Gepkin Rumah Anugerah Tarutung

Gepkin Rumah Anugerah Tarutung GEPKIN adalah sebuah Gereja yang berdomisili di Pusat Kota Tarutung tepatnya di Jl. S.M Raja No. 184.

27/09/2026

Pengkhotbah: Pdt. Dr. Donald Sinaga, M.A.,M.Ag

25/09/2026

Part V

Tetap Memuji Tuhan di Tengah Badai

📖 Ayub 1:20–22 memperlihatkan respons Ayub ketika hidupnya tiba-tiba dipenuhi kehilangan dan penderitaan. Ia berduka, tetapi ia juga sujud dan menyembah Tuhan. Ayub tidak memahami semua yang terjadi, namun ia memilih untuk tetap menghormati Tuhan.

Kita pun bisa mengalami “badai” dalam berbagai bentuk: kehilangan, tekanan, kegagalan, atau keadaan yang tidak sesuai dengan harapan.

Namun kisah Ayub mengingatkan kita:
Iman bukan berarti kita tidak pernah menangis. Iman berarti tetap percaya kepada Tuhan di tengah air mata. 🙏
🌿 Ketika keadaan berubah, jangan biarkan hati kita menjauh dari Tuhan. Tetaplah berdoa, tetap menyembah, dan tetap percaya.
“Terpujilah nama TUHAN!” — Ayub 1:21

FirmanTuhan RenunganKristen

24/09/2026

Part IV

🌩️ Ketika Badai Kehidupan Datang

Kisah Ayub mengajarkan bahwa badai kehidupan bisa datang tanpa kita duga. Ayub kehilangan harta, anak-anak, kesehatan, bahkan harus menghadapi perkataan yang membuatnya semakin tertekan. Namun di tengah penderitaannya, Ayub tetap bergumul dengan Tuhan dan akhirnya semakin mengenal siapa Tuhan. 🙏

Badai tidak selalu berarti Tuhan meninggalkan kita. Ada masa ketika kita tidak mengerti mengapa semuanya terjadi, tetapi kita tetap dapat memilih untuk **percaya dan berharap kepada Tuhan.**

🌿 Badai mungkin mengguncang hidup kita, tetapi jangan biarkan badai mengguncang iman kita.

Tetaplah bertahan. Tetaplah percaya. Karena Tuhan tetap hadir bahkan ketika kita tidak dapat melihat jalan keluarnya. ✝️

📖 *“TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”* — **Ayub 1:21

22/09/2026

Part II

Badai bukan tanda Tuhan meninggalkan kita, tetapi sering kali menjadi proses untuk membentuk dan menguatkan iman kita.

Dalam kitab Ayub, badai menggambarkan berbagai masalah, tekanan, penderitaan, dan pergumulan hidup yang dapat datang tanpa kita duga. Ayub kehilangan harta, keluarga, dan kesehatannya, namun di tengah semua badai itu ia tetap berpegang kepada Tuhan.

Melalui kisah Ayub, kita belajar bahwa:�✨ Badai menguji keteguhan iman.�✨ Badai mengajarkan kita untuk tetap berharap kepada Tuhan.�✨ Badai membuat kita semakin mengenal kuasa dan penyertaan Tuhan.

Ketika badai kehidupan datang, jangan menyerah. Tetaplah percaya, sebab Tuhan tetap berdaulat dan sanggup mengubah setiap pergumulan menjadi kesaksian yang indah.

📖 “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.”— Ayub 42:5

21/09/2026

Part I

Badai bukan tanda Tuhan meninggalkan kita, tetapi sering kali menjadi proses untuk membentuk dan menguatkan iman kita.

Dalam kitab Ayub, badai menggambarkan berbagai masalah, tekanan, penderitaan, dan pergumulan hidup yang dapat datang tanpa kita duga. Ayub kehilangan harta, keluarga, dan kesehatannya, namun di tengah semua badai itu ia tetap berpegang kepada Tuhan.

Melalui kisah Ayub, kita belajar bahwa:�✨ Badai menguji keteguhan iman.�✨ Badai mengajarkan kita untuk tetap berharap kepada Tuhan.�✨ Badai membuat kita semakin mengenal kuasa dan penyertaan Tuhan.

Ketika badai kehidupan datang, jangan menyerah. Tetaplah percaya, sebab Tuhan tetap berdaulat dan sanggup mengubah setiap pergumulan menjadi kesaksian yang indah.

📖 “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.”— Ayub 42:5

🏠✨ **Mari Beribadah di Rumah Tuhan!** ✨🏠Ada sukacita ketika kita berkumpul, memuji, menyembah, dan mendengarkan Firman T...
19/09/2026

🏠✨ **Mari Beribadah di Rumah Tuhan!** ✨🏠

Ada sukacita ketika kita berkumpul, memuji, menyembah, dan mendengarkan Firman Tuhan bersama-sama. 🙏❤️

Mari tinggalkan sejenak kesibukan dan datang dengan hati yang rindu kepada Tuhan.

**Yuk, beribadah bersama di Gereja Gepkin Rumah Anugerah!**
Karena di Rumah Tuhan, kita dikuatkan, dipulihkan, dan bertumbuh dalam iman. ✝️

📖 *“Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: Mari kita pergi ke rumah TUHAN.”* — Mazmur 122:1

18/09/2026

Part IV

🌱 APA YANG KITA TABUR, ITULAH YANG KITA TUAI

Galatia 6:7 mengingatkan kita bahwa hidup memiliki konsekuensi. Setiap perkataan, keputusan, dan perbuatan yang kita taburkan hari ini akan menghasilkan buah pada waktunya.

Jika kita menabur kebaikan, kasih, kesetiaan, dan ketaatan kepada Tuhan, teruslah melakukannya meskipun belum melihat hasilnya. Tuhan melihat setiap benih yang kita tabur. 🙏

Jangan lelah menabur yang baik, karena setiap benih akan menghasilkan buah pada waktunya. 🌾✝️

17/09/2026

Part III

✝️ BUKAN HANYA IDENTITAS, TAPI LOYALITAS

Menjadi orang percaya bukan hanya tentang **identitas**—bukan sekadar mengaku mengenal Tuhan atau disebut sebagai anak Tuhan.

Hubungan dengan Tuhan harus dibangun melalui Loyalitas: KETAATAN. 🙏

Sebab kasih kepada Tuhan tidak hanya dinyatakan lewat kata-kata, tetapi melalui hati yang mau mendengar, percaya, dan melakukan kehendak-Nya.

**Identitas menunjukkan siapa kita.
Ketaatan menunjukkan bagaimana kita hidup di hadapan-Nya.**

🔥 Mari jangan hanya *mengaku percaya*, tetapi **hidup dalam ketaatan kepada Tuhan setiap hari.**

RenunganKristen HidupDalamKetaatan AnakTuhan

Address

Jalan Sisingamangaraja No. 184
Tarutung
22411

Telephone

+628126317372

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gepkin Rumah Anugerah Tarutung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Gepkin Rumah Anugerah Tarutung:

Shortcuts

Share