26/10/2016
Sejak awal tahun 2016 Paroki Hky Tasikmalaya berwacana hendak mengadakan ziarah akbar untuk umat. Wacana ini akhirnya dapat dilaksanakan pada tanggal 9 - 11 September 2016 yang lalu ke Gua Maria Puhsarang Kediri menggunakan sarana kereta api kelas ekonomi. Sejak bulan April romo Jumi sebagai pastur paroki telah mengumumkan acara ziarah ini kepada umat. Dengan biaya 400 ribu rupiah per orang diharapkan umat dapat menabung atau menyicil agar dapat mengikuti ziarah ini. Tim panitia segera dibentuk dan pendaftaran peserta sudah dibuka namun jumlah peserta sampai bulan Juni masih sedikit sedangkan pemesanan tiket harus dilakukan sejak jauh hari untuk mengantisipasi padatnya penumpang. Awalnya satu gerbong berisi sekitar 100 kursi sudah dipesan ternyata semakin mendekati bulan September jumlah peserta semakin bertambah berkat dukungan para ketua lingkungan yang semangat untuk mengajak warganya sehingga kahirnya dipesan satu gerbong lagi menjadi 2 gerbong. Sampai awal Agustus 2 gerbong sudah penuh dipesan oleh para peserta sampai akhirnya pendaftaran ditutup. Sebulan menjelang keberangkatan para panitia bekerja keras untuk menyusun acara dan tata cara pengaturan peserta mulai dari persiapan keberangkatan, pengaturan kamar, pengaturan jalan salib sampai waktu p**ang kembali ke Tasikmalaya. Pekerjaan yang tidak mudah mengingat banyaknya peserta dan sarana transportasi kereta apai yang digunakan membutuhkan rencana yang matang agar tidak terjadi kekacauan pada saatnya. Kerja keras dan kekompakan panitia serta kerjasama yang baik dengan semua ketua lingkungan akhirnya membuat keseluruhan rangkaian perjalanan dan acara ziarah ini berjalan dengan lancar. Sekitar 200 umat mengikuti ziarah akbar ini. Semua peserta tampak menikmati perjalan dengan kereta api. Berangkat pada hari jumat 9 september sekitar pkl. 11 malam dari stasiun KA Tasikmalaya dan sampai di stasiun Kediri sekitar pkl. 10 pagi hari sabtu 1 September. Seluruh peserta dibekali konsumsi yang cukup selama perjalanan dan doa rosario pun sempat didaraskan mengiringi perjalanan menuju Kediri ini. Wisma Betlehem yang terletak di kawasan Gua Maria Puhsarang menjadi tempat menginap bagi peserta. Acara Jalan Salib dimulai pkl. 12 malam dibagi menjadi 9 kelompok yang berjalan berurutan sesuai undian. Suasana malam dan terang cahaya lilin yang dibawa oleh masing-masing peserta membuat perjalanan jalan salib ini menjadi lebih khusuk dan membawa para peziarah ini lebih menghayati sengsara Tuhan Yesus. Sungguh pengalaman jalan salib yang tak mudah dilupakan. Sekitar pkl. 02.00 pagi keseluruhan rangkaian jalan salib selesai. Pkl. 07.00 pagi seluruh peserta ziarah mengikuti perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Jumi. Dalam homilinya Rm. Jumi mengingatkan kita bahwa kita berziarah dengan menyadari bahwa kita ini orang berdosa dan perlu memohon rahmat belas kasih Allah. Kita diutus menjadi pewarta kerahiman Allah. Oleh karena itu pertama-tama kita perlu menyadari kedosaan kita sehingga lewat karya dan pelayanan kita layak menjadi pewarta kasih Allah itu. Selesai misa dilanjutkan dengan sarapan pagi sementara beberapa panitia mempersiapkan tiket dan hal-hal lain untuk kep**angan ke Tasikmalaya. Dengan 7 mobil elf yang tersedia, bergantian peserta diantar menuju stasiun Kediri. Sekitar pkl. 2 siang kereta berangkat dan tiba di Tasikmalaya sekitar pkl. 01.00 dini hari.
Sesuai dengan tema ziarah ini yaitu "Per Mariam Ad Iesum" artinya "Melalui Maria menuju Yesus", semoga peziarah kita ini pun dapat lebih mendekatkan kita semua pada Yesus karena perantaraan Bunda Maria. Amin.
Terima kasih kepada seluruh panitia dan dukunagan seluruh umat serta para fotografer yang tak hentinya mengabadikan peristiwa-peristiwa luar biasa dalam peziarahan ini. Tuhan Memberkati kita semua.