Sekolah Minggu Khonghucu Xiang You Hui

Sekolah Minggu Khonghucu Xiang You Hui Berisi segala aktifitas yang diadakan di Sekolah Minggu Khonghucu Xiang You Hui

祭者, 教之本也 / jì zhě, jiào zhī běn yě“Sembahyang/ibadah, itulah pokok/akar dari agama”Liji bagian Jitong XXII: 12Menurut Ki...
22/12/2025

祭者, 教之本也 / jì zhě, jiào zhī běn yě
“Sembahyang/ibadah, itulah pokok/akar dari agama”
Liji bagian Jitong XXII: 12

Menurut Kitab 礼记 / lǐjì,祭 / jì — upacara persembahyangan dan persembahan adalah tindakan yang lahir dari gerak hati terdalam manusia. Ketika hati tersentuh, manusia mengekspresikannya melalui 礼 / lǐ (kesusilaan/tata etika/aturan ritual).

Oleh sebab itu, hanya 贤者 / xiánzhě (orang bijak) yang tulus hatinya yang dapat sepenuhnya mewujudkan kebenaran dari 祭 / jì. Upacara persembahan ( 祭祀 / jìsì ) yang dilakukan oleh 贤者 / xiánzhě pasti akan memperoleh berkah. Yang berarti kesempurnaan, kesiapan atau kelengkapan atas segala sesuatunya ( 备 / bèi ) yang berjalan sesuai dengan prinsip dan kebenaran; tidak ada satu hal pun yang menyimpang.

Persembahan yang dilakukan oleh seorang 贤者 / xiánzhě dipenuhi iman dan kepercayaan. Sepenuh hati mencurahkan seluruh ketulusan hati, semangat penuh hormat dan sujud dalam mempersembahkan sajian, menjalankan tata ritual dan menyelaraskannya dengan musik … tidak dilakukan dengan pikiran meminta-minta berkat.

Semua yang dihidupkan Tian, yang ditumbuhkan bumi, disajikan hingga tiada yang tidak berlimpah. Di luar berlimpah benda, di dalam berlimpah semangat, demikianlah hati di dalam sembahyang.

Ritual mengajarkan anak-anak kita arti persujudan dan kesujudan agar mempunyai keindahan prilaku, cerah batinnya dan dipenuhi rasa kemanusiaan, sehingga menengadah tidak malu kepada Tuhan, menunduk tidak malu kepada sesama
( 子孙之守宗庙社稷者,其先祖无美而称之,是诬也;有善而弗知,不明也;知而弗传,不仁也。此三者,君子之所耻也。礼记:祭统 )

Maka, bertolak dari hati berlimpah semangat yang sepenuh iman, segenap jajaran guru, siswa dan orangtua melakukan ritual bersama persembahyangan permohonan berkah dan tolak bala Tahun Kuda Api ( 丙午 / bǐnɡ wǔ ) dalam tradisi Rujiao, dan mendoakan tidak kurang dari 150 orang, sesuai surat doa 儒教南方赤帝祈福禳灾丙午年疏文 pada hari Minggu, 7 Desember 2025 pukul 11 WIB bertempat di area utama ruang ibadah Xiang You Hui, Surabaya.

“… semoga nasib buruk berubah menjadi keberuntungan, kesulitan menjadi berkah. Langkah demi langkah dilindungi oleh para penjaga kebajikan, detik demi detik dinaungi anugerah langit. Semua yang hadir diberkahi kemakmuran besar, dan kebajikan yang terus tumbuh setiap hari. Cahaya datang, api tiba. Jalan terbuka, hati terang. Para Shenming dan leluhur menjaga, tubuh sehat, berkah turun, segala usaha lancar sempurna. Dalam satu niat tulus, langit dan bumi merespons. Segala niat dijawab oleh jalan langit; segala tekad dalam tindakan didukung oleh urat bumi. Tian membuka gerbang ilahi, bumi memancarkan cahaya berkah, kuda api berlari kencang, memimpin perjalanan baru. Dari atas, Tian Yang Agung memberkati, dari bawah, umat dilindungi dan hidup damai ...”

