Gereja Orthodox Surabaya (St. Iona Manchuria)

Gereja Orthodox Surabaya (St. Iona Manchuria) Page ini adalah page resmi Parokia St.

Iona dari Manchuria, Gereja Orthodox Rusia di Indonesia - dibawah Omophorion Metropolitan Sergey dari Singapura dan Asia Tenggara

10/08/2023

St. Irene Chrysovalantou dari Kapadokia (912)

+ diperingati 10 Agustus / 28 Juli (kalender Gereja)

St. Irene berasal dari Kapadokia, di abad ke 9. Karena kecantikan dan kebajikannya, ia dibawa ke Konstantinopel sebagai calon pengantin bagi kaisar muda Michael (842-867); tetapi, sebagaimana oleh St. Yoannisius (Joannicius) Agung telah katakan sebelumnya, adalah kehendak Allah bahwa dia nantinya akan memilih jalan hidup membiara. Ia bersinar dalam pekerjaan-pekerjaan asketik yang besar, dan menderita banyak serangan setan-setan; ketika masih sebagai novis, ia telah mencapai apa yang dipraktikkan St. Arsenius Agung (+ 8 Mei), dimana dia berdoa sepanjang malam penuh dengan tangan terulur ke arah Surga. Allah menunjukkan tanda-tanda besar dan mujizat didalam dirinya, dan ia menjadi Abbess (kepala biara perempuan) di Biara Chrysovalantou. Ia dikaruniai ketajaman dan dapat mengetahui pikiran semua yang datang kepadanya. Ia pernah menampakkan diri dalam sebuah visi pada seorang raja dan menegurnya karena telah memenjarakan seorang mulia secara tidak adil atas kesalahan yang tidak pernah diperbuat.
Melalui seorang pelaut dari Patmos, St. Yohanes Sang Teolog, menampakkan diri mengirim padanya wewangian dan apel-apel menakjubkan dari Firdaus.
Ia meninggal di usia 103 tahun, dengan keadaan wajah seperti masih mudanya. Setelah meninggalnya, banyak sekali mujizat kesembuhan telah dibawa melalui beliau hingga jaman ini.

Tentang ikon St. Irene:
Jubah yang dikenakan menunjukkan seorang abbess (kepala biara).
Tiga apel dari Firdaus, diberikan kepada St. Irene oleh seoeang pelaut setelah mendapat mandat St. Yohanes Rasul melalui sebuah penglihatan. Apel tersebut memiliki aroma manis yang tidak biasa dan dibagikan keantara para rahibah di biaranya.
Pohon-pohon cemara yang merunduk, mengingat mujizat yanng disaksikan seorang diantara rahibah sebanyak tiga kali, dia melihat St. Irene terangkat ketika tengah berdoa sementara dua pohon cemara terlihat merunduk kehadapan St. Irene. Sang rahib tersebut dapat mengikatkan kain syal ke ujung pohon-pohon cemara itu untuk menunjukkan kepada para rahibah yang lain mujizat itu. Dalam ikon St. Irene biasanya terlihat kain syal yang diikat diujung pohon, dan seorang rahibah sembunyi mengamati sang kudus.
Seorang malaikat memegang gulungan surat menunjukkan malaikat penjaga St. Irene, yang nampak padanya setelah dia berdoa untuk dapat mengetahui pencobaan yang akan dialami para rahibahnya. Sang malaikat menyapa dia mengatakan: "Salam ya hamba Allah, Tuhan telah mengirim aku agar lebih yang dapat diselamatkan melalui bimbinganmu. Aku akan tetap disisimu dan menyingkapkan kejadian-kejadian akan datang."
Sebuah gulungan kitab dipegang St. Irene, tertulis ajaran dan peringatan sang kudus.
Biara Chrysovalantou terlihat di latar belakang, juga pohon cemara yang merunduk
Tertulis inskripsi namanya Οσία Ειρήνη Χρυσοβαλάντου (Greek); Saint (or Blessed) Irene Chrysovalantou (English); atau Святая (Св) Ирина Каппадокийская (Cyrillic Rusia).

