Panitia Pembangunan Mesjid Husnul Jamaah

Panitia Pembangunan Mesjid Husnul Jamaah Kami Panitia Pembangunan Masjid Husnul Jamaah, mohon Do'a dan sumbanganya untuk kelancaran pembangun

Kuring kakara sadar,henteu shalat téh lain saukur dosa…tapi hiji hukuman halus anu henteu karasa,tanda yén haté keur lau...
04/12/2025

Kuring kakara sadar,
henteu shalat téh lain saukur dosa…
tapi hiji hukuman halus anu henteu karasa,
tanda yén haté keur laun-laun dijauhkeun ti Allah.

Sabab lamun haté keur deukeut ka Gusti,
shalat téh karasa enteng, karasa ngeunah,
malah kadang hayang buru-buru papanggih jeung Pencipta.

Tapi lamun haté mimiti jauh,
shalat jadi beurat, jadi males,
waktu adzan ngagero,
haté henteu gerak, henteu sumanget,
siga aya nu nahan jeung nyurung jauh.

Éta sanés saukur kaleungitan semangat,
tapi pertanda yén ruh keur gersang,
jeung Allah keur nahan rahmat-Na tina diri urang.

Nu paling matak sieun téh lain hukuman nu katingali,
tapi hukuman nu karasa dina batin:
nalika shalat henteu nikmat,
nalika do’a henteu ngageungeuh,
nalika dzikir henteu ngahudangkeun haté.

Ku sabab kitu, lamun urang manggihan diri urang hésé shalat,
hésé hudang, hesé ngalakukeun anu wajib,
tong disieunkeun ka dunya heula—
sieunkeun heula yén Allah keur narik diri urang jauh ti-Na.

Mula, balikkeun dirina ku istighfar,
ku maksa diri bari ceurik dina sepi,
ku ngagero-ngagero asma Allah nu Maha Ngahudan,
sabab sakabeh nu jauh bisa deukeut deui,
sakabeh nu poék bisa caang deui,
asal haténa rék balik.

Shalat téh panggero cinta.
Lamun urang datang, Allah nampani.
Lamun urang jauh, Allah ngantosan.

Nu penting haté ulah betah dina kaayaan jauh.
Sabab haté nu betah jauh ti Allah—
éta hukuman anu paling beurat.

Tidak tahu siapa penulisnya, namun setiap kali membacanya, air mata ini menetes dengan sendirinya😭😭😭Anak mantu yang ayu ...
23/03/2024

Tidak tahu siapa penulisnya, namun setiap kali membacanya, air mata ini menetes dengan sendirinya😭😭😭

Anak mantu yang ayu itu duduk dengan gugup di hadapan. Aku tau gelisah hatinya, besok akan lebaran tapi Daniel anak keduaku mungkin belum begitu berlimpah rezeki seperti saudaranya yang lain. Aku mengerti betul gundah hatinya.

Tak ada anak dan menantu yang tak ingin membahagiakan orangtua maupun mertuanya.
Tak ada seorang pun anak dan menantu yang tak ingin dipandang hebat oleh orangtua atau mertuanya.

Aku ingin sekali menangis saat Ina mengulurkan tangannya sungkan dengan amplop lusuh yang tipis.

"Mama maaf, bang Daniel baru punya rezeki segini. Ini untuk mama ya maa." bisiknya nyaris tak terdengar.

Aku menahan air mata yang beranai di pelupuk netra.

"Kalian semua sudah beli baju lebaran na?"

Tanyaku mengalihkan suasana agar perasaan pilu ini tak begitu menguasai diri.

Ina mengangguk pelan, dan aku tau dia tengah berbohong.

"Tenang ma, Alhamdulillah anak-anak sudah beli baju lebaran semua, bahkan Aji beli baju koko kembaran sama bang Daniel. Ratih juga udah."

Jelas Ina dengan mata berbinar.

"Dan kamu?" tanyaku yang merubah wajahnya menjadi kikuk.

