15/09/2017
Kita pedagang bukan lembaga keuangan
Pak, kami punya jaringan penjualan luas. Ada lebih 100 toko di jaringan kami.karena permintaan yg luar biasa banyak. Kami mau pesan 2000 buku dan 5000 Qur'an untuk setiap judulnya.setiap bulan pesanan akan meningkat. Kami sudah pengalaman puluhan tahun. Banyak penerbit yg sudah kerjasama dengan kami.
Bagaimana pak, ini kesempatan yg bagus buat perusahaan bapak. Kapan bisa dikirim ?
Saya jawab, Baik pak. Saya bersedia kerjasama dengan senang hati.
bapak transfer lunas Sebelum dikirim. Ini rekeningnya Bapak butuh berapapun akan saya kirim. Transfer dulu. Kapan bapak transfer ?
Diapun terdiam.
Nahhhhhhhhhh
mungkin anda yang membaca ini berfikir, wah sayang sekali uang besar ditolak..
perlu saya jelaskan, saya baru saja mengunci resiko.. banyak orang senang bermain resiko besar, karena tergiur keuntungan besar.
dari awal pembicaraan di telepon saya sdh mendengar nada2 bombastis, dll.. yang intinya membuat saya percaya tentang order besar..
Untuk di industri perbukuan saya bisa pamer bukan anak kemarin sore. Sudah makan asam garam ya.
Tindakan ini bukan kehilangan order, melainkan saya selamat dari resiko besar.. dengan menguncinya menawarkan tunai..
jika pembayaran tunai tidak mampu dilakukan.. saya anggap mereka tidak ready cash (tidak punya uang). Yaa..
begitulah perusahaan, ada yang ready cash, ada yang hoby muterin duit suplier.. dan sebenarnya mereka tidak ready cash.
Permainan TEMPO pembayaran memang biasa dalam dunia bisnis..
Tetapi saya memilih tidak masuk didalam permainan tersebut dan tetap bermain aman..
maka saya tetapkan dalam diri saya (sebagai pengusaha) saya tidak pinjam atau meminjamkan uang.. saya berdagang.
beli - proses - jual (simple)
Maka manajemen di dalam pun sangat simple, dan alhamdulillah masih ada beberapa perusahaan yang menjadi pelanggan tetap dan membayarnya secara tunai.. meskipun ordernya tidak sebombastis, yang ingin membayarnya TEMPO.
Naah...!!!!
bagi anda pengusaha PEMULA, berhati2 lah dengan penawaran yang anda terima.. jangan buru-buru menghitung keuntungan yang belum pasti.
Hitunglah uang yang sudah masuk, dan kelola dengan baik. Prioritas yang cash, dan abaikan order bombastis tapi belum jelas..
lebih baik saya melayani dengan baik orang beli sebotol (50rb rupiah) TUNAI dan mengirimnya..
daripada berharap order besar yang panjang dan berbelit-belit prosesnya..
Ingat bahwa kita pedagang, utamakan yang bawa uang.
Referensi : arlikurnia