Masjid Jami' Al Muttaqien

Masjid Jami' Al Muttaqien Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Masjid Jami' Al Muttaqien, Mosque, Perumahan Tawangsari Permai, Surabaya.

Alhamdulillah.
08/06/2025

Alhamdulillah.

06/11/2024

Setiap kebaikan ataupun keburukan akan dicatat termasuk jejak-jejak yang ditinggalkannya.

23/10/2024

Plagiasi

Seminggu ini saya dihadapkan pada dilema untuk memberikan solusi antara menghukum dan mengampuni kasus "plagiasi" yang dilakukan seorang mahasiswa perguruan tinggi terhadap karya tugas akhir mahasiswa kami. Si oknum plagiator melakukan "plagiasi" beberapa paragraf (cukup banyak memang) dalam tugas akhirnya (yang judulnya pun hampir mirip) tanpa ada sedikitpun upaya parafrase. Lebih menyedihkannya lagi si oknum sekarang sudah lulus dan lembaganya sedikit kurang responsif terhadap "tuntutan" mahasiswa kami sebagai korban. Akhirnya mahasiswa kami menjadi "tersinggung" dan belum bisa memaafkan si oknum dan lembaganya. Meskipun lembaga yang meluluskan siap mencabut gelar si oknum pelaku plagiasi, tapi saya tetap menyarankan ada upaya mediasi terlebih dahulu. Mengingat peristiwa ini terjadi di saat pandemi covid 19 melanda seluruh jagad. Dimana musibah itu memunculkan "kelonggaran-kelonggaran" sosial dan bahkan spiritual. Diantaranya adalah munculnya fenomena transaksi online, bukan saja dalam urusan ekonomi, tetapi juga sosial termasuk dalam proses pendidikan.

Rasa frustasi ketika menghadapi suasana pandemi yang serba "membatasi" gerak sosial. Akhirnya memaksa orang-orang yang tidak memiliki kesabaran lebih untuk melakukan "kecurangan". Dengan motif yang sangat beragam dan bisa juga karena "keterpaksaan", maka terjadilah "musibah akademik" plagiasi ini. Rasa bangga yang dirasakan oleh si oknum dan kedua orang tuanya saat wisuda (setelah menempuh sekian tahun dengan menghabiskan biaya yang tidak sedikit), tiba-taba saja "hancur" karena tuntutan hukuman "plagiasi" di tugas akhir yang berbobot 6 SKS. Padahal sebelumnya dia telah dinyatakan lulus 138 SKS lainnya dengan mekanisme akademik yang berstandart. Maka masih adakah "keadilan" jika hukumannya harus "membatalkan kelulusan si oknum?".

Terlepas bahwa tujuan pendidikan adalah "membangun" karakter mahasiswa yang berahlaq, jujur dan kompeten secara akademik. Namun apa yang terjadi selama masa pandemi, dimana proses-proses pendidikan dan akademik berlangsung secara online dan sangat tidak ideal. Maka hanya "menyalahkan" oknum menjadi kurang bijak. Dalam konteks inilah mekanisme "Pengampunan Akademik" dengan tanpa menghilangkan hukuman beratnya, bisa dilakukan. Yakni dengan memanggil si oknum untuk bertanggung jawab dengan melakukan proses "akademik" ulang untuk memperbaiki karya tugas akhirnya. Sehingga menjadi karya yang bebas dari unsur "plagiasi". Tentu proses ini akan terasa berat secara administratif, namum jika bisa dilakukan dengan baik, akan memberikan banyak pelajaran bagi siapapun yang akan bertindak curang. Karena bagimanapun juga si oknum telah mengalami "hukuman" sosial yang sangat berat dan memalukan diri dan keluarganya. Serta sangat mungkin akan merusak masa depan mereka. Pendidikan adalah sebuah proses yang seharusnya penuh dengan nilai kebijaksanaan dan seharusnya p**a dilakukan secara bijaksana sehingga melahirkan anak didik yang berwatak dan berpikiran bijaksana.

22/10/2024

Mengampuni Jauh lebih bermakna dari sekedar menuntut keadilan.

16/10/2024

Manusia selalu mengulang kesalahan yang sama karena cintanya kepada dunia.

11/10/2024

Salam jum'at berkah. Tetap semangat untuk bermanfaat, Garuda tetap di dadaku tapi kalian selalu di hatiku.

08/10/2024

Syair adalah nyanyian kehidupan dari sultan sampai para gelandangan.

03/10/2024

Ada kesedihan dan kesenangan tersembunyi dalam melihat peperangan Israel dan Palestina

24/09/2024

Menjadi "kaya" dengan mengeksploitasi orang lain adalah sebuah "kewajaran" dalam iklim kapitalis. Islam megutamakan "kesalingan" memberi.

03/09/2024

Nasib Perempuan di Sorga

Jamaah : "Kang sebagai nenek-nenek yang sudah sangat tua dan janda, saya merasa ajaran Islam soal sorga sepertinya tidak adil. Sebab gambaran sorga dalam Al Qur'an hanya ada bidadari. Apa ini bukan bentuk pelecehan terhadap kaum perempuan?"

