dengan susah payah, pada akhirnya hanya akan menjadi bahan bakar bagi api penghancuran.

Teguran keras tentang runtuhnya Babel ini memberikan refleksi bagi arah kepemimpinan dan ambisi kita:

Kerja Keras untuk Kehampaan?
Dunia hari ini sangat mengagungkan budaya kesibukan dan kerja keras tanpa henti. Kita menghabiskan seluruh energi, menguras pikiran, dan sering kali mengorbankan hubungan demi membangun pencapaian finansial dan karier. Namun, ayat ini memberikan satu realita yang menyedihkan: kelelahan untuk ambisi yang berpusat pada diri sendiri dan terlepas dari kehendak Tuhan pada akhirnya hanyalah "bersusah-susah untuk hal yang hampa".

Kerapuhan Manusia
Babel sangat yakin bahwa ketebalan tembok batu mereka adalah jaminan keamanan. Demikian p**a, kita sering terjebak berpikir bahwa saldo rekening yang besar, aset, atau jabatan akan sepenuhnya mengamankan kita dari krisis hidup. Kenyataannya, tidak ada satu pun tembok buatan manusia yang cukup tebal untuk menahan ujian waktu, keadilan Tuhan, maupun badai kehidupan.

Investasi Kehidupan
Teguran ini memaksa kita untuk mengevaluasi ulang management waktu dan energi kita. Untuk apa sebenarnya kita membiarkan diri kita kelelahan setiap hari? Tuhan memanggil kita untuk berhenti berlelah menumpuk "kayu dan jerami" yang akan habis dibakar zaman, dan mulai menginvestasikan hidup untuk membangun sesuatu yang bernilai kekal: integritas karakter, pelayanan bagi sesama, dan relasi yang hidup dengan Kristus. - YT

Refleksi:
Apakah kelelahan, stres, dan semua kesibukan anda hari ini sedang membangun sebuah warisan yang bernilai kekal atau hanya membangun "Babel" pribadi yang kelak akan menjadi abu?

Doa:
Tuhan Yesus, berikan aku hikmat untuk mengarahkan seluruh waktu dan energiku. Ampuni aku jika selama berjerih lelah hanya demi hal-hal yang fana. Ajar aku untuk mulai berlelah demi hal-hal yang memiliki dampak kekal di hadapan-Mu. Amin.

Power Statement :
Nilai sejati dari perjuangan tidak hanya diukur dari seberapa sibuk kita mengerjakannya, melainkan dari seberapa benar tujuannya.

14/09/2026
RENUNGAN MALAMSenin, 14 September 2026TUHAN YANG BERPERANG UNTUK UMAT-NYABerjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam ...
14/09/2026

RENUNGAN MALAM

Senin, 14 September 2026

TUHAN YANG BERPERANG UNTUK UMAT-NYA

Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! - 1 Korintus 16:13-14

Bahan Bacaan : 1 Korintus 16

Paulus sudah menegur jemaat Korintus mengenai perpecahan, percabulan, gugatan, dan karunia (1 Kor. 1-15).

Di pasal 16 Paulus memberi "PR" terakhir sebelum dia menutup suratnya. Isinya hal-hal praktis: persembahan, pelayanan, sikap hati.
Artinya: kerohanian yang benar kelihatan dari hal-hal kecil dan praktis.

4 arahan Paulus ialah :

1. SETIA DALAM MEMBERI (Ay. 1-4)
3 Prinsip memberi menurut Paulus
Teratur- "pada hari pertama tiap-tiap minggu"
Pribadi- "masing-masing"
Sesuai berkat - "sesuai dengan apa yang kau peroleh"

Aplikasinya : Kedewasaan rohani diuji dari dompet. Orang dewasa tidak memberi sisa, tapi memberi yang terbaik dan teratur untuk pekerjaan Tuhan.

2. SETIA DALAM PELAYANAN (Ay 5-18)
Paulus menyebutkan banyak nama: Timotius, Apolos, Stefanus, Akwila-Priskila. Mereka contoh yang mengabdikan diri melayani Tuhan.

Ada orang yang "mengabdikan diri" untuk melayani. Hormati mereka
Pelayanan itu melelahkan. Ayat 10 "jangan ada orang menganggapnya rendah". Dukung pelayan Tuhan

Aplikasinya : Jadilah penolong, bukan pengkritik. Tanyakan: "Siapa yang bisa aku dukung pelayanannya minggu ini?"