10/12/2025

Ritual sembahyang ke hadapan Kaisar Selatan ( 南方赤帝 / Nánfāng Chìdì ) sebagai upaya Cisuak atau Tolak Bala bagi Tahun Kuda Api ( 丙午年 / bǐngwǔ nián ) 2026. Kegiatan diikuti segenap siswa dan siswi Sekolah Minggu Khonghucu Xiang You Hui beserta keluarga.

吾不与祭,如不祭 / wú bù yǔ jì, rú bù jìBila tidak melakukan persembahan sendiri, merasa belum melaksanakannya …Bagi umat Ru (Kh...
24/08/2024

吾不与祭,如不祭 / wú bù yǔ jì, rú bù jì
Bila tidak melakukan persembahan sendiri, merasa belum melaksanakannya …

Bagi umat Ru (Khonghucu) dan masyarakat Tionghoa pada umumnya sejak beribu tahun silam, leluhur merupakan tokoh sakral dalam hidup manusia. Leluhur membawa kita menyatu selaras dengan Maha Leluhur, Sang Khalik Semesta Alam. Dan, mempersembahkan hewan korban adalah harus dan wajib sebagai ejawantah pujian dan rasa syukur. 祭祀 / jìsì: 祭: sacrifice, 祀: ritual; “pengobanan” yang sekarang sudah berevolusi menjadi bentuk benda-benda persembahan dan sajian ( 贡品 / gòngpǐn ).

Maka sejak zaman aksial, pemujaan kepada leluhur menjadi fondasi kuat agama rakyat yang menjadi cikal bakal agama kemudian. Manusia semakin memahaminya, lewat petunjuk dan wahyu para nabi, lewat para shaman yang kemudian ditunjuk sebagai mediator yang berkemampuan membaca kehendak semesta lewat “oracle bone” dari cangkang kura-kura maupun tulang hewan. Ini bergulir verbal selama beribu tahun.

Sejak itulah, manusia semakin paham bahwa … “after life” adalah kesinambungan hubungan antara mereka yang telah berp**ang ke haribaan 鬼神 / guǐshén, Hyang Maha Roh dengan mereka yang masih hidup di alam dunia. Kesinambungan ini bertali-temali tak terputus; terangkai dan terakomodir pada sebuah meja altar. Hormat itulah wujud bakti, ibadah itulah pokok agama.

Tak heran, mereka di Mexico tidak pernah tanggung mempersembahkan “ofrenda” berhias bunga Marigold, sebuah altar lengkap dengan patung Bunda Maria, salib Yesus Kristus dan foto leluhur yang dipenuhi makanan dan minuman sebagai persembahan untuk para leluhur yang datang dari tempat jauh untuk memberikan “bless” kepada para anak cucu di hari raya “Día de los Muertos” (Day of the dead), dengan bunga Marigold sebagai pengiring perjalanan ke dunia manusia.

Selama 2 hari di tanggal 1-2 November adalah hari libur dan pesta rakyat. Dengan wajah yang dilukis model tengkorak, mereka memenuhi jalan-jalan. Pada puncaknya, berpesta ria dan menari di tengah malam, menghias makam-makam dengan ornamen dan lampu-lampu yang terang benderang. Melakukan penghormatan menyambut kedatangan para roh dan arwah leluhur yang datang ke dunia guna reuni keluarga.

Maka, kemarin 18 Agustus 2024 bertepatan dengan tanggal 15 bulan 7 (Hokian: Jitgwe) penanggalan Kongzili bersama para siswa yang telah paham makna 吾不与祭,如不祭 / wú bù yǔ jì, rú bù jì, kami selenggarakan sebuah persembahan untuk para leluhur agar menyatu selaras dengan Sang Maha Leluhur serta untuk mereka yang pernah ada, meski mungkin berwujud janin ataupun belum sempat berwujud sekalipun ...