"Ina masih punya gamis yang layak dipakai ma." jawabnya datar.

Ah Ina mantuku tersayang, maafkan lah karena rezeki anakku yang pas-pasan kau terpaksa hidup menderita begini.

Jiwamu tulus sekali mampu menutupi kefakiran suamimu, aku tau kau sangat kekurangan tapi punya harga diri untuk tidak meminta-minta pada orangtua dan saudaramu.

Bahkan tak segan kau dan Daniel menolak saat saudara kalian ingin membantu.

Betapa sabar kalian nak.

" Tapi besok di rumah mama ada acara lho Na, kita seragaman ya, ini mama bawakan satu set gamis untukmu, Daniel dan anak-anak."

Aku menyodorkan shopping bag yang aku khususkan untuk mereka.

Ina terbelalak, matanya membulat bahagia,

"Masya Allah mama banyak banget, kita sekeluarga dapet ya ma? Abang dan kakak-kakak yang lain juga kebagian kan ma?"

Aku mengangguk pelan. Bahkan saat rezeki menghampirimu kau masih memikirkan orang lain.
Tentu saja hanya keluarga kalian yang aku beri. Anak-anak yang lain sudah sangat mapan tak perlu ku beripun mereka sudah bisa membeli sendiri.

Ku masukan ke dalam tas amplop lusuh pemberiannya tadi demi menjaga harga dirinya.

"Nak, ini THR buat Aji dan Ratih yaa. Kamu aja yang pegang, Daniel tidak perlu tau, bila nanti mau dipakai untuk kebutuhan mereka ya pakai aja jangan sungkan, nanti masak yang enak ya, mama mau besok kamu bawa makanan kerumah mama. kita makan bareng-bareng."

Kusodorkan segepok uang lima juta rupiah yang terbungkus amplop coklat milik salah satu bank.

Kulihat Ina ingin menolaknya, tapi saat aku menjelaskan itu bukan pemberian untuknya melainkanTHR bagi anak-anaknya, barulah dia mau menerima.

Kupandangi wajahnya, ada kebahagiaan disana, meski dengan pandai dia tutupi. Alhamdulillah.

"Mama pamit ya na, jangan lupa besok pagi kerumah setelah sholat ied!" seruku sembari melangkah keluar.

Daniel dan dua anaknya sedang tidak ada di rumah. Mereka tengah berada di bengkel kecil pinggiran kota milik mereka.

Karenanya aku datang menemui Ina. Jika tidak mana aku berani. Daniel betul-betul menjaga diri untuk tidak dikasihani olehku, apalagi oleh saudara-saudaranya yang lain.

Tapi aku tetap berpikir mau bagaimanapun, mereka bertiga semua anakku, tak ada satupun yang aku bedakan, mereka lahir dari rahim yang sama, minum susu dari sumber yang sama, masing-masing telah memberikan kebahagiaan pada ku di masanya, meski rezeki mereka saat dewasa tak pernah sama, tapi mereka tetap anak-anakku.

Tak ada yang bisa merubah pandanganku pada mereka. Harta maupun tahta.

------

Setelah sholat ied terlaksana satu persatu anak-anakku berdatangan.

Roni anak tertuaku yang bekerja sebagai pimpinan di Perusahaan tambang terbesar datang dengan robiconnya dan parkir di halaman depan,

Istrinya Sinta turun disusul ketiga buah hatinya yang beranjak remaja dengan membawa beberapa hampers dan parcel yang dibungkus rapi.

Mereka menemuiku. Memberikan hadiah yang begitu banyak, aku menerimanya dengan senyuman terbaik,

"Makasih sayang-sayang nenek. Ini siapa yang pilihan mukena cantik ini. Deby yaaa?"

Mereka tertawa sembari menyusun barang-barang bawaan mereka di kamarku.

Tak lama Andara datang dengan Lexusnya. Terparkir mewah didepan rumah.

