03/08/2026
๐
๐๐๐ข๐๐๐๐ ๐ป๐๐๐๐๐ ๐๐๐ง๐ ๐๐ง ๐๐ข๐ญ๐ ๐๐๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐๐ค๐๐ง ๐ข๐ฎ๐ณ๐ช๐ป๐ช๐ฑ
"๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐"
Selasa, 04 Agustus 2026
"๐บ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐
๐๐ ๐๐
๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐
๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐. ๐น๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐
๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐
๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ป๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐-๐๐๐๐๐๐๐" (1 ๐ท๐๐๐๐๐ 1:24,25)
Antara tahun 1872 dan 1881, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh menyaksikan dua atau tiga pendirinya dimakamkan. Yang pertama adalah Joseph Bates, yang meninggal di Health Reform Institute di Battle Creek pada tanggal 19 Maret 1872, sesaat sebelum ulang tahunnya yang kedelapan puluh. Tokoh reformasi kesehatan itu telah menjalankan program kesehatan yang ketat hingga menjelang akhir hayatnya. Tahun-tahun terakhir hidupnya, ia mengadakan sedikitnya 100 Kebaktian Kebangunan Rohani selain hadir dan berbicara di pertemuan di gereja dan konferens setempat.
Prajurit tua itu menghadiri salah satu sesi General Conference terakhirnya setahun sebelum kematiannya. "Pertemuan tahunan itu," lapornya dengan gembira, "adalah pertemuan yang sangat menarik dan menggugah hati. Sungguh menggembirakan mendengar apa yang telah dicapai di tahun sebelumnya, dan mengetahui tentang kesempatan yang luas untuk pekerjaan misionaris dan panggilan yang mendesak untuk pekerjaan pelayanan di seluruh ladang panen yang luas." Bates sangat ingin menjawab panggilan itu, tetapi tidak bisa.
Dua belas tahun sebelum meninggal, ia mengakhiri pertemuan terakhirnya saat menutup pertemuan ini dengan doa: "Ya Tuhan, dalam nama Yesus yang kami kasihi, tolonglah kami, bersama umat terkasih ini, untuk memenuhi janji suci kami, dan biarlah semua umat-Mu yang tersisa, yang sedang menunggu, juga masuk ke dalam perjanjian dengan-Mu."
Sementara Bates berada dalam kondisi sehat hingga akhir hayatnya, tidak demikian yang terjadi bagi James White. Kerja berlebihan telah memicu serangkaian stroke yang melemahkan ajak pertengahan tahun 1860-an. Mengingat kondisi kesehatan yang sudah seperti itu, maka sungguh menakjubkan melihat betapa banyak hal yang terus dicapainya di sepanjang akhir tahun setelah ulang tahunnya yang keenam puluh pada hari Sabat itu telah dibaptis ulang setelah ulang tahunnya yang keenam puluh.
Ellen sangat menyadari hidup saya begitu terikat atau terjalin dengan hidup suaminya sehingga hampir mustahil bagi saya untuk hidup berarti tanpa dia" (Lt 17, 1881).
Enam belas tahun kemudian ia menulis: "Betapa saya merindukannya! Betapa saya merindukan kata-kata nasihat dan kebijaksanaannya! Betapa saya merindukan doa-doanya yang memohon terang dan bimbingan, untuk memohon kekuatan terang dan bimbingan, untuk memohon kekuatan agar tahu bagaimana merencanakan dan menyusun pekerjaan!" (2SM 259).
Dalam keadaan seperti itulah penghargaan untuk kerinduan dan kedatangan Tuhan sangat diperlukan. Bersama Ellen, kita juga menantikan ucapan selamat dan pagi kebangkitan itu, bukan hanya dari suaminya dan Bates, tetapi juga dari orang-orang yang kita kasihi.
Tuhan memberkati ๐