APHB Kabupaten Tabanan

APHB Kabupaten Tabanan Organisasi Kepemudaan Hindu Bali

Om Swastyastu Kepada seluruh umat Hindu, selamat melaksanakan  brata Maha Siwaratri. Om Santih Santih Santih Om.
27/01/2025

Om Swastyastu

Kepada seluruh umat Hindu, selamat melaksanakan brata Maha Siwaratri.

Om Santih Santih Santih Om.

Om SwastyastuAPHB Tabanan mendukung kegiatan dialog generasi muda lintas agama di Kab. Tabanan. Kegiatan ini bertempat d...
21/12/2024

Om Swastyastu

APHB Tabanan mendukung kegiatan dialog generasi muda lintas agama di Kab. Tabanan. Kegiatan ini bertempat di Gedung Mario.

Dharmaning Guna Widya
Mahardika.


Om SwastyastuAPHB Tabanan ikut mengantarkan Bapak I Gusti Ngurah Agung Werdhita melepaskan jabatan sebagai Plt. Kepala K...
23/10/2024

Om Swastyastu

APHB Tabanan ikut mengantarkan Bapak I Gusti Ngurah Agung Werdhita melepaskan jabatan sebagai Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Tabanan menuju Kab. Gianyar sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Gianyar.

APHB Tabanan memgucapkan banyak terimakasih dan selamat menjalankan tugas.

Om Santih Santih Santih Om.

Om Swastyastu ||Serba serbi Diklat Nitipraya.
27/08/2024

Om Swastyastu ||

Serba serbi Diklat Nitipraya.

Om Swastyastu ||Diklat Nitipraya  #2
27/08/2024

Om Swastyastu ||

Diklat Nitipraya #2

Om Swastyastu ||Diklat Nitipraya  #1
27/08/2024

Om Swastyastu ||

Diklat Nitipraya #1

17/08/2024

Om Swastyastu||

Di bulan kemerdekaan ini, APHB Tabanan menyelenggarakan Diklat Nitipraya "Dharma Guna Wisesa" Mengukuhkan Kepemimpinan Pemuda Bali Berlandaskan Ajaran Dharma.

Dharmaning Guna Widya
Mahardika! 🇮🇩

Om Swastyastu ||Dharmaning Guna Widya. Tabanan, 15 Juli 2024 | APHB Tabanan melakukan audensi di Kantor Kemenag Tabanan....
15/07/2024

Om Swastyastu ||
Dharmaning Guna Widya.

Tabanan, 15 Juli 2024 | APHB Tabanan melakukan audensi di Kantor Kemenag Tabanan. Audensi ini juga bagian dari simakrama yang bertujuan menyampaikan hasil kegiatan pada program kerja APHB Tabanan tahun 2023.

Pada penyampaian hasil kerja, APHB Tabanan yang selama ini menjadi mitra kerja Kantor Kemenag Tabanan juga memberikan saran mengenai program-program penyuluhan agama Hindu kedepan berdasarkan permasalahan yang selama ini diserap di masyarakat.

Audensi kali ini selain langsung diterima oleh Plt. Kepala Kantor Kemenag Tabanan, Kasi Ura Hindu beserta jajaran. APHB Tabanan juga didampingi oleh Ketua PHDI Tabanan.

Plt. Kepala Kantor Kemenag Tabanan beserta jajaran merespon positif kedatangan serta saran yang diberikan oleh APHB Tabanan, sekaligus Kantor Kemenag Tabanan berkomitmen terus mendukung eksistensi APHB Tabanan serta program-program kerja yang akan dilaksanakan.

Mahardika!
Om Santih Santih Santih Om


Om Swastyastu ||BANYU PINARUH: MOMENTUM BESAR TENTANG ARTI MANDI BAGI SISWA HINDU. Di dalam tradisi Hindu Dharma, member...
13/07/2024

Om Swastyastu ||

BANYU PINARUH: MOMENTUM BESAR TENTANG ARTI MANDI BAGI SISWA HINDU.

Di dalam tradisi Hindu Dharma, membersihkan tubuh melalui mandi adalah salah satu aktivitas yang dimaknai tidak saja sebagai pembersihan tubuh maupun tentang kesehatan, namun dimaknai p**a sebagai penyucian diri.

Air sebagai salah satu unsur alam yang digunakan untuk membersihkan tubuh di dalam Hindu Dharma sangatlah dihormati dan diyakini memiliki kehebatan yang luar biasa dalam sifatnya sebagai pembersih. Seperti yang tertuang dalam Rg Veda X.9.6 “Air memiliki semua faktor penyembuhan”.

Oleh karena itu, tradisi Hindu Dharma juga mengajarkan agar siswa melakukan pembersihan tubuh pada pagi hari (kecuali sakit) terutama sebelum matahari terbit, karena mandi pada waktu demikian dapat menciptakan penyucian kontaminasi dalam dan luar tubuh.

