Pena_mahar

Pena_mahar Menerima jasa pembuatan mahar 3D

Yang harus selalu kita ingat...
06/09/2017

Yang harus selalu kita ingat...

Jantung rumah adalah seorang istri, jika hati istrimu tidak bahagia, maka seisi rumah akan tampak sunyi tidak ada canda ...
05/09/2017

Jantung rumah adalah seorang istri, jika hati istrimu tidak bahagia, maka seisi rumah akan tampak sunyi tidak ada canda tawa, manja, perhatian. Maka sayangilah istri kalian agar dia bahagia dan kamu akan merasa seperti di surga.

Jantung rumah adalah seorang istri, jika hati istrimu tidak bahagia, maka seisi rumah akan tampak sunyi tidak ada canda tawa, manja, perhatian

05/09/2017

"Bukan tempatnya yang sempit, tapi hatinya saja yang kurang lapang"

"Bukan rejekinya yang sedikit, tapi bersyukurnya saja yang kurang"

"...Dan sedikit sekali dari hamba-hambaku yang mau bersyukur"
(Qs. Saba' : 13)

Meluruskan Niat & Tujuan Menikah dalam IslamNikah itu hukumnya halal. Tetapi Ia bisa menjadi haram. Bisa juga menjadi su...
02/09/2017

Meluruskan Niat & Tujuan Menikah dalam Islam

Nikah itu hukumnya halal. Tetapi Ia bisa menjadi haram. Bisa juga menjadi sunnah atau makruh. Yang menjadikan Ia halal atau haram adalah niat dan tujuan menikah. Makanya meluruskan niat dan tujuan menikah adalah sangat penting. Berikut adalah tujuan-tujuan menikah:

1. Mengikuti Sunnah Rasul

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.” (QS. Ar Ra’du: 38).

Ayat di atas menjelaskan bahwa para Rasul itu menikah dan memiliki keturunan. Rasulullah Saw bersabda, “Empat perkara yang termasuk sunnah para rasul, yaitu sifat malu, memakai wewangian, bersiwak dan menikah” (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

“Nikah itu adalah sunahku, barang siapa tidak senang dengan sunahku, maka bukan golonganku”. (HR. Bukhori dan Muslim)

2. Ikut Membangun Peradaban Islam

Dari abu Umamah, Hadist Rasulullah Saw Bersabda ” Menikahlah karna aku berlomba dengan umat lain dalam jumlah umat. Dan janganlah kalian menjadi seperti para Rahib Nasrani yang tidak )menikah (HR.l-Baihaqi)

Rasulullah SAW pernah bersabda:

تَزَوَّجُوْا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ، فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمْ

Artinya: “Nikahilah oleh kalian wanita yang penyayang lagi subur, karena aku berbangga-bangga di hadapan umat yang lain pada kiamat dengan banyaknya jumlah kalian.” (HR. An-Nasa`i no. 3227, Abu Dawud no. 1789, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Irwa`ul Ghalil no. 1784)

”Barangsiapa yang dimudahkan baginya untuk menikah, lalu ia tidak menikah maka tidaklah ia termasuk golonganku” (HR.At-Thabrani dan Al-Baihaqi).

3. Semakin Dekat dengan Allah

Allah berfirman:

“Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS. Ali ‘Imran, 3: 31)

4. Saling Mencintai Karena Allah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Allah berfirman pada Hari Kiamat, “Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku pada hari ini? Aku akan menaungi mereka dalam naungan-Ku pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Ku.” (HR. Muslim; Shahih)

5. Menjaga Kesucian Diri

“ Tiga golongan yang wajib Aku (Allah) menolongnya, salah satunya adalah orang yang menikah karena ingin menjaga kesucian dirinya.” (HR. Tarmidzi)

6. Sedekah

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

…وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَيَأْتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُوْنُ لَهُ فِيْهَا أَجْرٌ؟ قَالَ: أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ، أَكَانَ عَلَيْهِ فِيْهَا وِزْرٌ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ.

