Ikatan Sarjana Nahdlatul Wathan Kalimantan Timur ISNW

Ikatan Sarjana Nahdlatul Wathan Kalimantan Timur ISNW Merupakan Salah Satu Badan Otonom Nahdlatul Wathan https://misrozainuddin.com

Kultum ba'da shubuh:-sejarah peradaban islam-“Kebangkitan Islam tidak dimulai dari romantisme masa lalu, melainkan dari ...
23/05/2026

Kultum ba'da shubuh:
-sejarah peradaban islam-

“Kebangkitan Islam tidak dimulai dari romantisme masa lalu, melainkan dari ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan keberanian berpikir kritis.”

Marshall G. S. Hodgson dalam The Venture of Islam menempatkan kemunduran tradisi ilmiah Islam bukan sebagai akibat tunggal dari doktrin agama, melainkan sebagai hasil perubahan struktur sejarah dunia. Analisis Hodgson sejalan dengan teori “challenge and response” Arnold J. Toynbee yang menegaskan bahwa peradaban maju ketika mampu merespons tantangan sosial-politik secara kreatif. Pada masa Abbasiyah (abad ke-8–13), dunia Islam memiliki kondisi ideal bagi pertumbuhan ilmu: stabilitas politik, jaringan perdagangan internasional, dan patronase negara terhadap ilmuwan. Data sejarah menunjukkan bahwa Bayt al-Hikmah di Baghdad menjadi pusat penerjemahan ribuan manuskrip Yunani, Persia, dan India ke dalam bahasa Arab. George Saliba dalam Islamic Science and the Making of the European Renaissance menegaskan bahwa astronomi dan matematika Islam bahkan menjadi fondasi kebangkitan sains Eropa modern. Karena itu, kemajuan ilmiah Islam lahir dari kultur kosmopolitan yang memadukan iman, rasionalitas, dan keterbukaan intelektual.

Kemunduran tradisi ilmiah mulai tampak ketika dunia Islam mengalami fragmentasi politik dan perubahan orientasi kelembagaan. Invasi Mongol tahun 1258 yang menghancurkan Baghdad bukan sekadar tragedi militer, tetapi juga kehancuran ekosistem ilmu pengetahuan. Ibn Khaldun dalam Muqaddimah menyatakan bahwa “peradaban dan ilmu berkembang ketika negara kuat, dan melemah ketika kekuasaan runtuh.” Setelah periode itu, banyak madrasah lebih menekankan fikih praktis dibanding filsafat alam, matematika, atau eksperimen ilmiah. Fazlur Rahman dalam Islam and Modernity menyebut situasi ini sebagai penyempitan horizon intelektual Islam akibat dominasi tradisionalisme yang kurang memberi ruang pada ijtihad rasional. Fakta sejarah memperlihatkan bahwa sejak abad ke-15 produksi karya ilmiah dunia Islam menurun drastis dibanding Eropa yang justru memasuki Renaisans dan Revolusi Ilmiah. Sehingga, kemunduran bukan disebabkan Islam anti-sains, melainkan karena institusi sosial-politik tidak lagi menopang budaya ilmiah secara produktif.

Analisis Hodgson juga penting untuk membantah stereotip Barat yang menganggap agama Islam identik dengan anti-rasionalitas. Seyyed Hossein Nasr dalam Science and Civilization in Islam menegaskan bahwa Al-Qur’an sendiri mengandung dorongan epistemologis melalui ayat-ayat tentang observasi alam (afala tatafakkarun, afala ta’qilun). Ibn al-Haytham, pelopor metode eksperimental, dalam Kitab al-Manazir menunjukkan bahwa pencarian kebenaran ilmiah harus dilakukan melalui observasi, pengujian, dan verifikasi empiris. Prinsip ini kemudian diadopsi ilmuwan Eropa seperti Roger Bacon dan Kepler. Bahkan, menurut data UNESCO tentang sejarah sains, angka literasi dan produksi manuskrip di pusat-pusat Islam abad pertengahan jauh lebih tinggi dibanding sebagian besar Eropa pada masa yang sama. Ini membuktikan bahwa tradisi ilmiah Islam pernah menjadi motor peradaban global. Karena itu, narasi “Islam versus sains” sesungguhnya lebih merupakan konstruksi politik modern daripada fakta sejarah yang objektif.