3. SETIA DALAM BERJAGA-JAGA (Ay 13)
"Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetaplah kuat!"

Ini 4 perintah militer. Paulus bilang hidup Kristen itu seperti di medan perang.
Berjaga-jaga - Sadar tipu daya iblis
Berdiri teguh - Jangan goyah oleh ajaran aneh
Bersikap dewasa - "laki-laki" = dewasa, bertanggung jawab
Tetap kuat - Jangan menyerah di tengah jalan.

Aplikasinya : Iman tidak otomatis kuat. Harus dilatih dengan Firman, doa, dan komunitas.

4. SETIA DALAM KASIH (Ay 14)
"Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih"
Ini ringkasan dari semuanya. Tanpa kasih, memberi jadi pamer. Melayani jadi cari nama. Berjaga-jaga jadi menghakimi.

Ayat 22: "Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia."

Standar tertinggi: Kasih kepada Tuhan dan sesama. ~W.R

Refleksi :
Memberi: Apakah aku sudah memberi secara teratur dan dengan sukacita, atau hanya kalau ada lebih?

Melayani: Apakah aku mendukung orang yang melayani, atau hanya menuntut dilayani?

Kasih: Dari 4 hal di ayat 13, mana yang paling aku butuhkan minggu ini? Berjaga, Teguh, Dewasa, atau Kuat?

Doa :
Tuhan Yesus, ajar kami jadi jemaat yang dewasa. Mampukan kami setia memberi, setia melayani, setia berjaga-jaga, dan melakukan semuanya dalam kasih. Jangan biarkan kami kendor di akhir. Kuatkan kami sampai Engkau datang. Dalam nama Yesus, Amin.

Power Statement :
Kekristenan tidak diukur dari khotbah yang hebat, tapi dari ketaatan dalam hal-hal kecil sampai akhir.

RENUNGAN MALAMMinggu, 13 September 2026PENEBUS YANG KUATTetapi Penebus mereka adalah kuat; TUHAN semesta alam nama-Nya. ...
13/09/2026

RENUNGAN MALAM

Minggu, 13 September 2026

PENEBUS YANG KUAT

Tetapi Penebus mereka adalah kuat; TUHAN semesta alam nama-Nya. Tentulah Ia akan memperjuangkan perkara mereka, supaya Ia memberi ketenteraman kepada bumi, tetapi kegemparan kepada penduduk Babel. Yeremia 50:34

Bahan Bacaan : Yeremia 50

Harriet Tubman lahir sebagai seorang budak di Amerika Serikat pada awal abad ke-19. Ia mengalami kehidupan yang sangat berat dan kemudian berhasil melarikan diri menuju wilayah yang lebih bebas. Namun Harriet tidak berhenti setelah dirinya bebas. Ia berkali-kali kembali untuk menolong anggota keluarganya dan orang-orang lain keluar dari perbudakan melalui jaringan yang kemudian dikenal sebagai Underground Railroad. Harriet pernah berada dalam situasi yang sangat berbahaya, tetapi ia terus berjalan karena percaya bahwa kebebasan yang telah ia terima juga harus diperjuangkan bagi orang lain. Kisahnya mengingatkan kita bahwa ketika manusia berada dalam keadaan yang tidak sanggup ia ubah sendiri, pertolongan dan pembebasan membutuhkan kekuatan yang lebih besar daripada dirinya.

Yeremia 50 berbicara mengenai penghukuman Tuhan atas Babel dan pemulihan umat-Nya. Israel dan Yehuda pernah mengalami kehancuran dan pembuangan, sehingga secara manusia mereka berada dalam keadaan yang sangat lemah. Tetapi Tuhan berkata: “Penebus mereka kuat.” Kata Penebus menunjukkan bahwa Tuhan bukan hanya melihat keadaan umat-Nya. Ia bertindak untuk membebaskan dan memulihkan mereka. Menariknya, Tuhan disebut sebagai Penebus yang kuat. Artinya, kekuatan musuh, besarnya masalah, atau panjangnya penderitaan umat Tuhan tidak pernah lebih besar daripada kuasa Tuhan. Ayat ini juga berkata bahwa Tuhan akan “memperjuangkan perkara mereka.” Ada keadaan yang memang tidak mampu kita selesaikan dengan kekuatan sendiri. Ada perkara yang tidak dapat kita paksa, ada pintu yang tidak dapat kita buka, dan ada pertarungan yang terlalu berat untuk kita menangkan sendiri. Tetapi kita memiliki Tuhan yang kuat, bukan berarti kita menjadi pasif dan tidak melakukan apa-apa. Kita tetap melakukan bagian kita dengan iman dan hikmat.

