IFGF Solo

IFGF Solo Connect with God and make disciples

Menguduskan Hari SabatSabtu, 5 September 2026Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 19-21Yehezkiel 20:12 (TB)  Hari-hari Saba...
04/09/2026

Menguduskan Hari Sabat

Sabtu, 5 September 2026

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 19-21

Yehezkiel 20:12 (TB) Hari-hari Sabat-Ku juga Kuberikan kepada mereka menjadi peringatan di antara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka.

Dalam Yehezkiel 20:12, Tuhan berkata bahwa hari-hari Sabat diberikan sebagai peringatan antara Tuhan dan umat-Nya, supaya mereka mengetahui bahwa Dialah Tuhan yang menguduskan mereka.

Menguduskan hari Sabat berarti menyisihkan waktu yang khusus bagi Tuhan. Bukan sekadar berhenti bekerja, tetapi mengarahkan hati kepada-Nya—beribadah, berdoa, membaca firman, memuji Tuhan, dan membangun persekutuan dengan-Nya.

Sabat mengingatkan kita bahwa hidup bukan hanya tentang bekerja dan mengejar pencapaian. Kita membutuhkan waktu untuk berhenti, memulihkan diri, dan kembali menyadari bahwa Tuhan adalah sumber segala sesuatu.

Beberapa poin pelajaran:

1. Sabat adalah waktu untuk mengingat Tuhan
Di tengah kesibukan, kita mudah lupa bahwa segala yang kita miliki berasal dari Tuhan. Menguduskan Sabat menolong kita mengembalikan fokus kepada-Nya.

2. Sabat adalah waktu untuk beribadah dan mendekat kepada Tuhan
Gunakan waktu yang dikhususkan bagi Tuhan untuk berdoa, menyembah, mendengarkan firman, dan menikmati hadirat-Nya.

3. Sabat mengajarkan kita untuk berhenti mengandalkan kekuatan sendiri
Ketika kita berhenti dari pekerjaan dan aktivitas rutin, kita belajar percaya bahwa Tuhan tetap bekerja sekalipun kita sedang beristirahat.

4. Sabat mengingatkan bahwa Tuhanlah yang menguduskan kita
Kekudusan bukan hanya tentang usaha manusia untuk menjadi baik. Kita membutuhkan karya Tuhan yang terus membentuk dan mengubah hidup kita.

5. Jangan biarkan kesibukan mengambil tempat Tuhan
Pekerjaan itu penting, tetapi hubungan dengan Tuhan jauh lebih penting. Jangan sampai kita begitu sibuk mencari berkat sehingga kehilangan waktu bersama Sang Pemberi berkat.

Renungan:

Menguduskan Sabat bukan sekadar berhenti bekerja, tetapi berhenti sejenak untuk kembali mengingat siapa Tuhan dalam hidup kita.

Berikan kepada Tuhan waktu yang khusus. Datanglah dengan hati yang rindu, bukan karena kewajiban semata. Biarkan hari Sabat menjadi waktu untuk beribadah, bersyukur, dipulihkan, dan kembali menyadari bahwa Tuhanlah yang menguduskan hidup kita.

Mari belajar menguduskan hari Sabat dengan sungguh-sungguh.
Sisihkan waktu untuk Tuhan, hadir dalam ibadah, berdoa, membaca firman, dan menikmati persekutuan dengan-Nya.

Jangan hanya memberikan sisa waktu kepada Tuhan. Berikan waktu yang khusus untuk-Nya. Selamat berakhir pekan, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)

Tuhan Tidak Melupakan Perjanjian-NyaJumat, 4 September 2026Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 16-18Yehezkiel 16:60 (TB)“T...
03/09/2026

Tuhan Tidak Melupakan Perjanjian-Nya

Jumat, 4 September 2026

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 16-18

Yehezkiel 16:60 (TB)
“Tetapi Aku akan mengingat perjanjian-Ku dengan engkau pada masa mudamu dan Aku akan meneguhkan bagimu perjanjian yang kekal.”

Ada saat ketika kita merasa sudah terlalu jauh dari Tuhan. Kesalahan masa lalu, kegagalan, atau keputusan yang keliru membuat kita berpikir bahwa Tuhan mungkin sudah meninggalkan kita.

Namun ayat ini menunjukkan sesuatu yang indah: Tuhan tetap mengingat perjanjian-Nya.

Israel telah berlaku tidak setia kepada Tuhan. Tetapi Tuhan tidak membatalkan kasih dan maksud-Nya. Ia berjanji untuk meneguhkan kembali perjanjian-Nya.

