GSKI "Berea" Tangerang.

GSKI "Berea" Tangerang. Ibadah Raya : Minggu, 10.00 WIB
Ibadah Sekolah Minggu, 10.00 WIB
WA 087880202381


Jl. Mutiara Raya,Ruko pasar Modern mutiara Karawaci Tangerang. Blok B-51.

04/06/2026

๐•ฝ๐–Ž๐–Œ๐–๐–™๐–Š๐–”๐–š๐–˜๐–“๐–Š๐–˜๐–˜ ๐•บ๐–‹ ๐•ฎ๐–๐–—๐–Ž๐–˜๐–™:

Menjadi umat yang terpilih masuk Kerajaan Surga tidak tergantung pada kedaulatan Allah semata-mata, tetapi respons manusia itu sendiri.

05 Juni 2026
Pdt. Dr. Erastus Sabdono

04/06/2026

๐“๐‘๐”โœ๏ธ๐‡ ๐ƒ๐€๐ˆ๐‹๐˜
๐„๐๐‹๐ˆ๐†๐‡๐“๐„๐๐Œ๐„๐๐“
05 Juni 2026

*KESOMBONGAN*

Kata ptokoi dalam Ucapan Bahagia tidaklah dikaitkan dengan harta. โ€œBerbahagialah orang yang miskin di hadapan Tuhanโ€ tidak hanya ditujukan kepada orang yang miskin secara harta, tetapi juga kepada orang-orang yang tidak berdaya, walaupun secara materi ia kuat. Mengapa orang kaya sukar masuk surga? Karena ketika ia merasa kuat, kekayaan tersebut menjadi andalan dan kekuatannya; maka terkutuklah orang yang mengandalkan kekuatan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri atau yang mengandalkan kekuatan di luar Tuhan. Kesombongan dapat berangkat dari beberapa landasan. Pertama, *orang yang tidak mengakui bahwa keberadaannya itu dari Tuhan.* Kedua, *kesombongan juga dapat berangkat dari seseorang yang merasa mampu hidup tanpa Tuhan.*

Namun, jika kita melihat secara jujur fakta hidup, kita tidak bisa menjadi sombong. Orang bisa memiliki banyak uang, tetapi banyak kejadian atau peristiwa terjadi di luar prediksi; manusia itu sangatlah terbatas. Walaupun mempunyai kekuatan finansial, haruslah diingat bahwa hal itu tidak bisa menjawab kebutuhan kekal. Kesombongan berangkat dari ketidaksadaran bahwa keberadaannya itu hanya karena anugerah Tuhan. Kesombongan juga berangkat dari perasaan mampu menjalani hidup secara mandiri. Memang tidak bisa dibantah bahwa orang yang mempunyai uang akan merasa mampu menghadapi hidup dengan kekuatan uang; uang juga memiliki kekuatan sosial yang luar biasa.

Tanpa disadari, orang yang memiliki kekuatan uang, ketika menjalani hidup dan membuktikan bahwa kekuatan uang bisa menyelesaikan segala sesuatu, maka irama jiwanyaโ€”yang terbiasa melihat segala sesuatu dapat diselesaikan dengan kekuatan uang yang dimilikinyaโ€”akan menganggap bahwa semuanya bisa ia selesaikan. Padahal, kebutuhan kekalnya tidak bisa dijawab dengan uang. Mungkin nanti pada hari tuanya ia mulai menyumbang gereja, membangun rumah ibadah, membuat foundation, mulai beramal; tetapi itu tidak menjawab, sebab keselamatan adalah dikembalikannya manusia kepada rancangan Allah semula, dan hal ini tidak bisa ditempuh dengan cara menyuap Tuhan.