Kami persembahkan segala doa, sajian dan 明器 / míngqì dalam rangkuman sebuah rituil sebagai bentuk hormat dan bakti kepada 昊天上帝 / hàotiān shàngdì, Tuhan, khalik semesta alam; untuk bumi dengan segenap 神灵 / shénlíng yang suci; ke hadapan para 神明 / shénmíng yang agung dan para mendiang yang pernah hadir di sekeliling kita. Meski sederhana tetapi sarat makna. Tidak berlimpah namun memuat niat, janji dan sumpah …

Yakin beroleh perkenan, yakin beroleh berkah dan rahmat yang terus meluber dari segala sumber. 有求必应 / yǒu qiú bì yìng, 惟的动天 / wéi dé dòng tiān, 皇矣上帝惟天佑德 / huáng yǐ shàngdì wéi tiān yòu dé, 善哉 / shànzāi!

Kepedulian kepada para arwah di luar dimensi manusia akan lengkap bila kita juga peduli kepada para manusia di dimensi kita. Maka demikianlah hari itu juga menjadi kesempatan kita mengajarkan kepada para anak-anak akan arti 仁 / rén … cinta kasih, kemanusiaan, dengan membagikan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Ouw, betapa menyenangkan melihat anak-anak begitu antusias mengisi kantong-kantong sembako dengan beras, bihun, mie, gula, garam dan kecap! Jiayou, jiayou!

Bagi umat Ru (Khonghucu) dan masyarakat Tionghoa pada umumnya, “after life” adalah kesinambungan hubungan antara mereka ...
12/08/2024

Bagi umat Ru (Khonghucu) dan masyarakat Tionghoa pada umumnya, “after life” adalah kesinambungan hubungan antara mereka yang telah berp**ang ke haribaan Tuhan dengan mereka yang masih hidup di alam dunia. Kesinambungan ini bertali-temali tak terputus, terangkai dan terakomodir pada sebuah meja altar. Inilah bakti, inilah memuliakan hubungan.
Bulan 7 ( Hokian: jit gwe ), sarat dengan pengertian sebagai bulan arwah. Saat arwah mendapatkan perhatian manusia, saat tepat mengajarkan kepada anak-anak arti penting sebuah kata berbunyi “leluhur” serta makna suci di baliknya.
Maka bersama anak-anak, kami selenggarakan sebuah persembahan untuk para leluhur agar menyatu selaras dengan Sang Maha Leluhur serta untuk mereka yang pernah ada, meski mungkin berwujud bayi ataupun belum berwujud ...

祭者,教之本也已 / jì zhě,  jiào zhī běn yě yǐIbadah, itu pokok agama…Meski cuma 12 murid yang bisa hadir, mengikuti kegiatan Se...
30/06/2024

祭者,教之本也已 / jì zhě, jiào zhī běn yě yǐ
Ibadah, itu pokok agama…

Meski cuma 12 murid yang bisa hadir, mengikuti kegiatan Sekolah Minggu – di sela-sela libur sekolah yang tidak dimanfaatkan untuk bepergian keluar kota bersama keluarga – untuk beranjangsana ke Klenteng Sukhaloka di Jalan Coklat No. 2 Surabaya, tetapi para siswa sangat menikmati acara outing ini. Banyak hal baru dilihat, tidak sedikit yang mengundang tanya. Semua berinteraksi di bawah penjelasan para guru yang hadir mengawal.

Tadinya klenteng ini bernama 福安宫 / fú ān gōng atau Hok An Kiong (dialek: Hokkian) yang karena kebijakan di zaman Orde Baru diwajibkan mengubah namanya agar tidak berkesan ke-Tionghoaan (baca: kecinaan). Sehingga, jadilah plakatnya berbunyi Vihara Sukhaloka.

Sebagai klenteng tertua di Surabaya yang mengukir jejak sejak 1821, sudah tentu klenteng ini punya sejarah hal ikhwal pendiriannya. Klenteng ini tadinya cuma berupa bangsal tempat menampung para imigran perantauan yang datang dari Tiongkok. Tetapi, karena kemudian para pendatang ini butuh sebuah tempat ibadah maka dijadikanlah menjadi sebuah klenteng oleh Kapiten The Goan Tjing, yang juga salah satu penyandang dananya.