Ini bukan berarti Tuhan mengabaikan dosa. Justru dalam pasal ini kita melihat bahwa Tuhan menegur dan menyatakan kesalahan umat-Nya. Tetapi teguran Tuhan bukan tanda bahwa Ia berhenti mengasihi. Teguran-Nya dapat menjadi jalan menuju pemulihan.

1. Tuhan tidak melupakan kita

Ketika kita merasa Tuhan diam, bukan berarti Tuhan lupa. Dia melihat perjalanan hidup kita, termasuk air mata, pergumulan, dan setiap langkah yang kita lalui.

Diamnya Tuhan bukan berarti absennya Tuhan.

2. Kegagalan bukan akhir dari cerita

Masa lalu mungkin penuh dengan kesalahan, tetapi Tuhan masih sanggup menulis babak yang baru.

Jangan biarkan kegagalan membuat kita berhenti datang kepada Tuhan. Datanglah kembali dengan hati yang bertobat.

3. Tuhan menawarkan pemulihan

Tuhan bukan hanya ingin mengampuni, tetapi juga memulihkan hubungan kita dengan-Nya.

Apa yang rusak karena ketidaksetiaan dapat Tuhan pulihkan ketika kita kembali membuka hati dan menyerahkan hidup kepada-Nya.

4. Pegang kesetiaan Tuhan

Perasaan kita bisa berubah. Situasi bisa berubah. Orang-orang bisa berubah. Tetapi Tuhan tetap setia.

Karena itu, ketika hari ini semuanya terasa tidak pasti, katakan kepada jiwamu:

“Tuhan belum selesai denganku. Dia tetap mengingat perjanjian-Nya dan kasih-Nya tidak pernah berubah.”

Doa:
Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang setia. Ketika aku jatuh dan merasa tidak layak, ingatkan aku bahwa kasih-Mu tidak berubah. Tolong aku meninggalkan kesalahan masa lalu, kembali kepada-Mu, dan percaya bahwa Engkau masih memiliki rencana bagi hidupku. Pulihkan apa yang rusak dan teguhkan langkahku untuk berjalan dalam kehendak-Mu. Dalam nama Yesus. Amin.

Jangan menyerah karena masa lalumu. Kembalilah kepada Tuhan, sebab Dia masih sanggup memulihkan dan meneguhkan hidupmu. Tuhan Yesus memberkati. (PBW)

“Equal Unequal” akan banyak berbicara mengenai janji Tuhan yang bersifat umum dan spesifik. Ada janji yang diberikan sec...
03/09/2026

“Equal Unequal” akan banyak berbicara mengenai janji Tuhan yang bersifat umum dan spesifik. Ada janji yang diberikan secara sama kepada kita, setiap umat pilihan Tuhan, setiap orang yang memanggil nama-Nya.

Ada janji yang diberikan secara sama, tetapi juga ada janji yang diberikan secara spesifik tidak sama.

Mari bersama-sama belajar memahami hati Tuhan melalui Firman-Nya.

*SUNDAY SERVICE IFGF SOLO*
📅 Minggu, 6 September 2026
⏰ 09.00 & 17.00 WIB
📍 IFGF Solo

See you at church! Ajak keluarga dan teman-teman ya ❤️

Berhala di Dalam HatiKamis, 3 September 2026Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 13-15Yehezkiel 14:3 (TB)“Hai anak manusia,...
02/09/2026

Berhala di Dalam Hati

Kamis, 3 September 2026

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 13-15

Yehezkiel 14:3 (TB)
“Hai anak manusia, orang-orang ini menjunjung berhala-berhala mereka dalam hatinya dan menempatkan di hadapan mereka batu sandungan, yang menjatuhkan mereka ke dalam kesalahan. Apakah Aku mau mereka meminta petunjuk dari pada-Ku?”

Sering kali kita membayangkan berhala sebagai patung yang disembah. Namun ayat ini menunjukkan bahwa berhala juga bisa berada di dalam hati.

Berhala adalah segala sesuatu yang kita tempatkan lebih tinggi daripada Tuhan—keinginan pribadi, uang, pekerjaan, hubungan, kesuksesan, kenyamanan, bahkan ambisi kita sendiri.

Yang lebih serius, bangsa Israel tetap datang kepada Tuhan untuk meminta petunjuk, sementara hati mereka masih terikat kepada berhala. Tuhan melihat bukan hanya apa yang tampak di luar, tetapi apa yang menjadi pusat kehidupan kita di dalam hati.

