Mushola.Alfalakh

Mushola.Alfalakh Program baru dari Mushola AlFalakh adalah berikhtiar memakmurkan masjid selain sebagai tempat sholat

JADWAL TA'LIM

Hari Jum'at , Bada Maghrib s/d Menjelang Isya
Ustad Abu Yusuf

Hari Ahad, Bada maghrib s/d Menjelang Isya
Akhi Abdurahman Buton
Tahsin

Hari Ahad , Bada Maghrib s/d Menjelang Isya
Ustad Lutfi

22/08/2026

══ AUDIO KAJIAN ══
Kajian Islam Ilmiah
Masjid Ali Bin Abi Thalib
Kota Tegal - Jawa Tengah

📮Pemateri :

Al-Ustadz Muhammad bin Umar as-Sewed حفظه الله
🗓 Jum'at, 30 Shafar 1448 / 14 Agustus 2026
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
📌 Khutbah Jum'at
Posting : Ahad 16-08-26 | Jam : 12.30

📌 Sesi 1 : Syarhus Sunnah Lil Imam Al Barbahari
Posting : Ahad 16-08-26 | Jam : 19.30

📌 Sesi 2 : Mukhtasar Sirah ar-Rasul (pertemuan 34) ✅✅✅
Posting : Ahad 23-08-26 | Jam : 06.30


21/08/2026

Ustad Muhammad As Sewed
Kitab Mukhtashar Sirah ar-Rasul ke-33

Mukhtashar Sirah Ar-Rasul adalah ringkasan sejarah hidup Nabi Muhammad SAW.

Kitab ini ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
Penjelasan silsilah nabi, keadaan bangsa Arab sebelum Islam,
kisah dakwah, peristiwa penting, hingga wafatnya beliau.



21/08/2026

══ AUDIO KAJIAN ══
Kajian Islam Ilmiah
Masjid Ali Bin Abi Thalib
Kota Tegal - Jawa Tengah

📮Pemateri :
Al-Ustadz Muhammad bin Umar as-Sewed حفظه الله

🗓 Jum'at, 25 Sya'ban 1447 / 13 Februari 2026
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

📌 Khutbah Jum'at
Posting : Jum'at 21-08-26 | Jam : 12.30

📌 Sesi 1 : Syarhus Sunnah Lil Imam Al Barbahari 👈👈👈
Posting : Jum'at 21-08-26 | Jam : 19.30 👈👈👈

📌 Sesi 2 : Mukhtasar Sirah ar-Rasul (pertemuan 32)
Posting : Jum'at 21-08-26 | Jam : 06.30

21/08/2026

══ AUDIO KAJIAN ══
Kajian Islam Ilmiah
Masjid Ali Bin Abi Thalib
Kota Tegal - Jawa Tengah

📮Pemateri :
Al-Ustadz Muhammad bin Umar as-Sewed حفظه الله

🗓 Jum'at, 25 Sya'ban 1447 / 13 Februari 2026
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

📌 Khutbah Jum'at 👈👈👈
Posting : Jum'at 21-08-26 | Jam : 12.30 👈👈👈

📌 Sesi 1 : Syarhus Sunnah Lil Imam Al Barbahari
Posting : Jum'at 21-08-26 | Jam : 19.30

📌 Sesi 2 : Mukhtasar Sirah ar-Rasul (pertemuan 32)
Posting : Jum'at 21-08-26 | Jam : 06.30

20/08/2026

Ustad Muhammad As Sewed
Kitab Mukhtashar Sirah ar-Rasul ke-32

Mukhtashar Sirah Ar-Rasul adalah ringkasan sejarah hidup Nabi Muhammad SAW.

Kitab ini ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
Penjelasan silsilah nabi, keadaan bangsa Arab sebelum Islam,
kisah dakwah, peristiwa penting, hingga wafatnya beliau.