Supaya tidak menjadi sombong, kita harus selalu mengingat dua hal ini, yaitu: Pertama, banyak kejadian atau peristiwa yang bisa terjadi di luar prediksi kita. Namun, apabila kita berada dalam genggaman tangan Tuhan, percayalah kita akan aman sampai kapan pun. Oleh karena itu, persekutuan dengan Tuhan adalah segalanya. Walaupun keadaan kita seperti telur yang berada di ujung tanduk, apabila Tuhan menggenggam kita, kita tetap aman. Kedua, yang dapat menjawab kebutuhan kekal kita hanyalah Tuhan semata, sehingga kita sungguh-sungguh dapat berkata, โ€œSelain Engkau, tidak ada yang kuingini di bumi.โ€

Kalimat โ€œmiskin di hadapan Tuhanโ€โ€”dari bahasa aslinya ptokoi to pneumati (ฯ€ฯ„ฯ‰ฯ‡ฮฟแฝถ ฯ„แฟท ฯ€ฮฝฮตแฝปฮผฮฑฯ„ฮน)โ€”dapat diterjemahkan secara bebas sebagai miskin dalam roh. Ayat itu secara tidak langsung menggiring orang untuk tidak mengaitkan hal ini dengan berkat jasmani. Kata ptokoi itu sendiri memiliki pengertian yang lebih luas daripada penikros dan penes tadi.

Namun sebelumnya, kita harus mengerti terlebih dahulu apa itu basileia ton ouranon (ฮฒฮฑฯƒฮนฮปฮตแฝทฮฑ ฯ„แฟถฮฝ ฮฟแฝฯฮฑฮฝแฟถฮฝ) yang diterjemahkan sebagai Kerajaan Surga. Apa bedanya Kerajaan Allah dan Kerajaan Surga? Selain karena penulisan dalam kitab Matius ditujukan kepada para pembaca Yahudi yang menghormati nama โ€œYHWHโ€ secara literal, penggunaan frasa โ€œKerajaan Surgaโ€ lebih menunjuk kepada penyataan dari Kerajaan Tuhan Yesus di langit dan bumi baru.

Tentu saja kedua frasa ini tidak memiliki perbedaan yang signifikan, sebab keduanya memiliki satu unsur yang sama, yaitu pemerintahan Allah. Baik Kerajaan Allah maupun Kerajaan Surga, keduanya memiliki unsur kuat yang sama, yaitu pemerintahan Allah, di mana Allah memerintah sebagai Penguasa tertinggi. Namun, sekali lagi ditekankan bahwa penggunaan kata โ€œSurgaโ€ lebih menunjuk kepada suasana, selain kepada pemerintahan Allah, yaitu suasana dan penyataan-Nya secara fisik. Sedangkan Kerajaan Allah lebih menunjuk kepada pemerintahan Allah dan pengaturan Tuhan, yang bukan hanya akan terwujud nanti, tetapi juga sekarang.

Tuhan Yesus memberkati๐Ÿ™

SESEORANG YANG TIDAK MENGAKUI BAHWA KEBERADAANNYA ITU DARI TUHAN DAN MERASA MAMPU HIDUP TANPA TUHAN, ITU KESOMBONGAN.

03/06/2026

๐•ฝ๐–Ž๐–Œ๐–๐–™๐–Š๐–”๐–š๐–˜๐–“๐–Š๐–˜๐–˜ ๐•บ๐–‹ ๐•ฎ๐–๐–—๐–Ž๐–˜๐–™:

Jika kita sudah menyerahkan hati dan hidup kita kepada Tuhan, barulah kita memiliki panggilan surgawi.

04 Juni 2026
Pdt. Dr. Erastus Sabdono

03/06/2026

๐“๐‘๐”โœ๏ธ๐‡ ๐ƒ๐€๐ˆ๐‹๐˜
๐„๐๐‹๐ˆ๐†๐‡๐“๐„๐๐Œ๐„๐๐“
04 Juni 2026

*BELUM TERCANDUI KEBENARAN*

Betapa konyol keadaan orang yang tidak menyadari kemiskinan rohaninya. Selain tidak mau mendengar, mereka juga tidak mau dibentuk lewat pengalaman hidup dan fokusnya hanya kepada perkara dunia. Contoh tersebut terdapat dalam Lukas 12:13-21, bagaimana mereka terbebas secara ekonomi, bebas dari karier yang menurun, memperbaiki reputasinya, tetapi tidak memperbaiki pribadinya. Ketika orang tidak menyadari kemiskinannya, maka yang diperbaiki itu ekonominya, kariernya, studinya; dan kalau ada masalah rumah tangga, minta didoakan. Kita harus memperbaiki batin kita agar kita tidak seperti sosok dalam Wahyu 3:17, di mana Tuhan berkata bahwa kita ini seperti orang yang buta, telanjang, miskin, dan melarat, tetapi kita tidak sadar akan keadaan diri dan justru merasa hebat.