Kadang kita pun melakukan hal yang sama. Kita berdoa, “Tuhan, tunjukkan jalan-Mu,” tetapi sebenarnya kita sudah memiliki pilihan yang ingin kita jalani. Kita meminta Tuhan memberkati keputusan kita, bukan sungguh-sungguh mencari kehendak-Nya.

Hari ini Tuhan mengajak kita untuk memeriksa hati.
Apa yang paling kita cintai? Apa yang paling kita takut kehilangan? Apa yang paling kita kejar?

Jika ada sesuatu yang mulai mengambil tempat Tuhan dalam hati kita, mari lepaskan dan kembalikan Tuhan sebagai yang terutama.

Sebab ketika Tuhan menjadi pusat hidup kita, kita tidak hanya mencari petunjuk-Nya, tetapi juga siap menaati kehendak-Nya.

Doa:
Tuhan, selidikilah hatiku. Jika ada sesuatu yang telah mengambil tempat-Mu dalam hidupku, tolong aku untuk melepaskannya. Jangan biarkan keinginan, ambisi, kekhawatiran, atau hal apa pun menjadi berhala dalam hatiku. Ajarlah aku sungguh-sungguh mencari kehendak-Mu dan menaati setiap petunjuk-Mu. Jadilah Engkau yang terutama dalam hidupku. Dalam nama Yesus. Amin.

Renungkan
Jangan hanya bertanya, “Tuhan, apa petunjuk-Mu?” tetapi tanyakan juga, “Tuhan, apakah hatiku benar-benar siap mengikuti petunjuk-Mu?”

Jika renungan ini memberkati Anda, bagikan kepada seseorang yang sedang membutuhkan pengingat untuk kembali menempatkan Tuhan sebagai yang terutama dalam hidupnya. Selamat beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)

Minggu ini kita diingatkan bahwa krisis itu nyata. Namun, ada satu hal yang jauh lebih nyata yaitu penyertaan Tuhan dala...
02/09/2026

Minggu ini kita diingatkan bahwa krisis itu nyata.
Namun, ada satu hal yang jauh lebih nyata yaitu penyertaan Tuhan dalam hidup kita.

Dulu Abraham harus menghadapi kelaparan di Kanaan,
tetapi dia tetap melangkah dalam ketaatan dan Tuhan memberkatinya secara berlimpah.

Ishak juga mengalami masa sulit,
tetapi dia memilih untuk tetap menabur dan akhirnya menuai seratus kali lipat.

Bahkan di zaman Yakub, kelaparan melanda,
tetapi Tuhan sudah menyiapkan Yusuf untuk menjadi jawaban atas krisis itu.

Allah yang sama yang menyertai Abraham, Ishak dan Yakub
adalah Allah yang sama yang menyertai kita hari ini.
Dia tidak pernah berubah.

Tuhan mau membuat kita menjadi bangsa yang besar. Kita diingatkan bahwa Tuhan memberkati lewat keluarga. Perjuangkan keluarga kita dahulu.
Karena dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang besar.
Dan ketika Tuhan memberkati kita,
tujuannya supaya kita bisa menjadi berkat bagi banyak orang.

Apapun situasinya hari ini,
tetaplah berjalan di jalan Tuhan.

Engkau diberkati, masyhur dan jadi berkat ✨




Jangan Menunda Apa yang Tuhan MintaRabu, 2 September 2026Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 10-12Yehezkiel 12:27 (TB)“Hai...
01/09/2026

Jangan Menunda Apa yang Tuhan Minta

Rabu, 2 September 2026

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 10-12

Yehezkiel 12:27 (TB)
“Hai anak manusia, lihatlah, kaum Israel berkata: Penglihatan yang dilihatnya itu, harinya masih jauh, nubuatan yang diucapkannya, waktunya masih lama.”

Ayat ini menggambarkan sikap bangsa Israel yang menganggap firman Tuhan masih jauh penggenapannya. Karena merasa waktunya masih lama, mereka menjadi lengah dan tidak segera merespons peringatan Tuhan.

Sering kali kita juga dapat bersikap demikian. Ketika Tuhan berbicara melalui firman-Nya, kita berkata, “Nanti saja.” Ketika ada sesuatu yang harus diperbaiki dalam hidup, kita menundanya. Kita merasa masih punya banyak waktu.

Padahal, firman Tuhan tidak diberikan supaya hanya kita dengar, tetapi supaya kita lakukan.