10/08/2023

День тезоименитства епископа Джакартского Питирима, викария Сингапурской епархии

Ваше Преосвященство, дорогой Владыка!

Примите наши искренние и сердечные поздравления по случаю дня памяти Вашего Небесного покровителя – святителя Питирима Тамбовского.

В этот светлый день молитвенно желаем Вам неоскудевающих сил, надежных помощников, крепости душевных и телесных сил. Пусть не иссякает Ваша энергия в трудах на благо процветания Церкви Христовой и Господь всегда сопутствует Вам во всех добрых начинаниях!

Многая и благая лета!
==========
Nameday Greetings to Bishop Pitirim of Jakarta, Vicar of the Diocese of Singapore

Your Eminence, dear Vladyka!

Please accept our sincere and heartfelt congratulations on the occasion of the commemoration day of your Heavenly patron, Holy Hierarch, Pitirim of Tambov.

On this bright day, we prayerfully wish you undiminishing strength of soul and body as well as reliable helpers. May you always have energy in your labours for thriving of the Church of Christ and may the Lord always accompany you in all good undertakings!

Many good years!

St. Pitirim, Uskup Tambov (+1698)Diperingati 10 Agustus / 28 Juli St. Pitirim, uskup Tambov, nama duniawinya Prokopii, l...
10/08/2023

St. Pitirim, Uskup Tambov (+1698)

Diperingati 10 Agustus / 28 Juli

St. Pitirim, uskup Tambov, nama duniawinya Prokopii, lahir 27 Februari 1645 (atau 1644) dibkota Vyazem. Sedari mudanya Tuhan mempersiapkan Prokopius untuk pelayanan rohani yang tinggi, yang disiapkan untuk dipenuhinya. Pada waktu kanak-kanaknya ia belajar membaca dan menulis. Prokopii senang membaca literatur para bapa suci dan kehidupan para kudus. Inilah yang membuat makin majunya langkah rohaninya sebagai sang hirarki kudus. Anak ini luar biasa dalam karya kasihnya, pengetahuan luas dan dewasa dalam menilai. Ia diberkahi bakat seni, dan berhasil mengisi dirinya dengan menulis ikon-ikon dan cepat mempelajari kidungan gereja. Suatu sifat rohaniwan yang indah membawa Prokopii ke jalan hidup monastik. Setelah berteguh hati untuk membaktikan diri kepada Allah, ia masuk biara Sang Perintis-Vyazemsk, yang dikenal dengan kaidah ketatnya (ustav). Di usia 21 ia mengambil kaul biarawan dengan nama Pitirim.

Sang rahib muda mendapat hormat dari para saudaranya karena kehidupan pertapaannya dan kemudian dipilih menjadi igumen. Di tahun 1684 ia diangkat menerima gelar arkhimandrit. Pada 15 Februari 1685 Patriakh Yoakim (1674-1690) memanggilnya ke Moskow dan menahbiskan dia sebagai uskup Tambov.

Dimulai tahun 1682, keuskupan Tambov penduduknya menderita kemiskinan dan buta huruf. Agama pagan mendominasi hampir seluruh bagian penduduk: kaum Mordvi, Cheremysi, Mereschi. Di wilayah keuskupan juga tinggal banyak kaum Tatar, yang sangat memusuhi Kekristenan. Diantara penduduk Kristen di wilayah keuskupan sendiri terdapat banyak kelompok skismatik dan kaum kriminal yang melarikan diri atau dibuang.