*Banyak orang belum tercandui oleh kebenaran sehingga mereka tidak merasa haus dan lapar akan kebenaran; akibatnya, hatinya susah dibentuk.* Sejatinya, teologi yang benar adalah teologi yang akan mengubah karakter seseorang, menuntut implikasi dan aplikasi yang konkret; teologi yang akan mengubah kita menjadi seperti Tuhan Yesus, mengubah manusia berkodrat dosa menjadi manusia Allah. Apabila kita mengingat pengurbanan Tuhan di kayu salib, hendaknya kita meratapi diri sendiri dan bukan hanya meratapi Tuhan Yesus yang mati di kayu salib. Dalam 1 Timotius 6:6-10 dikatakan bahwa akar segala kejahatan ialah cinta uang, karena cinta uang membuat seseorang menyangkali imannya dan membinasakan dirinya. Uang tidak akan pernah bisa menolong. Kita harus peka mendengar suara Tuhan sehingga bisa mempergunakan uang kita sesuai dengan kehendak Tuhan, bukan untuk mencari barang-barang bermerek.

*Kita harus berani untuk tidak mempunyai keinginan sehingga kita bisa merdeka.* Jika kita sudah menyerahkan hati dan hidup kita kepada Tuhan, barulah kita memiliki panggilan surgawi. Kita harus peka terhadap Tuhan; uang itu ada di tangan kita atau tidak, tidak menjadi masalah, karena kebahagiaan kita bukan terletak pada uang. Bagaimana caranya supaya kita tidak cinta uang? Bicaralah jujur kepada Tuhan dan katakan bahwa kita memang masih cinta uang, tetapi kita mau melupakan masa lalu dan meninggalkannya. Cara kita berhenti dari cinta uang ialah dengan mendengar firman yang murni, merasakan kehadiran Tuhan, dan terus-menerus cara berpikir kita diubah sampai kita bisa melupakan dan meninggalkan manusia lama kita, sampai akhirnya kita bisa mengingini Tuhan saja dan benar-benar menjadi orang miskin yang berbahagia di hadapan Tuhan.

Kita tidak boleh menganggap sepele pernyataan ini. Ini adalah sebuah pernyataan yang luar biasa. Di dalam bahasa Yunani ada beberapa kata yang dapat diterjemahkan โ€œmiskin,โ€ yaitu: pertama, penikros (ฯ€ฮตฮฝฮนฯ‡ฯแฝนฯ‚). Kata ini menunjuk arti miskin dalam kaitannya dengan harta duniawi atau kemiskinan secara finansial, miskin dalam pengertian umum. Ketika Tuhan Yesus menunjuk dalam Lukas 21:2 kepada janda yang miskin, kata โ€œmiskinโ€ di situ menggunakan kata penikros, yaitu miskin secara harta atau miskin dalam pengertian umum.

Kedua, penes (ฯ€แฝณฮฝฮทฯ‚). Kata penes juga berarti miskin, tetapi masih memiliki kemampuan untuk menghidupi diri sendiri dengan bekerja. Ada orang-orang miskin di sekitar kita, walaupun mungkin gali lubang tutup lubang, tetapi masih bisa bertahan hidup. Ketiga, ptokoi (ฯ€ฯ„ฯ‰ฯ‡ฮฟแฝถ). Ketika Tuhan menggunakan kata ptokoi, ini menunjukkan suatu kemiskinan yang sangat ekstrem. Kata ini juga berarti ketidakberdayaan.

Tuhan Yesus memberkati๐Ÿ™

BANYAK ORANG BELUM TERCANDUI OLEH KEBENARAN SEHINGGA MEREKA TIDAK MERASA HAUS DAN LAPAR AKAN KEBENARAN; AKIBATNYA, HATINYA SUSAH DIBENTUK.

