Awal pengabaran Injil Advent di Surakarta dimulai tahun 1933 melalui sekolah-sekolah dan perkumpulan yang ada saat itu. Seorang wanita bernama Ztr Zoor berbangsa Jerman menyampaikan Injil di jalan Purwopuran Solo di rumah salah seorang simpatisan dengan anggota 17 orang yang diprakarsai oleh 4 orang anggota jemaat, yaitu Go Sie Miang, Ny. Kwik An Siong dan Tn. Setahun kemudian perkumpulan di Purwo
puran tersebut pindah ke Mesen yang merupakan rumah sewaan milik seorang Belanda dan beranggotakan 35 orang. Dari Mesen perkumpulan dipindah ke jalan Ngemingan 53. Di tempat inilah kebaktian setiap hari Sabtu diadakan. Kebaktian terdiri dari dua bahasa, untuk yang berbahasa Belanda pada pagi hari dan yang berbahasa Melayu siang hari. Dari tahun 1949-1953, gereja Advent di Ngemingan bukanlah berbentuk gereja, tapi masih berbentuk Loji Belanda yang sederhana dan disewa dari orang Belanda. Pemilik rumah tersebut adalah Kepala Stasiun DKA wilayah Jebres. Pada tahun 1953, rumah gereja ini dijual kepada gereja dan dibangun menjadi sebuah bangunan gereja lama yang cukup kokoh. GMAHK Ngemingan adalah gereja pioneer di Surakarta. Seiring waktu berjalan, GMAHK Ngemingan melahirkan beberapa gereja dan cabang kecil, di antaranya seperti GMAHK Yosodipuro, GMAHK Dawung, GMAHK Bibis Luhur dan GMAHK Tebu Ireng serta cabang sekolah Sabat Sumberlawang. Tidak terasa 40 tahun berlalu, gedung GMAHK Ngemingan sudah cukup tua sehingga sering terjadi masalah kebocoran, kerusakan dan beberapa hal yang selalu diperbaiki berulangkali. Majelis, pendeta dan jemaat berencana memulai pembangunan gereja baru. Perencanaan pembangunan dimulai pada tahun 1995 pada saat jemaat Ngemingan digembalakan oleh Pendeta Eko Darmanto dan bendahara oleh Bapak Dokter Rudyanto. Pembangunan dimulai dengan pembelian tanah yang telah disertifikasi atas nama organisasi GMAHK Ngemingan Solo. Pada tahun 2005, setelah hampir lebih dari 10 tahun proses pergumulan pembangunan tersebut, Gembala Jemaat Pendeta Donny Chrissutianto dengan pergumulan imannya bersama keluarga dan jemaat memutuskan untuk mengaktifkan kembali proses pembangunan dengan dana yang tersedia dengan motto “Pembangunan Fisik Merupakan Proyeksi Pembangunan Iman” kalimat ini berkali-kali diucapkan oleh Pendeta Donny Chrissutianto sebagai semangat pembangunan yang harus berlandaskan iman percaya kepada Tuhan dalam setiap prosesnya. Selanjutnya proses pembangunan berada di bawah arahan Pendeta Ahimaas Pender (2008-2012). Walau sempat berhenti, pembangunan terus berlanjut sampai dana tercukupi. Oleh upaya dan kegotongroyongan serta mengalirnya dana dari para donatur, baik dari Kota Solo, luar kota, bahkan luar negeri, maka dana untuk pembangunan mengalir terus menerus atas penyertaan-Nya. Gereja dapat diresmikan pada tanggal 20 Desember 2013 oleh Walikota Solo FX. Hadi Rudyatmo dan ditahbiskan pada tanggal 21 Desember 2013 di bawah Pendeta Joni Jahamou (2012-2013). GMAHK Ngemingan mempunyai beberapa kelompok buka Sabat, KPA (Kelompok Pendalaman Alkitab), acara sekolah Sabat, kegiatan pathfinder, kebaktian pemuda yang menarik dan interaktif serta acara rumah tangga setiap bulan dan kegiatan olahraga bersama. Semoga GMAHK Ngemingan yang sudah terbangun secara bertahap dapat menjadi berkat bagi semua orang. Tuhan memberkati.