23/04/2026
*Biodata Abuya Mama Armin Cibuntu Banten*
Nama ini sering bikin bingung karena ada 2 tokoh yang disebut "Mama Armin":
*1. Abuya KH. Muhammad Hasan Amin - Mama Armin Cibuntu*
*Nama lengkap*: KH Muhammad Hasan Amin
*Nama populer*: Abuya Armin Cibuntu / Mama Armin
*Lahir*: Sekitar tahun 1880 di Desa Koranji (Menes/Pulosari), Pandeglang, Banten
*Wafat*: 30 November 1988 / 1409 H, usia Β±108 tahun
*Makam*: Kompleks Masjid Jami' Pondok Pesantren Cibuntu, Desa Sekong, Cimanuk, Pandeglang
*Riwayat Pendidikan & Perjalanan*:
- Belajar awal ke ayahnya
- Menuntut ilmu syariat, tafsir, tasawuf, dan tarekat belasan-puluhan tahun di Mekah, Madinah, Palestina, Baghdad
- Nama "Hasan" ditambahkan gurunya di Mekah karena kecerdasan dan ketaqwaannya
- Dibaiat Tarekat Qodiriyah wa Naqsabandiyah oleh ayahnya, disaksikan 7 ulama
*Peran*:
- Mursyid Tarekat Qodiriyah wa Naqsabandiyah
- Pendiri Pondok Pesantren Cibuntu
- Ulama hikmah yang masyhur di Pandeglang Banten
- Mengajar ratusan santri dari berbagai daerah
*Ciri khas & Karomah yang dikenal*:
- Sangat zuhud: makan, minum, tidur hanya sebatas kebutuhan
- Dikenal punya banyak karomah. Kisah populer: menolong mobil Presiden Soekarno yang mogok di lumpur hanya dengan lidi
- Punya kisah "hidangan ajaib" dan bimbingan rohani tarekat
- Dimakamkannya masih ramai diziarahi untuk tabarruk & tawassul
*Wasiat dari ayahnya*:
1. Berdzikir
2. Berfikir
3. Bersungguh-sungguh memperjuangkan agama Allah
4. "Bila buka pesantren, jangan meminta upah
*2. KH. Muhammad Abdul Ghufron bin KH Hasan Amin*
Ini putranya, kadang juga disebut "Abuya Mama Armin" oleh sebagian orang
- *Lahir*: 1309 H / 1975 M di Cibuntu Pandeglang
- *Catatan*: Jalani suluk dikubur hidup-hidup 40 hari atas bimbingan ayahnya
- *Ayahnya berwasiat*: "Sebelum mampu menyelamatkan dunia akhirat, jangan sekali-kali menginjak Banten"
- Disebut sebagai satu-satunya pewaris ilmu hikmah dari ayahnya
Jadi kalau orang Banten nyebut "Mama Armin Cibuntu", umumnya merujuk ke *KH Muhammad Hasan Amin* yang wafat 1988. Beliau salah satu ulama kharismatik Banten yang tarekat dan pesantrennya masih hidup sampai sekarang. By Ivan AL Ghiffari