03/06/2026

๐๐ฎ๐จ๐ญ๐ž ๐จ๐Ÿ ๐ญ๐ก๐ž ๐๐š๐ฒ:

Salah satu ciri orang yang mengasihi Tuhan adalah ia tidak terpengaruh oleh keadaan apa pun tanpa mempersalahkan Tuhan.

04 Juni 2026
Pdt. Dr. Erastus Sabdono

02/06/2026

๐๐ฎ๐จ๐ญ๐ž ๐จ๐Ÿ ๐ญ๐ก๐ž ๐๐š๐ฒ:

Damai sejahtera Tuhan dalam kita tidak bisa dipisahkan dari kualitas hubungan kita dengan Tuhan.

03 Juni 2026
Pdt. Dr. Erastus Sabdono

02/06/2026

๐•ฝ๐–Ž๐–Œ๐–๐–™๐–Š๐–”๐–š๐–˜๐–“๐–Š๐–˜๐–˜ ๐•บ๐–‹ ๐•ฎ๐–๐–—๐–Ž๐–˜๐–™:

Kita harus selalu jujur mengoreksi diri dan menyadari keadaan kita yang belum menjadi seperti yang Tuhan kehendaki.

03 Juni 2026
Pdt. Dr. Erastus Sabdono

02/06/2026

๐“๐‘๐”โœ๏ธ๐‡ ๐ƒ๐€๐ˆ๐‹๐˜
๐„๐๐‹๐ˆ๐†๐‡๐“๐„๐๐Œ๐„๐๐“
03 Juni 2026

*MISKIN DI HADAPAN TUHAN*

Matius 5:3
โ€œBerbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.โ€

Orang yang miskin di hadapan Tuhan artinya orang yang menyadari bahwa ia tidak akan bisa mencapai Tuhan dengan kemampuannya sendiri; sebab bagaimanapun, keselamatan membutuhkan anugerah, dan tanpa anugerah tidak ada keselamatan. Anugerah berarti pemberian yang cuma-cuma, pemberian dari seseorang kepada objek yang lebih rendah derajatnya atau suatu pemberian yang memuat sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh penerimanya. Maka, keselamatan haruslah dipahami secara benar, yaitu usaha Tuhan menyelamatkan manusia; ada satu garis dari atas ke bawah. Sedangkan agama pada umumnya bisa digambarkan dengan garis dari bawah ke atas, yaitu usaha manusia untuk mencapai Allah, hal yang tidak akan bisa terjadi.

Keselamatan adalah suatu anugerah; tanpa anugerah tidak ada seorang pun yang bisa mencapai Tuhan. Orang yang miskin di hadapan Tuhan adalah orang yang sadar bahwa dengan kekuatannya sendiri manusia tidak bisa mencapai Tuhan. *Miskin di hadapan Tuhan juga berarti kesadaran bahwa keadaan kita belum seperti yang Tuhan kehendaki.* Kita harus selalu merasa miskin di hadapan Allah; kita harus selalu merasa sebagai orang-orang yang sakit, sebab hanya orang sakit yang membutuhkan dokter atau tabib. Ironisnya, banyak orang memfokuskan hidupnya hanya pada pemenuhan kebutuhan jasmani dan tidak mempersoalkan masalah batin, masalah jiwa; suatu pemenuhan kebutuhan rohani yang hanya bisa diselesaikan oleh Tuhan. *Celakalah apabila seseorang sudah merasa puas diri atau ia tidak merasa miskin di hadapan Tuhan; maka ia seperti orang sehat yang tidak membutuhkan tabib.*

Dalam Matius 18:1-5 Tuhan berkata, โ€œBarangsiapa tidak bertobat dan tidak menjadi seperti anak kecil ini, ia tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.โ€ Jadi, Tuhan menghendaki agar kita memiliki hati yang mudah dibentuk. Syarat untuk bisa masuk ke dalam Kerajaan Surga haruslah hati yang mudah dibentuk, seperti anak kecil. Anak kecil di sini bukan childish atau kekanak-kanakan, melainkan menjadi seperti anak-anak, yaitu pribadi yang rela atau bersedia dibentuk, mau dinasihati, mau ditegur. Betapa bahayanya kalau seseorang sudah berusia lanjut, merasa memiliki pengalaman, mempunyai prestasi tinggi, kaya, dan berkedudukan terhormat, di mana orang-orang seperti ini biasanya sukar diubah.

