23/10/2017
Senin, 28 November 2016
Ustadzah Ratna D. Panjaitan
Baitussalam
Menghadapi & Mendidik Anak Tanpa Marah
Marah yang digarisbawahi disini adalah marah tercela karena hawa nafsu sehingga bersifat tidak produktif.
Terdapat 3 larangan yang tidak boleh dilakukan dalam mendidik anak yaitu marah, melarang, memerintah.
Siapkan segudang sabar pada jembatan surga kita.
Karena sebenarnya anak adalah cermin orangtuanya.
Jangan salahkan anak jika ia lambat menerima pelajaran.
Bisa jadi dulu ayah bundanya juga begitu
Jangan salahkan jika dia menjadi anak yang s**a memukul di sekolahnya.
Karena bisa jadi orangtuanya mengajari, "Nak, ayah memukul karena ayah sayang sama kamu".
Sehingga anak kehilangan orientasi. Anak menjadi anak yang bingung. Karena ia berpikir, "Ooh..kalau sayang itu kita harus mukul". Demikianlah akhirnya pendidikan itu menurun pada adiknya atau keturunannya kelak.
Jangan salahkan jika anak tidak mengenal dan mencintai Rabbnya.
Karena bisa jadi ayah bundanya sering mengancam jika anak tidak sholat, "Nanti masuk neraka lho...nanti dibakar lho di neraka karena gak sholat".
Tumbuhkan cinta itu dari sesuatu yang baik.
Namun jika semua sudah terlanjur...
Terlanjur udah abegeh, ayah bunda baru belajar parenting dan baru faham mendidik anak secara islami, maka ada beberapa tips yang bisa dilakukan :
1. Sampaikan sejujurnya pada anak, ternyata ayah/bunda baru tahu, bahwa begini lho islam mengajarkan....sambil terus berdialog sesuai bahasa anak
2. Perbanyak aktifitas mendidik anak orang lain atau berkiprah di masyarakat, memberi kemanfaatan bagi orang lain. Bisa jadi hal itu menjadi jalan turunnya pertolongan Allah terhadap keluarga kita.
3. Tidak putus berdoa bagi anak keturunan kita.
Aktifitas mendidik yang melelahkan adalah ketika kita menyuruh anak setiap saat dan berulang-ulang. Anak tidak sepenuh hati mengerjakan tanggungjwabnya.
Jika hal ini terjadi, maka tanamkan pada anak bahwa menolong ayah/bunda pada dasarnya adalah bukan menolong ayah bunda. Tapi menolong diri sendiri.
Yang harus kita renungi :
Pertama, anak-anakmu bukan pilihanmu, mereka menjadi anak-anakmu bukan karena keinginan mereka tetapi takdir Allah.
Kedua, Karena apa yang Allah takdirkan untukmu, maka itu adalah Amanah yang harus ditunaikan.
Ketiga, orangtua lah yang ingin memiliki anak dan keinginan adalah janjimu kepada Allah dan Allah akan minta pertanggung jawabanmu.
Keempat, Allah tidak membebanimu melampaui kemampuanmu, maka bersungguh-sungguhlah.