23/11/2011
RANGKUMAN PEL. SS 9 “Nasihat Penggembalaan Paulus” 26/08/2011
Oleh Pdt. Ranap Situmeang
Ayat hafalan: “Aku minta kepadamu, saudara-saudara, jadilah sama seperti aku, sebab aku pun telah menjadi sama seperti kamu. Belum pernah kualami sesuatu yang tidak baik dari padamu.” Galatia 4:12
Latarbelakang:
Pergumulan rohani jemaat Galatia adalah masalah teologia dan doktrin yang salah juga telah menyimpang dari kebenaran. Selain itu jemaat Galatia mengalami krisis penggembalaan. Jemaat Galatia kurang mendukung pemimpin rohani mereka dan mereka lupa para perintis-perintis dan perjuangan dari tokoh-tokoh rohani mereka. Jemaat Galatia lebih berfokus pada perilaku mereka secara luar dan bukan pada identitas mereka di dalam Kristus, malah berpusat pada hukum Taurat. Sikap terus terang dari Injil Paulus, yang menyebabkan dia harus menanggung kemarahan jemaat Galatia, para penantangnya seringkali berperkara di pengadilan atas nama jemaat Galatia, bukan karena didorong kasih terhadap jemaat Galatia melainkan berasal dari motif mementingkan diri. Inilah sebagian besar latarbelakang pelajaran kita sepanjang satu minggu ini.
Lalu apa nasehat Penggembalaan Paulus?
Dalam pergumulan rohani jemaat Galatia, Paulus menggunakan pendekatan dan nasihat penggembalaan. Paulus menyatakan perhatian yang murni, rasa cemas, pengharapan, dan kasih sayang seorang gembala yang baik. Hatinya terpaut pada kehidupan jiwa-jiwa yang telah dibawa kepada Kristus melalui pelayanannya. Ia adalah bapa rohani bagi mereka.
Paulus menggambarkan apa artinya menjadi seorang Kristen. Menjadi pengikut Kristus lebih dari pada sekedar pengakuan iman, hal itu melibatkan perubahan tabiat menuju tabiat Kristus. Sebagai pendeta, Paulus membutuhkan dukungan.
Paulus ingin agar orang-orang Galatia tetap tinggal dalam Injil kasih karunia. Paulus mendorong umat Kristen mengikuti teladannya. Injil yang kita khotbahkan haruslah Injil yang kita hidupkan. Paulus tegaskan perlunya metode pendekatan yang tidak sembarangan artinya tidak sembarangan terutama yang berkaitan dengan pemahamannya tentang hukum Allah dan hukum sipil. Paulus tidak pernah sembrono dalam cara dia menghidupkan imannya. Karena satu hal musuh-musuhnya terus mengawasi dia, tapi lebih daripada itu, keinginan Paulus yang pertama dan terutama adalah untuk menyenangkan Allah.
Walaupun Paulus jatuh sakit, bergumul, dan atas dugaan-dugaan tentang penyakit yang dideritanya, namun ia tetap bersandar penuh kepada Tuhan. Bagi Paulus nasehat penggembalaannya adalah kalau kita melayani, biarlah kita melayani dengan hati.
“Berulangkali Allah kembali menggunakan berbagai kesulitan hidup – penyakit, penganiayaan, kemiskinan, bahkan bencana alam dan musibah yang tidak dapat dipahami – sebagai suatu peristiwa untuk memperagakan rahmat dan kasih karunia-Nya dan menjadikannya sebagai suatu sarana untuk meninggikan Injil” – Timothy George, Galatians, h. 323,324.
“Suatu pelajaran penting yang harus dipelajari oleh setiap pelayan Kristus, adalah menyesuaikan pekerjaannya kepada keadaan mereka yang ia usahakan untuk memberikan keuntungan. Sifat lemah lembut, kesabaran, keputusan, dan keteguhan sama-sama diperlukan; tetapi hal itu dilaksanakan dengan golongan pikiran yang berbeda-beda, dibawah keadaan dan pengaruh lingkungan yang bermacam-macam, adalah suatu pekerjaan yang menuntut kebijaksanaan dan pertimbangan yang diterangi dan disucikan oleh Roh Allah..” Ellen G. White, Alfa & Omega, jld. 7, h. 324,326.
Aplikasi-aplikasi:
1. Panggilan Kekristenan ini adalah panggilan untuk keselamatan jiwa-jiwa di dalam Kristus; keselamatan orang lain dan juga keselamatan diri kita sendiri dan harus terjadi perubahan tabiat dalam diri kita menuju seperti tabiat Kristus itulah arti menjadi seorang Kristen.
2. Musuh-musuh kita senantiasa mengintai kita. Itulah sebabnya jangan sembrono dalam cara menghidupkan iman kita sebab kita harus utamakan untuk menyenangkan Allah dan mengikuti teladan-Nya.
3. Marilah kita melayani bukan hanya doktrin dan teologia, namun melayani dengan hati yang tulus, murni, kasih sayang penggembalaan yang baik yang berpusat pada Injil kebenaran, walau pun dalam kondisi yang tidak menyenangkan sekalipun, seperti sakit penyakit, aniaya, penderitaan, dsb.
4. Tingkah laku secara luar perlu, namun jauh lebih penting integritas kita di dalam Kristus yang nyata dilihat oleh orang lain.
5. Berikan dukungan kepada pemimpin-pemimpin rohanimu. Pekerjaan kita menuntut kebijaksanaan dan pertimbangan yang diterangi dan disucikan oleh Roh Allah. Semoga nasihat penggembalaan Paulus menjadi berkat bagi kita semua agar tidak mengulangi kesalahan jemaat Galatia di masa lampau.