Tuhan sering berbicara dan menegur kita melalui berbagai peristiwa. Apabila Tuhan bisa memakai mulut keledai, maka Tuhan juga bisa memakai mulut siapa saja. Namun, kadang-kadang arogansi kitalah yang menutup hati kita untuk mendengar suara dan teguran Tuhan tersebut. *Kita harus selalu jujur mengoreksi diri dan menyadari keadaan kita yang belum menjadi seperti yang Tuhan kehendaki.* Dan kita harus serius mulai dari menit ke menit, jam ke jam, minggu ke minggu, bulan ke bulan, tahun ke tahun, sampai bisa menjadi seperti yang Tuhan kehendaki. Kecenderungan banyak orang adalah menjadi puas diri dengan apa yang sudah dicapai. Apalagi kalau kita membandingkan diri kita dengan orang lain, maka kita akan berhenti bertumbuh.

Orang-orang yang menjadi seperti anak kecil akan rindu dan memiliki kehausan. Proses pembentukan Tuhan tidak hanya melalui apa yang kita dengar, tetapi juga apa yang kita alami. Apabila orang tidak menyadari kemiskinan rohani, maka saat ia mempunyai pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan, ia ingin cepat-cepat keluar dari masalah tersebut. Betapa bodohnya apabila gereja yang bertemu dengan orang-orang seperti ini justru mendoakan dan berharap bahwa masalahnya dapat dengan mudah diselesaikan. *Betapa mudahnya bagi Tuhan untuk mengangkat kita dari suatu permasalahan; namun jika masalah itu diizinkan-Nya terjadi, sesungguhnya hati kitalah yang sedang digarap melalui peristiwa tersebut.* Sebab melalui peristiwa-peristiwa hidup itulah Tuhan membentuk, memperbarui, menghancurkan kesombongan-kesombongan dan keakuan kita; dan tidak ada satu peristiwa pun yang terjadi secara kebetulan.

Tuhan Yesus memberkati๐Ÿ™

ORANG YANG MISKIN DI HADAPAN TUHAN ARTINYA ORANG YANG MENYADARI BAHWA IA TIDAK AKAN BISA MENCAPAI TUHAN DENGAN KEMAMPUANNYA SENDIRI.
MISKIN DI HADAPAN TUHAN JUGA BERARTI KESADARAN BAHWA KEADAAN KITA BELUM SEPERTI YANG TUHAN KEHENDAKI.

02/06/2026

๐•ฝ๐–Ž๐–Œ๐–๐–™๐–Š๐–”๐–š๐–˜๐–“๐–Š๐–˜๐–˜ ๐•บ๐–‹ ๐•ฎ๐–๐–—๐–Ž๐–˜๐–™:

Apabila cara berpikir kita masih duniawi, kita akan sulit untuk tertarik mendengar dan melakukan kebenaran.

02 Juni 2026
Pdt. Dr. Erastus Sabdono

02/06/2026

๐๐ฎ๐จ๐ญ๐ž ๐จ๐Ÿ ๐ญ๐ก๐ž ๐๐š๐ฒ:

Jadikan batin kita sebagai mesin fotokopi keinginan Tuhan; dan jadikan tubuh kita sebagai mesin printer yang melakukan keinginan-Nya.

02 Juni 2026
Pdt. Dr. Erastus Sabdono

Address

Jalan Mutiara Raya, Ruko Pasar Modern Karawaci Tangerang. Kel. Bencongan, Kelapa Dua-Kab. Tangerang
Tangerang

Telephone

+81318442068

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GSKI "Berea" Tangerang. posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to GSKI "Berea" Tangerang.:

Share