Cerita Wali Allah'

Cerita Wali Allah' Sekumpulan Cerita Tentang Para Wali-Wali Allah

RASULULLAH SAW mewariskan 2 Perkara Yang tidak Akan membuat Kita Sesat Didunia, Yaitu Al Quran Dan Sunnah2 Rasulullah SAW

Khansa', Penyair Perempuan yang Membuat Kagum RasulullahNama lengkapnya Tumâdlir binti ‘Amr bin al-Syarîd dari Bani Sula...
11/05/2021

Khansa', Penyair Perempuan yang Membuat Kagum Rasulullah

Nama lengkapnya Tumâdlir binti ‘Amr bin al-Syarîd dari Bani Sulaim (Imam Ibnu Qutaibah, al-Syi’r wa al-Syu’arâ’, Kairo: Dar al-Ma’arif, juz 1, h. 343). Ia disebut al-Khansâ’ karena hidungnya yang tidak terlalu panjang (qashr fî al-anif) (Imam Abu Ishaq Ibrahim al-Hushara al-Qairawani, Zuhr al-Adâb wa Tsamar al-Albâb, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2010, juz 2, h. 307). Khansâ lahir di Najd dari keluarga kaya di zaman jahiliyah yang kemudian memeluk Islam. Khansâ dipandang sebagai salah satu penyair perempuan terbaik di eranya. Di masa jahiliyah, peran penyair perempuan kebanyakan hanya menggubah syair-syair ratapan (elegi, sajak sedih) untuk orang yang telah meninggal dan menampilkannya sebagai perwakilan suku tertentu dalam kompetisi publik. Khansâ memenangkan kompetisi tersebut dengan puisi eleginya tentang dua saudaranya yang mati dalam perang suku, Shakr dan Muawiyah. Setelah itu, popularitasnya melambung tinggi karena puisinya begitu menyedak hati. ADVERTISEMENT Gaya tuturnya dan pemilihan diksinya luar biasa. Khansâ dapat menggabungkan kata-katanya seperti perjumpaan siang dan malam yang didahului senja berwarna jingga, kemudian perlahan-lahan memias, dan gelap yang mengambil alih tidak dengan tiba-tiba. Beberapa penggalan puisinya menggambarkan itu: إنى أرِقْتُ فبتُّ الليلَ ساهرة # كأنّما كُحِلَتْ عَينى بعُوّار Sungguh (mata)ku terjaga (menangis), lalu malam kulalui tanpa pejam Seolah mataku dicelaki kebutaan (Abdussalam al-Hufi, Syarh Dîwân al-Khansâ’, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2006, h. 46) ADVERTISEMENT Di bait lainnya dia mengatakan: وسوف أبكيك ما ناحتْ مطوّقة # وما أضاءتْ نجوم الليل للسارى ADVERTISEMENT Aku akan menangisimu, tiada henti meratap (Hingga) tiada lagi cahaya bintang-bintang malam, yang (menerangi) pejalan kaki (Abdussalam al-Hufi, Syarh Dîwân al-Khansâ’, 2006, h. 46) Dengan karya-karyanya, Khansâ berhasil mengangkat syair-syair ritsa (elegi) ke level qarîdl, yaitu jenis puisi yang dipandang tinggi statusnya oleh orang Arab ketika itu. Ia menggubah puisi-puisinya menggunakan bentuk matra dan rima, tidak lagi menggunakan saj atau rajaz yang biasa dipakai dalam puisi-puisi ritsa. (Julie Scott Meisami dan Paul Starkey (ed.), Encyclopedia of Arabic Literature vol II, London: Routledge, 1999, h. 435). ADVERTISEMENT Meski seroang wanita, Khansâ sangat dihormati oleh sastrawan Arab lainnya. al-Nâbighah al-Dzubyânî, seorang penyair dari Bani Dhubyan yang hidup sekitar 535-604, pernah memuji al-Khansâ’ dengan mengatakan: والله لولا أن أبا بصير أنشذني (آنفا) لقلتُ إنّكِ أشعر الجنّ والإنس “Demi Allah, jikalau Abu Bashir (al-A’syâ) tidak membacakan puisinya padaku lebih dulu, akan kukatakan bahwa kau penyair terhebat dari jin dan manusia.” (Imam Ibnu Qutaibah, al-Syi’r wa al-Syu’arâ’, juz 1, h. 344) Abu Bashir al-A’sya yang dimaksud Nabighah adalah Maimun bin Qais al-A’sya (570-625/629 M), salah satu penyair terakhir pra-Islam. Ia disebut al-A’sya karena pengelihatannya yang lemah. Menurut salah satu riwayat, Khansa’ memeluk Islam bersama kaumnya, Bani Sulaim. Abu ‘Amr mengatakan: قدمت علي النبي صلي الله عليه و وآله سلم مع قومها من بني سليم فأسلمت معهم “Khansa’ mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam bersama kaumnya, Bani Sulaim, kemudian ia memeluk Islam bersama mereka.” (Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani, al-Ishâbah fî Tamyîz al-Shahâbah, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, juz 8, h. 66) Dikisahkan, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam meminta Khansa’ untuk membacakan sebuah syair, dan beliau pun kagum pada syair yang dibacakannya (yastansyiduhâ wa ya’jabuhu syi’rahâ). (Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani, al-Ishâbah fî Tamyîz al-Shahâbah, juz 8, h. 66). Setelah memeluk Islam, tema dan isi dari syair-syair ratapan yang telah membawanya ke puncak popularitas berubah. Ketika ia mendengar empat orang anaknya, Yazid, Muawiyah, ‘Amr dan Amrah terbunuh dalam Perang Qadisiyyah (636 M) di masa Khalifah Umar bin Khattab, ia berujar: الحمد لله الذي شرفني بقتلهم، وأرجو من ربي أن يجمعني بهم في مستقر رحمته “Segala puji milik Allah yang memuliakanku dengan kematian mereka. Aku hanya berharap Tuhanku akan menyatukanku dengan mereka dalam naungan rahmat-Nya.” (Muhammad Rakan al-Dughmi, al-Tajassus wa Ahkâmuhu fi al-Syari’ah al-Islamiyyah, Kairo: Dar al-Salam, 1985, h. 193). Sebelum memeluk Islam, Khansâ menyuruh saudaranya, Shakr, untuk menuntut balas kematian saudaranya, Muawiyah. Pada akhirnya, Shakr terluka dan meninggal satu tahun kemudian karena lukanya. Setelah memeluk Islam, ia melebihkan ketabahannya, ia merasa dimuliakan dengan terbunuhnya mereka. Dendam sudah tidak lagi menjadi pelampiasannya. Khansâ wafat pada tahun 24 Hijriah (645 M) di usia sekitar 70/71 tahun. Semoga kita bisa mengambil pelajaran darinya. Amin. Wallahu a’lam bish-shawwab...