Refleksi paling penting dari kajian Hodgson adalah bahwa kebangkitan kembali perangai ilmiah Islam hanya mungkin terjadi jika umat Islam membangun kembali budaya intelektual yang terbuka, kritis, dan kosmopolitan. Mohammed Arkoun menyebut perlunya “kritik nalar Islam” agar tradisi keagamaan mampu berdialog dengan modernitas tanpa kehilangan dimensi spiritualnya. Negara-negara Muslim yang berhasil mengembangkan pendidikan dan riset -seperti Turki, Malaysia, atau Uni Emirat Arab- menunjukkan bahwa investasi terhadap ilmu pengetahuan berbanding lurus dengan daya saing peradaban. Data Global Innovation Index memperlihatkan bahwa kekuatan ekonomi modern sangat ditentukan oleh riset, teknologi, dan kualitas pendidikan tinggi. Dalam konteks ini, sejarah Islam bukan sekadar nostalgia kejayaan masa lalu, tetapi sumber inspirasi untuk merekonstruksi etos ilmu yang berpijak pada iman sekaligus rasionalitas. Seperti dikatakan Hodgson, peradaban Islam pernah menjadi jembatan pengetahuan dunia; maka tantangan umat Islam hari ini adalah menghidupkan kembali semangat kosmopolitan itu agar mampu berkontribusi pada peradaban semesta.

Hari ini, saat umat begitu mudah mengutip kejayaan Ibn Sina dan Al-Khwarizmi di media sosial, banyak lembaga pendidikan justru lebih sibuk mengurus seremoni, slogan religiusitas, dan lomba pencitraan daripada membangun laboratorium, budaya riset, atau tradisi membaca yang serius. Kita gemar memproduksi pidato tentang “kebangkitan peradaban Islam”, tetapi alergi pada disiplin ilmiah yang menuntut kerja keras, kejujuran akademik, dan kemampuan berpikir kritis. Padahal, seperti sindiran Ali Shariati, masyarakat yang hanya memuliakan masa lalu tanpa keberanian menciptakan masa depan hanyalah “museum sejarah yang berjalan.” Karena itu, komitmen meningkatkan kompetensi tidak cukup diwujudkan lewat seminar motivasi dan spanduk bernuansa kebangkitan umat, melainkan melalui keberanian membangun ekosistem ilmu: dosen yang terus meneliti, mahasiswa yang rajin membaca, pemimpin yang menghargai meritokrasi, dan masyarakat yang lebih menghormati pengetahuan daripada popularitas. Jika tidak, kita hanya akan terus menjadi bangsa yang pandai bernostalgia tentang kejayaan ilmiah, tetapi gagap ketika diminta menghasilkan satu inovasi nyata bagi peradaban modern.




07/05/2024

Peletakan Batu Pertama Kantor Pusat PB NW Dan Pondok Pesantren Di IKN

05/05/2024

Berita MUKTAMAR XV NW Di CNN

05/05/2024
"SUKSESKAN MUKERNAS XV"Maulanal Masyhur semakin nyataBarokahnya ngalir lewat UmmunaBuktinya nampak & semakin nyataMadras...
30/04/2024

"SUKSESKAN MUKERNAS XV"

Maulanal Masyhur semakin nyata
Barokahnya ngalir lewat Ummuna
Buktinya nampak & semakin nyata
Madrasah tersebar se-Nusantara

Maulanal Masyhur gelarin Pepadu
Kepada Ummuna pada tempo dulu
Awalnya banyak orang masih ragu
Setelah banyak bukti barulah sadu

Banyak peneliti dalam & luar negeri
Kagum dengan keberhasilan Ummi
Membangun Pesantren disana sini
Kebun tebu dirubah Kebun Surgawi

Bukti ngalirnya Karomah Maulana
Banyak kehebatan diberi Ummuna
Ketahanan jiwa dimenangkan MK
Bibantu Ihsan samaran Maulana

Kini tampil ganti pilihan Maulana
Zainuddin Tsani HAMZANWADI II
Awalnya banyak ragu tak percaya
Akhirnya sekarang "Laa Luar biasa"

Maulanal Masyhur punya pilihan
Pengganti sejati Nahdlatul Wathan
Pasti & pasti bukan sembarangan
Pilihan Maulana jangan remehkan

Terpenting mari saling mendo'akan
Usai sholat dan banyak kesempatan
Semoga NW terus dilindungi Tuhan
Bersama warganya sepanjang zaman

PENETAPAN 1 RAMADLĀN 1445 H.بسم اهلل و حبمدهالسالم عليكم و رمحة اهلل و براكتهPOKOKNYA NW, POKOK NW IMAN DAN TAKWADemi me...
10/03/2024

PENETAPAN 1 RAMADLĀN 1445 H.

