03/06/2026
RENUNGAN PAGI GMAHK
KAMIS, 04 JUNI 2026
"KESEHATAN ABAD KE-19: MASA LALU YANG MENGERIKAN-2"
Ulangan 23:12,13
"Di luar perkemahan itu haruslah ada bagimu suatu tempat ke mana engkau pergi untuk kada hajat. Di antara perlengkapanmu haruslah ada padamu sekop kecil dan apabila engkau jongkok kada hajat, haruslah engkau menggali lobang dengan itu dan menimbuni kotoranmu."
Anda mungkin menganggap ayat di atas sebagai ayat renungan yang aneh, tetapi Tuhan peduli dengan setiap aspek kehidupan kita. Jika orang-orang di sepanjang sejarah mengikuti perintah Alkitab tentang kesehatan masyarakat, maka cara itu dapat menyelamatkan jutaan nyawa dari penyakit dan epidemi. Jika itu adalah nyawa pasangan atau anak-anak Anda, pasti Anda akan melompat-lompat memuji Tuhan untuk ayat-ayat seperti Ulangan 23: 12, 13.
Sanitasi merupakan salah satu aspek masalah kesehatan di Amerika pada abad ke-19. Bahkan rumah-rumah kelas menengah dan atas pada umumnya masih memiliki jamban terbuka pada pertengahan abad tersebut. Kota New York, misalnya, hanya memiliki 10.388 jamban (ruangan toilet) pada tahun 1855. Dan rembesan jamban yang menumpuk menyebabkan beberapa masalah bakteri yang harus diperhatikan di air sumur.
Mengenai sampah, kota-kota tidak memiliki sistem untuk pengolahannya. Sebagian besar sampah berakhir di jalan dan menjadi tempat pesta-pora babi-babi liar. Pada tahun 1840-an, kota New York memiliki ribuan babi liar yang tidak diawasi untuk membantu menangani masalah tersebut.
Tentu saja, kotoran kuda yang ada di mana-mana menyebar terbawa air di sepanjang jalan-jalan yang umumnya tidak beraspal saat cuaca basah dan hancur menjadi debu beraroma kuat yang beterbangan ke mana-mana saat cuaca kering. Di jalan-jalan kota New York pada tahun 1900, kuda diperkirakan mengeluarkan sekitar 1.250 ton kotoran dan 230.000 liter air kencing setiap hari. H.L. Menken menggambarkan sebuah kota di Amerika sebagai kota "bau busuk yang pekat." Dan kehidupan di pedesaan tidak jauh lebih sehat, sebagian besar rumah dikelilingi oleh "hamparan lumpur dan pupuk kandang."
Kebiasaan meludah sembarang membuat ludah ada di mana-mana. Pada zaman sebelum ada rokok populer, orang Amerika membuang dahak tembakau kunyah di mana-mana, baik di dalam maupun di luar rumah, meskipun orang yang lebih maju sudah tidak lagi meludah di atas meja.
"Masa lalu yang indah" adalah masa ketidaktahuan-yaitu ketidaktahuan yang menelan korban jiwa yang besar. Epidemi demam kuning di Memphis, Tennessee, tahun 1878, misalnya, menewaskan 5.150 dari jumlah penduduk yang hanya 38.500 jiwa. Pada tahun yang sama, New Orleans diperkirakan kehilangan 3.977 jiwa. Namun, jumlah itu hanya setengah dari jumlah kematian akibat epidemi tahun 1853 di kota itu, yang menelan 7.848 korban jiwa. Orang-orang mengaitkan demam kuning dan epidemi lainnya dengan udara yang buruk, yang oleh pihak berwenang disebut "miasma." Oleh karena itu, orang-orang sering tidur di ruangan yang berventilasi buruk atau tidak berventilasi untuk menjaga kesehatan mereka.
Terima kasih, Tuhan, untuk hal-hal sederhana dalam kehidupan, seperti air bersih dan udara segar.
Tuhan memberkati🙏