1. Jangan menganggap waktu Tuhan masih lama

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari. Karena itu, ketika Tuhan mengingatkan kita hari ini, jangan menunggu sampai keadaan menjadi lebih buruk.

Apa yang Tuhan minta kita lakukan hari ini, lakukanlah dengan sungguh-sungguh.

2. Jangan biarkan penundaan menjadi ketidaktaatan

Menunda untuk berubah, mengampuni, berdoa, berdamai, atau kembali kepada Tuhan bisa membuat hati semakin keras.

Ketaatan yang ditunda terlalu lama sering kali berubah menjadi ketidaktaatan.

3. Percayalah bahwa firman Tuhan pasti digenapi

Manusia bisa menganggap janji Tuhan terlalu lama, tetapi keterlambatan menurut pandangan kita bukan berarti Tuhan lupa.

Tuhan tidak pernah terlambat. Waktu-Nya selalu tepat, dan firman-Nya tidak pernah gagal.

4. Hiduplah dengan kesiapan

Jangan menunggu keadaan sempurna untuk mulai taat kepada Tuhan. Jangan menunggu masalah selesai untuk kembali berdoa. Jangan menunggu kehilangan untuk menghargai apa yang Tuhan percayakan.

Hiduplah benar hari ini, karena hari ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan.

🙏 Doa:
Tuhan, ampuni aku jika selama ini aku sering menunda ketika Engkau berbicara. Berikan aku hati yang peka dan segera taat kepada firman-Mu. Tolong aku untuk tidak hidup dalam kelengahan, tetapi selalu siap melakukan kehendak-Mu. Ajarku percaya bahwa waktu-Mu adalah yang terbaik. Dalam nama Yesus. Amin.

Renungan Hari Ini

Jangan berkata, “Masih lama.” Ketika Tuhan berbicara hari ini, responsilah hari ini. Kesempatan untuk taat adalah anugerah yang tidak boleh disia-siakan. Tuhan Yesus memberkati. (PBW)

Jangan Mengira Tuhan Tidak MelihatSelasa, 1 September 2026Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 7-9Yehezkiel 9:9 (TB)"Kesala...
31/08/2026

Jangan Mengira Tuhan Tidak Melihat

Selasa, 1 September 2026

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 7-9

Yehezkiel 9:9 (TB)
"Kesalahan kaum Israel dan Yehuda sangat banyak, sehingga tanah ini penuh hutang darah dan kota ini penuh ketidakadilan; sebab mereka berkata: TUHAN sudah meninggalkan tanah ini dan TUHAN tidak melihatnya."

Ada kalanya manusia berbuat salah karena merasa tidak ada yang melihat. Ketika doa belum dijawab, keadaan terasa gelap, dan kejahatan seolah-olah dibiarkan, muncul pikiran: “Apakah Tuhan benar-benar melihat?”

Bangsa Israel dan Yehuda pada zaman Yehezkiel telah jatuh dalam dosa dan ketidakadilan. Yang lebih menyedihkan, mereka membenarkan perilaku mereka dengan anggapan bahwa Tuhan sudah meninggalkan mereka dan tidak melihat apa yang terjadi.

Namun, ketiadaan tindakan Tuhan yang langsung terlihat bukan berarti Tuhan tidak melihat.

Tuhan melihat setiap perbuatan, setiap ketidakadilan, bahkan hal-hal yang tersembunyi dari manusia. Tidak ada air mata yang luput dari perhatian-Nya dan tidak ada dosa yang tersembunyi dari pandangan-Nya.

Karena itu, jangan pernah menggunakan keadaan sebagai alasan untuk hidup sembarangan. Ketika Tuhan terasa diam, tetaplah hidup dalam kebenaran. Ketika orang lain berbuat tidak adil, jangan ikut menjadi tidak adil. Ketika tidak ada yang menghargai kesetiaanmu, tetaplah setia.

Tuhan mungkin tidak selalu bertindak sesuai waktu yang kita inginkan, tetapi Dia tidak pernah kehilangan kendali.

Hari ini, mari periksa hati kita. Jangan sampai kita lebih sibuk melihat kesalahan orang lain daripada menyadari kesalahan diri sendiri. Biarlah hidup kita tetap takut akan Tuhan, sebab kita tahu bahwa Tuhan melihat, Tuhan mengetahui, dan Tuhan akan bertindak pada waktu-Nya.

