03/09/2024
Nasib Perempuan di Sorga
Jamaah : "Kang sebagai nenek-nenek yang sudah sangat tua dan janda, saya merasa ajaran Islam soal sorga sepertinya tidak adil. Sebab gambaran sorga dalam Al Qur'an hanya ada bidadari. Apa ini bukan bentuk pelecehan terhadap kaum perempuan?"
Paijo : "Hehehe wah nenek pasti belum pernah ketemu Yuk Tin. Dahulu Yuk Tin pernah menjelaskan bahwa gambaran dalam Al -Qur'an itu sebagian merupakan respon atau konstruksi dari gambaran kebidupan dunia. Artinya ketika Al Qur'an turun dalam latar budaya Jahiliyah Arab yang sangat patriakhi, maka untuk menarik orang jahil agar mau masuk Islam (kesadaran yang "waras"), maka diperlukan strategi untuk memancing mereka dengan gambaran sorga tersebut. Maka digunakanlah gambaran sorgawi awal untuk memenuhi hasrat Biologis, seperti makan, minum dan berhubungan seksual. Sampai pada satu fase ketika mereka sudah mulai paham maka gambaran sorga berikutnya adalah kehidupan sosial yang penuh kedamaian (salam). Bahkan puncak dari gambaran sorga dalam Al -Qur'an adalah bertemunya kita dengan orang-orang suci dan Tuhan."
Jamaah : "Lha terus nasib perempuan tua dan janda macam saya bagaimana Jo?"
Paijo : "Ha ha ha Tenang saja, nenek akan jadi muda dan cantik lagi nanti."
Jamaah : "Lho Jo kamu kok juga masih membayangkan kecantikan? Bukankah harusnya kamu sudah di atas level itu?"
Paijo : " Lho nenek salah paham tentang saya. Saya hanya menyoal tentang keidealan kehidupan di sorga yang merupakan kebalikan dari keadaan di dunia yang serba tidak ideal. Di sorga semuanya kekal dalam keindahan sifat Nya. Makanya semuanya menjadi cantik, tampan, indah, lezat, harum dan semua sifat sempurna lainnya. Karena sorga juga citra "kesempurnaan" yang Maha Kuasa. Meskipun demikian karena tingkat ketaqwaan kita berbeda maka gambaran sorga dimulai dari titik paling rendah yg disimbolkan dengan bentuk kenikmatan bilogis dan duniawi. Kemudian meningkat ke hasrat sosial, hasrat intelektual dan puncaknya sampai pada hasrat spiritual. Mereka yg s**a klaim ahli sorga dengan 72 bidadari adalah yang imannya paling sederhana dan hanya diukur dengan kenikmatan biologis dan material. Mereka yang bahagia dengan keharmonisan kehidupan sosial dan keluarga maka gambarnya masuk sorga dengan semua keluarga dan kerabatnya. Ada juga yang keimanannya kuat di sisi hasrat intelektualitasnya maka dia akan sibuk bertemu dan bercakap dengan para ulama. Tapi jika hasrat hidupnya demi memenuhi hasrat spiritualitas maka di sorga mereka hanya sibuk dalam ketakjuban bercakap dengan nabi dan Allah."
Jamaah : "Oooh begitu ya Jo kata Yuk Tin, maka dari itu banyak laki-laki di dunia ini yang s**anya poligami dan membayangkan sorga dengan kehidupan poligami yang tidak terbatas. Tapi ada juga laki-laki atau perempuan yang mencintai keluarganya sehingga setia sampai mati cukup dengan satu pasangan. Sedangkan mereka yang mencintai ilmu akan s**a mengabdikan hidupnya untuk masyarakat dan keharmonisan sosial. Sedangkan yang ahli Hikmah akan sibuk menghamba kepada Tuhannya. Begitukah Jo maksudnya?"
Paijo : "Begitulah kira-kira nek maksud dari Yuk Tin, nenek hebat bia memahami sedangkan Paijo masih kesulitan. Makanya, nenek jauh lebih hebat dari Paijo, bahwa di dunia ini sebenarnya nikmat sorga bisa juga dirasakan, mulai dari nikmat biologis sampai nikmat spiritual, hanya saja masih dibatasi dalam ruang duniawi yang sementara. Kehidupan kekal secara ideal nanti di sorga Nek. Makanya dilihat dari sini maka perempuan beriman sejak awal memang lebih hebat, karena tidak mau berpoligini untuk memenuhi hasrat bilogisnya beda dengan laki-laki. Kata Yuk Tin perempuan diciptakan oleh Allah dengan potensi spiritualis yang tinggi. Sehingga mereka yang beriman akan susah dirayu dengan hasrat biologis."
Jamaah : "Jadi lelaki yang selalu pingin dan membayangkan bidadari justru menempati derajat paling rendah dari kualitas spiritual yang diajarkan Nabi dan Allah ya Jo?"
Paijo : "Betul Nek, tetapi lelaki yang berharap bisa berkumpul denga keluarganya juga banyak, yang ingin bercakap dengan ulama juga ada, bahkan yang semata ingin bertemu Allah sebagaimana Lukmani juga ada meski sangat sedikit".
Jamaah : "Apakah perempuan bisa mencapai tingkat spiritual yang tinggi itu Jo?"
Paijo : "Sangat bisa nek, seperti Istri Fir'aun, Mariam ibunda nabi Isa, Istri nabi Ayub, Khadijah dan para istri nabi kita Muhammad S.A.W, serta Rabi'ah Adawiyah yang konon begitu masyhur kecintaannya kepada Allah dan Rasul Nya."