05/11/2020
مَنْ لَمْ يُجاَلِسْ مُفْلِحُ كَيْفَ يُفْلِحُ ومَنْ جاَلَسَ مُفْلِحُ كَيْفَ لاَ يُفْلِحُBarangsiapa yang tidak mau duduk ...
27/08/2020

مَنْ لَمْ يُجاَلِسْ مُفْلِحُ كَيْفَ يُفْلِحُ ومَنْ جاَلَسَ مُفْلِحُ كَيْفَ لاَ يُفْلِحُ

Barangsiapa yang tidak mau duduk dengan orang beruntung, bagaimana mungkin ia akan beruntung. Barangsiapa yang duduk dengan orang beruntung bagaimana mungkin ia tidak akan beruntung.

Doa Hari Arafahخير الدعاء دعاء يوم عرفة، وأفضل ما قلته أنا والنبيون من قبلي : لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِي...
30/07/2020

Doa Hari Arafah
خير الدعاء دعاء يوم عرفة، وأفضل ما قلته أنا والنبيون من قبلي : لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.
رواه الإمام مالك
"Sebaik-baik do'a adalah do'a pada Hari Arafah. Dan sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan begitu juga Para Nabi sebelumku adalah:
Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahu Laa Syariika Lahu, Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu Yuhyii Wa Yumiitu Wa Huwa 'Alaa Kulli Syai'in Qodiir
(Tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu baginya. Kerajaan dan pujian hanyalah miliknya. Maha menghidupkan dan mewafatkan. Dan Dia berkuasa atas segalanya)".
(HR. Imam Malik)

إِنَّا لِلّهِ وَ إِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ9 Ramadhan 1441H  bersamaan 2 Mei 2020, menerima 5 Khabar Sedih di atas wafa...
02/05/2020

إِنَّا لِلّهِ وَ إِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ

9 Ramadhan 1441H bersamaan 2 Mei 2020, menerima 5 Khabar Sedih di atas wafatnya Ulama yang dikasihi, semakin berkurang sudah Ulama kita. Langit pun berduka, Hujan sedari pagi, ternyata pagi ini membawa kesedihan untuk kita;

1) Ulama Banjarmasin Guru Besar Abah Guru Zuhdi atau Kiyai Haji Ahmad Zuhdian Noor bin Muhammad bin Jaferi, beliau telah disahkan meninggal dunia di Hospital Medistra Jakarta pada Sabtu pukul 7.40 pagi tadi 2 Mei 2020 bersamaan 9 Ramadhan 1441H pada umur 48 tahun. Saat ini jenazah masih berada di Jakarta. InshaAllah, jenazah beliau akan di bawa pulang ke Banjarmasin. Jenazah almarhum Guru Zuhdi akan disholatkan di Masjid Jami Banjarmasin dan akan dimakamkan di samping Masjid Kota Citra Graha Km. 18 Banjarbaru.