“… Seseorang di antara kalian bersetubuh dengan isterinya adalah sedekah!” (Mendengar sabda Rasulullah, para Shahabat keheranan) lalu bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah salah seorang dari kita melampiaskan syahwatnya terhadap isterinya akan mendapat pahala?” Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bagaimana menurut kalian jika ia (seorang suami) bersetubuh dengan selain isterinya, bukankah ia berdosa? Begitu p**a jika ia bersetubuh dengan isterinya (di tempat yang halal), dia akan memperoleh pahala.”

7. Investasi Amal Jariyah

”Sesungguhnya amal dan kebaikan yang terus mengiringi seseorang ketika meninggal dunia adalah ilmu yang bermanfaat, anak yang dididik agar menjadi orang shaleh, mewakafkan Alquran, membangun masjid, membangun tempat penginapan bagi para musafir, membuat irigasi, dan bersedekah.” (H.R. Ibn Majah)

8. Menanam dan Memanen Rasa Syukur

” Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. “.(Ar-Rum : 21)

9. Meneruskan Estafet Dakwah

10. Mencari Nafkah Sebagai Bentuk Jihad

Rasulullah Saw bersabda: “Memangnya jihad di jalan Allah itu hanya yang terbunuh (dalam perang) saja? Siapa yang bekerja untuk menghidupi orang tuanya, maka dia di jalan Allah, siapa yang berkerja menghidupi keluarganya maka dia di jalan Allah, tapi siapa yang bekerja untuk bermewah-mewahan (memperbanyak harta) maka dia di jalan thaghut.” (HR Thabrani, Al-Mu’jam Al-Ausath).

11. Menyambung Silaturahim antar Sesama Umat Muslim

“Barang siapa yang senang dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya, dan dijauhkan dari kematian yang buruk, maka hendaklah bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturahmi.” (HR Imam Bazar, Imam Hakim)

12. Mengundang Rezeki Allah

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang wnaita. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” [QS. An-Nuur: 32]

13. Ibadah

Rasulullah pun menjelaskan dalam sabdanya, ”Apabila seorang hamba (manusia) telah menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agama, karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam separuh yang tersisa.” Dan, dalam suatu riwayat Thabrani dijelaskan, ”Barang siapa yang nikah, maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan separuh iman, karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam separuh yang tersisa.”

14. Menjadikan sendau gurau sebagai sedekah

“Setiap orang yang melakukan sesuatu yang tidak ada zikir kepada Allah di dalamnya dinilai sebagai orang yang bermain-main dan melakukan kesia-siaan, kecuali empat orang, iaitu suami-isteri yang bersenda-gurau, seseorang yang menjaga kudanya (atau kenderaan yang digunakan untuk berjihad atau berbuat kebajikan), seseorang yang berjalan di antara dua tujuan, dan seseorang yang mengajar berenang (olahraga untuk kesihatan tubuh).” [HR An-Nasa-ie]

15. Teman hidup dalam mencari Ridha Allah.

“Mereka (istri-istri) itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka” (QS al-Baqorah : 187)

“Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun di waktu malam lalu shalat dan ia pun membangunkan istrinya lalu sang istri juga shalat. Bila istri tidak mau bangun, ia percikkan air ke wajahnya. Semoga Allah juga merahmati seorang perempuan yang bangun di waktu malam lalu ia shalat dan ia pun membangunkan suaminya. Bila suami enggan untuk bangun, ia pun memercikkan air ke wajahnya.” (HR. An Nasa’i. Hadits senada juga diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmidzi)

16. Mencari Berkah

Beliau melanjutkan, ”Barang siapa yang menikahi seorang wanita karena kemuliaan nasabnya, maka Allah tidak akan menambahkan baginya kecuali kerendahan. Dan, barang siapa yang menikahi seorang wanita dan ia tidak menginginkan kecuali supaya dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluannya atau menyambung tali silaturahim, maka Allah akan memberkahi mereka berdua.” (HR Thabrani).

17. Memudahkan Menggapai Surga Firdaus



Itulah niat & tujuan menikah dalam Islam. Elaborasi lebih dalam akan dilakukan nanti.