福 / fú artinya rezeki/berkah, 安 / ān artinya kedamaian, dan 宫 / gōng artinya istana… Maka jadilah klenteng ini diibaratkan dan diharapkan oleh umatnya sebagai istana yang dapat memberi dan mendatangkan berkah serta kedamaian bagi mereka, para manusia yang tulus bermohon kepada Tian dan para Shenming, dan senantiasa selalu berbuat bajik. Semoga kehadiran kami pada hari Minggu di ujung akhir bulan Juni ini didukung semesta, sehingga semua yang hadir beroleh berkah dan rahmat. Shanzai!

14/06/2024

屈原 Qūyuán

Namanya 屈原 Qūyuán ( dialek Hokkian: Khut Gwan ). Dia seorang sastrawan. Dia seorang negarawan. Dia juga seorang patriotik reformis yang setia meski sudah difitnah, diasingkankan, disingkirkan dan dibuang hingga jauh di sebuah tempat.

Hidup dia s**a. Tetapi, bila tidak sesuai kebenaran … dia memilih melepaskan hidupnya. 20 tahun dia menahan segala rasa. Rasa pedih, rasa tidak berdaya, rasa sesal, rasa bersalah dan terakhir … rasa malu tak tertanggungkan yang membuatnya tidak berani menengadah kepada Tuhan, tidak sanggup menunduk menatap tanah air yang telah punah oleh musuh karena kecerobohan raja dan para pembantunya.

Cuma puisi temannya, hanya 离骚 lí sāo ( Encountering Sorrow ) keluhan resahnya. Masterpiece ini digubahnya di tengah kepedihan yang mendalam.
Lisao adalah sebuah puisi liris romantis terpanjang sepanjang sejarah Tiongkok. Puisi ini penuh metafora dan analogi, berisi kump**an berbagai dialek yang terdiri dari 373 kalimat dan 2490 huruf.

已矣哉!
国无人莫我知兮,
又何怀乎故都?
既莫足与为美政兮,
吾将从彭咸之所居!
Sudahlah!
di seluruh negeri tiada orang mengerti diriku,
mengapa ibu kota selalu ada dalam ingatanku?
Bila memang tak diperlukan lagi kebijakan bermoral,
ku kan menyusul di mana arwah suri teladanku tinggal!

Hari itu … 5 bulan 5 tahun 278 SM, saat peribadahan 禴 yuè, saat persembahyangan 端午 duān wǔ, saat kondisi alam yang ekstrim, saat untuk bermawas diri … maka Qu Yuan dalam mawas dirinya, dalam eling dan taqwanya kepada Tuhan memilih 伏清白以死直兮 fú qīng bái yǐ sǐ zhí xī … menjaga kehormatan, mati demi kebenaran. Demikian tulisnya dalam Lisao.

Porak poranda sudah negerinya, remuk lebur sudah kuil leluhurnya. Yang tersisa hanyalah selembar badan yang untuk melawan kekuasaan tentu tak sepadan. Apalah artinya dia hidup bila tak hendak mengabdi kepada yang bukan pemimpinnya …

Berpuluh-puluh perahu sudah memenuhi Sungai 汨罗 mì luó. Sungaipun sudah diaduk-aduk sambil dilempari bambu berisi nasi agar ikan tak memakan jasadnya. Tetapi, di manakah jasadmu wahai Patriot Sejati? Padahal baru saja terlihat engkau menangis bermohon ampun kepada Tuhan. Bahkan masih terngiang senandungmu …
“Seluruh dunia keruh, hanya aku yang jernih. Semua orang mabuk, hanya aku yang sadar.” 举世皆浊我独清,众人皆醉我独醒。Jǔ shì jiē zhuó wǒ dú qīng, zhòng rén jiē zuì wǒ dú xǐng.

Itulah Quyuan, seorang patriot yang begitu mencintai tanah airnya, tak segan menggunakan nyawa, berkorban demi negara!

