DPPR BKPN Jemaat Bawõmataluo

DPPR BKPN Jemaat Bawõmataluo Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from DPPR BKPN Jemaat Bawõmataluo, Religious organisation, Jalan Gereja Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi, Telukdalam.

12/03/2026

Jangan menangis.....

Apapun yang sedang kamu hadapi hari ini, percayalah, Tuhan sudah tahu dan Dia sudah menyiapkan jalan yang jauh lebih indah dari yang bisa kamu bayangkan.

Datanglah ke hadapan-Nya apa adanya, karena justru di tengah air mata itulah Dia paling dekat denganmu.

Jangan berhenti percaya, bangunlah hubungan kepada-Nya, karena rencana-Nya untukmu tetap baik, kemarin, hari ini, dan selamanya.
Dppr Bkpn Jemaat Bawomataluo

11/03/2026

“Sekarang kamu belum mengerti apa yang Aku lakukan, tapi nanti kamu akan mengerti " (Yohanes 13:7)

Bingung sama hidup???
Kamu nggak telat, nggak salah jalan, dan nggak gagal.

Tuhan tetap kerja, bahkan saat semuanya terasa sepi dan nggak jelas.

Tenang - suatu hari nanti kamu bakal paham kenapa kamu harus lewat fase ini.

11/03/2026

Kadang kita bersukacita saat Tuhan berkata “ya”, tapi sering lupa bahwa “tidak” dari Tuhan juga adalah bentuk kasih yang sedang menjaga hidup kita.

Ada doa yang belum dijawab bukan karena Tuhan jauh, tapi karena Dia sedang menyiapkan hati kita supaya kuat menanggung berkat yang akan datang.

Menunggu Tuhan memang tidak mudah, tapi di situlah iman dilatih dan karakter dibentuk.

Percayalah, Tuhan tidak pernah terlambat - Dia selalu tepat waktu dan tahu yang terbaik.

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu… demikianlah firman TUHAN (Yesaya 55:8)

Yesaya 40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik t...
13/03/2023

Yesaya 40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

26/02/2023

Persembahan: Harus Rela dan Sukacita

Baca: 2 Korintus 9:6-15

"Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." (2 Korintus 9:7)

Setiap kita pasti berharap bahwa persembahan yang kita berikan saat beribadah di gereja - baik itu untuk kolekte, persepuluhan, membantu hamba-hamba Tuhan di pedesaan atau pedalaman, menjadi sponsor untuk ladang misi, persembahan untuk pembangunan gereja, menjadi orang tua asuh dan sebagainya - diterima oleh Tuhan dan menyenangkan hati-Nya. Pertanyaannya: apakah persembahan itu kita berikan dengan hati yang tulus, murni, dan sukarela? Ataukah kita memberikan persembahan itu oleh karena terpaksa atau supaya kita beroleh pujian dari manusia, sehingga nama kita kian populer dan gelar baru pun kita sandang yaitu sebagai seorang dermawan yang baik hati?

Jika apa yang kita persembahkan itu ingin diterima Tuhan, maka kita harus memberinya dengan rela, tulus, dan sukacita tanpa ada motivasi terselubung dibalik itu dan jangan sampai kita memberikan dengan terpaksa atau karena dipaksa oleh pihak lain. Jika tidak, maka persembahan kita tidak akan berarti apa-apa di hadapan Tuhan dan tidak mendatangkan berkat bagi kita. Mungkin dengan persembahan yang kita berikan orang lain disenangkan, tapi belum tentu hal itu menyenangkan hati Tuhan. Karena itu "...jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu." (Matius 6:3). Mari kita belajar seperti Daud yang senantiasa memberi persembahan kepada Tuhan dengan tulus dan rela. "Dengan rela hati aku akan mempersembahkan korban kepada-Mu, bersyukur sebab nama-Mu baik, ya TUHAN." (Mazmur 54:8). Jangan sekali-kali mencari pujian dari manusia ketika kita memberi persembahan, tetapi carilah pujian dari Tuhan!

Tuhan tidak melihat besar kecilnya persembahan, namun motivasi dan ketulusan hati kita. Jangan pernah hitung-hitungan dengan Tuhan, apalagi menahan berkat yang seharusnya kita salurkan kepada yang berhak menerima. "Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut." (Lukas 12:48b).

Beri persembahan dengan hati tulus dan rela: itu menyenangkan hati Tuhan!

24/02/2023

Mempelai Kristus: Harus Dewasa (2)

Baca: Efesus 4:1-16

"sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus," (Efesus 4:13)

Orang Kristen yang sudah bertahun-tahun menjadi Kristen tapi tetap saja "kanak-kanak" rohaninya bisa diibaratkan seperti pohon bonsai, pohon yang sudah ditanam selama berpuluh-puluh tahun tapi tetap saja kerdil. Untuk bisa bertumbuh menjadi dewasa harus melalui proses, maka dari itu dibutuhkan komitmen yang sungguh. Tanpa komitmen yang sungguh kita tidak akan mencapai kedewasaan rohani. Komitmen itu harus dilakukan dan dipraktekkan, tidak hanya sebatas di bibir. Aktif di setiap ibadah dan persekutuan tanpa ada komitmen untuk melakukan firman Tuhan adalah sia-sia belaka, karena "...iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna." (Yakobus 2:22).

