Sarapan Pagi Ministry

Sarapan Pagi Ministry Motivasi Iman Kristen✓
Pengajaran✓
Like✓
Komen✓
Share✓
Follow di Reels/Akun✓ Perhatikan:

Kata Ibrani HU YESHUFEKHA (Dia (He) akan meremukan kepala kamu).

PENGHARAPAN PADA SANG MESIAS
(HATIQ'VAH LAMASIAKH)

Kejadian 3:15, Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya. Hebrew:
VE'EIVAH (dan permusuhan Harfiah: dan balas dendam kesumat berdarah) 'ASH*T BEIN'KHA 'UVE' IN HA'ISHAH (Aku akan mengadakan diantara engkau dan

diantara perempuan itu) 'UVE'IN ZARAKHA (dan diantara keturunanmu (benihmu) UVE'IN ZAR'AH (dan diantara keturunannya (benihnya) HU (Dia) YESHUFEKHA (Dia (He) akan meremukkan kamu) ROSH (pada kepala) VE'ATAH (dan kamu) TESHUFENU (engkau akan meremukkan Dia) AQEV (pada) tumit)

Kata VE'EIVAH ( permusuhan/ perseteruan ) ini mempunyai makna yang sangat dalam, dari Shores/akar kata - 'EYVAH , yang maknanya adalah "permusuhan/ perseteruan/ balas dendam kesumat berdarah" yang ada di lubuk hati manusia. Kejadian 3:15 adalah janji Allah yang pertama yaitu "kabar baik (Injil) yang diberikan setelah Dosa Adam dan Hawa memakan buah terlarang di Taman Eden. Merujuk bahwa yang akan meremukkan kepala ular adalah seseorang keturunan dari perempuan yang kelak akan melahirkan Mesias (yang dalam Iman kita Merujuk kepada Yesus Kristus)

KETURUNAN PEREMPUAN DARI GARIS "TUMIT"
Tampaknya Allah secara khusus menyebut kata "Tumit" (Ibrani: 'AQEV) yang ada hubungannya dengan nama Yakub ( YA'AQOV) dalam menubuatkan keturunan perempuan yang kelak akan menjadi Sang Penebus Dosa yang terjadi sejak kejatuhan Adam itu. Bahwa Mesias, Sang Penebus Dosa itu lahir dari garis keturunan Abraham dari garis Yakub (Ibrani, YA'AQOV) yang namanya berasal dari akar kata 'AQEV. Jadi, bukan suatu kebetulan bahwa Sang Mesias itu lahir dari garis Yakub (yang juga disebut Israel) (band. Yohanes 4:22, "sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi"

Injil Yang Pertama (BESORAT HARISHONAH)

Bapa Gereja Irenaeus menyebut Kejadian 3:15 sebagai “prôtoeuanggelion", bahasa Ibrani BESHORAT HARISHONAH atau dalam istilah Latin: "Protoevangelium" artinya: "Injil yang Pertama" atau "Kabar Baik yang pertama" pernyataan Allah ttg rencana Keselamatan. Yaitu Firman Allah yang Nuzul/dilahirkan ke bumi untuk misi keselamatan manusia dari hukuman dosa yaitu kematian kekal. Kemudian "prôtoeuanggelion" menjadi istilah dalam ilmu Theology. Istilah tsb. berasal dari penggabungan kata Yunani prôtos (pertama) dan euaggelion, dibaca euangelion, artinya: Kabar Baik atau Injill. Disebut sebagai "Injil yang pertama" (prôtoeuanggelion) atau disebut dengan istilah latin "Protevangelium" sebab di dalam ayat itu terkandung janji pertama mengenai penebusan di dalam Alkitab kita. Dan hal-hal yang kemudian terjadi setelah ayat ini ditulis di dalam Alkitab ini mengalir dari pernyataan yang dinyatakan Allah di dalam
Kejadian 3:15. Seorang Pengkhotbah besar Inggris Charles Simeon meyebut ayat ini sebagai "ringkasan dari seluruh Alkitab" ada juga yang menyebutkan "fondasi dari semua berita Alkitab", ada lagi yang menyebutkan sebagai sebuah "tugu pernyataan" dari semua janji-janji Allah. Ini adalah sebuah "Kabar Baik" yang pertama bahwa Yesus Kristus adalah yang disebut sebagai Keturunan perempuan pada suatu hari nanti, “Dia lahir dari seorang perempuan” Matius 1:20 Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudu Yesaya 7:14
Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. Dan kelahiran-Nya ke bumi itu untuk menghancurkan kepala ular. Dalam proses "tumit" nya akan memar/ hancur itu merujuk kepada peristiwa di kayu salib. Singkatnya, ayat ini menubuatkan bahwa akan ada seorang Penebus yang memenangkan pertarungan atas karya Iblis. Namun di dalam kemenangan-Nya dari Iblis itu, Sang Penebus ini akan terluka. Hal ini merujuk kepada luka, bilur-bilur dan darah yang mengalir di kayu salib sampai pada kematian-Nya. Nubuat Mikha 4:8 Pengharapan Pada SANG MESIAS