Sang kudus tekun menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan padanya. Di tempat gereja berbangunan kayu di Tambov ia membangun katedral dari batu dan bertingkat dua dalam menghormati Transfigurasi Tuhan dengan sebuah kapel bernama St. Nikolas sang uskup. St. Pitirim tidak hanya rajin mengawasi pembangunan bait gereja. Sang kudus melakukan upaya besar pada pencerahan rohani. Ia membangun sebuah sekolah bagi para pelayan - klerus, dimana dibawah bimbingannya ia menumbuhkan banyak gembala layak bagi Gereja. Di kediamannya dikumpulkan buku-buku literatur rohani (didalam karya dari katedral Uspenie Moskow telah dicatat "dua buku Dionysios Aeropagite, dibungkus kulit, satu warna merah, lainnya hitam, ujung-ujungnya disepuh", milik St. Pitirim). Sang kudus terus mengarahkan jemaatnya, mengajarkan Firman Allah. Ia sering melakukan perjalanan disekeliling keuskupan, sehingga bisa terbiasa mengenal kebutuhan komunitas-komunitasnya.

Sang gembala kudus terus memperhatikan upaya rekonsiliasi dengan kaum skismatik (raskol'niki) gereja Orthodox, mengenai reunifikasi dari pihak pembangkang. Kesalehan mendalam, kasih sayang yang aktif terhadap sesama sekitar dan kesabaran bijaksana dari sang kudus dalam berkomunikasi dengan kaum skismatik dan pembangkang membuat mereka dapat mempercayai perkataannya. Dengan teladan baik hidup kudusnya dan kekuatan rahmat dalam perkataannya sang kudus membawa banyak orang kepada iman yang benar. Kakak kandungnya, Ekaterina, menjadi yang pertama mengepalai biara perempuan Kenaikan yang didirikannya tahun 1690.

Sebagai pendoa yang kuat dan pengantara dihadapan Allah, St. Pitirim tidak pernah melupakan hal kerendah-hatian Kristen. Tidak bersandar pada kekuatan manusiawinya, sang kepala-gembala membentengi kota Tambov yang Allah percayakan padanya dengan ikon-ikon Juruselamat dan Bunda Allah Kazan, menempatkannya di dua gerbang utama.

St. Pitirim banyak berdoa dan mengajar umatnya hal berdoa. Ia tiap hari hadir di ibadah Ilahi dan sering melakukan sendiri tugas imam. Sering ketika sang kudus bila sedang tidak melayani, ia bernyanyi di kliros (tempat koor), mengajarkan paduan suara bagaimana mengidung gereja dan membaca yang benar. Di biliknya sang kudus sering berdoa didepan ikon Bunda Allah Devpeteruvsk dan St. Nikolas.

St. Pitirim sangat merasakan keindahan alam tanah airnya, yang membangunkan dia sebuah doa rasa syukur kepada Sang Tritunggal atas dunia yang nampak mata. Disekitar tempat kesenangannya mengembara dan bersemadi saleh disana dibangun ditengah hutan sebuah biara Tregulaev St. Yohanes Perintis-jalan, yang didirijan olehnya bersama sahabat rohaninya, hirarki St. Mitropan dari Vorinezh (+23 Nov. dan 7 Agust.). Sang kudus mendirikan salib kayu besae dengan ikon Juruselamat.

Menyerupai pertapa agung, St. Pitirim memberikan banyak waktu bekerja fisik: sumur-sumur air menjadi buktinya, digali sendiri oleh sang kudus di tempat dimana ia banyak berdoa.

