21/10/2021
Di dalam kitab Madarij As-Shu’ud Syarah Al-Barzanji, dikutip sebuah ucapan Rasulullah Saw:
قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ عَظَمَ مَوْلِدِيْ كُنْتُ شَفِيْعًا لَهُ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ
“Rasulullah Saw bersabda: Siapa menghormati hari lahirku, tentu aku akan memberikan pertolongan kepadanya di hari Kiamat”.
Sekitar lima abad yang lalu, Imam Jalaluddin al-Shuyuthi (849-910 H/1445-1505 M) pernah menjawab polemik tentang perayaan Maulid Nabi Saw. Di dalam kitab Al-Hawi Li Al-Fatawi, beliau menjelaskan:
“Ada sebuah pertanyaan tentang perayaan Maulid Nabi Saw pada bulan Rabi’ul Awwal, bagaimana hukumnya menurut syara’. Apakah terpuji ataukah tercela? Dan apakah orang yang melakukannya diberi pahala ataukah tidak?.
Beliau menjawab, “Jawabannya bahwa di dalam perayaan Maulid Nabi Saw, manusia berkumpul, membaca Al-Qur’an dan kisah-kisah teladan Nabi Saw sejak kelahirannya sampai perjalanan kehidupannya. Kemudian menghidangkan makanan yang dinikmati bersama, setelah itu mereka pulang. Hanya itu yang dilakukan, tidak lebih. Semua itu termasuk Bid’ah Hasanah. Orang yang melakukannya diberi pahala karena mengagungkan darejat Nabi Saw, manampakkan s**a cita dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad Saw yang mulia”.
Selamat Memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW.
12 Rabi'ul Awal 1443 H.
•
•
•