20/08/2026

KAJIAN RAMADHAN 1447 H
🕌 Masjid ‘Ali bin Abi Thalib – Kota Tegal

📅 Jum’at, 02 Ramadhan 1447 H
🗓 20 Februari 2026 M
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
⏰ Sesi 1:
📖 Tema: “Segerakan Bukamu”
: Kamis 20-08-26 | Jam : 12.30

⏰ Sesi 2:
📖 Tema: “Keadaan Para Salaf di Bulan Ramadhan” 👈👈👈
: Kamis 20-08-26 | Jam : 19.30 👈👈👈
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
🎙 Pemateri:
Al-Ustadz Miqdad Faiq Bamajbur حفظه الله
Pengasuh Ma’had Ibnu Umar – Pasuruan, Jawa Timur


  اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد Akan tetapi, Umar tidak bisa melawan rasa sayang kepada adiknya....
20/08/2026





اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد



Akan tetapi, Umar tidak bisa melawan rasa sayang kepada adiknya. Amarahnya padam seperti api terguyur hujan.
Ia duduk, diam dalam penyesalan.
Ditatapnya wajah adiknya dalam-dalam, disesalinya luka akibat tamparannya tadi.

"Perlihatkan lembaran-lembaran tadi yang kalian baca agar aku tahu apa yang Muhammad bawa," pinta Umar.

"Kami khawatir engkau merampas lembaran-lembaran itu."

"Tidak perlu takut, perlihatkanlah.
Aku bersumpah akan mengembalikannya."

Saat itu, timbul harapan di hati Fatimah agar kakaknya memeluk Islam.

"Kakak engkau adalah penyembah berhala, karena itu engkau kotor.
Sesungguhnya, lembaran ini tidak boleh disentuh kecuali orang yang suci."

Tanpa berkata lagi, Umar berdiri lalu mandi.
Setelah itu ia kembali dan membaca lembaran-lembaran yang berisi surat Thohaa.

طه

Thaahaa.

مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ

Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah;

إِلَّا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَىٰ

tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),

تَنْزِيلًا مِمَّنْ خَلَقَ الْأَرْضَ وَالسَّمَاوَاتِ الْعُلَى

yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi.

الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ

(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas ´Arsy.

لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرَىٰ

Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah.

وَإِنْ تَجْهَرْ بِالْقَوْلِ فَإِنَّهُ يَعْلَمُ السِّرَّ وَأَخْفَى

Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ

Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik),
...........

Umar terus membaca sebagian besar lembaran-lembaran tadi,
lalu berhenti.
Tangannya terkulai. Matanya sayu.
Dikembalikannya lembaran-lembaran tadi ke tangan Fatimah. Dengan rasa heran dan penuh harap, Fatimah memerhatikan wajah kakaknya.

Kemudian di dengarnya Umar mendesah. "Alangkah bagus dan agung kata-kata ini."

Seolah mendadak matahari yang terang benderang muncul dari balik awan.
Khattab bin Al Arat segera keluar dari persembunyiannya.

"Wahai Umar!" serunya meluap-luap, "aku sungguh berharap mudah-mudahan Allah mengistimewakan dirimu.
Kemarin kudengar Rasulullah berdoa, "Ya Allah! kuatkanlah Islam dari dua Umar, Abu Jahal bin 'Amr bin Hisyam atau Umar bin Khattab!"

Mendengar itu, Umar segera bangkit dan bergegas menuju Darul Arqam.
Namun, tangannya masih menghunus pedang dan wajahnya seperti singa padang pasir yang siap bertarung.



Berdentum-dentum pintu Darul Arqam diketuk Umar.
Sebelum membuka pintu, seorang sahabat mengintip keluar dan terkejut, seperti baru mengalami mimpi buruk.
"Pengetuk pintu adalah Umar bin Khattab!"
desisnya panik kepada Rasulullah dan orang-orang di dalam,
"Dia datang dengan pedang terhunus!"

Hamzah bin Abdul Muthalib berdiri dan berkata tenang.
"Biarkan saja dia masuk.
Jika dia datang dengan maksud baik, kita sambut dengan baik. Namun, jika dia datang dengan maksud jahat, kita bunuh saja dia dengan pedangnya"

Setelah berkata begitu, tangan Hamzah bergerak meraba gagang pedangnya.
Suasana tambah mencekam ketika pintu dibuka.
Namun, Umar tidak juga masuk, ia tetap berdiri dengan sikap garang di depan pintu.