St. Pitirim meninggal tahun 1698 diusia 53.
Jenasah sang kudus dikuburkan di bawah katedral Transfigurasi-Juruselamat Tambovsk, di tembok selatan sisi barat kapel dinamai St. Nikolas. Setelah akhir hidup yang terberkati dari St. Pitirim ikatan rohani bersama umatnya tidak bisa dipisahkan. Ditempat meninggalnya kemudian mulai dihormati. Setiap tahun tumbuh banyak peziarah, berkumpul pada 28 Juli - di hari meninggalnya sang kudus, untuk menghadiri ibadah Ilahi di katedral Tambovsk. Setiap tanda baru dari kemurahan Allah, yang dinyatakan melalui doa pada St. Pitirim, mengilhami keyakinan umat bahwa uskup yang dihormati mereka itu sungguh milik Allah. Semenjak tahun 1819 dimulai mengumpulkan rekam catatan kesaksian-kesaksian akan penyataan-penyataan rahmat. Penghormatan St. Pitirim meluas hingga melebihi wilayah keuskupan Tambov. Pada 28 Juli 1914 St. Pitirim, Uskup Tambov, terbilang dalam jenjang para kudus.
________
(bess100823)
https://www.holytrinityorthodox.com/htc/ocalendar/los/July/28-03.htm

09/08/2023

Martir Agung Kudus dan Tabib Agung Panteleimon

+diperingati 9 Agustus (kalender baru) / 27 Juli (kalender Gereja)+

Yang kudus, mulia dan benar – sang pemenang, Martir Agung Penteleimon (atau Pantaleon) – sang penyembuh tanpa pamrih (Unmercenary Healer) - menjadi martir dibawah pemerintahan Kaisar Maximian (tahun 305 Masehi).

Orang tuanya adalah Eustorgius dari Nikomedia, seorang (beragama) pagan, dan St. Eubula (diperingati 30 Maret). Mereka menamainya Pantaleon, yang artinya "laksana seekor singa dalam segala hal", tapi ketika ia menjadi seorang Kristen, ia mengubah namanya menjadi Panteleimon, yang artinya : "yang penuh belas kasihan".

Ia belajar tentang keKristenan dari seorang presbyter/imam yang kelak membabtiskan dirinya, St. Hermolaus. Hermolaus dahulu hidup bersama 2 presbyter yang lain, Hermippus dan Hermocrates; ketiga-tiganya ini merupakan survivor (yang selamat) dari pembantaian masal 20.000 orang Kristen di tahun 303 masehi (diperingati tanggal 28 Desember, kalender Gereja).

St. Panteleimon telah mendapatkan pendidikan sebagai seorang ahli kesehatan (physician), dan ia “mempersembahkan hidupnya untuk yang menderita, yang sakit, yang tidak beruntung dan yang berkekurangan. Ia memperlakukan mereka semua yang datang padanya tanpa dipungut biaya, memberi kesembuhan pada mereka semua di dalam nama Yesus Kristus. Ia mengunjungi orang-orang yang menjalani hukuman dalam penjara. Mereka biasanya adalah orang-orang Kristen, dan ia menyembuhkan mereka semua dari luka-lukanya. Dalam waktu yang singkat, berita tentang seorang sang tabib/ahli kesehatan yang penuh kasih ini menyebar ke penjuru kota. Tanpa mempedulikan banyak tabib yang lainnya, para penduduk banyak yang datang hanya kepada St. Panteleimon.”

Para ahli kesehatan yang lain itu melaporkan persoalan ini kepada Kaisar Maximian. St. Panteleimon mengaku bahwa ia seorang Kristen dan menolak untuk memberikan persembahan (korban) kepada patung dewa-dewa.

“(Ia) mengatakan pada seorang yang sakit, yang mana banyak tabib/ahli kesehatan lain tidak sanggup lagi menyembuhkannya, untuk dibawa kepada sang kaisar. Lalu para tabib itu meminta kepada dewa-dewa mereka, dan Panteleimon berdoa kepada Tuhannya untuk dapat menyembuhkan seorang penderita sakit tersebut. Seseorang yang menderita lumpuh selama bertahun-tahun dibawa masuk, dan banyak para agamawan pagan yang juga mengetahui segala sesuatu tentang penyembuhan itu telah meminta kepada dewa-dewa mereka namun tidak berhasil. Kemudian, didepan mata sang kaisar, sang kudus itu (St. Panteleimon) menyembuhkan penderita lumpuh tersebut dengan memanggil nama Yesus Kristus. Maximian yang amat murka, mengeksekusi penderita lumpuh yang disembuhkan tadi, dan mengirim St. Panteleimon untuk disiksa.”