Pada saat mandi sebelum matahari terbit dianjurkan menggunakan air dingin, karena mandi menggunakan air dingin dapat memberikan kekuatan, sensitivitas, umur panjang, cahaya badan, meningkatkan daya ingat serta menambah kesejukan pikiran.

Hal ini menjadi sangat penting, karena tubuh yang kotor sangat dekat dengan penyakit. Jika seorang siswa sakit akan dapat mengacaukan kekuatan kecerdasannya. Tentu kecerdasan yang kacau tidak akan dapat menerima ilmu pengetahuan dari guru dengan baik.

Ketidakcerdasan siswa dalam menerima ilmu pengetahuan dari gurunya sekurang-kurangnya menyebabkan perilaku siswa menjadi menyimpang dari cita-cita pendidikan. Penyimpangan ini pun menguatkan hadirnya sifat-sifat keraksasaan dan menjauhkan sifat-sifat kedewataan.

Mari kita jadikan banyu pinaruh dalam rangkaian hari suci Saraswati menjadi momentum besar bagi arti penting mandi dalam menumbuhkan semangat pendidikan dari pembersihan tubuh hingga meningkatkan intelektualitas dan termasuk spiritualitas.

*pen.Heri Dianandika | foto.denpasarviral.com

Om Swastyastu ||KEWAJIBAN ANAK BERBAKTI PADA ORANG TUA.[APHB Tabanan mengucapkan selamat hari Keluarga Nasional 2024]Ora...
29/06/2024

Om Swastyastu ||

KEWAJIBAN ANAK BERBAKTI PADA ORANG TUA.
[APHB Tabanan mengucapkan selamat hari Keluarga Nasional 2024]

Orang tua memiliki tugas yang sangat berat dalam kehidupannya. Salah satu tugas beratnya adalah memelihara dan mendidik anak-anaknya agar kelak menjadi anak yang dapat diharapkan. Di dalam proses memelihara dan mendidik tentu sangat banyak proses kehidupan yang dilalui.

Tidak sedikit orang tua yang memilah rasa s**a hanya untuk anak-anaknya. Sedangkan rasa dukanya untuk mereka sendiri. Orang tua akan merasa sangat bahagia ketika anak-anaknya dapat meminum susu dan memakan buah yang manis dan segar.

Saat anak dalam kandungan maupun saat anak baru dilahirkan, baik ibu ataupun ayah melakukan brata yang sangat ketat demi kebaikan anaknya. Bahkan di dalam Veda–Manavadharmasastra II.227 dijelaskan “kesulitan dan kesakitan yang dialami oleh orang tua pada waktu melahirkan anaknya tidak dapat dibayar walaupun dalam seratus tahun”.

Hal ini menegaskan bahwa rasa sakit yang tidak terhingga saat melahirkan seorang anak tidak dapat dibandingkan dengan penderitaan-penderitaan yang lain. Nyawa adalah taruhan bagi seorang ibu untuk menghadirkan seorang anak ke dunia.

Itulah sebabnya dalam Hindu Dharma menjadi alasan yang sangat real bahwa orang tua disebut sebagai perwujudan Dewa dan Dewi yang nyata di dunia, sehingga menyentuh kaki orang tua sama dengan menyentuh kaki suci Dewa dan Dewi.

Kemudian orang tua menjadi guru yang pertama dan utama dalam membimbing dan mendidik anak-anaknya hingga harus disekolahkan kelak. Di dalam proses pendidikan di sekolah, orang tua kembali memeras keringat untuk memenuhi kebutuhan dunia pendidikan anaknya.

Setiap persembahan yang dihaturkan dan setiap doa yang dilantunkan kepada Tuhan oleh orang tua adalah untuk keselamatan anak-anaknya, bahkan tidak menutup kemungkinan melebihi harapan keselamatan dirinya sendiri.

Orang tua menginginkan kebahagiaan menjadi selimut dalam setiap langkah dan setiap detak jantung kehidupan anaknya. Orang tua terkadang rela menahan rasa lelah dan terkadang menyembunyikan air mata demi melihat senyuman anak-anaknya.

Itulah sebabnya p**a di dalam Hindu Dharma seorang anak disebut dengan “Putra”. Putra berarti seorang penyelamat atas segala penderitaan. Keselamatan orang tualah yang menjadi alasan utama seorang anak disebut putra. Baik penderitaan di dunia sekala maupun di dunia niskala kelak.

Sehingga seorang anak tidak dibenarkan untuk tidak menghormati orang tuanya. Apalagi dengan mencari alasan-alasan pembenaran bahwa “melahirkan, membesarkan dan mendidik anak adalah tugas orang tua”.

Seorang anak hendaknya bersyukur telah dilahirkan, dirawat dan dididik oleh orang tua–sehingga menjadi manusia yang utuh. Kelahiran menjadi manusia sangatlah utama dalam Hindu Dharma. Bahkan para Dewa sangat berharap terlahir menjadi manusia.

Hal ini sangat penting, karena hanya dengan terlahir menjadi manusialah seseorang mendapat harapan untuk mencapai tujuan tertinggi dalam hidup, yakni moksa dengan cara melakukan kebajikan.