Sumber : Fazams

Kenapa sih Menikah Disebut Menyempurnakan Separuh Agama? Sahabat, apa sih yang membuat pernikahan disebut sebagai penyem...
31/08/2017

Kenapa sih Menikah Disebut Menyempurnakan Separuh Agama?


Sahabat, apa sih yang membuat pernikahan disebut sebagai penyempurna separuh agama?

Tidak main-main, yang menyebut menikah itu menyempurnakan separuh Agama adalah manusia agung utusan Allah, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي

“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah atas separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi)


Banyak yang menebak-nebak makna dari menyempurnakan separuh agama ini. Ada yang bilang maksudnya adalah segala ibadah yang kita lakukan akan sempurna jika kita telah menikah. Benarkah demikian?

Yuk, kita simak perkataan para ulama tentang hal ini!

Al Ghozali rahimahullah (sebagaimana dinukil dalam kitab Mirqotul Mafatih) berkata, “Umumnya yang merusak agama seseorang ada dua hal yaitu kemaluan dan perutnya. Menikah berarti telah menjaga diri dari salah satunya. Dengan menikah, berarti seseorang membentengi diri dari godaan syaithon, membentengi diri dari syahwat (yang menggejolak) dan lebih menundukkan pandangan.”

Dengan demikian, kalau sudah menikah tapi syahwatnya masih diumbar pada selain pasangan, masih hobi nonton video p***o misalnya, berarti pernikahannya masih gagal menyempurnakan separuh agamanya. Tujuannya tak sampai. Kalau sudah menikah tapi masih belum mampu menundukkan pandangan, masih 'jelalatan' melihat aurat wanita selain istri, hmm... Berarti separuh agamanya belum sempurna juga.

Yang menarik, ada pandangan lainnya mengenai makna 'menikah menyempurnakan separuh agama'. Pasalnya, setelah menikah... Kita akan sadari bahwa masalah apapun yang kita hadapi saat masih sendiri, ternyata tidak ada apa-apanya dibanding dengan setelah menikah.

Ada yang konflik dengan mertua, ipar, bahkan konflik dengan pasangan sendiri yang karakter aslinya baru ketahuan setelah menikah. Ada yang diuji dengan kekurangan harta, diuji dengan banyak anak, diuji dengan tidak punya anak, diuji dengan penyakit pasangan, diuji dengan penyakit anak, diuji dengan pihak ketiga yang ternyata nampak lebih menarik daripada pasangan, de el el es be, yang luar biasa menguras emosi, pikiran, tenaga, biaya, jiwa raga pokoknya.

Kira-kira mendengar hal ini, ada yang jadi takut nikah? Atau, ada yang udah nikah tapi jadi ingin cerai menghadapi segala permasalahan itu?

Waah... Berarti salah ambil kesimp**an, Sahabat! Coba kita sadari bahwa hidup di dunia ini Allah ciptakan memang sebagai ruang ujian!

Apa yang biasanya dilakukan di ruang ujian? Apakah tidur mendengkur? Atau makan cemilan? Yaa... Nggaklah yaa, di ruang ujian yang kita lakukan yaa mengerjakan soal ujian. Demikianlah hidup di dunia ini, memang sebagai tempat ujian untuk kita. Jadi pernikahan pun adalah ujian, hidup single pun adalah ujian.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu akan dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya’ : 35)

Tidak lama kok, cuma 1-1,5 jam saja kita mengerjakan soal-soal ujian di dunia ini:

“Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al Hajj: 47)

Artinya, kita hidup tidak sampai sehari kan? Usia 40-60an tahun yaa setara dengan 1-1,5 jam waktu akhirat. Pas untuk mengerjakan soal-soal ujian.

Dan perlu diingat p**a, soal ujian yang kita kerjakan semuanya disesuaikan dengan level kesanggupan kita masing-masing :

"Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya." (Al-Baqarah: 286)

Anak SD yaa mengerjakan soal untuk taraf SD, anak kuliahan yaa mengerjakan soal untuk anak kuliah. Jadi, segala konflik dan kesulitan dalam pernikahan kita, sebenarnya bisa memperlihatkan kualitas diri kita juga. Semakin sulit soal ujian, menandakan semakin tinggi level keimanan, semakin tinggi p**a tingkatan surga yang bisa dicapai. In syaa Allah.