Hermolaus, Hermippus, dan Hermocrates turut dibawa; mereka bersaksi dan dihukum pancung. Meskipun telah mengalami banyak hukuman siksa, St. Panteleimon tidak mengalami kesakitan. Lalu dengan murka, Maximian memerintahkan St. Panteleimon untuk dihukum pancung. Para prajurit membawanya ke sebuah pohon zaitun, namun ketika mereka mengayunkan pedang sewaktu ia sedang berdoa, pedang prajurit itu meleleh (seperti lilin yang meleleh). Setelah ia selesai berdoa, “Sebuah Suara terdengar dari Langit (Surga), memanggil seorang yang penuh iman itu dengan namanya yang baru dan mengundangnya menuju kerajaan surga.”
Ia lalu memerintahkan para prajurit yang berlutut karena ketakutan itu untuk bangkit dan melaksanakan hukuman mati seperti yang diperintahkan kaisar baginya. Setelah para prajurit itu melaksanakan perintah untuk menghukum pancung tersebut, pohon zaitun itu lalu penuh dengan buahnya.

Walaupun kemudian tubuhnya dilemparkan kedalam nyala api, tubuh itu tidak terbakar, kemudian dikuburkanlah tubuh itu oleh orang-orang Kristen. Kepalanya (yang telah terpenggal) disimpan di pulau Andros di dalam biara Panachrantos dan, pada saat-saat tertentu dibawa ke beberapa rumah biara. Beberapa relik/peninggalannya dapat juga ditemukan di biara Putna (Bucovina, Rumania), juga di dalam katedral St. Petrus dan St. Paulus di Konstanta, Rumania.

“St. Panteleimon disebutkan bersama saat permohonan doa untuk pemberkatan air dan pemberkatan minyak, bersama dengan St. Hermolaus dan para penyembuh-tanpa pamrih lainnya, juga para pembuat mujizat lain. Ada sebuah kidung Akatis untuk menghormati sang kudus tersebut.”

Kidung :

Apolitikion - irama 3

Panteleimon, sang pemenang yang kudus dan sang penyembuh, bermohonlah bersama Allah kami Sang Maha Belas Kasihan bagi pengampunan dosa-dosa bagi jiwa kami.

Kontakion - Plagal irama satu atau irama lima

Yaa Sang Pemenang dan Sang Martir dari Allah,
Yang memancarkan Sang Maha Belas Kasih dan membawa dariNya mujizat penyembuhan, Sembuhkanlah sakit penyakit jiwa kami dengan doa-doamu, Dan bagi pelepasan kami dari pencobaan oleh musuh-musuh abadi, Yaa engkau yang tak henti-hentinya berseru, “Selamatkan kami, Yaa Tuhan.”

07/08/2023

Martir-rahibah St. Paraskeva dari Roma (138)

+ diperingati 8 Agustus / 26 Juli (kalender Gereja)

