Majelis Ta'lim Muslimah Baitussalam

Majelis Ta'lim Muslimah Baitussalam Majelis Ta'lim Muslimah Baitussalam adalah Majelis 'ilmu bagi ibu-ibu cluster Grassia dan sekitarnya yang ingin memperdalam ilmu agamanya

Bismillahirrahmanirrahim...  السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ"Pengen gak sih cinta bersama pasanga...
11/04/2019

Bismillahirrahmanirrahim...

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

"Pengen gak sih cinta bersama pasangan semakin berkah seiring bertambahnya usia pernikahan? Gimana ya caranya?".

Yuk kita sama-sama belajar meng- *Upgrade Cinta Bersama Pasangan* bersama ayah Irwan Rinaldi pada :

🗒 Sabtu, 13 April 2019 / 7 Sya'ban 1440H
⏰ 08.00 - 11.00 WIB
🕌 Mushola Baitussalam, Cluster Grassia, Banjar Wijaya, Tangerang
📝 Free Ikhwan Akhwat

Semoga اَللّهُ سبحانه وتعالى memudahkan langkah kita utk menuntut ilmu yang bermanfaat, Aamiin

Targhiib :
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
"Barang siapa yang menunjukkan kpd kebaikan, maka siapa (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya."

جَزَاكُمُ اللّهُ خَيْرًا.

DKM & MTM Baitussalam
Grassia

05/08/2018

🌾 *AYAH BUNDA BAWA KAMI KE SURGA* 🌾

Kajian Parenting Islami Mtm Baitussalam
Bersama Ustadz Ahmad Marzuki, S.Si
Ahad, 5 Agustus 2018 (23 Dzulqa'dah 1439H).

Kebahagiaan dan keberuntungan yang hakiki adalah ketika seseorang berhasil menapakkan kakinya di salah satu bagian kecil dari luasnya hamparan surga. MasyaAllah.

(لَا يَسْتَوِي أَصْحَابُ النَّارِ وَأَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۚ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَائِزُونَ)

"Tidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni surga ; para penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan." (QS Al Hasyr:20)

Salah satu yang membuat urusan kita lancar itu adalah karena ridho dari kedua orang tua. Ridho Allah itupun tergantung dari ridho kedua org tua.

Kalian semua adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya nanti di akhirat.
Seorang suami adalah pemimpin dalam sebuah keluarga. Seorang Istri adalah pemimpin dalam rumah tangga. Seorang pelayan juga memimpin dalam menjaga harta tuannya. Dan kita juga adalah pemimpin diri kita sendiri.

💝Ada 8 Peran Ayah Bunda dalam membawa buah hati ke surga, yaitu:

1. Ayah Bunda, jagalah aku dari api neraka.

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ)

" Wahai orang2 yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat yang kasar dan keras dan tidak durhaka pada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS At Tahrim:6)

2. Ayah Bunda, Terimakasih atas masa kecil yang indah.

Kewajiban orang tua pada anak adalah :
*Mengaqiqahkan paling lambat sebelum usia anak 7th.
*Mencukur rambut
*Memberi nama yang indah
*Menyusui hingga 2thn (QS Al Baqarah:233)
*Mengkhitan anak laki2 sblm ia baligh.

3. Ayah Bunda, Ajari aku Islam.

*Aqidah Islam yang lurus
*Ibadah Fardhu 'Ain
*Tartil dalam membaca quran
*Menutup aurat
*Mummayiz dalam berperilaku.

(وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ)

(QS Lukman:13) "Janganlah engkau menyekutukan Allah. Sesungguhnya syirik itu kezhaliman yang besar."

(يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ)

(QS Lukman:17) "Laksanakan sholat, amal ma'ruf nahi munkar, bersabar."

(وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ)

(QS Lukman:18)
"Jangan memalingkan wajah karena sombong. Jangan berjalan di muka bumi dengan angkuh."

(وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ)

(QS Lukman:19)
"Sederhanakan dalam berjalan dan lunakkan suaramu. Sesungguhnya seburuk2 suara adalah suara keledai."

4. Ayah Bunda, Nafkahi aku dengan halal.

*Makan dan Minum
*Pakaian
*Tempat Tinggal
*Pendidikan
*Kebutuhan Dasar Hidup

(الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا)
" Laki2 (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (suami) atas sebagian yang lain (istri) dst........."(QS Annisaa':34)

1 Dinar yang engkau infaqkan di jalan Allah tidak lebih baik daripada 1 Dinar yang engkau infaqkan pada keluargamu.

1 Dinar itu setara dengan Rp 2.000.000 sehingga suami tidak boleh pelit memberi belanja kepada istri dan anak2nya.

5. Ayah Bunda, Adillah terhadapku.

Adil yang dimaksud disini adalah Adil dalam hal :
* Pemberian Nafkah
* Rasa Kasih Sayang
* Memberi Pendidikan
* Interaksi dan Sikap
* Waktu Kebersamaan

Adil itu sesuai porsinya bukan sama rata. Karena anak yang sudah kuliah akan berbeda pengeluarannya dengan anak yang TK sehingga kita harus adil sesuai kebutuhan dalam membagi uang jajan kpd mereka.