Maka, setiap merayakan 划龙舟 ( huá lóng zhōu ) atau Festival ( Mendayung) Perahu Naga atau Dragon Boat Festival yang merupakan derivatif dan modifikasi dari peristiwa perahu-perahu memenuhi Sungai Miluo; setiap menikmati 粽子 ( zòng zi ) atau dikenal di Indonesia sebagai bakcang sebagai derivatif dan modifikasi dari bambu-bambu berisi nasi … kami ajarkan kepada anak-anak didik akan teladan Quyuan dan ingatkan bahwa tanah air harus dijaga baik-baik, tidak boleh ditinggalkan biar sejengkalpun.
" ... Tanah Air harus dijaga dari generasi ke generasi, tidak boleh ditinggalkan sekedar pertimbangan pribadi. Bersiaplah untuk mati, tetapi jangan pergi."
或曰:'世守也,非身之所能为也; 效死勿去!' Mengzi IB:15:3

Dan rasa malu itu besar artinya bagi manusia.
孟子曰:"耻之于人大矣。" Mengzi VIA:7.
Malu bila tidak tahu malu menjadikan manusia tidak menanggung malu.
孟子曰: "人不可以无耻。无耻之耻, 无耻矣。" Mengzi VIIA:6

Quyuan bukan hanya menoreh sejarah di zaman 战国 Zhàn Guó di negeri 楚 Chǔ dengan semangatnya dalam menjaga kehormatan dengan caranya. Dia adalah penyair patriotik pertama dalam sejarah sastra Tiongkok. Dia telah mendobrak puisi Tiongkok mendorong bergerak dari puisi kolektif menuju puisi individual yang imajinatif ekspresif. Membawa babak baru dalam perkembangan puisi kuno Tiongkok.

( Daftar pustaka:
曹卫东,李小龙,张仲载. 2007. 彩图版中国文学. 北京:海潮出版色。
Li En dan Chan Yang Kit. 2014. Chinese Literature. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Zhou Fuyuan. 2007. Purnama di Bukit Langit. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama ).

Bhinneka Tunggal IkaTadinya aku tidak tahu …kenapa Mpu Tantular menghadirkannya dalam SutasomaTadinya aku tidak tahu …ke...
01/06/2024

Bhinneka Tunggal Ika

Tadinya aku tidak tahu …
kenapa Mpu Tantular menghadirkannya dalam Sutasoma
Tadinya aku tidak tahu …
kenapa Mohammad Yamin mengusungnya sebagai tema

Kemudian aku menyaksikan …
bagaimana sedikit gesekan memicu gaduh,
bagaimana sesuatu mendadak rancu,
dengan mengatasnamakan sebuah kebersamaan semu

Padahal …
bukankah lagu tercipta dari perbedaan nada,
bukankah orkestra terpadu dari perbedaan instrumen p**a?

Sekarang aku paham …
kenapa di kaki Garuda Pancasila dia harus tetap terikat,
kenapa di hati sanubari kita dia harus tetap melekat.

Karena dia,
Bhinneka Tunggal Ika …
pemersatu dalam keberagaman,
pemersatu dalam kemajemukan,
untuk bumi pertiwi dia dipersembahkan,
agar perbedaan menjadi pelengkap kekuatan …

Selamat Hari Pancasila!

27/03/2023
Seleksi Pemberian Bea Siswa Penghafal Kitab Suci Nama acaranya adalah Seleksi Pemberian Bea Siswa Penghafal Kitab Suci, ...
27/03/2023

Seleksi Pemberian Bea Siswa Penghafal Kitab Suci

Nama acaranya adalah Seleksi Pemberian Bea Siswa Penghafal Kitab Suci, sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah kota Surabaya yang diperuntukkan bagi semua siswa dari 6 agama mulai jenjang TK hingga SMP. Dan, tahun ini merupakan kegiatan bagi siswa Khonghucu yang kedua kalinya. Di mana, untuk siswa Khonghucu, Budha, Kristen dan Katholik seleksi diselenggarakan hari Sabtu, tanggal 11 Februari 2023 di SMA Dapena Jl. Sumatera Surabaya.