Martir-rahibah Paraskeva ialah anak perempuan satu-satunya dari pasangan orangtua Kristen dan sejak awalnya ia mendedikasikan diri untuk Allah. Tinggal di rumah orangtuanya, ia menghabiskan banyak waktunya berdoa dan mempelajari Kitab Suci. Setelah orangtuanya meninggal Paraskeva membagikan semua warisannya ke orang-orang miskin, lalu menjalani hidup membiara, serta mengikuti teladan para Rasul ia mulai pewartaan tentang Kristus kepada para penyembah berhala, hingga membawa banyak orang pada Kekristenan.
Tentang pekerjaannya itu ia diadukan kepada kaisar Antonius Pius (138-161), kemudian membuat St. Paraskeva dibawa ke pengadilan. Ia tanpa gentar mengaku iman sebagai seorang Kristen. Bukan bujukan kedudukan kehormatan dan berkat materi, bukan juga ancaman siksaan dan pembunuhan yang dapat menggoyahkan keteguhan iman sang janasuci tetap tidak menyangkal Kristus. Ia kemudian dikirim untuk disiksa secara keji. Di kepalanya dikenakan tutup-kepala yang telah dipanasi hingga membara lalu dilemparkan kedalam kancah berisi cairan (tar) yang mendidih. Tapi oleh kekuatan dari Allah sang martir suci tidak terluka.
Ketika sang kaisar melihat mendekat ke cawan tersebut, St. Paraskeva melemparkan sebagian cairan mendidih itu ke wajahnya, hingga ia terluka bakar. Sang kaisar lalu meminta kesembuhan dari sang martir suci. Setelah itu kaisar membebaskan St. Paraskeva.
St. Paraskeva mewartakan Injil dari satu tempat ke tempat yang lain, hingga sampai di sebuah kota, dimana gubernurnya bernama Asclepius. Disini sekali lagi sang janasuci dicobai mereka dan diancam hukuman mati. Mereka membawanya ke ular yang besar dalam sebuah goa, supaya ia ditelan oleh ular itu. Tapi St. Paraskeva membuat tanda salib atas ular itu sehingga matilah ular itu. Asclepius dan penduduk yang mengikuti setelah melihat mujizat tersebut lalu percaya dalam Kristus dan membebaskan sang kudus. Ia melanjutkan pewartaannya. Do sebuah kota dimana gubernur bernama Tarasius, St. Paraskeva menerima kemartiran. Setelah disiksa mereka memenggal kepalanya.

07/08/2023

Peringatan Tertidurnya (Dormition) St. Anna, Sang Bunda dari Theotokos Sang Perawan Maria.

+ diperingati oleh Gereja tanggal 7 Agustus / 25 Juli (kalender Gereja) +

St. Hana (Blessed Anna) ialah putri dari imam Nathan, dari suku Lewi dengan garis keturunan Harun, sedangkan ibunya dari garis keturunan Yehuda. Menurut tradisi, beliau meninggal dunia di Yerusalem diusia 79 tahun, sebelum peristiwa penyataan malikat Gabriel kepada Sang Perawan Maria (Lukas 1:26-38).

St. Anna (Hana) bersama St. Yoakim tinggal di Nazaret di Galilea. Mereka tidak memiliki anak hingga di usia tua, inilah yang mendukakan mereka. Mereka harus hidup menahan ejekan dan cemoohan, karena pada masa itu dianggap sebuah aib bila tidak memiliki keturunan. Meskipun demikian mereka tidak pernah mengeluh dan terus-menerus bertekun dalam doa kepada Allah, dengan penuh kerendah-hatian tunduk pada kehendak Allah.

Pada suatu perayaan besar menurut tradisi Yahudi, St. Yoakim pergi ke Yerusalem untuk memberikan persembahan bagi Allah namun tidak diterima oleh sang imam, Ruben, yang memandang bahwa seorang pria yang belum memiliki keturunan dipandang tidak layak untuk mempersembahkan korban kepada Allah. Ini sangat menyakitkan bagi seorang tua seperti St. Yoakim, dan ia, memandang dirinya yang paling berdosa, ia lalu memutuskan tidak kembali pulang, tetapi untuk tinggal menetap dalam kesendirian di tempat yang terpencil. Istrinya, St. Anna (Hana), setelah mengetahui penghinaan yang telah dialami suaminya, dalam doa dan puasa, serta kesedihan berdoa kepada Allah agar dikaruinakan keturunan bagi mereka. Dalam penyendiriannya dan dengan puasa St. Yoakim juga memohon kepada Allah untuk dikaruniakan keturunan. Dan doa yang terungkap dari pasangan suci ini didengar Allah: seorang malaikat (Gabriel) mengirimkan pesan kepada mereka, bahwa akan lahir dari mereka seorang Putri, Yang melaluinya semua manusia akan diberkati. Atas permintaan Malaikat Surgawi Sang Pengemban Pesan ini, St. Yoakim dan St. Anna berjumpa di Yerusalem, di mana melalui janji Allah lahir bagi mereka seorang Putri, bernama Maria (Sang Theotokos).

