04/09/2026
Subhanallah… perjalanan kita sudah sampai di pekan ke-7. Kita sudah mengenal Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al-Malik, Al-Quddus, As-Salam, Al-Mu’min… dan hari ini kita masuk ke nama yang ke-7:
Al-Muhaimin — Allah Yang Maha Memelihara.
Bunda, pernahkah kita berpikir — siapa yang menjaga kita tidur setiap malam? Siapa yang memastikan jantung kita terus berdetak tanpa kita minta? Siapa yang mengawasi anak-anak kita bahkan saat kita tidak ada di sisi mereka?
Allah. Al-Muhaimin.
Dia yang Maha Mengawasi, Maha Memelihara segala sesuatu — setiap saat, tanpa jeda, tanpa lelah.
Allah berfirman dalam Surat Al-Hasyr ayat 23:
“Allah adalah Al-Muhaimin, Yang Maha Mengawasi dan memelihara segala sesuatu.”
Bunda, kalau Allah saja memelihara kita dengan begitu sempurna — sudahkah kita memelihara amanah yang Dia titipkan kepada kita?
Amanah itu banyak bentuknya. Ada amanah sebagai ibu — sudahkah kita benar-benar menjaga anak-anak kita, bukan hanya fisiknya tapi akhlak dan imannya? Ada amanah sebagai istri, sebagai pengurus organisasi, sebagai tetangga. Dan ada satu amanah yang sering kita lupakan — amanah digital. Apa yang kita tonton, apa yang kita baca, apa yang kita share di grup WA — semua itu juga amanah yang Allah awasi.
Maka pertanyaan renungan kita pekan ini: “Sudahkah aku menjaga amanah yang dititipkan padaku dengan sungguh-sungguh, sebagaimana Allah memeliharaku?”
Untuk amalan kita pekan ini ada tiga:
Pertama — evaluasi satu amanah dalam hidup kita, entah pekerjaan, keluarga, atau organisasi — yang mungkin selama ini kurang terjaga. Lalu buat satu langkah nyata untuk memperbaikinya minggu ini.
Kedua — biasakan membaca doa penjagaan setiap pagi: “Allahumma ihfaznii min baini yadayya wa min khalfii wa ’an yamiinii wa ’an syimaalii wa min fawqii…” — Ya Allah, jagalah aku dari segala arah. Karena kita tidak bisa menjaga diri sendiri tanpa pertolongan Al-Muhaimin.
Ketiga — periksa amanah digital kita minggu ini. Buka HP, lihat konten yang kita tonton, grup WA yang kita ikuti. Tanya pada diri sendiri: “Apakah semua ini terjaga dari hal yang tidak diridhai Allah?”
Perlahan tapi pasti kita lanjutkan perjalanan ini bersama, ya Bun.