Mikha 4:8, Dan engkau, hai (VE'ATAH MIG’DAL-‘EDER-Menara Kawanan Domaba) , hai Bukit puteri Sion, kamu akan datang dan akan kembali pemerintahan yang dahulu, kerajaan atas puteri Yerusalem. Targum Yonathan menerjemahkan frasa VE'ATAH MIGDAL 'EDER (Hai kamu Menara Kawanan Domba) dalam Mikha 4:8 sebagai personifikasi Mesias: VE'AT MESHIKHA DE'ISRA'EL (Hai Mesias Israel)
Menara Migdal-Eder ini pada abad-abad pertama Masehi adalah suatu tempat khusus untuk mengurung "kawanan domba-domba" yang kelak akan dipilih menjadi korban di Bait Allah di Yerusalem di mana telah ditempatkan oleh tradisi sejak zaman Nabi Yeremia . Beberapa penafsir Merujuk Mikha 4:8 sebagai suatu nubuat yang mengindikasikan bahwa sang Mesias akan dinyatakan dari "Menara Kawanan Domba" (Migdal-Eder) yang berkaitan dengan kota Betleham , di sebelah tenggara Yerusalem. Kejadian 35:21 Sesudah itu berangkatlah Israel, lalu ia memasang kemahnya di seberang Migdal-Eder
Targum Jonathan (dalam bahasa Aram)
ARAM: UNETAL YA'AQOV - Dan berangkatlah Yakub UF'RAS LEMASH'KENEYHA - dan memasang kemahnya MIN LEHALE LEMAG'DELA DE'EDER - di seberang migdal eder 'AT'RA DEMITAMAN 'ATIT DEIT'GELEY MAL'KA MESHIHA - tempat dimana Sang Raja Mesias akan menampakkan diri-Nya BESOF YOMAYA - pada hari-hari terakhir. MIG;DAL-EDER - Menara Kawanan Domba ini pada abad-abad pertama Masehi adalah suatu tempat khusus untuk mengurung "kawanan domba-domba" yang kelak akan dipilih menjadi korban di Bait Allah di Yerusalem. Yesus merupakan anak domba yang disediakan Allah untuk dikorbankan. Melalui kematian-Nya, Yesus menghapusan dosa dan membuka jalan menuju kepada Allah. Sosok Sang Mesias - Pemerintahan-Nya sejak Purbakala (Kekekalan)
Mikha 5:1 , (a) Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, (b) MIM'KHA LI YETSE (dari Anda (bangsa Yahudi) dia akan keluar bagi-Ku) LIH'YOT (untuk menjadi) (MOSHEL BEYIS’RA;EL – yang sedang memerintah Israel) (‘UMOTSA’OTAV – dan kemunculan-kemunculan-Nya) (MIQEDEM- dari sejak dahulu kala (kekekalan)) (MIMEY 'OLAM - dari zaman kekekalan)

Sosok MOSHEL ini adalah Pribadi yang sering muncul pada zaman dahulu kala untuk menyapa umat-Nya adalah Theofani atau Kristifani (Perwujudan Yesus Kriatus Sebagagai MAL’AKH ADONAY sebelum di lahirkan menjadi manusia) dan pernah berjumapa dengan para Tokok-tokoh Alkitab serperti Musa, Abraham/Ibrahim Yakub dan Siti Hagar yang melahirkan (YISH'MA'EL-Ismael) dan keturunannya. Migdal Eder "Menara Penjagaan, bukan untuk ternak biasa tetapi pilihan yang dipersiapkan/dirawat secara kusus untuk Korban Penghapus Dosa. Kejadian 3:15 merupakan "Injil" (kabar baik) yang pertama yaitu pemberitahuan (yang bersifat nubuat) mengenai pergumulan panjang, permusuhan terus-menerus, yang melukai di dua belah pihak. Dimana, “ Keturunannya ( Yesus) , akan meremukkan kepalamu (mengalahkan total), dan engkau akan meremukan tumitnya (melukainya).”