Doa:
“Tuhan, ampuni aku jika ada bagian hidupku yang tidak berkenan kepada-Mu. Tolong aku untuk tetap hidup dalam kebenaran sekalipun Engkau terasa diam. Ajarku untuk percaya bahwa Engkau melihat segala sesuatu dan tidak pernah meninggalkan aku. Murnikan hatiku dan tuntun langkahku untuk selalu menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Yesus. Amin.”

Renungan Hari Ini

Tuhan tidak pernah benar-benar diam. Bisa jadi kita belum melihat apa yang sedang Dia kerjakan. Tetaplah setia, karena Tuhan melihat hidupmu.

Jika renungan ini memberkati Anda, bagikan kepada seseorang yang sedang merasa Tuhan jauh atau tidak melihat pergumulannya. Jadilah pengingat bahwa Tuhan tetap melihat dan tidak pernah meninggalkan kita.
Selamat beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)

ONE IN CHRIST. ONE IN LOVE. ONE FOR INDONESIA 🇮🇩Mari jadi generasi yang bersatu dalam kasih Kristus dan berdampak bagi I...
31/08/2026

ONE IN CHRIST. ONE IN LOVE. ONE FOR INDONESIA 🇮🇩

Mari jadi generasi yang bersatu dalam kasih Kristus dan berdampak bagi Indonesia.


Tetap Menjaga Kekudusan di Tengah Proses TuhanSenin, 31 Agustus 2026Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 4-6Yehezkiel 4:14 ...
30/08/2026

Tetap Menjaga Kekudusan di Tengah Proses Tuhan

Senin, 31 Agustus 2026

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 4-6

Yehezkiel 4:14 (TB)
“Aduh, Tuhan ALLAH, sesungguhnya, aku tak pernah dinajiskan dan dari masa mudaku sampai sekarang tak pernah kumakan bangkai atau sisa mangsa binatang buas; lagipula tak pernah masuk ke mulutku ini daging yang sudah basi.”

Yehezkiel sedang menjalani sebuah perintah Tuhan yang tidak mudah. Tuhan memberikan kepadanya gambaran tentang keadaan bangsa Israel melalui sebuah tindakan simbolis. Dalam situasi itu, Yehezkiel menyampaikan keberatannya kepada Tuhan karena apa yang diperintahkan menyentuh prinsip kekudusan yang selama ini ia pegang.

Dari ayat ini kita belajar bahwa ketaatan kepada Tuhan bukan berarti kita tidak pernah memiliki keberatan, tetapi kita tetap membawa keberatan itu kepada Tuhan dengan hati yang hormat.

1. Kekudusan tetap harus dijaga

Yehezkiel menunjukkan bahwa sejak muda ia menjaga dirinya dari sesuatu yang najis. Ini mengingatkan kita bahwa kehidupan yang berkenan kepada Tuhan dibangun dari keputusan-keputusan kecil yang terus dipelihara.

Jangan karena sedang berada dalam tekanan, kita mengabaikan prinsip Tuhan.
Situasi boleh berubah, tetapi standar kekudusan Tuhan tidak berubah.

2. Kita boleh menyampaikan pergumulan kepada Tuhan

Yehezkiel tidak menyembunyikan keberatannya. Ia berkata, “Aduh, Tuhan ALLAH...” dan menyampaikan apa yang menjadi pergumulannya.

Ini mengajarkan bahwa kita tidak perlu berpura-pura kuat di hadapan Tuhan. Ketika ada sesuatu yang sulit kita pahami, datanglah kepada Tuhan dan ungkapkan isi hati kita.

Tuhan tidak takut dengan pertanyaan dan pergumulan kita. Justru dalam hadirat-Nya, hati kita dapat diarahkan kembali.

3. Taat bukan berarti selalu mengerti

Ada kalanya Tuhan membawa kita melalui proses yang tidak kita pahami. Seperti Yehezkiel, kita mungkin bertanya, “Tuhan, mengapa harus seperti ini?”

Namun iman mengajarkan kita untuk tetap percaya bahwa Tuhan melihat sesuatu yang belum dapat kita lihat.

Tidak semua perintah Tuhan harus kita pahami terlebih dahulu baru kita taati. Terkadang kita perlu melangkah dalam ketaatan, lalu memahami maksud Tuhan dalam perjalanan.

4. Jangan biarkan proses membuat hati kita menyimpang

Tekanan, kekecewaan, dan keadaan sulit bisa menjadi alasan bagi seseorang untuk meninggalkan prinsip yang benar.

Tetapi Tuhan ingin kita tetap memiliki hati yang bersih sekalipun sedang melewati proses yang berat.