Andara pemilik cafe besar di sudut kota Bandung, Raline Istrinya cantik bukan main, tinggi semampai bak model, tapi itu tak membuatnya angkuh, dia begitu menghargai orang disekitarnya.

Mereka masuk kerumah dengan menggandeng sikecil cucuku yang baru bisa berjalan, ah aku sumringah melihatnya, betapa kebahagiaan ini adalah perjuangan kami, aku dan suami.

Satu lagi pikirku.
Aku menunggu keluarga Daniel, kemana mereka?

"Mama nunggu Daniel?"
Tanya Roni penasaran setelah melihatku bolak balik keteras rumah.

"Iya nih, Daniel kok belum datang, atau ada apa-apa ya dijalan? Coba kamu video call!"

Sigap Roni menghubungi Daniel, karena dia tau acara sungkeman ini tidak akan dimulai jika salah satu keluarga belum datang.

"Woi bro, dimana lu? waduh keburu habis nih opor kami embat duluan!"
Teriak Roni menggoda adiknya. Yang disambut suara tawa diujung sana.

"Gimana bang? Dah dimana bang Daniel?"
Andara menghampiri kami di teras.

"Udah dijalan, biasa lah kan anak istrinya pake gamis jadi dia juga gak bisa ngebut.takut selip di jari-jari roda motornya."
Roni menjelaskan.

"Lagian lho betah amat pake motor, kenapa ga dikasih mobil aja sih ma? Tuh mobiL nganggur di garasi."

Andara terlihat sebal.

"Bilang nanti Anda yang bayar pajaknya, sekalian Anda kasih uang bensin tiap bulan yang penting ga susah lah mereka itu!" sungutnya sekali lagi, disambut tawa Roni dan aku.

"Macam tak tau abangmu aja nda!" goda Roni.

"Sudah-sudah, masuk yuk, bentar lagi mereka sampe, Roni, Anda, bantu mama, itu makanan di meja kita siapin dulu, biar nanti enak kita sekalian makan pas Daniel sudah sampe, mereka pasti lelah dan haus di jalan yang terik ini."

Aku menggandeng kedua anakku masuk ke dalam rumah lalu kami bertiga sibuk menyiapkan. hidangan yang sebagian mereka bawa dari rumah. Sementara Sinta dan Raline bercengkrama di ruang tamu, bercanda bersama anak-anak mereka.

Kalo dirumah ini aku tak pernah meminta mantuku berkerja, jadi anak-anak lelakiku lah yang sibuk membantu.pernah Andara protes saat aku memintanya menyapu sementara istrinya tengah dikamar memainkan hape sembari menyusui bayinya.

"Raline udah capek kerja dirumahmu kan? Masa disini dia mau kau bikin lelah juga, biarlah dia istirahat sebentar. Nyapu tak akan menghilangkan wibawamu anak gagah." hiburku sembari menoel wajah tampannya.

Sejak suamiku pergi menghadapNya. Mereka bertiga bahu membahu menjagaku, seminggu sekali bergantian main kerumah.

Tin ... Tin ...

Motor Daniel memasuki garasi rumah yang terhubung dengan dengan pintu dapur. Anda berlari membuka pintu dapur dan menyambut keluarga kecil abangnya itu dengan hangat,

"Ma, busyet rantangnya penuh nih maa!" teriak anda sambil membawa rantang berisi masakan Ina.

Ina tersipu saat isi rantang itu di tuangkan Anda kedalam mangkok keramik terbaik yang kami miliki. Bersanding dengan makanan mahal lain yang dibawa saudaranya.

"Kak, nih dirumah kakak masih ada gak sambel pete, Anda mau, nanti kita kerumah kakak ya!"
Anda berseru pada Ina tanpa segan.

"Masih banyak d**g boleh lah kalo mau mampir."
Jawab Daniel yang sudah duduk di samping Anda.

"Hayuk kalian kumpul di ruang keluarga, kita sungkeman, mama bentar lagi nyusul." titahku.

