Kajian Humaira

Kajian Humaira Kajian Muslimah Solo

WhatsApp : 081 90404 1000
Instagram :
YouTube : Kajian Humaira
Tiktok :

17/09/2026

"Ketika Surga dan Neraka Berdebat : Di Mana Kita Akan Berakhir?" | Ustadzah Evi Fitriana Hanifa

17/09/2026

Kamis, 17 September 2026
Di Masjid Nurul Iman Kalitan Solo

15/09/2026

๐Ÿ’• *Muhasabah Hati* ๐Ÿ’•

Imam asy-Syathibi ุฑูŽุญูู…ูŽู‡ู ูฑู„ู„ูŽู‘ูฐู‡ู berkata:

"Berbahagialah bagi orang yang mati dan mati (p**a) dosa-dosa bersamanya.
Dan celaka (sungguh) celaka bagi orang yang mati sedangkan dosa-dosanya masih tetap (hidup)."

(Kitab Al-Muwafaqat Jilid I Hal 229)

_*Kajian Humaira*_

15/09/2026

https://www.youtube.com/live/H-bx-zIi37c?si=yteyiI8b-nYrFJvd
____________________________________

"Pentingnya Visi-Misi Bersama untuk Ketenangan Rumah Tangga"
(Ustadz Muhammad Ridho, S.E., M.Si)
Kajian Humaira, 10 September 2026

โ€ข VISI SEBUAH KELUARGA

Visi dalam sebuah keluarga merupakan orientasi masa depan, yang menentukan akan dibawa ke arah mana rumah tangga itu nantinya. Oleh karena itu, menyelaraskan visi-misi merupakan sebuah perkara yang sangat penting demi terwujudnya keluarga yang sakinah yang penuh dengan cinta dan kasih sayang.

Untuk dapat menyelaraskan visi-misi dalam rumah tangga, maka kita perlu memahami hakikat pernikahan.

Hakikat pernikahan menurut ulama:
1. Menikah adalah bentuk ibadah, karena menikah adalah perintah Allah dan RasulNya.
Menikah merupakan bentuk ibadah yang sangat panjang karena setiap aktivitas di dalam rumah tangga itu mencakup berbagai amal kebaikan sehari-hari yang bernilai pahala.
2. Menikah merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Dalam QS. Ar Ruum ayat 21 Allah menyampaikan bahwa di antara tanda-tanda kebesaran Allah adalah diciptakanNya pasangan hidup bagi kita yang bertujuan untuk memberikan ketenteraman (sakinah), cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah). Dan itu semua merupakan kenikmatan menikah yang membawa kita untuk semakin mendekat kepada Allah.
3. Menikah adalah sarana untuk meraih surga.
Beberapa cara meraih surga melalui pernikahan:
- Menjadi seorang istri yang menjaga shalat lima waktu, dan taat pada suami.
- Mendidik anak hingga menjadi anak yang shalih/shalihah.
- Antara suami-istri saling menasihati/mengingatkan dalam ketaatan
- Menghiasi rumah tangga dengan kesabaran
- dsb
4. Menikah merupakan sarana untuk saling menjaga diri dari perbuatan-perbuatan maksiat.
Dengan menikah kita akan lebih mampu untuk menjaga syahwat dan menundukkan pandangan, sehingga dapat menghindari perbuatan zina.
5. Menikah merupakan sarana untuk saling memperbaiki dan menyempurnakan diri.
Dengan pernikahan kita akan mengenal dan memahami pasangan kita dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dan hal itu akan mengajarkan kita untuk terus memperbaiki diri.

Visi dalam sebuah rumah tangga harus dibangun sejak sebelum menikah, karena visi itu akan menentukan kepada siapa dia menentukan pasangan hidupnya.
Orang yang orientasinya adalah akhirat, pasti akan mencari pasangan hidup yang mendukungnya meraih surga.

Dalam sebuah hadits Rasulullah disebutkan bahwa seorang dinikahi karena 4 hal, yaitu:
1. Kecantikan atau ketampanannya
2. Hartanya
3. Keturunannya
4. Agamanya

Visi dalam sebuah rumah tangga:
1. Meraih surga (QS. An Nazi'at ayat 37-41)
2. Melahirkan generasi surga -> supaya kelak dapat dikumpulkan kembali oleh Allah di surga (QS. Ath Thur ayat 21)

Menurut para ulama, kesetaraan/kecocokan suami-istri di dalam sebuah keluarga itu sangat penting.
Disebutkan dalam QS. An Nuur ayat 26
"Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (p**a), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (p**a). Mereka (yang baik) itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)."