Jadi beriman saja tidak cukup, mendengarkan firman saja juga tidak cukup, tapi kita juga harus taat dan mempraktekkan apa yang sudah kita dengar dan pelajari supaya dapat bertumbuh. Alkitab menyatakan, "Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga." (Matius 5:20). Ahli- ahli Taurat dan orang-orang Farisi sangat fasih dengan isi Alkitab, menguasai ilmu teologia dan sebagainya, tapi mereka tidak menjadi pelaku firman dengan sungguh.

"Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan." (Matius 3:8). Pertumbuhan rohani seseorang pasti disertai dengan adanya perubahan karakter. Bukankah masih sering ditemukan orang Kristen yang sudah mengerti firman Tuhan, bahkan sudah terlibat dalam pelayanan, tapi hidupnya belum juga menunjukkan perubahan, masih hidup menuruti keinginan daging: tidak bisa menguasai ucapan, masih menyimpan dendam, kebencian, kepahitan, terlibat dalam perzinahan? Hal ini menunjukkan bahwa kita tidak memiliki komitmen untuk berubah dan bertumbuh. Kalau seperti itu terus, sampai kapan pun kita tetap menjadi Kristen kanak-kanak.

Padahal untuk bisa memerintah dengan Kristus dan layak menjadi mempelai-Nya kita haruslah dewasa rohani!

23/02/2023

Mempelai Kristus: Harus Dewasa Rohani! (1)

Baca: Wahyu 19:6-10

"Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia." (Wahyu 19:7)

Secara umum orang Kristen terbagi menjadi dua kelompok yaitu orang Kristen kanak-kanak dan orang Kristen dewasa. Jika menyimak perjalanan hidup kita sebagai orang percaya, kita ini masuk dalam kategori yang mana? Masa-masa sekarang adalah masa-masa akhir di mana setiap orang percaya sedang menanti-nantikan kedatangan Tuhan Yesus kali yang ke-2. Saat Yesus datang ke dunia kelak, Ia datang bukan lagi sebagai bayi mungil, namun Dia datang sebagai Pengantin Laki-Laki Sorga yang hendak menjemput mempelai wanita-Nya.

Siapa itu mempelai wanita-Nya? "Mempelai wanita" berbicara mengenai gereja Tuhan yang dewasa atau orang-orang Kristen yang dewasa rohaninya, bukan kekristenan yang kanak-kanak. Yang dapat menjadi mempelai wanita haruslah orang yang telah dewasa, bukan kanak-kanak. Begitu p**a untuk bisa menjadi mempelai Kristus kita harus benar-benar telah meninggalkan semua sifat kanak-kanak kita dan menuju kepada kedewasaan secara penuh. Rasul Paulus berkata, "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu." (1 Korintus 13:11). Jadi Tuhan tidak menghendaki kita menjadi orang Kristen yang kanak-kanak seumur hidup alias mengalami "kerdil rohani", tetapi Tuhan ingin kita terus mengalami pertumbuhan rohani dari hari ke sehari sampai kita menjadi "...orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah." (Kolose 4:12).

Kita tahu bahwa kedewasaan rohani tidak otomatis terjadi namun perlu proses dan waktu, sama seperti anak yang untuk mencapai kedewasaan harus melewati masa bayi, kanak-kanak, remaja, pemuda dan dewasa hingga akhirnya menjadi orang tua. Namun kita harus ingat bahwa menjadi Kristen bertahun-tahun atau lama tetap tidak menjamin bahwa ia telah menjadi dewasa rohani dalam Kristus.

Dewasa rohani selalu ditandai oleh perubahan karakter!

_________Dokumentasi 04 September 2022_________==========================================----------------------------IBA...
04/09/2022

_________Dokumentasi 04 September 2022_________
==========================================
----------------------------IBADAH YOUTH------------------------------
----------------BKPN JEMAAT BAWÖMATALUO----------------

========"TINDAKAN ORANG PERCAYA"=========

Yakobus 4:1-7
Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?
Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.
Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!"
Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

------------------------------------------------------------------------------KOMSEL GABUNGAN--------------DPPR BKPN JEM...
02/09/2022

----------------------------------------------------------------
--------------KOMSEL GABUNGAN--------------
DPPR BKPN JEMAAT BAWÖMATALUO
----------------------------------------------------------------

JANGAN GAMPANG MENYERAH
==========================================

Yesaya 40:28-31
Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.
Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Address

Jalan Gereja Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi
Telukdalam
22865

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when DPPR BKPN Jemaat Bawõmataluo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share