Melihat itu, Rasulullah pun berdiri dan berjalan cepat menghampiri Umar.
Dengan kecepatan yang bahkan tidak terduga oleh Umar sendiri, tangan Rasulullah yang mulia bergerak dan mencengkeram leher baju Umar dengan kuat.

Dengan suara tegas yang tidak bisa dibantah, Rasulullah berkata,

"Wahai Umar!
Dengan maksud apa engkau datang?
Demi Allah, aku tidak akan melihat engkau berhenti dengan sikap dan tindakanmu terhadap kami hingga Allah menurunkan bencana untukmu"

Kerongkongan Umar tersekat karena begitu terkejut. Kesombongannya runtuh, bahkan rasa takut menguasai dirinya. Dengan suara lirih ia berkata "Wahai Rasulullah....... "

Semua orang di Darul Arqam tercengang.
Mereka lebih tercengang lagi mendengar Umar bin Khattab,
sang Singa Quraisy, melanjutkan kata-katanya,

"Aku datang kepadamu untuk beriman kepada Allah dan Utusan-Nya"

Rasulullah melepaskan cengkeramannya dan berkata penuh rasa syukur, "Subhanallah ....."

Takbir Hamzah membahana.
Pada bulan Dzulhijjah tahun keenam kenabian itu,
Umar bin Khattab, Sahabat berperang dan teman minumnya, menjadi saudara seiman.
Hati mereka terikat dalam tali yang tidak bisa putus lagi sampai ke akhirat.
Dengan kegembiraan yang tiada tara, Rasulullah mengusap dada Umar agar sahabat barunya itu tetap dalam keimanan.

Bersambung



20/08/2026

KAJIAN RAMADHAN 1447 H
🕌 Masjid ‘Ali bin Abi Thalib – Kota Tegal

📅 Jum’at, 02 Ramadhan 1447 H
🗓 20 Februari 2026 M
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
⏰ Sesi 1:
📖 Tema: “Segerakan Bukamu” 👈👈👈
: Kamis 20-08-26 | Jam : 12.30 👈👈👈

⏰ Sesi 2:
📖 Tema: “Keadaan Para Salaf di Bulan Ramadhan”
: Kamis 20-08-26 | Jam : 19.30
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
🎙 Pemateri:
Al-Ustadz Miqdad Faiq Bamajbur حفظه الله
Pengasuh Ma’had Ibnu Umar – Pasuruan, Jawa Timur


19/08/2026

Ustad Muhammad As Sewed
Kitab Mukhtashar Sirah ar-Rasul ke -31

Mukhtashar Sirah Ar-Rasul adalah ringkasan sejarah hidup Nabi Muhammad SAW.

Kitab ini ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
Penjelasan silsilah nabi, keadaan bangsa Arab sebelum Islam,
kisah dakwah, peristiwa penting, hingga wafatnya beliau.



  اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد Umar melanjutkan langkahnya menuju Darul Arqam. "Sudah jelas, Mu...
19/08/2026





اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد



Umar melanjutkan langkahnya menuju Darul Arqam.
"Sudah jelas, Muhammad-lah yang menyebabkan semua kesengsaraan ini!
Aku harus membunuhnya agar Mekah kembali damai dan tenang. Mengenai Hamzah, aku akan bertarung dengannya.
Aku yang mati atau Hamzah yang mati, itu tidak terlalu membuatku risau."

Tiba-tiba, lamunannya buyar ketika Nu'aim bin Abdullah menegurnya, "Hendak kemana, wahai putra Khattab?"

"Aku akan menemui Muhammad!
Dia yang menukar agama nenek moyang kita.
Dia yang memecah belah masyarakat Quraisy.
Dia memiliki banyak angan-angan bodoh.
Dia yang mencaci tuhan-tuhan kita.
Untuk semua kesalahannya itu, aku akan menebas lehernya!"

"Demi Allah, engkau telah tertipu oleh dirimu sendiri, wahai Umar! Apakah tindakanmu membunuh Muhammad akan dibiarkan saja oleh Bani Abdi Manaf?
Tidakkah lebih baik engkau pulang dan mengurusi keluarga mu sendiri?"

Umar berhenti melangkah dan bertanya tajam, "Keluarga ku yang mana?"
"Saudara sepupumu sendiri, Sa'id bin Zaid bin Ammar dan istrinya yang tak lain adalah adik perempuanmu, Fathimah binti Khattab. Mereka telah mengikuti ajaran Muhammad, urusi saja mereka dulu!"