Jadi, tak perlu membanding-bandingkan rumah tangga kita dengan rumah tangga orang lain! Semuanya PASTI punya masalah sesuai kadar kesanggupan masing-masing.

Kembali lagi pada pernyataan menggenapkan separuh Agama, buat yang masih sendirian... Sudahkah merencanakan diri menggenapkan separuh dien dalam arti yang sebenar-benarnya dan bukan cuma perkara enak-enaknya saja?

Dan buat yang sudah menikah, sudahkah pernikahan kita berhasil menggenapkan separuh agama? Atau malah menjadikan kualitas diri kita lebih buruk? Jadi gampang mengeluh, tak sabaran, cengeng, atau yang terburuk... Makin menjauh pada Allah? Na'udzubillah min dzalik.

Berikut ini tips agar pernikahan benar-benar menyempurnakan separuh agama kita:

1. Kendalikan masalah syahwat sejak sebelum menikah!

Kalau sebelum menikah tidak bisa menjaga kesucian diri, setelah menikah biasanya lebih parah lagi.

Misalnya sebelum nikah s**a melampiaskan syahwat dengan cara menonton blue film, mengakses p***ografi, melakukan masturbasi (terutama pria), sangat mungkin setelah menikah pun takkan merasa cukup, karena otak sudah terlanjur rusak.



Jika menonton materi p***ografi atau melakukan masturbasi atau berpacaran diperbolehkan dalam Islam sebagai solusi bagi yang belum menikah, tentunya Rasulullah akan menganjurkannya. Tapi ternyata yang dianjurkan buat para pemuda pemudi yang belum menikah justru Berpuasa!

"Wahai para pemuda, barangsiapa dari kalian mampu memberi nafkah maka hendaknya dia menikah karena ia lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa belum mampu maka hendaknya dia berpuasa karena ia adalah kendali baginya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Maka, coba belajar kendalikan syahwat sebelum menikah. Semakin sering melampiaskan syahwat pada hal-hal yang diharamkan Allah sebelum menikah, semakin sulit menjadikan pernikahan sebagai penyempurna separuh agama.

2. Adil dalam memandang pernikahan

Banyak yang tidak adil memandang pernikahan hanya dari bagian yang enaknya saja, positifnya saja, padahal pernikahan itu sama saja seperti kehidupan pada umumnya, terdiri dari kebaikan dan juga keburukan.

Ketidakadilan dalam memandang pernikahan membuat orang berharap besar pada pernikahannya.

"Waah, pernikahan bisa menggenapkan separuh agamaku..."

"Pernikahan bisa membuatku lebih rajin beribadah!"

Kata siapa? Justru ketika menikah godaan syetannya lebih berat. Ada yang jadi makin malas shalat tepat waktu, jadi malas ikut pengajian, makin males baca Quran, makin males hafal ayat, dengan alasan mengurus anak lah, beberes rumah, ngerjain tugas kantor, de el el es be.

3. Miliki visi pernikahan

Sahabat Ummi, tanpa visi, sebuah pernikahan akan diserang rasa hambar. Bukankah segala amalan bergantung niat atau tujuannya? Oleh sebab itu penting merumuskan tujuan pernikahan kita dengan membuat visi pernikahan. Misalnya kita ingin membentuk keluarga yang seperti apa, berkontribusi apa untuk umat?

Contoh gampang, lihatlah orang yang punya anak lebih dari 10, tidak mungkin bisa demikian kalau orangtuanya tidak punya visi memiliki keluarga besar kan? Visi ini juga bisa membantu kita menyaring calon pasangan sebelum menikah looh. Kalau tidak sevisi yaa jangan diterima! Lihat p**a keluarga penghafal quran, kalau tidak punya visi kuat yaa tidak mungkin bisa kan?