بسم اهلل و حبمده
السالم عليكم و رمحة اهلل و براكته

POKOKNYA NW, POKOK NW IMAN DAN TAKWA

Demi mendapat ridla Allah swt. semata, Pengurus Besar Nahdlatul Wathan melalui Lembaga Falakiyah dengan ini menginformasikan :

Pelaksanaan Ru’yat al-Hilāl awal Ramadlān 1445 H, diselenggarakan pada hari Ahad 29 Sya’bān 1445 H./ 10 Maret 2024 M. Dan para Perukyat melaporkan bahwa mereka tidak berhasil melihat hilāl di seluruh titik pengamatan se-Indonesia

Selengkapnya tertera pada gambar yang telah kami sertakan.

Dirgahayu Republik Indonesia17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2023"TERUS MELAJU UNTUK INDONESIA MAJU"------------------------...
16/08/2023

Dirgahayu Republik Indonesia
17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2023

"TERUS MELAJU UNTUK INDONESIA MAJU"
-------------------------------------------------------------------------

*Indahnya Berbagi Modul Ajar Fase D Kelas 7 dan 8*Download Kumpulan Kurikulum Merdeka Fase D Kelas 7 dan 8 Semua Mapel d...
12/07/2023

*Indahnya Berbagi Modul Ajar Fase D Kelas 7 dan 8*
Download Kumpulan Kurikulum Merdeka Fase D Kelas 7 dan 8
Semua Mapel di link Berikut

https://sites.google.com/view/misrozainuddin/home?authuser=0

🖊Pilih menu pendidikan
Silahkan cari dan download.

Tersedia Juga didalamnya
1. Modul Ajar
2. RPP Kurikulum K13 Semua Jenjang
3. Kumpulan Khutbah ASWAJA Satu tahun Versi Bulan Hijriyah
4. Ngaji Kitab Kuning
5. Buku Kemenag Terbitan KSKK Madrasah
6. RPP Satu Lembar
7. Raport P5P2RA
Dll.

*(Jika Ada Perangkat Pembelajaran yang Belum tersedia, maka sedang dalam proses editing)*

Share Jika Bermanfaat..
Semoga Tambah Barokah Aaaamiinn.

PENDIDIKAN

👑*KELUARGA BESAR PENGURUS WILAYAH**NAHDLATUL WATHAN**PROVINSI KALIMANTAN TIMUR IKN (IBU KOTA NEGERA) NUSANTARA**Mengucap...
16/03/2023

👑*KELUARGA BESAR PENGURUS WILAYAH*
*NAHDLATUL WATHAN*
*PROVINSI KALIMANTAN TIMUR IKN (IBU KOTA NEGERA) NUSANTARA*

*Mengucapkan*

*Selamat Dan Sukses*
🎂*HARI JADI KE-70*
🚩*NAHDLATUL WATHAN*

🕍🇵🇰*" Merawat Peradaban, Menjaga Persatuan"*
🗓️*(01 Maret 1953-01 Maret 2023)*

*KELUARGA BESAR ISNW KALIMANTAN TIMUR*==================================_Mengucapkan_*بارك الله في عمرك**SELAMAT MILAD*K...
06/01/2023

*KELUARGA BESAR ISNW KALIMANTAN TIMUR*
==================================

_Mengucapkan_

*بارك الله في عمرك*

*SELAMAT MILAD*
Ke-42 Tahun

*MAULANA SYAIKH TUAN GURU KIAI HAJI*
*LALU GEDE MUHAMMAD ZAINUDDIN ATSANI LC. , M. PD. I*
(Pengurus Besar Nahdlatul Wathan)

06 Januari 1981 - 06 Januari 2023

"Semoga diberikan umur panjang, senantiasa diberikan kesehatan, keistiqomahan, Di permudah dalam segala hal dan selalu dalam lindungan Allah SWT."
آ مين آمين اللّهم آمين

↪️ _ShareKebaikan_
_________________________________
Follow:
⤵️⤵️⤵️
Fb : Suara Ponpes Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Kalimantan Timur
Ig : Suara Ponpes Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Kalimantan Timur

Address

Jalan KH. Muhsan Makbul RT. 30 Desa Bangun Rejo Kec. Tenggarong Seberang
Tenggarong
75572

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ikatan Sarjana Nahdlatul Wathan Kalimantan Timur ISNW posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Ikatan Sarjana Nahdlatul Wathan Kalimantan Timur ISNW:

Shortcuts

Share