Umar segera membalikkan badan dan melangkah cepat menuju ke rumah adiknya.

"Kalau itu benar, aku akan bertindak pada Sa'id bin Zaid seperti yang pernah dilakukan oleh ayahku yang garang.
Al Khattab, kepada ayah Sa'id, Zaid bin Ammar!
Berani-beraninya dia memeluk Islam, sedangkan dia tahu aku membenci agama itu!"

Dengan keras, Umar bin Khattab menggedor pintu rumah Sa'id bin Zaid dan Fatimah.
Suaranya berdentum-dentum keras mengejutkan siapa saja yang ada di dalam rumah.
Sudah bisa diduga, kali ini akan jatuh lagi korban dalam penganiayaan yang menimpa kaum Muslimin.



Di dalam rumah, Sa'id dan Fathimah binti Khattab sedang mengikuti ayat Al Qur'an yang dibacakan oleh Khabbab bin Al Arat. Begitu pintu berguncang diketuk Umar, Sa'id dan Fathimah segera menyembunyikan Khabbab.
Fathimah segera menyembunyikan lembaran-lembaran yang tadi mereka baca di bawah pahanya.

Sa'id membuka pintu dan Umar bergegas masuk.
"Suara apa yang baru kudengar itu?" bentak Umar.

" Tidak.... kami tidak mendengar suara apa pun tadi "

Seketika amarah Umar bin Khattab meledak, "Kudengar kalian telah mengikuti ajaran Muhammad!"

Belum sepatah kata pun keluar dari mulut kedua suami istri itu, pedang Umar sudah terayun dan gagangnya mengenai Sa'id hingga ia jatuh terjerembab di lantai dan luka.
Melihat suaminya berdarah, Fathimah bangkit berusaha melerai, tetapi tangan Umar cepat sekali menampar wajahnya.

Fathimah jatuh di samping suaminya dengan darah mengucur dari wajahnya.
Meski garang, Umar terkenal lembut dan penyayang kepada keluarganya sendiri.
Melihat darah Fathimah, Umar tertegun.

"Fathimah berdarah," pikirnya, "Mengapa aku bisa sampai begitu? Aku menyayangi adikku itu sepenuh hati,
bahkan lebih mirip rasa sayang antara ayah kepada putrinya!"

Fathimah yang lembut dan biasanya selalu patuh kepada Umar,
kali ini mengangkat wajah, menentang langsung paras kakaknya itu.

"Baiklah," seru Fathimah
"lakukanlah apa saja yang engkau kehendaki!"

Fathimah sudah siap menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi.
Ia siap disiksa oleh kakaknya sendiri yang dari kecil begitu menyayanginya, ia bahkan siap untuk mati.
Kedua tangannya terentang, seolah siap menerima tikaman pedang Umar ke dadanya.



Suatu malam, Umar bin Khattab diam-diam mendengar Rasulullah ﷺ membaca Al Qur'an pada malam hari, Umar terpesona.
Namun, ia berkata dalam hati, "Ah, ini pasti ucapan seorang penyair". Bisik hati Umar.

Saat itu Rasulullah ﷺ membaca surah Al Haqqah ayat 41,

وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ ۚ قَلِيلًا مَا تُؤْمِنُونَ

"Dan Al Quran itu bukanlah perkataan seorang penyair.
Sedikit sekali kamu beriman kepadanya."

Kembali, Umar bin Khattab diam-diam datang ke rumah Rasulullah pada tengah malam dan mendengar Rasulullah membaca Al Qur'an.
Umar berkata dalam hati, "Kalau ini bukan ucapan tukang tenung, ini pasti ucapan Muhammad, bukan Firman Tuhan."
Namun,
sesegera itu juga, Rasulullah membaca Surah Al Haqqah ayat 43:

تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ

"Ia (Al Qur'an) adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan seluruh alam."

Bersambung



Address

Jalan Durian No. 48 Kraton, Kec. Tegal Barat
Tegal
52112

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mushola.Alfalakh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Mushola.Alfalakh:

Shortcuts

Share

Category