29/07/2026
Pada tahun 1973, di sebuah biara kecil di Akita, Jepang, sebuah patung kayu sederhana Bunda Maria yang Mahakudus (dipahat oleh seorang pengrajin beragama Buddha) menampakkan tanda-tanda yang luar biasa.
Pada tahun 1973, di sebuah biara kecil di Akita, Jepang, sebuah patung kayu sederhana Bunda Maria yang Mahakudus (dipahat oleh seorang pengrajin beragama Buddha) menampakkan tanda-tanda yang luar biasa.
Suster Agnes Sasagawa, seorang biarawati yang tuli, secara ajaib mendengar suara Bunda Maria dari patung tersebut dan menerima pesan-pesan yang mendalam.
Bunda Maria kemudian memberikan tanda bagi mereka yang ragu. Antara tahun 1975 hingga 1981, patung kayu itu mulai mengeluarkan darah dari luka di tangannya, dan kemudian meneteskan air mata manusia sebanyak 101 kali. Peristiwa ini disaksikan oleh ratusan orang, disiarkan oleh televisi Jepang, dan bahkan dapat dilihat saat pameran terbuka.
Uji ilmiah yang dilakukan oleh Universitas Akita (oleh para ahli independen) memastikan: darah tersebut adalah darah manusia golongan B, sedangkan air mata dan keringatnya adalah golongan AB (hal yang sering dikaitkan dengan Kain Kafan Turin dan mukjizat-mukjizat Ekaristi). Mungkin tanda terbesarnya adalah ketika Suster Agnes sembuh secara ajaib dari ketuliannya, persis seperti yang telah dijanjikan oleh Bunda Maria.
Pesan-pesan Bunda Maria selaras dengan pesan Fatima (1917):
- Berdoalah Rosario setiap hari bagi para imam dan orang berdosa.
- Persembahkanlah pertobatan untuk menghibur Tuhan yang berduka.
- Memperingatkan akan perpecahan di dalam Gereja (“para kardinal melawan kardinal”) serta hukuman yang lebih besar jika umat manusia tidak bertobat—api dari langit yang lebih dahsyat daripada Air Bah.
Setelah penyelidikan yang mendalam, Uskup John Shojiro Ito menyatakan peristiwa-peristiwa tersebut bersifat supranatural pada tanggal 22 April 1984, serta mengizinkan penghormatan kepada Bunda Maria dari Akita.
Di zaman yang penuh perpecahan ini, air mata-Nya mengingatkan kita: Bunda Maria menangis karena Ia mengasihi kita. Marilah kita merespons dengan doa dan pertobatan!
Bunda Maria yang Mahakudus dari Akita, doakanlah kami dan tuntunlah kami kepada Putra-Mu. 🙏