St. Yoakim meninggal dunia beberapa tahun kemudian setelah Penyerahan Sang Theotokos ke Bait Suci (Entrance of the Theotokos into the Temple, diperingati oleh Gereja 21 November), pada usia 80 tahun. Kemudian St. Anna meninggal dua tahun setelahnya, setelah menghabiskan waktu di Bait Suci bersama putri nya.

Semasa pemerintahan kaisar Justinian (527-565), sebuah gereja didirikan dalam penghormatan akan St. Hana di Deutera. Lalu kaisar Justinian II (685-695; 705-711) merestorasi gereja tersebut, setelah St. Hana menampakkan diri pada istrinya yang mengandung. Pada saat itulah relik St. Hana dipindahkan ke Konstantinopel.

________

Dikutip dari :

Dormition of The Righteous Anna
www.pravoslavie.ru/english/95963.htm

Sinaksarion St. Yoakim dan St. Hana (Gereja Orthodox Indonesia, St. Iona Manchuria - Surabaya)
https://mobile.facebook.com/photo.php?fbid=778348985596074&id=240683072696004&ce

Saint Anne
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Saint_Anne

05/08/2023

Ikon Bunda Allah dari Pochaev

Dirayakan pada tanggal 23 Juli/5 Agustus. 8/11 September dan pada hari Jumat Minggu Gemilang

Ikon Bunda Allah dari Pochaev adalah salah satu benda sakral yang paling mulia dari Gereja Rusia. Ini dikisahkan di seluruh negeri Slavia: mereka menghormatinya di Rusia, di Bosnia, Serbia, Bulgaria, dan tempat-tempat lain. Orang-orang Kristen juga dari pengakuan-pengakuan lain datang untuk menghormati ikon yang menakjubkan dari Bunda Allah Yang tersuci, di antara orang Ortodoks. Di Pochaev Lavra, benteng kuno Orthodoksi, ikon ajaib itu telah ada sekitar 400 tahun. (Kisah tentang pemindahan ikon ke biara Pochaev terjadi pada tanggal 8/21 September). Mukjizat-mukjizat, yang dikeluarkan dari ikon suci ini sangat banyak dan disaksikan dalam buku-buku biara dengan tulisan-tulisan orang beriman, yang dengan doa orang telah dibebaskan dari roh-roh najis, pembebasan dari penawanan, dan orang-orang berdosa dibawa ke hati nurani baik mereka.

Perayaan untuk menghormati Ikon Pochaev dari Bunda Allah pada 23 Juli/5 Agustus ditetapkan untuk mengenang pembebasan Biara Uspenie-Dormition Lavra dari pengepungan bangsa Turki pada 20-23 Juli 1675.

