17/06/2016
[Mentoring Asyik dan Bermakna]
Akhir-akhir ini, banyak kita temukan hilangnya semangat pemuda Islam dalam beribadah dan menjalankan kehidupan sehari-hari. Beribadah dengan setengah hati, belajar hanya jika ada pengambilan nilai, dan terlena oleh kemajuan zaman. Daripada kita membicarakan keburukan akhlak, lebih baik kita mencari solusinya.
🔴Apa solusinya?
👉 Solusinya yaitu ayo mengikuti mentoring
🔴Apa sih mentoring itu?
👉Mentoring adalah kelompok kecil yang dipimpin oleh seorang mentor yang membina para menteenya baik dalam masalah kehidupan dunia, maupun masalah akhirat. Oleh karena itu, yuk kita hidupkan dan buat ceria kelompok mentoring kita. Selain itu, di mentoring bukan hanya membahas permasalahan dalam agama saja, namun bisa kita jadikan sebagai tempat berbagi isi hati, tempat menyenangkan pikiran, dan tempat menimba ilmu-ilmu bermanfaat lainnya.
👉Mentoring merupakan sarana efektif untuk menjalin ukhuwah dan kebersamaan dalam berjama’ah. Mentoring juga bisa kita jadikan sebagai tempat membina aqidah, memperbaiki akhlak, dan mengistiqomahkan ibadah secara berjamaah. Diharapkan dengan kegiatan mentoring akan terbentuk cara pandang yang benar terhadap Islam.
🔴Sudah pada tau sejarah mentoring belum?
👉Ternyata mentoring sudah dijalani dari zaman Rasulullah. Para sahabat biasanya duduk berkelompok kecil membentuk lingkaran untuk belajar dan menuntut ilmu agama, berbagi pengalaman, ataupun dalam membahas hal lainnya. Karena membentuk lingkaran ini, maka cara belajar seperti ini disebut dengan halaqah. Banyak keutamaan dari halaqah atau mentoring yang disebutkan dalam hadis, diantaranya:
"Ketika beliau keluar, tiba-tiba beliau dapati para sahabat dalam halaqah (lingkaran). Beliau bertanya, “apakah yang mendorong kalian duduk seperti ini?” Mereka menjawab, “Kami duduk berdzikir dan memuji Allah atas hidayah yang Allah berikan sehingga kami memeluk Islam.” Maka Rasulullah bertanya, “Demi Allah, kalian tidak duduk melainkan untuk itu?” Mereka menjawab, “Demi Allah, kami tidak duduk kecuali untuk itu.” Maka beliau bersabda, “Sesungguhnya saya bertanya bukan karena ragu-ragu, tetapi Jibril datang kepadaku memberitahukan bahwa Allah membanggakan kalian di depan para malaikat.” (HR. Muslim no. 4869)
"Tidaklah suatu kaum berjumpa di suatu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitabullah, dan mempelajarinya di antara mereka, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi majelisnya, malaikat menaungi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka dengan bangga di depan malaikat-malaikat yang ada di sisi-Nya.” (HR Muslim)
NAH dari hadits di atas, dijelaskan banyak sekali keutaman kita mentoring karena Allah yaitu kita akan diberikan rahmat dan naugan oleh Allah, serta Allah menyebut-nyebut kita dengan bangga di depan para malaikat-Nya.
Namun, dalam perjalanannya kita akan temukan bermacam masalah terkait mentoring. Bisa dari suasana yang berubah menjadi kaku, bosan dengan materi yang begitu saja. Jemu dengan kegiatan yang sama pada setiap mentoring. Maka dari itu, untuk mengatasinya diperlukan kreativitas pementor dan kerjasama anak didiknya untuk menimbulkan suasana nyaman dan tidak membosankan dalam mentoring serta menambahkan rasa ingin tahu yang dalam tentang agama Islam.
👉Ingat dalam setiap mentoring kita tidak dituntut untuk mendengarkan materi yang panjang dan lama, yang penting kebersamaan dan kehangatan di antara anggota mentoring dapat tetap terjaga dan inti materi dari pementor dapat selalu diresapi oleh para anggotanya.
👉Jadikan mentoring sebagai sarana untuk memperbaiki bacaan Al Quran kita. Kalau bukan dari sekarang kita memperbaiki, kapan lagi? Semakin bertambah usia kita, semakin bertambah sulit untuk memperbaiki bacaan dan semakin bertambah juga ego kita untuk kembali belajar membaca Quran yang baik dan benar. Ingat Al Quran ini akan selalu kita baca sampai akhir hayar kita, mempelajarinya adalah hal mulia, terlebih lagi mengajarkannya kepada orang lain.
👉Di samping itu, kita dapat memanfaatkan mentoring sebagai sarana untuk menambah ilmu, mengaplikasikan ilmu tersebut, terlebih lagi untuk memperbaiki akhlak. Jadikan teman mentoring sebagai sarana untuk saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran.
👉Selain itu kita juga dapat melatih diri berbicara di depan umum dan untuk berani mengemukakan pendapat. Pada setiap tausiyah setiap anggota mentoring dapat menyampaikan aspirasi yang hendak disampaikan dalam majelis. Disini kita juga bisa mengatur pembagian materi yang akan disampaikan untuk setiap anggota mentoring. Jadi, sambil menuntut ilmu bisa sambil belajar ngomong.
🔴Banyak sekali solusi yang dapat dilakukan agar dapat tercipta mentoring yang asyik dan bermakna, diantaranya :
* Bermain sambil belajar. Bisa dengan cara menjawab kuis agama Islam secara bergantian, bermain susun kata dan permainan lainnya, dimana kita bisa mengambil arti dari permainan itu.
* Mendengarkan nasyid bersama atau menonton video bermakna.
* Membicarakan masalah kehidupan atau share tentang pengalaman hidup.
* Olahraga bareng, ingat Islam menganjurkan umatnya untuk tetap bugar. Olahraga yang dianjurkan diantaranya berenang, memanah, dan menunggang kuda.
* Masak bareng, ingat salah satu kriteria istri idaman para lelaki adalah yang pintar masak.
* Jalan - jalan ke taman atau tempat indah lainnya.
* Makan siang atau makan malam bersama.
* Minta diajarin materi atau pelajaran oleh mentornya.
* Atau kegiatan bermanfaat lainnya.
Ada lagi yang punya pendapat agar mentoringnya tetap berjalan nyaman dan bermakna? Yuk sampaikan ke kakak mentornya. InsyaAllah kakaknya akan menerima segala kritik dan saran dengan selapang - lapangnya hati. Toh sesuatu yang monoton pasti nantinya akan membuat bosan bukan?
Yuk kita mentoring, jadikan teman mentoringmu sebagai sahabat hingga berjumpa kelak di surga. Kapan lagi seru-seruan nongki bareng dan berpahala? 😊😊
ROHISKU UNDIP