23/02/2025
*Masjid Nguduh Mantu, Siapa Anak Mantu?*
Ngunduh mantu adalah tradisi yang umum dilakukan di berbagai daerah sebagai bentuk penyambutan resmi terhadap menantu oleh keluarga mempelai wanita. Dalam tradisi ini, masyarakat sekitar biasanya memberikan sumbangan berupa uang, beras, gula, atau kebutuhan pokok lainnya sebagai bentuk dukungan dan kebersamaan. Istilah untuk menerima sumbangan ini dikenal sebagai "Nompo Buwoh," sebuah tradisi yang telah mengakar di masyarakat pedesaan dan menjadi bagian dari budaya tolong-menolong.
Namun, ketika istilah "Ngunduh Mantu" dikaitkan dengan masjid, muncul kesan yang kurang etis. Masjid bukanlah individu yang memiliki hajat atau keinginan duniawi, apalagi bermewah-mewahan. Menggunakan istilah tersebut dalam konteks masjid seakan menempatkan rumah ibadah setara dengan kepentingan pribadi, yang bertentangan dengan esensi masjid sebagai tempat ibadah yang suci dan bebas dari kepentingan duniawi.
Di berbagai wilayah lain, ketika ada pembangunan atau kegiatan keagamaan di masjid, masyarakat dengan penuh keikhlasan membawa beras, gula, atau bahkan hewan ternak seperti kambing atau ayam untuk disumbangkan. Ini adalah bentuk tradisi yang baik dan sejalan dengan semangat gotong royong tanpa perlu menyematkan istilah yang kurang tepat seperti "Ngunduh Mantu." Dengan begitu, niat baik masyarakat tetap terjaga dalam koridor kesucian dan ketulusan.
Masjid adalah tempat ibadah yang seharusnya dijaga kehormatannya. Segala bentuk amal dan sedekah yang diberikan untuk kepentingan masjid hendaknya didasarkan pada keikhlasan dan niat untuk mencari Ridha Allah SWT. Menggunakan istilah yang tidak sesuai dapat mengurangi kekhusyukan dan makna ibadah itu sendiri, bahkan berpotensi menimbulkan salah persepsi di kalangan umat Islam.
Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan istilah dan tradisi agar tidak mencampurkan sesuatu yang sakral dengan kebiasaan duniawi. Semangat berbagi dan membantu pembangunan masjid tetap harus dijaga, tetapi dengan adab dan pemahaman yang benar agar niat baik tidak ternodai oleh istilah yang kurang tepat.
Akhirnya, marilah kita semua bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT. Jika dalam kesalahan ini terdapat unsur kelalaian atau ketidaktahuan, semoga Allah menerima taubat kita dan mengampuni dosa-dosa kita. Sebab, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan hanya kepada-Nya kita kembali. Wallahu a'lam.