Mereka bergegas jalan menuju ruang keluarga sementara aku masih sibuk merapikan sendok dan garpu yang baru saja ku seka.

"Maa, terimakasih ya."
Suara Daniel mengagetkanku.

"Makasih apa nih?" Tanyaku heran.

"Terimakasih untuk tetap menyayangi Daniel istri dan anak-anak, meskipun kami tak memiliki harta, tak bisa memberi yang terbaik untuk mama seperti abang dan adik beri. yang bisa kami lakukan hanya terus mendoakan mama agar mama sehat dan usia mama barokah. Maafkan kami ya ma."
Suara Daniel bergetar.

Ya Allah.

Aku tahu rasa hatinya. Sedih dan deritanya.dia anakku meski dia tak kaya raya. Meski dia tak memiliki jabatan, meski dia fakir harta, tapi dia lah yang paling hebat, air matanya membumi namun doanya melangit.

"Doa yang kau panjatkan adalah harta mama kelak nak, saudaramu memberi mama harta itu karena mereka berlebih, jika kau diberi Allah berlimpah rezeki kau pun akan melakukan hal yang sama,jangan bebani hatimu untuk kebahagiaan mama ya sayang, mama sudah bahagia melihatmu sehat, berdikari, gigih, selalu menjaga ibadah istri dan anak-anakmu, tetap bersabar dengan keadaan. Kalian lah yang terhebat sayang."

Aku merangkul tubuh kurus Danielku, anak kesayanganku. Laki-laki panutan keluarga. Imam yang disegani dirumah ini.

Harta dan Tahta bukan hal penting.
Tapi siapa yang lebih dekat dengan Allah lah yang akan membawanya hidup bermartabat jauh dari kemudhoratan.

Daniel mengusap air mataku, tangannya terasa kasar pertanda dia sudah bekerja sangat keras untuk kehidupan mereka, dan Aku menghargai itu.

Perjuangannya.
Semangatnya.
Dan harga dirinya.

Tenanglah nak, mama akan selalu ada untuk kalian. Selama mama hidup, apapun akan mama beri.

Orang tua yang membedakan kasih sayang pada anaknya itu mungkin lupa, jika anak yang disisihkan itu mungkin juga jawaban atas doa-doa yang Allah beri untuk menyelamatkan, Baik di dunia maupun akhirat.

Wahai orang tua,

Jika rezeki anakmu belum bisa membahagiakanmu, sementara dia sudah setengah mati berusaha, maka ulurkan tanganmu, hargai mereka setidaknya dengan tidak bermuka masampun cukup.

Semoga kita termasuk golongan orangtua dan mertua kesayangan anak-anak dan menantu.

Telling story

Salam santun.

Berkali kali baca tetep aja air mataku kluar dengan sendirinya😭😭😭

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

Gambar hanya pemanis 😍🥰

Dari berita kematian mendadak sosok seleb muda yg viral di sosial media kita dapat mengambil hikmah:1. Saat kita sedang ...
05/11/2021

Dari berita kematian mendadak sosok seleb muda yg viral di sosial media kita dapat mengambil hikmah:

1. Saat kita sedang tertawa dan bahagia bisa jadi ajal kita sudah dekat, maka jangan pernah lupa senantiasa menyiapkan bekalnya, sebab kematian bisa datang tiba-tiba.

2. Maut selalu punya cara bila tiba waktunya, tidak peduli anda siapa, dimana dan dalam keadaan apa.

3. Kubur adalah tempat manusia dari segala usia, maka jangan pernah merasa aman dengan usia muda, karena syarat mati tidak harus menunggu tua.

4. Pada akhirnya kita akan sadar dan menyesal bahwa semua yang pernah kita banggakan ketika di dunia benar-benar tak berarti di dalam kubur, kecuali amal.

5. Sering-seringlah mengingat kematian dan beratnya kehidupan akhirat, agar kita semangat melakukan amal shalih, takut berbuar dosa dan tidak berlebihan cinta terhadap dunia.