Ketika menghadapi masalah yang terasa terlalu besar, jangan langsung menyimpulkan bahwa semuanya sudah berakhir. Bawalah perkara itu kepada Tuhan. Jika manusia tidak mampu menolong, Tuhan tetap mampu. Jika jalan terasa tertutup, Tuhan mampu membuka jalan. Jika kita tidak mampu membela diri, Tuhan mampu memperjuangkan perkara kita. Dan ketika Tuhan bertindak sebagai Penebus, tujuan-Nya bukan hanya membuat kita keluar dari masalah, tetapi juga membawa kita kepada ketenteraman. Karena itu, tetaplah percaya. Kita boleh lemah, tetapi Penebus kita kuat. - MT

Refleksi :
Perkara apa dalam hidup kita yang selama ini terlalu kita andalkan pada kekuatan sendiri?

Apakah kita sungguh percaya bahwa Tuhan mampu memperjuangkan perkara kita?

Apa yang perlu kita serahkan kepada Tuhan hari ini supaya hati kita memiliki ketenteraman?

Doa :
Tuhan, Engkaulah Penebus yang kuat. Ketika kami menghadapi perkara yang tidak sanggup kami selesaikan, ajar kami untuk tetap percaya kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

Power Statement : “Kita mungkin tidak cukup kuat untuk menghadapi semua perkara, tetapi kita memiliki Penebus yang kuat untuk memperjuangkannya bersama kita.”

RENUNGAN MALAMSabtu, 12 September 2026JANGAN BERHENTI DITENGAH JALAN "Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdir...
12/09/2026

RENUNGAN MALAM

Sabtu, 12 September 2026

JANGAN BERHENTI DITENGAH JALAN

"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia." 1 Korintus 15:58

Bahan Bacaan : 1 Korintus 15

Ada masa ketika seseorang tidak ingin menyerah, tetapi sudah terlalu lelah untuk terus berjalan. Senyum masih ada, tetapi hati mulai kosong. Pelayanan masih dilakukan, tetapi semangat mulai padam. Doa masih dinaikkan, tetapi iman mulai bertanya, “Tuhan, sampai kapan?” Mungkin tidak ada seorang pun yang tahu seberapa berat perjuanganmu. Orang hanya melihat engkau masih berdiri. Mereka tidak melihat malam-malam ketika engkau menangis dalam doa. Mereka tidak tahu berapa kali engkau ingin berhenti, tetapi memilih untuk tetap bertahan. Namun hari ini Tuhan berkata:“Berdirilah teguh. Jangan goyah.” Mengapa? Karena jerih payahmu tidak sia-sia. Jangan biarkan keterlambatan membuatmu menganggap Tuhan tidak bekerja. Jangan mengira doamu sia-sia hanya karena jawabannya belum datang. Jangan menganggap kesetiaanmu tidak berarti hanya karena tidak ada manusia yang menghargainya. Tuhan melihat. Tuhan tahu. Tuhan tidak melupakan.

Ada pekerjaan Tuhan yang berlangsung dalam hidup kita melalui proses yang panjang dan sering kali menyakitkan. Kita ingin Tuhan mengubah keadaan dengan cepat, tetapi terkadang Tuhan terlebih dahulu mengubah hati kita melalui keadaan tersebut. Kita ingin pintu terbuka, tetapi Tuhan sedang mengajarkan kita untuk tetap percaya ketika pintu masih tertutup. Kita ingin melihat hasil, tetapi Tuhan sedang membangun ketekunan. Kita ingin segera sampai tujuan, tetapi Tuhan sedang membentuk karakter selama perjalanan. Karena itu, jangan berhenti hanya karena belum melihat hasilnya.
Petani tidak berhenti menyiram benih hanya karena pagi ini belum melihat pohon. Demikian juga kita tidak boleh berhenti melakukan kehendak Tuhan hanya karena buahnya belum terlihat.

Mungkin hari ini engkau sedang menabur dalam air mata. Tetaplah menabur. Mungkin engkau sedang melayani tanpa penghargaan. Tetaplah melayani. Mungkin engkau sedang berbuat benar tetapi justru disalahpahami. Tetaplah memilih kebenaran. Mungkin engkau sedang menunggu jawaban Tuhan. Tetaplah percaya. Sebab nilai kesetiaan bukan ditentukan oleh seberapa cepat kita melihat hasil, tetapi oleh kepada siapa kita tetap setia ketika hasil itu belum terlihat. Jangan biarkan rasa kecewa mencuri panggilan hidupmu. Jangan biarkan kegagalan membuat engkau merasa tidak berguna. Jangan biarkan perkataan manusia menentukan nilai hidupmu. Tetap teguh. Tetap setia. Tetap lakukan yang terbaik bagi Tuhan. Sebab firman-Nya sudah memberikan kepastian: “Jerih payahmu tidak sia-sia.” _YS

Refleksi :
- Apa yang membuat saya hampir menyerah, dan apakah saya bersedia kembali percaya bahwa Tuhan sedang bekerja sekalipun hasilnya belum saya lihat?