Dan benar bahwa Sang Mesias mati atas dosa yang dilakukan manusia Dia memang mati, namun tidak selamanya mati, Dia bangkit pada hari yang ketiga. Bahwa darah Kristus itu dapat membereskan hutang dosa yang diperbuat manusia, dengan mengorbankan-Nya di kayu salib satu kali untuk selama-lamanya. Kemenangan di pihak keturunan perempuan, yaitu Yesus Sang Mesias kemenangan ini dinikmati semua manusia yang percaya kepada Kristus memperoleh keselamatkan selama-lamanya (kehidupan kekal)

Ev. Yunus Mone
Elohim Yevarekh Ot’kha

31/12/2025

Aksi sekelompok orang yang melakukan zikir di kawasan Candi Prambanan menimbulkan perhatian publik karena dilakukan di ruang yang memiliki makna sejarah dan religius berbeda.

Bukan soal menilai zikir sebagai praktik ibadah karena setiap agama berhak menjalankan keyakinannya melainkan soal kepantasan ruang dan etika kebersamaan dalam masyarakat majemuk.

Dalam kehidupan berbangsa, toleransi bukan hanya soal kebebasan beribadah, tetapi juga tenggang rasa terhadap ruang sakral dan simbol umat lain. Ketika praktik keagamaan dilakukan tidak pada tempat yang semestinya, ia berpotensi menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan melukai perasaan kolektif.

Filsafat etika sosial menegaskan: kebebasan selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab.

Indonesia berdiri di atas kesadaran saling menghormati. Menjaga harmoni antarumat beragama berarti memahami batas, konteks, dan sensitivitas bersama.

Ibadah yang tulus tidak membutuhkan panggung yang memicu polemik; ia justru menemukan keindahannya ketika dilakukan dengan kearifan, kesadaran, dan rasa hormat terhadap sesama.
🕊️🏛️🤝



15/12/2025

Sebelum Gempa dan Tsunami Aceh 2004, sejumlah gereja di wilayah tersebut diruntuhkan dan pelarangan ibadah terjadi. Pada Desember 2004, bencana besar mengguncang ribuan jiwa melayang.

Kini, Desember 2025, banjir bandang dan longsor kembali menerpa wilayah Sumatera.

Apakah ini hanya gejala alam? Atau ada panggilan ilahi untuk kembali pada kasih, hormat, dan toleransi antar umat beragama?

Mari kita saling menghargai, mendoakan, dan mendukung satu sama lain demi damai sejati.



Bagian 14

15/12/2025

Sebelum Gempa dan Tsunami Aceh 2004, sejumlah gereja di wilayah tersebut diruntuhkan dan pelarangan ibadah terjadi. Pada Desember 2004, bencana besar mengguncang ribuan jiwa melayang.

Kini, Desember 2025, banjir bandang dan longsor kembali menerpa wilayah Sumatera.

Apakah ini hanya gejala alam? Atau ada panggilan ilahi untuk kembali pada kasih, hormat, dan toleransi antar umat beragama?

Mari kita saling menghargai, mendoakan, dan mendukung satu sama lain demi damai sejati.



Bagian 13

15/12/2025

Sebelum Gempa dan Tsunami Aceh 2004, sejumlah gereja di wilayah tersebut diruntuhkan dan pelarangan ibadah terjadi. Pada Desember 2004, bencana besar mengguncang ribuan jiwa melayang.

Kini, Desember 2025, banjir bandang dan longsor kembali menerpa wilayah Sumatera.

Apakah ini hanya gejala alam? Atau ada panggilan ilahi untuk kembali pada kasih, hormat, dan toleransi antar umat beragama?

Mari kita saling menghargai, mendoakan, dan mendukung satu sama lain demi damai sejati.



Bagian 12

15/12/2025

Sebelum Gempa dan Tsunami Aceh 2004, sejumlah gereja di wilayah tersebut diruntuhkan dan pelarangan ibadah terjadi. Pada Desember 2004, bencana besar mengguncang ribuan jiwa melayang.

Kini, Desember 2025, banjir bandang dan longsor kembali menerpa wilayah Sumatera.

Apakah ini hanya gejala alam? Atau ada panggilan ilahi untuk kembali pada kasih, hormat, dan toleransi antar umat beragama?

Mari kita saling menghargai, mendoakan, dan mendukung satu sama lain demi damai sejati.