โ€ข MISI SEBUAH KELUARGA
1. Memilih jodoh yang tepat (sekufu dan sevisi)
2. Membangun aqidah dan tauhid yang kuat dalam diri keluarga
3. Saling mengingatkan dan menasihati di antara anggota keluarga dengan cara yang benar (tidak di depan orang lain)
4. Membangun program dalam keluarga untuk meraih surga (misal: tilawah bersama, mengajarkan sedekah, tahajud bersama, tadabbur alam, dsb)

Wallahu a'lam bish-shawab

12/09/2026

๐Ÿ’• *Muhasabah Hati* ๐Ÿ’•

"Tidak ada penyakit yang membunuh tubuhmu, lebih dari kesedihan dan pikiran yang berlebihan."

(Al Habib Umar bin Hafidz)

_*Kajian Humaira*_

11/09/2026

๐Ÿ’• *Muhasabah Hati* ๐Ÿ’•

"Uangmu tidak bakal bisa mencukupi, yang bisa mencukupi itu hanya rahmat (kasih sayangnya Allah)."

(Gus Baha)

*_Kajian Humaira*_

10/09/2026

https://www.youtube.com/live/ynkKDlq1R3c?si=Wa12F3s46tTBZXI3
___________________________________

"Matinya Keinginan Berbuat Baik"
(Ustadz Dr. M. AbduhTuasikal, M.Sc)
Kajian Humaira, 3 September 2026

*Lanjutan Dampak Buruk Maksiat:

11. Dosa itu melemahkan hati dalam keinginannya untuk berbuat baik.
Dan sebaliknya, dosa akan terus memperkuat dorongan untuk terus berbuat maksiat.

Menurut para ulama, balasan dari kejelekan adalah kejelekan yang lainnya, hingga lama kelamaan keinginan untuk bertaubat pun lama-lama makin melemah dan hilang dari hati.

Langkah-langkah bertaubat:
a. Menyesali dosa yang telah lalu
b. Kembali taat untuk saat ini
c. Bertekad tidak mau mengulangi lagi

Jika maksiat terus dilakukan dan bahkan hingga separuh dirinya berada di ambang kematian, ia mungkin tidak akan kembali kepada Allah.
Hamba yang seperti ini bisa saja melafadzkan istighfar atau dia menyatakan taubat, tetapi taubatnya adalah dusta. Lisannya mengucapkan istighfar, tetapi hatinya tetap terikat pada dosa.
Hal itu merupakan penyakit paling berbahaya bagi hati karena akan menimbulkan kebinasaan.

Iradah : keinginan
Keinginan untuk berbuat baik, dan keinginan untuk berbuat buruk. Semua itu tergantung pada pilihan kita, tidak ada paksaan dari Allah.

Qs. Al Mudatstsir ayat 37
Manusia mempunyai 2 pilihan, yaitu maju (untuk taat kepada Allah), atau mundur untuk berpaling dari Allah (maksiat)

Iradah ada 2 macam, yaitu:
a. Iradah kauniyah -> kehendak Allah yang pasti terjadi, meskipun belum tentu Allah cintai.
Contoh: adanya syaithan, iblis, orang yang jahat, dsb.
b . Iradah syar'iyyah: Kehendak Allah karena Allah cinta, namun belum tentu terjadi.
Contoh:
- Allah mencintai orang yang mendirikan shalat, namun kenyataannya banyak orang yang tidak melakukan shalat.
- Allah menginginkan Abu Lahab (paman Nabi) untuk beriman kepada Allah, namun Abu lahab memilih untuk berpaling dari Allah.

Bagi orang yang memilih untuk mundur (berpaling dari Allah) pasti ada konsekuensinya.
-> Qs. Al Mudatstsir 38
Setiap manusia tergadai karena dosanya.
Jika dosanya masih tertahan, maka dia tidak selamat. Dia hanya bisa selamat jika dosanya sudah terhapus.