Acara ini pertama kali menyertakan siswa Khonghucu di tahun 2022 kemarin, yaitu di hari Sabtu tanggal 18 Maret 2022, bertempat di kantor Diknas (Pendidikan Nasional) Kotamadya Surabaya, Jl. Jagir Wonokromo, Surabaya. Dan murid Sekolah Minggu Xiang You Hui yang berhasil mendapatkan bea siswa adalah Beyla, Aimee, Afredo, Edward, Levina, Bryan Jonathan Junior, Sanca, Chelsea.

Tahun 2023 ini, murid Sekolah Minggu Xiang You Hui yang berhasil mendapatkan bea siswa adalah Beyla, Aimee, Fidi, Anthony, Winston, Edward, Levina, Bryan Jonathan Junior, Jesslyn Oei, Merlyn, Merlyon.

Khusus kali ini, para peraih bea siswa diundang dalam acara SELARAS (Semangat Literasi Keagamaan Arek-arek Suroboyo) untuk menerima pemberian bea siswa secara simbolik dari Bapak Walikota Surabaya, Bapak Eri Cahyadi. Bertempat di Kompleks Rumah Ibadah 6 agama di Royal Residen, Wiyung, Surabaya pada tanggal 18 Maret 2023.

Acara yang dihadiri oleh 1474 penerima bea siswa, sudah dimulai sejak pagi pukul 7 pagi. Dimulai dengan penampilan dari masing-masing agama hingga pembacaan doa dari tiap agama (dengan kostum keagamaannya) dan pembacaan ayat serentak yang dibarengi oleh siswa-siswa lain dari tempat ibadahnya masing-masing secara on line by zoom. Untuk umat Khonghucu, pembacaan ayat dilakukan di litang Ba De Miao oleh semua peserta pemenang seleksi (30 orang) didampingi oleh guru-guru.

Pembaca doa dari Khonghucu adalah Hanly Novanto (SMP Nation Star Academy); perwakilan untuk penerima beasiswa secara simbolik adalah Emily Chandra (TK Ciputra) mewakili TK, Raphael Hartanto (SD Bright Kiddie) mewakili SD, Garret Haziel (SMP Little Sun School) mewakili SMP. Pelantunan ayat-ayat 1 bab 三字经sānzìjīng oleh Aimee Winanda Gunawan (SD Nation Star Academy), Levina Satya Bakti (SD Nation Star Academy) dan Hermione Beyla Carissa (SD YPPI Donokerto)

Yang menarik adalah penampilan barongsai untuk menyambut Bapak Walikota Eri Cahyadi – bapak e arek-arek Suroboyo – dilanjutkan dengan pengalungan stola Huang Ling Dai oleh Edward Hartonodiningrat (SD NSA) yang didampingi oleh Merlyn Jennifer Lee (SD Xinzhong).

Terima kasih Pak Wali Eri, bapak e arek-arek Suroboyo!

10/10/2021

若不回头,谁替你救苦救难。
Ruò bù huítóu, shéi tì nǐ jiù kǔ jiù nàn
Bila kita tidak mau memalingkan kepala menengok ke belakang, siapakah yang mau menggantikanmu memohon keselamatan atas segala kesengsaraan.
(Bukan bumi semakin tua, tetapi pikiran manusia yang semakin renta untuk mewujudkan kebenaran ; prilaku manusia yang semakin tertatih-tatih dalam melaksanakan kebajikan)

求己改过,正心修身率命德。
qiú jǐ gǎiguò, zhèngxīn, xiūshēn, shuài mìng dé.
Tuntut diri sendiri perbaiki kesalahan, luruskan hati, bina diri, turuti firman untuk berbuat kebajikan.
(Gagal bukan dosa. Periksa. Perbaiki. Introspeksi. Refleksi.
Maka, usaha manusia untuk berubah menjadi lebih baik dan lebih baik lagi adalah sebuah integritas dari orang yang beriman, bukan sekedar yang beragama)

中正明意,诚尊和顺得天利。
Zhōngzhèng míngyì, chéng zūn héshùn dé tiān lì.
Tengah tegak lurus tepat, terang jelas mengerti maksud kehendak Tuhan maka rahmat Tuhan selalu serta.
(Kehendak Tuhan hanyalah agar manusia - dengan sepenuh iman, harmoni dan selaras - memenuhi firmanNya sebagai makhluk yang fitrah. Makhluk suci yang mendapat percikan roh Tuhan yang menjadi Watak Sejatinya. Maka Tuhan turunkan hukuman, teguran, cobaan dan ujian agar manusia menjadi “besar”)

