10/08/2026
๐
๐๐๐ข๐๐๐๐ ๐ป๐๐๐๐๐ ๐๐๐ง๐ ๐๐ง ๐๐ข๐ญ๐ ๐๐๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐๐ค๐๐ง ๐ข๐ฎ๐ณ๐ช๐ป๐ช๐ฑ
"๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐: ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐.๐. ๐๐๐๐๐๐"
Selasa, 11 Agustus 2026
"๐บ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐
๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐" (๐จ๐๐๐๐ 24:16).
Sebagian orang memang lebih tangguh dibandingkan yang lainnya. Demikian halnya dengan George I. Butler, Ketua General Conference pada tahun 1888. Di saat-saat terakhirnya, ia dapat bersikap jujur tentang dirinya sendiri. Barangkali ia membuat analisis dirinya yang paling akurat dan tajam pada tahun 1886 ketika ia menulis: "Saya ... secara alami [memiliki] ... terlalu banyak sifat besi dalam diri saya" dan tidak cukup kasih Yesus. Ia menambahkan, "sekolah tempat saya telah dilatih untuk menghadapi segala macam pengaruh, sangat mendukung untuk melindungi sifat besi dalam diri saya dan membuat saya menjadi orang yang keras."
Pernyataan di atas itu dapat membantu kita memahami "ketangguhan" dari banyak pemimpin Advent abad kesembilan belas. Tidak mudah untuk memimpin gerakan kecil dan yang dianggap sepele dan yang tidak dapat keamanan duniawi serta hampir tidak memiliki lembaga untuk memberikan sesuatu yang dapat dibanggakan di era ketika kecewaan para pengikut Miller masih menjadi kenangan yang begitu jelas di antara masyarakat umum. Hanya pribadi yang berkemauan keraslah yang dapat berhasil ketika Butler mulai memegang jabatan administratif pertamanya. Tekad yang kuat merupakan kebutuhan mendasar bagi sebagian besar pendiri Advent sebelum Adventisme menjadi agama yang lebih "nyaman" dan lebih dihormati.
Butler memiliki apa yang dibutuhkan untuk bertahan hidup di era seperti itu, tetapi akibat yang harus ditanggung adalah "sifat besi" itu. Pada tahun 1886 ia menggambarkan dirinya sebagai orang yang "cukup siap untuk perintah bertempur." Merasa dirinya terlalu agresif di awal pertentangannya dengan Waggoner mengenai kitab Galatia, ia menulis kepada Ellen White bahwa "ia ingin menjadi seperti Yesusโbijaksana, sabar, baik hati, lemah lembut, [dan] jujur," dengan "cinta akan keadilan dan kejujuran kepada semua orang." Ia menyesalkan kenyataan "bahwa masih ada banyak sifat manusia yang tersisa dalam diri saya" dan bahwa "saya memiliki pergumulan besar dengan manusia lama saya." Butler ingin sifat besinya "mati, MATI SEPENUHNYA."
Saya rindukan seperti itu dalam hidup saya. Bagaimanapun, saya rindukan kepribadian yang lembut, penuh kasih, dan yang ditandai oleh kuasa Kristus dan Roh Kudus. Untuk menjadi pribadi yang demikian, saya memerlukan kuasa pengampunan dan kuasa untuk berubah seumur hidup. Dalam suratnya kepada J.H. Kellogg pada tahun 1905, Butler yang sudah tua itu menulis: "Saya menganggap Anda yang cukup tangguh, yang memikirkan diri sendiri. Apa yang pernah Anda katakan adalah tepat bahwa 'Anda sebaiknya berargumen dengan sebuah dinding daripada berargumen dengan ketua Butler, ketika ia sudah menetapkan pendapatnya.'"
Bapa di Surga, saya khawatir akan sifat Butler dalam diri saya. Tolonglah saya hari ini untuk MATI SEPENUHNYA.
Tuhan memberkati ๐