MIAS Tembilahan

MIAS Tembilahan Organisasi Keagamaan BKM Imam Asy-Syafi'i Tembilahan

06/01/2025
10/04/2024

Imam & Khatib : Ustadz Abu Rifqon Syahroni HafidhahullahTema Khutbah : Apa yang mesti kita lakukan setelah Ramadhan

09/04/2024
24/01/2024

09/01/2024

Cerita Turunnya Hujan Lebat di Masa Nabi

Dari Anas bin Malik, beliau menceritakan: Ada seorang laki-laki memasuki masjid pada hari Jum’at melalui arah Darul Qodho’. Kemudian ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri dan berkhutbah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian menghadap kiblat sambil berdiri. Kemudian laki-laki tadi pun berkata, “Wahai Rasulullah, ternak kami telah banyak yang mati dan kami pun sulit melakukan perjalanan (karena tidak ada pakan untuk unta, pen). Mohonlah pada Allah agar menurunkan hujan pada kami”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat kedua tangannya, lalu beliau pun berdo’a,

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

“Ya Allah, turunkanlah hujan pada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan pada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan pada kami.”

Anas mengatakan, “Demi Allah, ketika itu kami sama sekali belum melihat mendung dan gumpalan awan di langit. Dan di antara kami dan gunung Sal’i tidak ada satu pun rumah. Kemudian tiba-tiba muncullah kumpulan mendung dari balik gunung tersebut. Mendung tersebut kemudian memenuhi langit, menyebar dan turunlah hujan. Demi Allah, setelah itu, kami pun tidak melihat matahari selama enam hari. Kemudian ketika Jum’at berikutnya, ada seorang laki-laki masuk melalui pintu Darul Qodho’ dan ketika itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berdiri dan berkhutbah. Kemudian laki-laki tersebut berdiri dan menghadap beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia mengatakan, “Wahai Rasulullah, sekarang ternak kami malah banyak yang mati dan kami pun sulit melakukan perjalanan. Mohonlah pada Allah agar menghentikan hujan tersebut pada kami.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat kedua tangannya, lalu berdo’a,

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا ، اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan”

Setelah itu, hujan pun berhenti. Kami pun berjalan di bawah terik matahari. Syarik mengatakan bahwa beliau bertanya pada Anas bin Malik, “Apakah laki-laki yang kedua yang bertanya sama dengan laki-laki yang pertama tadi?” Anas menjawab, “Aku tidak tahu.” (HR. Bukhari no. 1014 dan Muslim no. 897)

Sumber https://rumaysho.com/9690-doa-ketika-hujan-deras.html

24/12/2023

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
Termasuk tipu daya syaitan adalah ia membuat orang-orang yang s**a menyendiri dan zuhud serta melakukan riyadhah menganggap baik terhadap perasaan dan kenyataan mereka, tanpa mencocokannya dengan perintah Pembuat Syariat. Bahkan mereka berkata, "jika hati selalu menjaga bersama Allah maka apa yang terlintas dihatinya serta suara bathinnya akan selamat dari kesalahan." dan ini adalah tipu daya syaitan yang paling nyata sekaligus berbahaya. [Ighatsatul Lahfam Bab Menganggap Baik Terhadap Diri Sendiri]

Al-Imam Asy-Syafi’iy rahimahullah mengatakan :

ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻻﺳﺘﺤﺴﺎﻥُ ﺗﻠﺬُّﻥٌ

“Sesungguhnya anggapan baik ( al-istihsan ) hanyalah menuruti selera hawa nafsu” [Ar-Risalah]

Al-‘Allamah Abu Syariah Al-Maqdisi Asy-Syafi’iy (seorang pembesar ulama Syafi’iyyah) berkata,
“Maka wajib atas seorang ulama terhadap peristiwa yang terjadi dan pertanyaan yang disampaikan kepadanya tentang syari’at adalah kembali kepada Al-Qur’an, riwayat shahih dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam , dan atsar para shahabat serta orang-orang setelah mereka dalam abad pertama. Apa yang sesuai dengan rujukan-rujukan tersebut dia mengijinkan dan memerintahkan, dan apa yang tidak sesuai dengannya dia mencegah dan melarangnya. Maka dengan itu dia beriman dan mengikuti. Dan janganlah dia menyatakan baik menurut pendapatnya. Sebab : ‘Barangsiapa yang menganggap baik menurut pendapatnya (istihsan), maka sesungguhnya dia telah membuat syari’at ” [ Al-Ba’its ‘alaa Inkaaril-Bida’ wal-Hawadits oleh Abu Syaammah, hal. 50].

Address

Jalan Batang Tuaka Lr. Imam Asy-Syafi'i Tembilahan
Tembilahan

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when MIAS Tembilahan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share