Paijo : "Hehehe wah nenek pasti belum pernah ketemu Yuk Tin. Dahulu Yuk Tin pernah menjelaskan bahwa gambaran dalam Al -Qur'an itu sebagian merupakan respon atau konstruksi dari gambaran kebidupan dunia. Artinya ketika Al Qur'an turun dalam latar budaya Jahiliyah Arab yang sangat patriakhi, maka untuk menarik orang jahil agar mau masuk Islam (kesadaran yang "waras"), maka diperlukan strategi untuk memancing mereka dengan gambaran sorga tersebut. Maka digunakanlah gambaran sorgawi awal untuk memenuhi hasrat Biologis, seperti makan, minum dan berhubungan seksual. Sampai pada satu fase ketika mereka sudah mulai paham maka gambaran sorga berikutnya adalah kehidupan sosial yang penuh kedamaian (salam). Bahkan puncak dari gambaran sorga dalam Al -Qur'an adalah bertemunya kita dengan orang-orang suci dan Tuhan."

Jamaah : "Lha terus nasib perempuan tua dan janda macam saya bagaimana Jo?"

Paijo : "Ha ha ha Tenang saja, nenek akan jadi muda dan cantik lagi nanti."

Jamaah : "Lho Jo kamu kok juga masih membayangkan kecantikan? Bukankah harusnya kamu sudah di atas level itu?"

Paijo : " Lho nenek salah paham tentang saya. Saya hanya menyoal tentang keidealan kehidupan di sorga yang merupakan kebalikan dari keadaan di dunia yang serba tidak ideal. Di sorga semuanya kekal dalam keindahan sifat Nya. Makanya semuanya menjadi cantik, tampan, indah, lezat, harum dan semua sifat sempurna lainnya. Karena sorga juga citra "kesempurnaan" yang Maha Kuasa. Meskipun demikian karena tingkat ketaqwaan kita berbeda maka gambaran sorga dimulai dari titik paling rendah yg disimbolkan dengan bentuk kenikmatan bilogis dan duniawi. Kemudian meningkat ke hasrat sosial, hasrat intelektual dan puncaknya sampai pada hasrat spiritual. Mereka yg s**a klaim ahli sorga dengan 72 bidadari adalah yang imannya paling sederhana dan hanya diukur dengan kenikmatan biologis dan material. Mereka yang bahagia dengan keharmonisan kehidupan sosial dan keluarga maka gambarnya masuk sorga dengan semua keluarga dan kerabatnya. Ada juga yang keimanannya kuat di sisi hasrat intelektualitasnya maka dia akan sibuk bertemu dan bercakap dengan para ulama. Tapi jika hasrat hidupnya demi memenuhi hasrat spiritualitas maka di sorga mereka hanya sibuk dalam ketakjuban bercakap dengan nabi dan Allah."

Jamaah : "Oooh begitu ya Jo kata Yuk Tin, maka dari itu banyak laki-laki di dunia ini yang s**anya poligami dan membayangkan sorga dengan kehidupan poligami yang tidak terbatas. Tapi ada juga laki-laki atau perempuan yang mencintai keluarganya sehingga setia sampai mati cukup dengan satu pasangan. Sedangkan mereka yang mencintai ilmu akan s**a mengabdikan hidupnya untuk masyarakat dan keharmonisan sosial. Sedangkan yang ahli Hikmah akan sibuk menghamba kepada Tuhannya. Begitukah Jo maksudnya?"

Paijo : "Begitulah kira-kira nek maksud dari Yuk Tin, nenek hebat bia memahami sedangkan Paijo masih kesulitan. Makanya, nenek jauh lebih hebat dari Paijo, bahwa di dunia ini sebenarnya nikmat sorga bisa juga dirasakan, mulai dari nikmat biologis sampai nikmat spiritual, hanya saja masih dibatasi dalam ruang duniawi yang sementara. Kehidupan kekal secara ideal nanti di sorga Nek. Makanya dilihat dari sini maka perempuan beriman sejak awal memang lebih hebat, karena tidak mau berpoligini untuk memenuhi hasrat bilogisnya beda dengan laki-laki. Kata Yuk Tin perempuan diciptakan oleh Allah dengan potensi spiritualis yang tinggi. Sehingga mereka yang beriman akan susah dirayu dengan hasrat biologis."

Jamaah : "Jadi lelaki yang selalu pingin dan membayangkan bidadari justru menempati derajat paling rendah dari kualitas spiritual yang diajarkan Nabi dan Allah ya Jo?"

Paijo : "Betul Nek, tetapi lelaki yang berharap bisa berkumpul denga keluarganya juga banyak, yang ingin bercakap dengan ulama juga ada, bahkan yang semata ingin bertemu Allah sebagaimana Lukmani juga ada meski sangat sedikit".

Jamaah : "Apakah perempuan bisa mencapai tingkat spiritual yang tinggi itu Jo?"

Paijo : "Sangat bisa nek, seperti Istri Fir'aun, Mariam ibunda nabi Isa, Istri nabi Ayub, Khadijah dan para istri nabi kita Muhammad S.A.W, serta Rabi'ah Adawiyah yang konon begitu masyhur kecintaannya kepada Allah dan Rasul Nya."

09/08/2024

Negeri Boneka

Di setiap sudut ruang aku hanya menemukan boneka.

DzikirSuatu ketika nabi Daud "merasa" laku dzikirnya tidak ada yang menandingi. Sehingga beliau dikaruniai hikmah dapat ...
05/08/2024

Dzikir

Suatu ketika nabi Daud "merasa" laku dzikirnya tidak ada yang menandingi. Sehingga beliau dikaruniai hikmah dapat mengendalikan sifat besi dengan kekuatannya. Maka Allah pun menyuruh malaikat memberitahu nabi Daud bahwa dzilirnya katak lebih hebat lagi. Karena dengan dzikir kataklah konon Allah mengembangkan bumi agar bisa seperti sekarang ini dan bisa ditinggali manusia.

Address

Perumahan Tawangsari Permai
Surabaya
61257

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Masjid Jami' Al Muttaqien posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category