2) Guru Kiyai Haji Ustaz Husni Zam Zam (Barabai) beliau menghembuskan nafas terakhir sekitar lewat pukul 5 pagi tadi 2 Mei 2020 bersamaan 9 Ramadhan 1441H dan akan dimakamkan sekitar jam 11 pagi ini di Bawan, Indonesia.

3) Al-Habib Abdullah bin Muhammad bin Hadun Al-Athos (Habib Dolah Santri / Menantu Sohibul Khol Tegal), meninggal jam 1 pagi tadi 2 Mei 2020 bersamaan 9 Ramadhan 1441H. Beliau merupakan Tenaga Pengajar Darrul Musthofa Al-Muj’taba Pondok Adiwerna Tegal Indonesia. Semoga beliau di tempatkan di Syurganya ALLAH سبحانه وتعالى dan dikumpulkan bersama datuknya ﷺ RASULULLAH. InshaAllah akan dimakamkan hari ini habis Dhuhur di pemakaman Hadad - Tegal, Indonesia.

4) Al-Fadhil Ustaz Lukman Hakim Abdul Latif, beliau merupakan Mantan Pemangku Pengetua Maktab Mahmud, Alor Setar Kedah, Malaysia telah kembali ke Rahmatullah pada 6.40 pagi tadi.

5) Al-Habib Abdulloh bin Ahmad bin Hadi Asseggaf di Seywoun, Hadromaut.

Al-Fatihah buat murobbi ummah ini. Kehilangan besar buat kita semua.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَه وَارْحَمْه وَعَافِه وَاعْفُ عَنْه وَأَكْرِمْ نُزُلَه وَوَسِّعْ مُدْخَلَه وَاغْسِلْه بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّه مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِ

Wasiat Al Habib Umar Bin Hafidz Untuk Memperbanyak Dzikir Ini Dibulan Ramadhan 1441H.
30/04/2020

Wasiat Al Habib Umar Bin Hafidz
Untuk Memperbanyak Dzikir Ini Dibulan Ramadhan 1441H.

Doa Malam Nishfu Sya'ban
08/04/2020

Doa Malam Nishfu Sya'ban

Monggo Bisa Diamalkan...Do'a Sayyidina Hasan Cucu Nabi,Yang diajarkan Oleh Nabi Muhammad SAW saat Kesulitan Ekonomi/Rizk...
24/03/2020

Monggo Bisa Diamalkan...

Do'a Sayyidina Hasan Cucu Nabi,Yang diajarkan Oleh Nabi Muhammad SAW saat Kesulitan Ekonomi/Rizki

Isra Mi'raj adalah Suatu Peristiwa Yang penuh Dengan Hikmah.Namun,ada Hikmah yang jarang kita Mengetahui Dalam Isra Mi'r...
21/03/2020

Isra Mi'raj adalah Suatu Peristiwa Yang penuh Dengan Hikmah.

Namun,ada Hikmah yang jarang kita Mengetahui Dalam Isra Mi'raj yaitu *Keterbimbingan dalam perilaku Perhambaan*.

Maksudnya,Nabi Muhammad SAW disaat Ber Isra Mi'raj saja Berada Dalam Bimbingan dan Pengarahan Gurunya Yakni Malaikat Jibril.

Nabi Muhammad SAW Saja Mempunyai Guru Untuk Mencapai Tuhan nya, Bagaimana Dengan Kita???

'raj

Do'a Al imam Asshidiqiyah Qubro Al Habib Muhammad Bin Idrus Al Habsyi agar terhindar dari bala musibah dan penyakit di b...
16/03/2020

Do'a Al imam Asshidiqiyah Qubro Al Habib Muhammad Bin Idrus Al Habsyi agar terhindar dari bala musibah dan penyakit di baca ba'da maghrib dan ba'da subuh ( ba'da subuh اصبحنا وامسينا ) ( ba'da maghrib امسينا واصبحنا)

Address

Tegal

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cerita Wali Allah' posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Cerita Wali Allah':

Share