Sudah seharusnya seorang anak menghargai jerih payah dan sekaligus dapat membahagiakan orang tua. Orang tua adalah perantara seorang anak dapat melakukan kebajikan melalui proses pendidikan. Melalui alasan itu p**alah seorang anak dalam pendidikan disebut sebagai seorang siswa.

______________________

Di dalam pustaka suci Veda–Manavadharmasastra II.121, II.228, II.232, II.234 dijelaskan mengenai pahala yang diterima bagi seorang anak yang mampu membahagiakan orang tuanya.

1. Seorang anak akan mendapat umur panjang, pengetahuan, kemasyuran, dan mendapat energi yang dapat membuat seorang anak menjadi kuat dalam menjalani kehidupan.

2. Seorang anak akan mendapat anugerah dari setiap pemujaan yang ia lakukan kehadapan Tuhan.

3. Kelak ia akan diterima diketiga dunia, badannya menjadi bercahaya dan akan menikmati kebahgiaan di swarga loka.

4. Setiap tugas yang dilakukan seorang anak akan selalu berhasil, baik itu yang bersifat keduniawian maupun dalam hal spiritualitas.

*Pen. Ketua APHB Kabupaten Tabanan.
Foto by. Good News

23/05/2024

Om Svastyastu ||

Gending Aliansi Pemuda Hindu Bali

"Dharma Muda Hindu Bali"

Dharmaning Guna Widya.
Mahardika!

Om Swastyastu ||YOWANA TIMIRA : SEORANG SISYA JANGAN "MABUK" KEREMAJAAN. Keremajaan yang meliputi ketampanan dan kecanti...
03/05/2024

Om Swastyastu ||

YOWANA TIMIRA : SEORANG SISYA JANGAN "MABUK" KEREMAJAAN.

Keremajaan yang meliputi ketampanan dan kecantikan rupa tidaklah kekal. Oleh karena itu, tetaplah berpegang teguh pada perbuatan yang berlandaskan dharma (Nitisastra, III.3).
________________________

Dewasa ini, tidak sedikit seorang sisya yang sering melupakan hakikat keremajaan dirinya. Banyak sisya yang cenderung menggunakan masa remaja untuk hal-hal yang berdampak negatif bagi dirinya sendiri dan orang lain. Walaupun tidak sedikit p**a sisya yang tetap memegang nilai-nila kesusilaan.

Pada dasarnya, hakikat keremajaan bagi seorang sisya adalah langkah paling penting dalam membangun kesadaran bahwa hidup di dunia ini tidak kekal. Setelah usia remaja, seorang sisya pun akan masuk pada usia dewasa dan pasti menjadi tua.

Itulah sebabnya, di dalam Hindu mengajarkan agar dimasa remaja–seorang sisya harus benar-benar memanfaatkan waktu untuk menggali ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya. Masa remaja dalam Hindu diibaratkan seperti daun Ilalang yang berwarna hijau dan tajam.

Hal ini berarti, seorang sisya hendaknya memanfaatkan waktu remaja yang didukung oleh modal kecerdasan pikiran yang masih segar sebagai waktu yang paling baik untuk membekali diri dengan hal-hal yang dapat membantu dikala memasuki usia dewasa maupun usia tua kelak.

Jangan sampai usia remaja yang dimiliki oleh sisya hanya dijadikan ajang untuk memamerkan kekuatan fisik, menyombongkan ketampanan atau kecantikan. Apalagi usia remaja digunakan untuk mengkonsumsi obat-obatan terlarang maupun meminum minuman keras.

Perhatikanlah di dalam kisah Itihasa Mahabharata–di usia remaja Panca Pandava sangat tekun dalam mengikuti disiplin pendidikan di bawah kaki suci Guru Drona. Melalui disiplin pendidikan itulah, mereka dapat menjadi orang-orang yang tangguh dan selalu berlandaskan pada dharma dalam menjalankan tugas dan kewajiban.

Dibandingkan para Kurava yang mengikuti disiplin pendidikan hanya sebagai formalitas semata atau tidak sungguh-sungguh. Mereka menjalankan disiplin pendidikan hanya untuk memenuhi rasa iri dan dengki terhadap para Pandava.

Itulah sebabnya, bukan hanya kehancuran bagi diri sendiri dan keluarga yang mereka ciptakan, karena tanpa landasan dharma– mereka p**alah yang menjadi sebab perpecahan dan kehancuran masyarakat, bangsa dan negaranya kala itu.
____________________________

APHB Kabupaten Tabanan mengucapkan selamat hari pendidikan nasional 2 Mei 2024.

Om Santih Santih Santih Om ||

Penulis: I Putu Heri Dianandika (Ketua APHB Tabanan)
Foto: APHB Tabanan memberikan dukungan bagi putra Bali yang giat menulis aksara Bali di Kecamatan Baturiti.

Address

Jalan Gunung Agung No. 25A Tabanan
Tabanan

Telephone

+6282266176799

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when APHB Kabupaten Tabanan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share