Nah, sekarang lihat juga rumahtangga kebanyakan! Apakah memiliki visi di dalamnya? Biasanya sih tidak, itu sebabnya digoncang prahara sedikit saja sudah tumbang. Seorang suami, hanya karena fisik istri berubah setelah melahirkan sekian anak, bukannya dimodali untuk kembali tampil oke, malahan menyalahkan istri dan berselingkuh dengan wanita lain, ini contoh pemimpin rumahtangga yang tidak bervisi kuat, sangat mudah melupakan janji pernikahan untuk setia pada pasangan.

Lalu, apa visi pernikahan Sahabat yang ada di sini? Setelah menikah, apa yang ingin dicapai? Tanpa visi, seriously... Pernikahan akan sangat mudah terombang-ambing. Sedangkan yang punya visi saja bisa terjatuh, apalagi yang tidak.

4. Istikhoroh

Terakhir, pastikan sebelum memutuskan untuk menikah dan menentukan pasangan hidup, Sahabat semua melakukan shalat istikhoroh. Ini merupakan kunci kemantapan hati dan ketenangan dalam mengarungi pernikahan kelak. Maka, tolong jangan diabaikan.

Semoga tulisan ini termasuk dalam kategori 'saling menasehati dalam kebenaran dan dalam kesabaran'. Sehingga kita semua tidak termasuk ke dalam golongan orang yang merugi. Aamiin.

Sumber : Ummi

Noted..!!! Bukti Lelaki Serius Mencintai Tak Hanya Dilihat Dari Perkataan Manisnya, Tapi Dari Keberaniannya Menikahi
28/08/2017

Noted..!!! Bukti Lelaki Serius Mencintai Tak Hanya Dilihat Dari Perkataan Manisnya, Tapi Dari Keberaniannya Menikahi

Bukti seorang lelaki yang memang serius mencintaimu tak hanya bisa dilihat dari perkataan manisnya, tutur katan

25/08/2017

Pernikahan merupakan salah satu momen terpenting yang terjadi sekali seumur hidup. Sebelum pernikahan tentu saja ada banyak hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah gaun pengantin. Bagi anda yang beragama Islam mungkin lebih memilih gaun pengantin muslimah di hari pernikahan. Tentu saja dalam membuat gaun pengantin diperlukan persiapan yang matang, belum lagi kebanyakan orang yang akan menikah akan berusaha membentuk tubuh agar nanti sesuai dengan gaun yang dipesan. Berikut ini adalah sedikit tips memilih gaun pengantin yang sesuai bentuk dan postur tubuh.
Bagi anada yang bertubuh pendek gemuk, model baju pengantin hendaknya dapat membuat anda nampak kurus dan tinggi. Bahan baju yang ringan dan melayang serta menghindari baju yang memiliki banyak rajutan. Bahan yang ringan akan membuat anda nampak lebih tinggi, dan yang paling cocok adalah gaun berbahan siffon. Dalam pemilihan warna juga harus diperhatikan, hindari gaun dengan model tumpuk dan berwarna gelap karena akan membuat anda nampak lebih gemuk dan pendek.
Sementara itu, tips memilih baju pengantin untuk orang bertubuh pendek dan kurus, hindari memilih baju pengantin yang jatuh di pinggang karena model pakaian seperti itu akan menampakkan kesan anda lebih pendek. Untuk warna pilihlah warna pastel atau warna cerah lainnya.
Bagi anda yang berpostur tinggi tidak terlalu sulit memilih gaun pengantin, pasalnya berbagai jenis gaun akan cocok untuk tubuh anda. Maka dari itu, untuk model baju pengantin bisa disesuaikan dengan keinginan atau kes**aan masing-masing tanpa takut salah model. Nah demikian tips memilih gaun pengantin muslimah sesuai dengan bentuk tubuh.