6. Disaat kita malas dan enggan melakukan amal shalih, maka ingatlah bahwa ada jutaan penghuni kubur yang ingin kembali ke dunia untuk melakukan amal shalih, namun semua sudah terlambat.

7. Jalanilah hidup ini dengan berbekal sebaik-baiknya taqwa, karena kemanapun kita melangkah sangat dekat dengan kematian.

8. Orang yang meninggal dunia semenit yang lalu sebelumnya ia sama seperti kita, ia mengira bahwa kematian masih jauh darinya, lantas masihkah engkau berpikir bahwa hari esok masih menjadi miliki kita ?

Semoga menjadi renungan untuk kita semua.
Repost dari sumber dibawah ini.
✍ Habibie Quotes, 04/11/21
Ig - www.instagram.com/habibiequotes_
Tg - https://t.me/habibiequotes

Alhamdulillah acara muludan di masjid Husnul jamaah berjalan dengan lancar...Semoga kita semua selalu ada dalam lindunga...
05/11/2021

Alhamdulillah acara muludan di masjid Husnul jamaah berjalan dengan lancar...

Semoga kita semua selalu ada dalam lindungan Alloh SWT ..aamiin

Ya Allah ya Rahman...⁣Ajarkan kami dan keluarga kami serta follower setia kami ini syukur atas apa saja yang Engkau beri...
06/06/2021

Ya Allah ya Rahman...⁣
Ajarkan kami dan keluarga kami serta follower setia kami ini syukur atas apa saja yang Engkau berikan , rasa sabar atas segala ujian yang Engkau berikan...⁣

Rasa ikhlas seluas lautan biru dalam menerima apa saja, serta semangat setinggi gunung menjulang...⁣

Limpahkan kami keberkahan, kesehatan, rizki serta kebahagiaan laksana hati penghuni di dalam Surga....⁣

Aamiiiin⁣

KISAH ORANG MISKIN YANG MENJADI KAYADi zaman Nabi Musa AS, ada sepasang suami istri yang hidup dengan penuh kemiskinan. ...
10/04/2021

KISAH ORANG MISKIN YANG MENJADI KAYA

Di zaman Nabi Musa AS, ada sepasang suami istri yang hidup dengan penuh kemiskinan. Namun mereka menghadapinya dengan penuh kesabaran.

Suatu ketika, tatkala mereka beristirahat, sang istri bertanya kepada suaminya.

"Wahai suamiku, bukankah Musa adalah seorang nabi yang bisa berbicara dengan Rabb-nya?"

Lalu sang suami menjawab, "Ya benar."

"Lalu kenapa kita tidak pergi saja kepadanya untuk mengadukan kondisi kita yang penuh dengan kemiskinan dan memintanya agar dia berbicara kepada Rabb-nya, agar Dia menganugerahkan kepada kita kekayaan?"

Akhirnya mereka mengadukan kemiskinannya itu kepada Nabi Musa AS.

Lalu Nabi Musa AS bermunajat menghadap Allah SWT dan menyampaikan keadaan keluarga tersebut.

Allah SWT pun berfirman kepada Musa.

"Wahai Musa, katakanlah kepada mereka. Aku akan memberikan mereka kekayaan, tetapi kekayaan itu Aku berikan hanya satu tahun, dan setelah satu tahun, Aku akan menjadikan mereka miskin kembali."

Lalu Nabi Musa menyampaikan kepada mereka bahwa Allah telah mengabulkan permohonan mereka, dengan syarat kekayaan itu hanya diberikan satu tahun saja.

Mereka menerima kabar tersebut dengan penuh kebahagiaan dan kegembiraan.

Beberapa hari kemudian, datanglah rezeki yang melimpah dari jalan yang tidak diketahui dari mana arahnya. Mereka pun akhirnya menjadi orang terkaya di saat itu.

Keadaan mereka pun berubah dengan kekayaan yang berlimpah.

Lalu, sang istri berkata kepada suaminya.