Qs. Al Mudatstsir 39
Yang selamat (dari dosa yang tertahan) adalah golongan kanan (ashabul yamin).

Ashabul yamin memiliki 4 amalan:
a. Mengerjakan shalat -> berkaitan dengan ibadah
b. Memberi makan orang miskin -> berkaitan dengan sosial
c. Tidak ikut-ikutan orang yang membicarakan kebathilan/menentang Islam -> berkaitan dengan lingkungan
d. Mengimani hari pembalasan/hari kiamat -> berkaitan dengan aqidah

Maka kita bisa menjadi baik jika ibadah, sosial, lingkungan, dan aqidah kita bagus. Itu semua bisa terwujud karena pilihan kita.
Namun faktor terbesarnya adalah karena adanya hidayah dari Allah.
-> QS. Al Mudatstsir ayat 55
Peringatan itu manfaat bagi orang yang mau mengambilnya
-> QS. Al Mudatstsir 56
Tidak ada yang bisa mengambil peringatan kecuali atas kehendak Allah (adanya hidayah Allah).

Fudhail bin Iyadh pernah berdoa karena ia merasa tidak mampu mendidik anaknya, maka ia memohon kepada Allah untuk mendidiknya. -> Fudhail memohon hidayah Allah untuk anaknya.

Doa Fudhail tsb dapat kita amalkan dengan lafadz sbb:

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุงุฌู’ุชูŽู‡ูŽุฏู’ุชู ุฃูŽู†ู’ ุฃูุคูŽุฏูู‘ุจูŽ ูˆูŽู„ูŽุฏููŠุŒ ููŽู„ูŽู…ู’ ุฃูŽู‚ู’ุฏูุฑู’ุŒ ููŽุฃูŽุฏูู‘ุจู’ู‡ู ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ู„ููŠ.

โ€œYa Allah, sungguh aku telah bersungguh-sungguh untuk mendidik anakku, tetapi aku tidak mampu. Maka didiklah ia untukku.โ€

Wallahu a'lam bish-shawab

10/09/2026

Pentingnya Visi Misi Bersama Untuk Ketenangan Rumah Tangga | Ustadz Muhammad Ridho, S.E., M.Si

Kamis, 10 September 2026

Bismillaahirrahmaanirrahiim, Ummahat yang dirahmati Allaah, In syaa allaah Kajian Humaira akan kembali menyelenggarakan ...
07/09/2026

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Ummahat yang dirahmati Allaah,
In syaa allaah Kajian Humaira akan kembali menyelenggarakan kajian rutin yang akan dilaksanakan pada :

๐Ÿ“… Kamis, 10 September 2026

๐Ÿ•™ Pukul 08.00-09.30 WIB

๐Ÿ‘ณ๐Ÿปโ€โ™€๏ธ Ustadz Dr. Muhammad Ridho, S.E., M.Si
(Ketua Yayasan PPTQ Insan Qur'ani, Waru, Sukoharjo)

๐Ÿ“– "Pentingnya Visi Misi Bersama untuk Ketenangan Rumah Tangga"

๐Ÿ•Œ Masjid Nurul Iman
Jln. Kalitan, Surakarta

๐Ÿ“Œ Live di YouTube, Instagram, TikTok, dan Facebook

"Barang siapa menempuh satu jalan (cara) untuk mendapatkan ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)

Bagi yang berkenan infaq untuk kepentingan dakwah Kajian Humaira, silakan disampaikan melalui transfer ke Rekening Dakwah Kajian Humaira :
Bank Muamalat 5210075877
Joice Sitawati QQ Kajian Humaira

Jazaakunnallaahu khayran

07/09/2026

๐Ÿ’•*Muhasabah Hati*๐Ÿ’•

Terkadang, kesempitan itu mendekatkan kita pada ketaatan dan kelapangan itu menjadikan kita lebih dekat dengan kelalaian.

"Allah tidak pernah membencimu, dan Allah tidak pernah meninggalkanmu."

(QS. Adh-Dhuha ayat 3)

_*Kajian Humaira*_

Address

Jalan Bungur V No. 11 Punggawan, Banjarsari
Surakarta
57132

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kajian Humaira posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Kajian Humaira:

Shortcuts

Share