Ampel Kenanga

Ampel Kenanga halaman ini berisi semua tentang islami

Dua hari menuju Ramadhan.Suasana mulai berubah pelan pelan.Iklan makanan bermunculan, restoran menawarkan paket berbuka ...
16/02/2026

Dua hari menuju Ramadhan.

Suasana mulai berubah pelan pelan.

Iklan makanan bermunculan, restoran menawarkan paket berbuka paling mewah, meja meja dihias seindah mungkin.

Tapi nyatanya, makanan semewah apa pun tidak pernah benar benar bisa menggantikan momen sahur dan berbuka

bersama keluarga.

Bukan soal rasanya.

Bukan soal mahalnya.

Ada yang tidak bisa dibeli dari kebersamaan yang sederhana.

Di banyak rumah di Indonesia, sahur mungkin hanya nasi hangat, telur dadar, sambal seadanya.

Ibu berjalan pelan membangunkan satu per satu.

Ayah duduk masih mengantuk, tapi tetap menunggu semua lengkap di meja.

Tak ada dekorasi istimewa, tak ada foto yang diunggah, tapi di situlah hangat itu terasa.

Berbuka pun begitu.

Segelas air putih, kurma dua butir, lalu doa yang lirih.

Suara azan terdengar dari masjid dekat rumah.

Tak ada yang sibuk membandingkan menu, karena yang dirindukan sebenarnya adalah tatap muka dan tawa kecil yang mungkin jarang terjadi di hari biasa.

Dua hari lagi Ramadhan datang.

Barangkali yang perlu kita siapkan bukan hanya daftar menu, tapi juga waktu untuk p**ang lebih cepat, duduk lebih lama, dan benar benar hadir.

Sebab pada akhirnya, yang kita kenang bukan hidangannya, melainkan siapa yang duduk di sebelah kita saat azan magrib berkumandang.

16/02/2026

Lagi banyak masalah? Apapun jenisnya, Allah sudah siapkan solusinya. Simak logika sederhananya...

15/02/2026

Berhenti Mengeluh! Tonton Ini Kalau Kamu Merasa Rezekimu Terhambat

Ada orang yang bersinar karena memang mereka tahu arah tujuan hidupnya. Mereka tidak hanya ingin terlihat terang di perm...
15/02/2026

Ada orang yang bersinar karena memang mereka tahu arah tujuan hidupnya. Mereka tidak hanya ingin terlihat terang di permukaan tetapi juga siap melangkah ke tempat paling gelap agar cahaya itu sampai pada yang membutuhkan. Itu bukan pekerjaan mudah. Itu bukan soal pop**aritas. tapi soal keberanian.

Di sekitar kita banyak yang memilih bersinar di panggung. Mereka ingin dilihat, dipuji, dianggap tahu banyak hal, tanpa pernah benar-benar turun ke tempat-tempat yang membutuhkan pengorbanan. Mereka menampilkan kebaikan di depan kamera, di kolom komentar, populer. Namun ketika diminta berdiri di tengah realitas yang rumit, mereka mundur, bersembunyi di balik jargon dan alasan.

Kita hidup di dunia yang mudah memuja tampilan. Orang-orang terlihat bercahaya di media sosial, tetapi kerap menyembunyikan konflik batin, ketakutan, dan ketidaktahuan mereka. Kita diberi label baik karena satu pernyataan, tapi enggan melihat bagaimana mereka menghadapi kenyataan yang gelap dari kehidupan orang lain.

Hanya sedikit yang rela berjalan ke tempat yang tidak nyaman. Orang yang benar-benar membawa cahaya rela melihat hal-hal yang tidak ingin dilihat dunia. Mereka mendengar, mereka memahami tanpa harus tampil. Mereka bekerja ketika lampu dimatikan dan sorotan telah pergi.

Ini bukan soal siapa paling populer. Ini soal siapa paling setia pada kebenaran. Cahaya yang ikhlas bukan yang bersinar paling terang di permukaan. Tetapi yang tetap menyala di dalam kegelapan tanpa perlu penonton. Dan orang seperti itu tidak banyak, tetapi mereka yang seperti itu punya kekuatan yang sesungguhnya.

15/02/2026

Ada yang tau tidak ini masjid mana? Dan ada yang pernah sholat di masjid ini tidak?
Sorotanpublik

14/02/2026
Harum Ramadhan mulai terasa bahkan sebelum bulan itu benar benar datang. Ada sesuatu yang pelan pelan berubah di udara. ...
14/02/2026

Harum Ramadhan mulai terasa bahkan sebelum bulan itu benar benar datang. Ada sesuatu yang pelan pelan berubah di udara. Ritme hidup seakan melambat. Hati mulai belajar menunduk. Sepuluh hari menjelang Ramadhan biasanya bukan tentang kalender tapi tentang perasaan. Tentang ingatan lama. Tentang meja makan yang kembali ramai saat sahur. Tentang doa doa yang dulu sering kita tunda lalu ingin kita jemput lagi.

Di banyak rumah di Indonesia Ramadhan selalu datang dengan cerita yang berbeda. Ada yang menyambutnya dengan penuh syukur karena masih diberi umur. Ada yang menyambutnya dengan rindu karena tahun lalu ditinggal orang tercinta. Ada p**a yang diam diam menyimpan harap agar bulan ini membawa sedikit kelegaan dari hidup yang berat. Ramadhan selalu punya cara sendiri untuk mengetuk hati setiap orang tanpa memandang latar belakang.