Doa :
Tuhan Yesus, ketika aku lelah, kuatkan aku. Ketika aku kecewa, teguhkan hatiku. Ketika aku merasa perjuanganku sia-sia, ingatkan aku bahwa Engkau melihat setiap kesetiaanku. Ajarku tetap berjalan, tetap percaya, dan tetap setia sampai akhir. Amin.

Power Statement :
“Jangan berhenti hanya karena manusia tidak melihat perjuanganmu. Tuhan melihat setiap langkahmu, menghitung setiap air matamu, dan tidak akan menyia-nyiakan kesetiaanmu.”

RENUNGAN MALAMJumat, 11 September 2026FONDASI KEPEMIMPINAN"Kegentaran yang kautimbulkan dan keangkuhan hatimu telah memp...
11/09/2026

RENUNGAN MALAM

Jumat, 11 September 2026

FONDASI KEPEMIMPINAN

"Kegentaran yang kautimbulkan dan keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau, hai yang tinggal di liang-liang batu, yang menduduki puncak bukit! Sekalipun engkau membuat sarangmu tinggi seperti sarang burung rajawali, Aku akan menurunkan engkau dari sana, demikianlah firman TUHAN." -Yeremia 49:16

Bahan Bacaan : Yeremia 49

Bangsa Edom membangun kota dan benteng pertahanan mereka di celah-celah tebing batu yang terjal dan tinggi. Secara fisik dan militer, posisi itu membuat mereka merasa mustahil untuk diserang. Sayangnya, posisi geografis yang kuat tersebut justru melahirkan sebuah penyakit mematikan: kesombongan.

Melalui nubuat tentang kejatuhan Edom ini, Tuhan memberikan teguran tentang di mana kita meletakkan fondasi kehidupan kita:

1. Siapa atau apa yang menjadi andalan.
Edom merasa tidak tersentuh dengan krisis karena pencapaian, posisi, dan benteng alamiah mereka. Dalam memimpin, baik di pekerjaan bisnis atau keluarga, kita sering kali membangun "benteng" kita sendiri. Benteng ini bisa berupa kesuksesan, kekuasaan, atau kekuatan finansial yang membuat kita mengira kita kebal terhadap krisis kehidupan.

2. Kesombongan yang membutakan.
Tuhan dengan jelas menyatakan, "keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau." Kesombongan adalah penipu yang hebat. Ketika kita sedang berada di level puncak pencapaian, kesombongan membuat kita merasa bahwa kita tidak lagi membutuhkan teguran, tidak perlu bersandar pada anugerah Tuhan, dan bebas bertindak semaunya. Keangkuhan membutakan dan menghancurkan karakter kita.

3. Hukum terhadap kesombongan.
Tuhan mendeklarasikan peringatan yang tidak bisa ditawar: setinggi apa pun sarang rajawali dibangun dari hasil ego dan kemandirian manusia, tangan-Nya berkuasa untuk meruntuhkannya. Tidak ada manuver atau strategi kepemimpinan yang mampu mengamankan posisi kita jika material pembangunnya adalah kesombongan. - CL

Refleksi :
Dimana anda sedang membangun rasa aman anda: pada kesombongan pribadi, ataukah pada kerendahan hati di hadapan Tuhan?

Doa :
Tuhan Yesus, singkapkanlah jika ada benih kesombongan yang mulai bertumbuh dan membutakan hatiku. Ingatkan aku bahwa setiap keahlian, posisi, dan pencapaianku hanya karena anugerah-Mu. Hancurkan setiap benteng keangkuhan, dan bentuklah aku menjadi pribadi yang selalu bergantung penuh kepada-Mu. Amin.

Power Statement :
Keamanan sejati tidak ditentukan oleh seberapa tinggi kita menyusun batu pencapaianmu, melainkan oleh seberapa dalam kita bersedia merendahkan hati di hadapan Allah.

Address

Jalan Maduningrat No. 1
Tenggarong
75512

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Philadelphia Family Tenggarong posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share