Source : http://gaunpengantinmu.blogspot.co.id/…/tips-memilih-gaun-p…

Informasi seputar desain gaun pengantin muslimah terbaru baju kebaya modern untuk pernikahan islami aneka model dan desain terbaru

Menerima jasa pembuatan mahar pernikahan 3D.Untuk info lebih lengkap silahkan WA : 087853847216 atau 085931237920
23/08/2017

Menerima jasa pembuatan mahar pernikahan 3D.
Untuk info lebih lengkap silahkan WA : 087853847216 atau 085931237920

Jangan berpikir bahwa saya mau sukses dulu kemudian menikah,tetapi menikahlah, maka Allah akan membuatmu sukses dan baha...
23/08/2017

Jangan berpikir bahwa saya mau sukses dulu kemudian menikah,
tetapi menikahlah, maka Allah akan membuatmu sukses dan bahagia!

Mohon camkan janji Allah ini :

“Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) [1]

Kisah Nyata: Menabrak Polisi, Dapat JodohBismillahir-Rahmaanir-Rahim … Aku tak tahu, apakah ini kesialanku atau keberunt...
21/08/2017

Kisah Nyata: Menabrak Polisi, Dapat Jodoh
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Aku tak tahu, apakah ini kesialanku atau keberuntunganku. Satu yang kutahu, inilah jalan yang diberikan Allah untuk bertemu jodohku. Meski awalnya, aku merasa sial karena kecelakaan itu dan aku harus mengganti rugi tidak sedikit. Toh akhirnya justru kesialanku itu membawaku ketemu jodoh.
Ceritanya begini, secara tak sengaja aku menabrak seorang polisi sep**ang kuliah. Tak kusangka “motor butut”-ku bisa merusak total motornya yang bernilai puluhan juta. Perasaan, mataku sudah fokus ke jalan, tak jelalatan kemana-mana. Doa juga sudah kubaca saat aku menyalakan mesin motor di parkiran I kampus.
Memang sudah apes dan inilah yang dinamakan takdir. Nggak diminta dan meski sudah hati-hati eh… nabrak juga, … polisi lagi.
Aku dan motorku sempat juga jungkir balik, Alhamdulillah lukaku tak seberapa parah, meski jidatku sempat berdarah-darah dan tanganku terkilir, serta luka lecet hamper diseluruh tubuh. Meski tak sampai membuatku pingsan, aku harus merasakan mondok tiga hari di rumah sakit.
Sementara polisi yang kutabrak tak separah aku. Tapi justru motornya yang parah, sempat aku ciut nyali saat temen-temen polisi dan orang-orang mengerumuniku. Di TKP teman-teman polisi itu justru yang marah-marah dan bersikap agak keras padaku, tapi mas polisi itu justru minta teman-temannya bersikap baik dan sabar padaku.
“Sudah, nggak papa namanya juga nggak sengaja, memang ada orang mau nabrak atau ditabrak? Jangan kasarlah aku baik saja kok. Kayaknya motor yang kena, nanti kan bisa diselesaikan baik-baik”.
Aku dibuat kagum bahkan polisi yang kutabrak itu berbaik hati mengantarku ke rumah sakit dan mengabari keluarga dirumah. Selama tiga hari itu dia juga menyempatkan diri menjengukku di rumah sakit. Kami jadi akrab karenanya.
Nah, setelah keluar dari rumah sakit aku mulai disibukkan urusan ganti rugi onderdil motor senilai puluhan juta itu. Ganti rantai saja nilainya jutaan rupiah, itu pun belum spare part lain.
Makanya hampir seluruh tabungan hasil kerja sampinganku ludes semua. Tapi aku memang harus bertanggungjawab bukan? Aku tak mau menyusahkan orangtua soal ganti rugi, hingga aku bilang ke mas polisi cuma bisa mencicil sedikit demi sedikit.
Seperti biasa, kali ini aku ke rumah mas polisi untuk mencicil ganti rugi. Ini keempat kalinya aku kesana. Sambil tersenyum dan mengucapkan terima kasih dia menerima “setoranku”. Dan seperti biasa p**a kami ngobrol sejenak. Tak kusangka dia tiba-tiba bertanya, “sudah ada gambaran nikah belum?” tanyanya padaku sambil mesem-mesem.