"Wahai suamiku, selama setahun ini kita akan member makan orang-orang miskin dan menyantuni anak-anak yatim mumpung kita masih punya kesempatan karena setelah setahun kita akan kembali miskin."

Sang suami menjawab.

"Baiklah, kita akan menggunakan harta ini untuk membantu orang-orang yang membutuhkannya."

Kemudian, mereka membantu orang-orang yang membutuhkan, dan membangun tempat-tempat singgah para musafir, serta menyediakan makan gratis bagi orang-orang yang membutuhkan.

Setelah satu tahun berlalu, mereka masih tetap sibuk menyediakan makanan sampai mereka lupa bahwa sudah setahun lebih mereka menjadi orang kaya dan mereka lupa bahwa akan kembali menjadi orang miskin.

Nabi Musa pun heran melihat keadaan mereka yang tetap kaya. Kemudian, Nabi Musa bertanya kepada Allah SWT.

"Ya Rabb, bukankah Engkau berjanji memberikan mereka kekayaan hanya untuk satu tahun saja, kemudian Engkau akan kembalikan mereka pada kemiskinan seperti semula?"

Allah SWT pun berfirman.

"Wahai Musa, Aku telah membuka satu pintu rezeki kepada mereka. Tetapi mereka membuka beberapa pintu rezeki untuk hamba-hamba-Ku. Maka, Aku titipkan lebih lama kekayaan itu kepada mereka."

Nabi Musa menjawab,

"Mahasuci Engkau Ya Allah. Betapa Mahamulia urusan-Mu dan Mahatinggi Kedudukan-Mu."

***

Moral cerita di atas bukanlah bagaimana orang miskin yang menjadi orang kaya, tetapi bagaimana orang berbuat baik dengan kekayaan yang dimilikinya.

Dengan bersyukur, berbuat baik, dan membukakan pintu rezeki bagi orang lain, maka Allah SWT akan membukakan pintu rezeki untuk kita.

Semoga hidup kita selalu kita isi dengan berbuat baik dan memberi manfaat bagi sesama dan semesta. Aamiin.

Tabik

Alhamdulillah kondisi masjid kami yang terbaru.Terimakasih banyak kepada donatur ,semoga Alloh SWT membalas kebaikannya....
20/03/2021

Alhamdulillah kondisi masjid kami yang terbaru.

Terimakasih banyak kepada donatur ,semoga Alloh SWT membalas kebaikannya.

Yang mau beramal jariah silahkan masih terbuka.

Alhamdulillah...perkembangan pembangunan masjid kami sudah mencapai tahap ini.Terimakasih banyak kepada seluruh donatur....
03/03/2021

Alhamdulillah...perkembangan pembangunan masjid kami sudah mencapai tahap ini.

Terimakasih banyak kepada seluruh donatur...

Semoga Alloh SWT,membalas kebaikanya yang berlipat-lipat aamiin.

Serta menjadi amal jariah.aamiin

Selalu Positive Thinking Pada Orang LainCOPASBeberapa orang memiliki kemampuan untuk berpuasa Senin Kamis, sepanjang tah...
17/02/2021

Selalu Positive Thinking Pada Orang Lain

COPAS

Beberapa orang memiliki kemampuan untuk berpuasa Senin Kamis, sepanjang tahun, tapi yang lain mungkin tidak bisa.

Namun mereka memiliki kemampuan bangun di tengah malam untuk Sholat Tahajjud setiap malam, tetapi yang lain tidak dapat bangun meskipun sudah berusaha.

Yang lain tidak bisa melakukan kedua hal di atas, tetapi di mana pun mereka berjalan, mereka bersedekah dengan murah hati kepada para pengemis.

Beberapa orang tidak memiliki kekuatan untuk melakukan ibadah tambahan, tetapi mampu menjaga hati yang bersih dan wajah yang tersenyum terhadap orang-orang sepanjang waktu.