Adillah kepada anak2mu sebagaimana engkau menginginkan ia berbuat adil pada dirimu.

6. Ayah Bunda, Engkaulah Tauladanku.

Ayah Bunda harus bisa mencontohkan untuk selalu :
- Sholat tepat waktu
- Baca Quran setiap hari
- Sedekah dan Berbuat Baik pada semua orang
- S**a kebersihan dan kerapihan
- Mengajak ibadah pada Allah.

7. Ayah Bunda, Pilihkan Aku Jodoh yang Baik.

🌺Tips Mencari Jodoh Yang Baik :
- Kuat Agamanya, membawa ke surga
- Bagus Akhlaqnya, indah dipandang mata
- Mandiri dalam menafkahi keluarga
- Romantis hingga akhir hayat.

8. Semua di tangan Allah

Jika kita sudah menjalankan ketujuh poin di atas maka semuanya serahkan kepada Allah.
InsyaAllah akan mendapatkan :
- Suami yang shalih tdk seperti Fir'aun suami Asiyah.
- Istri yang shalihah, tdk seperti istri Nabi Nuh a.s. dan Nabi Luth a.s.
- Anak yang shalih/ah, tdk spt anak Nabi Nuh a.s.

(وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا)
"YA TUHAN KAMI, ANUGERAHKANLAH KEPADA KAMI PASANGAN KAMI DAN KETURUNAN KAMI SEBAGAI PENYENANG HATI KAMI DAN JADIKANLAH KAMI PEMIMPIN BAGI ORANG YANG BERTAQWA." (QS AL FURQAN:74)

(وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ)
" DAN ORANG2 YG BERIMAN BESERTA ANAK CUCU MEREKA YANG MENGIKUTI MEREKA DALAM KEIMANAN. KAMI PERTEMUKAN MEREKA DENGAN ANAK CUCU MEREKA DI DALAM SURGA DAN KAMI TDK SEDIKITPUN MENGURANGI PAHALA AMAL KEBAIKAN MEREKA. SETIAP ORANG TERKAIT DENGAN APA YG DIKERJAKANNYA."
(QS AT THUUR:21)

Wallahu'alam Bi Shawab

05/08/2018
Peran Ayah Meski Terbatas Tetap Harus Tuntas
12/02/2018

Peran Ayah Meski Terbatas Tetap Harus Tuntas

10 Safar 1439 H / Senin, 30 Oktober 2017Pembicara : Ibu Kurnia Widyastuti dan Bapak M. Didi Ahmadi
05/01/2018

10 Safar 1439 H / Senin, 30 Oktober 2017
Pembicara : Ibu Kurnia Widyastuti dan Bapak M. Didi Ahmadi

Meneladani sifat dan ahlaq istri-istri Rasulullah SAWAhad, 22 Oktober 2017Pembicara Ustadzah Rusyanah Karta AtmajaNama b...
23/10/2017

Meneladani sifat dan ahlaq istri-istri Rasulullah SAW
Ahad, 22 Oktober 2017
Pembicara Ustadzah Rusyanah Karta Atmaja

Nama beliau mungkin tidak sepopuler bunda Khadijah atau bunda Aisyah, tapi beliau mempunyai peran penting dalam kehidupan Rasulullah SAW.

Beliau adalah Saudah binti Zam'ah RA

Nasab beliau bersambung dengan Rasulullah SAW, dimana kakek beliau bersaudara dengan Abdul Mutholib atau kakek Rasulullah SAW.

Walaupun darah bangsawan mengalir dari sisi ibunya, tapi secara kultur sosial beliau tidak dianggap bangsawan. Karenanya terasa lebih berat tekanan dari kaum Quraisy untuk beliau, suaminya dan keenam anak-anaknya untuk bertahan di Mekah di awal-awal Rasulullah menyiarkan agama Islam.

Beliau dan keluarga termasuk yang ikut hijrah ke Habasyah untuk mencari perlindungan dari siksaan kaum Quraisy di Mekah. Qodarullah, suami beliau meninggal setibanya di Habasyah. Hidup di tempat asing dengan 6 anak sangat berat buat beliau sehingga beliau dan anak-anaknya kembali ke Mekah.

Beliau tiba di Mekah pada saat Rasulullah SAW dan pengikutnya diasingkan dan diboikot oleh kaum Quraisy.

Perjalanan hidup beliau yang cukup berat dan kekuatan beliau menghadapinya menunjukkan sikap dan sifat yang luar biasa, kedewasaan psikologis beliau sangat tampak. Selain keimanan beliau yang begitu kuat karena tetap dengan teguh memegang keyakinan agama Islam walaupun harus menempuh hidup yang sulit.