“Ya kadang pingin juga mas, kerja kecil-kecilan insya Allah sudah ada, pinginnya nggak nunda-nunda, tapi jodohnya belum ada”. Jawabku sambil cengar-cengir.
“Mau sama adikku? Serius nih, orangnya pake jilbab gedhe kamu carinya kan yang kayak gitu”. Mas polisi bilang gitu mungkin karena celanaku yang “kayak orang kebanjiran” seperti temen-temen kampus yang s**a meledekku.
“Bener kok, serius!” Ujarnya menegaskan.
Sore itu aku p**ang dan berjanji memikirkan tawarannya. Setelah berkonsultasi dengan orang tua dua pekan kemudian kuberikan jawaban “Ya”. Tentu saja, akhwat dan keluarganya sudah tahu keadaanku yang perbedaannya ibarat langit dan bumi dengan mereka yang dari keluarga berada. Meski awalnya minder, sikap bapak akhwat yang begitu baik membuatku percaya diri, pesannya padaku singkat.
“Laki-laki yang bisa menjadi imam dan tanggungjawab, satu lagi jaga anak perempuan saya, dia sepenuhnya saya titipkan ke kamu”.
Meski diberi tanggungjawab yang tak ringan, hatiku serasa diguyur es, sejuk…. Rasanya. Aku segera p**ang ke awang-awang sep**ang nazhar. Mas Har, si mas polisi yang kutabrak itu mencegatku, ia menyerahkan amplop tebal padaku.
“Ini uang yang kamu titipkan padaku, ini hadiahku tapi bener ya cepet jemput bidadarimu! Ia memukul pundakku ringan dan pergi tanpa memberiku kesempatan bertanya lagi.
Masya Allah, di rumah, begitu kubuka amplop ternyata isinya uang sesuai ganti rugi motor yang kuberikan kepada mas Har. Segera kuhubungi mas Har lewat telepon, tapi ia tertawa ringan.
“Aku sudah bilang, itu untuk calon adikku”.
Berkaca-kaca saat kututup telepon sambil tak henti-hentinya bersyukur. Sudah nabrak orang, dikasih adiknya, dipercaya orangtuanya, uang ganti ruginya masih dikembalikan padaku.
Semalaman aku tak bisa tidur entah karena senang atau bingung. Uang senilai hampir sepuluh juta itu, kuberikan sebagai mahar saat akad nikah buat istri. Tepat sebulan sebelum Ramadhan.
Kini kami sudah punya 2 momongan, insya Allah beberapa bulan lagi akan bertambah seorang lagi. Mas Har menikah 2 tahun kemudian, ia baru punya satu momongan, Alhamdulillah kami semua hidup bahagia. Mas har dan istrinya juga mulai tertarik manhaj mulia ini. Dan itu menambah kebahagiaan kami.
Wallahua’lam bish Shawwab ….
Barakallahufikum ….
… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …
Sumber : Majalah nikah sakinah volume 9 no 6 dengan sedikit perbaikan tulisan via AsliBumiAyu.wordpress.com, http://kisahmuslim.com/kisah-nyata-menabrak-polisi-dapat-j…/
Foto Pernikahan Islami.

Kisah Nyata: Menabrak Polisi, Dapat Jodoh Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Aku tak tahu, apakah ini kesialanku atau keberuntunganku. Satu yang kutahu, inilah jalan yang diberikan Allah untuk bertemu jodohku. Meski awalnya, aku merasa sial karena kecelakaan itu dan aku harus mengganti rugi tidak sedikit...

16/08/2017

3 SIFAT WANITA .

1. Jika dia mudah menangis itu menandakan ia sosok yang setia,
mudah merindukan
seseorang dan berat bila melepaskan cintanya. .
2. Bila dia tersenyum ramah itu menandakan baik hatinya,
mulia akhlaknya,tak s**a menyombongkan diri,
penyayang tulus dalam menerima maupun memberi. .
3. Bila dia mudah ceria itu menandakan sosok yang selalu
berharap akan hadirnya seseorang memberinya
kebahagiaan serta dapat menghapus air matanya dimasa lalu. .

Address

Surabaya
60129

Telephone

087853847216

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pena_mahar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Pena_mahar:

Share