Maka bila menilik diri ternyata berdosa dan bersalah, ini hukuman.
Bila ternyata keliru, ini teguran atau peringatan.
Mungkin juga cobaan. Karena kita kurang teguh kurang kokoh mudah goyah.
Bila kita “ bersih ”, mungkin ini ujian “naik kelas”

Apapun itu bukanlah masalah. Karena kita selalu mempunyai:
天时 / tiān shí … waktu yang disediakan Tuhan sebagai kesempatan
地利 / dì lì … rezeki bumi sebagai sebuah tantangan
人和 / rén hé … keharmonisan manusia dan usaha kita sebagai sebuah perjuangan
Sepotong tulisan ini hanya merangkum sepenggal bahasan pada seminar yang diselenggarakan di Medan sesuai cuplikan video dalam link berikut:

https://youtu.be/lgyPau8lB1k

CINTAMana mungkin aku menolak cintamu?!Mana mungkin?! Sedangkan  …kuali yang memeluk erat ari-ariku berasal dari tanahmu...
18/08/2021

CINTA

Mana mungkin aku menolak cintamu?!
Mana mungkin?!
Sedangkan …
kuali yang memeluk erat ari-ariku berasal dari tanahmu,
pembasuh air ketuban ibuku berasal dari gunung dan lembahmu.

Mana mungkin aku menolak cintamu?!
Mana mungkin?!
Sedangkan …
daging yang membungkus tulangku terbentuk dari mineral dan perdumu,
cahaya miring yang mengiris bayangku terbentuk dari surya dan mataharimu.

Setiap saat …
sinar yang menggantung di ujung gang selalu mengingatkanku,
betapa getir tiap kali tersungkur didera ketidaks**aan,
betapa ngeri tiap kali terpuruk didera sejarah yang berulang …

Tetapi cinta bukan sekedar tentang arti sebuah penghargaan,
bukan p**a sekedar hitungan logaritma tentang siapa yang lebih berkorban …
Meski terkadang sulit mendapatkan senyum ramahmu,
cintaku kepadamu setulus bumi yang selalu menerima dan mengembangkan hingga indah …

Maka,
mana mungkin aku menolak cintamu?!
Mana mungkin?!
Bila …
aku sudah lebih dahulu mencintaimu …

Dirgahayu Indonesiaku ! Merdeka !

Memperingati hari kemerdekaan bisa dengan banyak cara. Apa saja. Yang penting, kita bisa tuangkan kegembiraan merayakann...
17/08/2021

Memperingati hari kemerdekaan bisa dengan banyak cara. Apa saja. Yang penting, kita bisa tuangkan kegembiraan merayakannya. Yang penting, kita bisa luapkan semangat kita. Yang penting, kita bisa bebas berekspresi.

Maka – memanfaatkan momen pandemi ini - MATAKIN mengadakan beberapa lomba. Salah satunya lomba cover lagu. Sudah tentu, murid-murid Sekolah Minggu kita tidak ketinggalan untuk ikut serta mendukung kegiatan ini. Dan … jadilah kolaborasi paduan suara di antara Justin, Levina dan Aileen, Aimee menyanyikan lagu “Berkibarlah Bendera” karya Alm. Gombloh.

Baguskah penampilan mereka? Menangkah? Mendapat “like” yang banyak dari pemirsakah? Tidak penting lah itu … Yang penting, kemerdekaan berekspresi masih menjadi hak segala bangsa … !

Simak videonya di sini:

Sebuah video kolaborasi paduan suara dari murid-murid Sekolah Minggu Khonghucu Xiang You Hui dalam menyanyikan lagu Berkibarlah Bendera Negeriku karangan Gom...

Address

Jalan Kalisari III/22
Surabaya
60273

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sekolah Minggu Khonghucu Xiang You Hui posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Sekolah Minggu Khonghucu Xiang You Hui:

Share