Hal ini yang dilihat oleh Haulah binti Hakim sebagai landasan untuk mengajukan kepada Rasulullah SAW calon istri dan pendamping hidup beliau.

Saat itu Rasulullah SAW sedang berduka karena kehilangan penopang hidupnya dalam kurun waktu yang tidak terpaut jauh, yaitu pamannya Abi Tholib, pendukung dakwah dan pembela beliau melawan kaum Quraisy, dan istri yang sangat dicintainya yaitu bunda Khadijah.

Bunda Saudah binti Zam'ah menjadi pendamping Rasulullah sejak sebelum hijrah ke Madinah.

Ada beberapa pendapat mengenai umur beliau saat menikah dengan Rasulullah SAW. Salah satu pendapat adalah beliau berumur 35 tahun. Dan meninggal di tahun 54 Hijriah saat pemerintahan Umar bin Khatab atau di usia 89 tahun.

Ketika telah hijrah ke Madinah, saat beliau berumur sekitar 50 tahun beliau merelakan malamnya dengan Rasulullah untuk bunda Asiyah. Kejadian ini menjadi asbabun nuzul turunnya QS An Nisa ayat 128.

Beliau memilih terus mendampingi Rasulullah SAW sebagai istri karena beliau beorientasi akhirat, bercita-cita untuk berkumpul kembali dengan Rasulullah SAW dan keluarga di jannah.

Senin, 28 November 2016Ustadzah Ratna D. Panjaitan BaitussalamMenghadapi & Mendidik Anak Tanpa MarahMarah yang digarisba...
23/10/2017

Senin, 28 November 2016
Ustadzah Ratna D. Panjaitan
Baitussalam

Menghadapi & Mendidik Anak Tanpa Marah

Marah yang digarisbawahi disini adalah marah tercela karena hawa nafsu sehingga bersifat tidak produktif.

Terdapat 3 larangan yang tidak boleh dilakukan dalam mendidik anak yaitu marah, melarang, memerintah.

Siapkan segudang sabar pada jembatan surga kita.
Karena sebenarnya anak adalah cermin orangtuanya.
Jangan salahkan anak jika ia lambat menerima pelajaran.
Bisa jadi dulu ayah bundanya juga begitu

Jangan salahkan jika dia menjadi anak yang s**a memukul di sekolahnya.
Karena bisa jadi orangtuanya mengajari, "Nak, ayah memukul karena ayah sayang sama kamu".
Sehingga anak kehilangan orientasi. Anak menjadi anak yang bingung. Karena ia berpikir, "Ooh..kalau sayang itu kita harus mukul". Demikianlah akhirnya pendidikan itu menurun pada adiknya atau keturunannya kelak.

Jangan salahkan jika anak tidak mengenal dan mencintai Rabbnya.
Karena bisa jadi ayah bundanya sering mengancam jika anak tidak sholat, "Nanti masuk neraka lho...nanti dibakar lho di neraka karena gak sholat".
Tumbuhkan cinta itu dari sesuatu yang baik.

Namun jika semua sudah terlanjur...
Terlanjur udah abegeh, ayah bunda baru belajar parenting dan baru faham mendidik anak secara islami, maka ada beberapa tips yang bisa dilakukan :
1. Sampaikan sejujurnya pada anak, ternyata ayah/bunda baru tahu, bahwa begini lho islam mengajarkan....sambil terus berdialog sesuai bahasa anak
2. Perbanyak aktifitas mendidik anak orang lain atau berkiprah di masyarakat, memberi kemanfaatan bagi orang lain. Bisa jadi hal itu menjadi jalan turunnya pertolongan Allah terhadap keluarga kita.
3. Tidak putus berdoa bagi anak keturunan kita.

Aktifitas mendidik yang melelahkan adalah ketika kita menyuruh anak setiap saat dan berulang-ulang. Anak tidak sepenuh hati mengerjakan tanggungjwabnya.
Jika hal ini terjadi, maka tanamkan pada anak bahwa menolong ayah/bunda pada dasarnya adalah bukan menolong ayah bunda. Tapi menolong diri sendiri.

Yang harus kita renungi :

Pertama, anak-anakmu bukan pilihanmu, mereka menjadi anak-anakmu bukan karena keinginan mereka tetapi takdir Allah.

Kedua, Karena apa yang Allah takdirkan untukmu, maka itu adalah Amanah yang harus ditunaikan.

Ketiga, orangtua lah yang ingin memiliki anak dan keinginan adalah janjimu kepada Allah dan Allah akan minta pertanggung jawabanmu.

Keempat, Allah tidak membebanimu melampaui kemampuanmu, maka bersungguh-sungguhlah.

21/10/2017
bersama Ustadzah Aisyah Zen Sukri S.Ag27 Maret 2017
21/10/2017

bersama Ustadzah Aisyah Zen Sukri S.Ag
27 Maret 2017

Address

Banjar Wijaya, Cluster Grassia
Tangerang
15142

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Majelis Ta'lim Muslimah Baitussalam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share