02/08/2026
Jujur saja, banyak dari kita pernah duduk di sebuah upacara, melafal dengan tertib, tapi diam-diam bertanya: “Ini sebenarnya membentuk batinku, atau cuma rutinitas?” 🤔
Dan kalau kamu pernah berpikir begitu, kamu mungkin terkejut.
Buddhisme punya istilah khusus untuk masalah itu: sīlabbata-parāmāsa. Buddha tidak menaruhnya sebagai catatan kaki, melainkan sebagai belenggu ketiga—salah satu dari tiga hal pertama yang harus diputus untuk sekadar memasuki arus pencerahan (sotāpatti).
Artinya: sebelum mengambil langkah pertama di jalan ini, pertanyaan tersebut harus sudah terjawab.
Tapi, baca baik-baik: yang menjadi belenggu bukan ritualnya.
Kata parāmāsa artinya “genggaman yang keliru.” Jadi, bukan ritualnya yang bermasalah, melainkan anggapan bahwa pelaksanaan ritual itu sendiri sudah cukup untuk pembebasan. Buddha sendiri menetapkan uposatha dan tata cara penahbisan. Ritual bukan musuh. 🌿
Satu hal penting: ini bukan untuk merendahkan para sesepuh yang melafal dengan bakti mendalam selama puluhan tahun. Bakti mereka nyata dan sangat kokoh. 🤍
Ritual tanpa pemahaman tetap membentuk batin, tetapi ia berhenti di satu titik. Yang mengubah rutinitas menjadi latihan sejati adalah pengertian. Seperti kata Dhammapada, banyak melafal tanpa mengamalkan ibarat penggembala yang menghitung sapi milik orang lain. 🐄
Dan inilah sebabnya di acara Ullambana YBA, Sutra Kṣitigarbha dibacakan dalam Bahasa Indonesia, dijelaskan lewat Ceramah Dharma, dan dibuka sesi Tanya Jawab bersama Suhu Xian Bing. Kami ingin Dharma menjadi bekal hidup, bukan sekadar formalitas. 📖✨
—
🕯️ PELIMPAHAN JASA & SANGHADANA ULLAMBANA 🕯️
🗓️ Minggu, 16 Agustus 2026 | 08.00–17.00 WIB
📍 Moonlight Chapel, Pakuwon Golf & Family Club, Surabaya
* Dana sukarela & terbuka untuk umum (termasuk yang belum pernah ikut/non-Buddhis)
* Pendaftaran: ullambana.yba.or.id
Sādhu, sādhu, sādhu. 🙏
—
Ada hal dalam ritual yang selama ini belum kamu pahami artinya? Tulis di kolom komentar, nanti kita tanyakan bersama-sama! 👇
—
Anchor Dharma: Sīlabbata-parāmāsa (Saṁyutta Nikāya 45.179 / Sotāpatti-aṅga), Dhammapada (Yamaka Vagga 19).