Menjelang Ramadhan kita biasanya mulai sibuk meminta maaf. Bukan karena semua salah bisa selesai dengan kata kata. Tapi karena kita sadar tidak semua luka sempat kita obati. Tidak semua ego sempat kita turunkan. Ramadhan mengajarkan bahwa menjadi manusia bukan soal menang atau benar. Tapi soal berani membersihkan hati sebelum menghadap Tuhan.

Semoga kita diberi umur panjang untuk bertemu Ramadhan. Semoga kita dipertemukan kembali dengan keluarga dalam keadaan utuh. Dan semoga bulan ini tidak hanya datang sebagai rutinitas tahunan tapi benar benar menjadi ruang p**ang. Tempat kita belajar jujur pada diri sendiri dan lembut pada sesama.

14/02/2026

Ada rindu yang tidak lagi punya alamat. Ada doa yang hanya bisa disampaikan dalam diam.

Bulan puasa makin dekat dan aku merindukan wajah yang tak bisa lagi kupandang. Wajah yang dulu hadir tanpa janji. Datang setiap hari tanpa diminta. Kini hanya tinggal di ingatan dan kenangan kecil yang sering muncul tiba tiba. Saat azan magrib terdengar. Saat meja makan terasa lebih lengang. Saat sahur tak lagi ramai oleh suara yang dulu akrab.

Di negeri ini Ramadhan sering dirayakan dengan cahaya dan keramaian. Tapi bagi sebagian orang ia datang bersama kehilangan. Datang dengan kursi kosong di rumah. Dengan nama yang tetap disebut dalam doa. Dengan rindu yang tidak selesai. Kita belajar bahwa puasa bukan hanya menahan lapar. Tapi juga menahan air mata. Menahan keinginan untuk memutar waktu. Menahan hati agar tetap ikhlas

Tujuh hari menuju Ramadhan.Udara dini hari terasa beda walau bulan itu belum benar benar datang.Nanti pas puasa habis sa...
14/02/2026

Tujuh hari menuju Ramadhan.

Udara dini hari terasa beda walau bulan itu belum benar benar datang.

Nanti pas puasa habis sahur pasti bawaannya ingin langsung tidur.

Mata berat perut kenyang kepala masih setengah sadar.

Tapi sebelum benar benar terlelap selalu ada satu hal yang muncul pelan. Ingatan masa kecil.

Habis sahur bukan masuk kamar. Tapi keluar rumah Langit masih gelap jalanan masih sepi, lalu satu per satu teman datang manggil dari depan pagar.

Keliling desa tanpa tujuan jelas, Ketawa keras tanpa takut dimarahin.

Bawa petasan di tangan merasa dunia segitu luas dan sederhana.

Sekarang suasana berubah.

Anak anak lebih sering pegang layar daripada keliling kampung.

Suara tawa diganti notifikasi, lapangan yang dulu ramai mulai sepi. Waktu memang jalan terus tapi kenangan tidak pernah benar benar pergi.

Ramadhan selalu punya cara untuk memanggil versi kecil dari diri kita.

Versi yang bahagia tanpa banyak hitung hitungan.

Versi yang tidak sibuk memikirkan target dan beban.

Tujuh hari lagi bulan itu datang. Mungkin kita tidak bisa kembali ke masa kecil. Tapi kita bisa menjaga hangatnya, Supaya Ramadhan kali ini tidak hanya tentang menahan lapar. Tapi juga tentang menghidupkan lagi rasa sederhana yang dulu pernah ada.

14/02/2026

Lima hari menuju Ramadhan Waktu terasa berjalan cepat tanpa banyak permisi

Dulu setelah subuh kita berdiri di depan ibu sambil setengah berbisik

Bu nanti habis subuh jalan jalan sama temen ya Dunia terasa dekat Teman teman hanya beberapa langkah dari pagar

Rumah adalah pusat segalanya

Dan ibu selalu ada di dapur atau ruang tengah

Sekarang kalimatnya berubah

Nak nanti lebaran p**ang tanggal berapa

Pesan itu datang lewat layar kecil

Kadang disertai emoji sedih yang sederhana tapi berat

Kita yang dulu minta izin pergi

Kini justru ditanya kapan kembali

Ramadhan di Indonesia bukan cuma soal puasa la tentang mudik

Tentang jalan panjang yang ditempuh demi satu pelukan Tentang rumah yang tetap menunggu meski kita jarang p**ang

Banyak dari kita merantau demi hidup yang lebih baik Bekerja di kota lain

Mengejar mimpi yang dulu dibisikkan di kamar kecil masa remaja

Lima hari lagi bulan itu datang

Ibu mungkin tidak meminta banyak Hanya ingin tahu apakah kursi di ruang makan akan terisi lagi

Apakah takbir nanti didengar bersama

Waktu membuat kita dewasa

Tapi Ramadhan selalu mengingatkan

Bahwa sejauh apa pun kita pergi

Rumah tetap tempat paling jujur untuk kembali

Address

Ampel Kenanga
Surabaya

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ampel Kenanga posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share