Yang lain lagi tidak melakukan apa-apa selain hanya membuat anak-anak tertawa ketika bertemu dengan mereka.

Intinya?

Jangan pernah berpikir bahwa mereka yang tidak melakukan spt apa yang kita lakukan lebih rendah daripada kita, atau tidak memiliki apa pun yang bisa dipersembahkan bagi orang lain.

Jangan pernah berpikir bahwa tindakan kita untuk beribadah lebih baik daripada tindakan orang lain.

Jangan biarkan kesalehan kita menumbuhkan kebanggaan terselubung dalam diri kita.

Jangan biarkan kesalehan kita mengisolasi diri kita dari keluarga dan teman. Jangan biarkan itu membuat kita merasa lebih suci dari orang lain.

Keturunan, kekayaan, kemampuan ilmiah, warna kulit kita, kekuatan di medan perang bukan kriteria untuk kesalehan kita.

Ada banyak di Afrika, Eropa, Asia, Cina dan seluruh dunia yang mungkin lebih dekat dengan Allah daripada kita karena fakta sederhana bahwa mereka dapat menanggung kesulitan dan mengatasi cobaan lebih baik daripada kita.

Penampilan dan pakaian kita bukanlah kriteria untuk kesalehan.

Ada banyak manusia di dunia ini yang lbh dekat dengan Allah meskipun mereka tampak biasa-biasa saja.

Afiliasi kita dengan sebuah jamaah atau lembaga ilmiah mana pun, harus menjadi sarana untuk memusnahkan ego dan kebanggaan kita, tanpa memandang rendah orang lain.

Ada banyak yang hatinya murni meskipun tidak berafiliasi dengan salah satu di atas.

Hal ini bukan paspor otomatis ke Surga.

Ada orang yang masuk surga hanya dengan memuaskan dahaga seekor anjing, yang lain mendapatkannya dengan hanya memaafkan semua orang setiap hari sebelum tidur.

Mereka tidak memiliki banyak hal untuk ditampilkan, tetapi apa yang mereka lakukan, penting bagi Allah.

Seseorang mungkin berjalan melalui gerbang surga dengan modal sangat sedikit dan kehadirannya ketika hidup di muka bumi tidak dianggap penting, sementara yang lain dengan perbuatan yang jauh lebih besar justru binasa karena kesombongan mereka.

Jangan terkejut jika orang itu menuntun Anda berjalan melewati gerbang Surga.

MARILAH SELALU MELIHAT HAL BAIK YANG ADA PADA DIRI ORANG LAIN.

Semoga bermanfaat 🙏🤲
barakallahu fiik..

KISAH INSPIRATIF..Ada seorang tukang becak, yang sudah cukup sepuh (tua), beliau tinggal di daerah Dinoyo (Malang, Jatim...
15/02/2021

KISAH INSPIRATIF..

Ada seorang tukang becak, yang sudah cukup sepuh (tua), beliau tinggal di daerah Dinoyo (Malang, Jatim).

Setiap hari Jum'at, ia menggratiskan tarif becaknya, dengan niat shodaqoh..

Suatu kali, pada hari Jum'at, ada seorang pria bapak-bapak yang jadi penumpangnya.

Pria itu naik becak jarak dekat saja, tanpa tawar-menawar, pria itu membayar tarif becak yang di tumpanginya dengan uang 20ribu, tetapi langsung ditolak sama bapak tukang becak, beliau bilang :

"Kulo ikhlas Pak, pun usah dibayar, kula sagete shodaqoh nggeh ngeten niki.."

"(Saya ikhlas Pak, sudah jangan dibayar, saya cuma bisa shadaqoh dengan cara seperti ini..)."

Si penumpang pun kaget, tapi karena terburu-buru, Pria itu langsung pergi begitu saja, setelah mengucapkan terima-kasih.

Pekan berikutnya, pada hari jumat p**a, Pria itu bertemu lagi dengan tukang becak yang sama pada Jum'at lalu.