Lebih baik berjalan lambat bersama Tuhan daripada berjalan cepat tetapi kehilangan arah dari Tuhan.

🙏 Renungan untuk hari ini

Mungkin saat ini ada proses yang sedang membuatmu bertanya kepada Tuhan. Ada hal yang tidak sesuai dengan harapanmu. Ada keputusan Tuhan yang belum kamu mengerti.

Jangan berhenti percaya.

Sampaikan pergumulanmu kepada Tuhan, tetapi jangan lepaskan kekudusan dan ketaatanmu. Tuhan yang membawa kita masuk ke dalam proses juga adalah Tuhan yang akan memberikan kekuatan untuk menjalaninya.

“Tetaplah kudus dalam proses, tetaplah jujur dalam pergumulan, dan tetaplah taat meskipun belum mengerti.”

🙏 Doa

Tuhan ALLAH, ajar aku untuk tetap menjaga hidupku dalam kekudusan. Ketika aku menghadapi proses yang tidak kupahami, mampukan aku menyampaikan pergumulanku kepada-Mu tanpa kehilangan iman dan ketaatan. Berikan aku hati yang lembut untuk menerima kehendak-Mu dan kekuatan untuk tetap berjalan bersama-Mu. Amin.

Jika renungan ini menguatkanmu, simpan dan bagikan kepada seseorang yang sedang berada dalam proses Tuhan.
Mari belajar bersama untuk tetap kudus, tetap percaya, dan tetap taat.
Selamat beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)

Tuhan Meneguhkan HatimuMinggu, 30 Agustus 2026Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 1-3Yehezkiel 3:8 (TB)“Lihat, Aku meneguh...
29/08/2026

Tuhan Meneguhkan Hatimu

Minggu, 30 Agustus 2026

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 1-3

Yehezkiel 3:8 (TB)
“Lihat, Aku meneguhkan hatimu melawan mereka yang berkepala batu dan membajakan semangatmu melawan ketegaran hati mereka.”

Ada saatnya kita berbuat baik, menyampaikan kebenaran, atau mengajak seseorang berubah, tetapi respons yang kita terima justru penolakan. Kita bisa merasa lelah, kecewa, bahkan ingin berhenti.

Namun, Tuhan mengingatkan Yehezkiel bahwa kekuatan untuk menghadapi hati yang keras tidak berasal dari dirinya sendiri. Tuhanlah yang meneguhkan hatinya.

1. Jangan biarkan penolakan melemahkan hatimu

Tidak semua orang akan menerima perkataan kita. Ada hati yang membutuhkan waktu untuk diproses Tuhan.

Tugas kita bukan memaksa seseorang berubah, tetapi tetap menyampaikan kebenaran dengan kasih dan kesetiaan.

Tetaplah melakukan yang benar, sekalipun tidak selalu dihargai.

2. Tuhan dapat membuat hatimu lebih kuat

Ketika menghadapi orang yang keras, jangan membalas kekerasan dengan kekerasan. Mintalah Tuhan memberikan hati yang teguh, tetapi tetap lembut.

Kekuatan dari Tuhan bukan berarti menjadi keras hati. Sebaliknya, kita menjadi teguh dalam kebenaran tanpa kehilangan kasih.

3. Kesetiaan lebih penting daripada hasil yang cepat

Yehezkiel dipanggil untuk menyampaikan pesan Tuhan. Hasil akhirnya bukan sepenuhnya berada di tangannya.

Demikian juga dalam hidup kita. Kita mungkin sudah berdoa, menasihati, melayani, dan memberi teladan, tetapi perubahan seseorang membutuhkan pekerjaan Tuhan di dalam hatinya.

Jangan berhenti hanya karena belum melihat hasilnya.

Doa:
Tuhan, ketika aku menghadapi orang-orang yang keras hati dan keadaan yang melelahkan, teguhkanlah hatiku. Berikan aku keberanian untuk tetap berdiri dalam kebenaran, tetapi juga kasih untuk tidak membalas dengan kepahitan. Tolong aku tetap setia meskipun hasilnya belum terlihat. Jadikan hatiku kuat di dalam Engkau. Amin.

Renungan hari ini:
Jika Tuhan yang meneguhkan hatimu, jangan biarkan kerasnya keadaan membuatmu menyerah. Tetap teguh, tetap mengasihi, dan tetap setia.
Selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)

Address

Jalan Kutilang IV Cinderejo Kidul, Gilingan, Banjarsari
Surakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when IFGF Solo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to IFGF Solo:

Shortcuts

Share

Category