Bagian 11

15/12/2025

Sebelum Gempa dan Tsunami Aceh 2004, sejumlah gereja di wilayah tersebut diruntuhkan dan pelarangan ibadah terjadi. Pada Desember 2004, bencana besar mengguncang ribuan jiwa melayang.

Kini, Desember 2025, banjir bandang dan longsor kembali menerpa wilayah Sumatera.

Apakah ini hanya gejala alam? Atau ada panggilan ilahi untuk kembali pada kasih, hormat, dan toleransi antar umat beragama?

Mari kita saling menghargai, mendoakan, dan mendukung satu sama lain demi damai sejati.



Bagian 10

15/12/2025

Sebelum Gempa dan Tsunami Aceh 2004, sejumlah gereja di wilayah tersebut diruntuhkan dan pelarangan ibadah terjadi. Pada Desember 2004, bencana besar mengguncang ribuan jiwa melayang.

Kini, Desember 2025, banjir bandang dan longsor kembali menerpa wilayah Sumatera.

Apakah ini hanya gejala alam? Atau ada panggilan ilahi untuk kembali pada kasih, hormat, dan toleransi antar umat beragama?

Mari kita saling menghargai, mendoakan, dan mendukung satu sama lain demi damai sejati.



Bagian 9

15/12/2025

Sebelum Gempa dan Tsunami Aceh 2004, sejumlah gereja di wilayah tersebut diruntuhkan dan pelarangan ibadah terjadi. Pada Desember 2004, bencana besar mengguncang ribuan jiwa melayang.

Kini, Desember 2025, banjir bandang dan longsor kembali menerpa wilayah Sumatera.

Apakah ini hanya gejala alam? Atau ada panggilan ilahi untuk kembali pada kasih, hormat, dan toleransi antar umat beragama?

Mari kita saling menghargai, mendoakan, dan mendukung satu sama lain demi damai sejati.



Bagian 8

15/12/2025

Sebelum Gempa dan Tsunami Aceh 2004, sejumlah gereja di wilayah tersebut diruntuhkan dan pelarangan ibadah terjadi. Pada Desember 2004, bencana besar mengguncang ribuan jiwa melayang.

Kini, Desember 2025, banjir bandang dan longsor kembali menerpa wilayah Sumatera.

Apakah ini hanya gejala alam? Atau ada panggilan ilahi untuk kembali pada kasih, hormat, dan toleransi antar umat beragama?

Mari kita saling menghargai, mendoakan, dan mendukung satu sama lain demi damai sejati.



Bagian 7

15/12/2025

Sebelum Gempa dan Tsunami Aceh 2004, sejumlah gereja di wilayah tersebut diruntuhkan dan pelarangan ibadah terjadi. Pada Desember 2004, bencana besar mengguncang ribuan jiwa melayang.

Kini, Desember 2025, banjir bandang dan longsor kembali menerpa wilayah Sumatera.

Apakah ini hanya gejala alam? Atau ada panggilan ilahi untuk kembali pada kasih, hormat, dan toleransi antar umat beragama?

Mari kita saling menghargai, mendoakan, dan mendukung satu sama lain demi damai sejati.



Bagian 6

15/12/2025

Sebelum Gempa dan Tsunami Aceh 2004, sejumlah gereja di wilayah tersebut diruntuhkan dan pelarangan ibadah terjadi. Pada Desember 2004, bencana besar mengguncang ribuan jiwa melayang.

Kini, Desember 2025, banjir bandang dan longsor kembali menerpa wilayah Sumatera.

Apakah ini hanya gejala alam? Atau ada panggilan ilahi untuk kembali pada kasih, hormat, dan toleransi antar umat beragama?

Mari kita saling menghargai, mendoakan, dan mendukung satu sama lain demi damai sejati.



Bagian 5

15/12/2025

Sebelum Gempa dan Tsunami Aceh 2004, sejumlah gereja di wilayah tersebut diruntuhkan dan pelarangan ibadah terjadi. Pada Desember 2004, bencana besar mengguncang ribuan jiwa melayang.

Kini, Desember 2025, banjir bandang dan longsor kembali menerpa wilayah Sumatera.

Apakah ini hanya gejala alam? Atau ada panggilan ilahi untuk kembali pada kasih, hormat, dan toleransi antar umat beragama?

Mari kita saling menghargai, mendoakan, dan mendukung satu sama lain demi damai sejati.



Bagian 4

Address

Jalan H Cari Gang Sanan Pondok Kacang Barat
Tangerang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sarapan Pagi Ministry posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share