Setelah diantar ke tempat tujuan, Pria itu menyodorkan uang 200ribu, atau 10x lipat dari shodaqoh tukang becak kepada pria ini Jum'at lalu, untuk tarif becaknya.

Tukang becak yang sudah sepuh ini pun menjawab dengan tenang :

"Insyaallah.. Kulo ikhlas pak..
Kulo sagete shodaqoh nggih namung ngeten niki,, ngateraken tiyang."

"(Insyaallah.. Saya ikhlas Pak..
Saya cuma bisa shadaqoh dengan cara seperti ini,, mengantarkan orang..)."

Karena merasa aneh, Pria yang menumpang itu menimpali :

"Lha kalau begini terus, Istri, dan Anak bapak makan apa.!? Kenapa nggak mau dibayar..?!"

Tukang becak itu pun menjawab :

"Alhamdulillah, Rayat kulo nggih sami ikhlas menawi saben Jum'at kula shodaqoh ngeten niki..".

"(Alhamdulillah, Istri saya pun sama-sama ikhlas jika tiap hari Jum'at saya bershodaqoh dengan cara ini..)"

"Oh,, jadi Bapak nggak mau di bayar pada hari Jum'at saja..!?" Tanya si penumpang memastikan.

"Nggeh, Pak"

"Rumah bapak dimana?" Tanya penumpang penasaran..

"Wonten Dinoyo Pak, wingkingipun bank..".

"(Tinggal di Dinoyo Pak, sebelah belakang bank..)"

Hari pun berlalu, dan di hari Jum'at berikutnya, Pria penumpang becak yang penasaran ini mencari rumah Tukang becak itu.

Setelah menyusuri gang sempit sebelah gedung bank di daerah dinoyo, akhirnya Pria itu ketemu juga dengan rumah sederhana milik Tukang becak yang di carinya.

Setelah mengetuk pintu, keluarlah seorang wanita yang sudah tua, masih menggunakan mukena.

Hatinya tergetar...
batinnya menangis..
betapa selama ini, ia yang sangat di cukupi kebutuhannya oleh Allah s.w.t, malah jarang bersimpuh kepada-Nya.

Jangankan sedekah, dan sholat dhuha, sholat wajib saja masih sering ia tinggalkan..

Ia pun mencium tangan wanita tua itu, lalu meminta idzin untuk meminjam KTP bapak, dan ibu sekalian.

"Bapak tasik siap-siap badhe sholat Jum'at, niki KTP-ne damel nopo nggeh..!!?"

"(Bapak masih melakukan persiapan untuk sholat Jum'at, ini KTP nya, kalau boleh tau buat apa ya..!?)

"Bu, bapak, dan juga ibu telah membuka mata hati saya, ini jalan hidayah yang telah Allah s.w.t anugerahkan kepada saya.

Insyaallah, Bapak, dan Ibu saya daftarkan untuk naik haji ONH Plus bersama saya, dan istri, mohon di terima ya, Bu.."

==============

Masya Allah..
sungguh maha pemurah Allah s.w.t yang membalas kebaikan-kebaikan kecil, dengan kebaikan-kebaikan yang lebih besar.

==============

Jika menurut Anda kisah nyata ini bermanfaat, maka jangan biarkan sedikit pengetahuan yang insyaallah mengandung hikmah ini hanya dibaca disini saja, bagikan kisah ini di facebook Anda dengan Klik SHARE/BAGIKAN.

Yg bilang aamiin n bagikan semoga besok rezekinya melimpah seperti air mengalir Aamiin...

SEMOGA BERMANFAAT.
🍃 Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

( Disclaimer:mohon maaf apabila ada kesalahan,mohon di koreksi)

Address

Kp. Sabelen Lebak RT 02 RW. 03 Ds. Tenjonagara Kec. Cigalontang
Tasikmalaya
46463

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Panitia Pembangunan Mesjid Husnul Jamaah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Panitia Pembangunan Mesjid Husnul Jamaah:

Share

Category