Pada musim panas 1675 selama perang Zbarazhsk dengan Turki, selama pemerintahan Raja Polandia Jan Sobesski (1674-1696), pas**an Tatar di bawah pimpinan Khan Nurredin melalui Vishnevets melewati Biara Pochaev, dan mengepungnya pada tiga sisi. Dinding biara yang lemah, sama seperti bangunan batu dari biara, tidak memiliki banyak pertahanan terhadap pengepungan. Sang Hegumen Iosiv Dobromirsky mendesak saudara-saudara dan awam untuk memohon pertolongan surgawi : kepada Bunda Allah yang tersuci dan krpada biarawan Ayub di Pochaev (diperingati.Pada 28 Oktober/10 November). Para biarawan dan awam berdoa dengan sungguh-sungguh, sujud di depan ikon Bunda Allah yang penuh mujizat dan peti mati peninggalan biarawan Ayub. Pada pagi hari tanggal 23 Juli/5 Agustud saat kenaikan matahari, tentara Tatar memutuskan serangan ke biara, sang Hegumen memerintahkan menyanyikan sebuah akathist kepada Theotokos Bunda Allah. Dengan kata-kata pertama, "Ya Ratu surgawi ", tiba-tiba muncul di atas gereja Bunda Allah sendiri, "dengan composition terbentang dan berkilauan", bersama malaikat surgawi memegang pedang terhunus. Biarawan Ayubdi samping Bunda Allah, membungkuk kepada nya dan yg meminta perlindungan atas biara. Pas**an Tatar menyksikan penampakan tentara surgawi tersebut dan karena kebingungan mereka mulai menembakkan panah ke arah Bunda Allah tersuci dan juga kepada biarawan Ayub, tapi panah terpental ke belakang dan melukai mereka sendiri Teror menimpa musuh. Dalam kepanikan dan tanpa melihat, mereka saling menginjak-injak dan membunuh satu sama lain. Pembela dari biara berusaha mengejar dan menangkap banyak tahanan. Beberapa tahanan setelah itu menerima Iman Kristen dan tetap tinggal di biara setelah itu.

Pada tahun 1721 Pochaev diduduki oleh kaum Uniates. Tapi Bahkan di masa sulit bagi Lavra, biara mendata ada 539 mukjizat dari ikon suci yang dimuliakan kaum Orthodoks. Selama dikuasai Uniate di 2 setengah abad dari abad XVIII, misalnya, bangsawan Uniate Nicholas Pototski menjadi dermawan dari Lavra Pochaev melalui Mujizat berikut. Karena menuduh kusirnya dianggap menjungkirbalikkan kereta karena kuda yang menjadi liar, Pototski-mengambil pistol dan menembaknya. Kusir, berlari ke bukit Pochaev, dan tangannya menggapai ke atas dan berseru: "Bunda Allah, yang dimanifestasikan di ikon Pochaev, selamatkanlah aku!" Pototski beberapa kali mencoba untuk menembak dengan pistol, yang belum pernah meleset, tetapi senjatanya macet. Kusir itu tetap hidup. Pototski kemudian segera berangkat ke ikon Mujizat dan memutuskan untuk mengabdikan dirinya dan semua propertinya untuk bangunan-up dari biara. Dari kekayaannya dia membangun Katedral Uspenie-Dormition dan bangunan intimates saudara Biarawan.

Kembalinya Pochaev ke pangkuan Orthodoksi pada tahun 1832 ditandai dengan penyembuhan ajaib dari gadis buta Anna Akimchukova, yang datang berziarah ke tempat suci Pochaev bersama neneknya yang berusia 70 tahun, dari Kremenets-Podol'sk 200 versts jauhnya sekitar 202 km . Untuk mengenang acara ini, Uskup Agung Volynia dan Arkhimandrite Innokentii Lavra (1832-1840) ditetapkan setiap minggu pada hari Sabtu, membaca akathist di katedral di depan ikon Mujizat. Selama masa kepemimpinan Lavra oleh Arclkhimandrite Agathangel, Uskup dari Volynia (1866-1876), dibangunlah kapel yang terpisah dari Gereja Tritunggal Mahakudus untuk mengenang kemenangan atas kaum Tatar, yang didedikasikan pada tanggal 23 Juli/5 Agustus 1875.
_______
alih bahasa oleh Bpk. Ireneus Endro
ref:
https://oca.org/saints/lives/2017/07/23/102074-icon-of-the-mother-of-god-of-pochaev

04/08/2023

Sang Pembawa Rempah-Rempah dan Yang Disamakan dengan Para Rasul Maria Magdalena

+diperingati oleh Gereja 4 Agustus (kalender baru) / 22 Juli (kalender Gereja)+

Yang Kudus Pembawa Rempah-rempah yang disamakan dengan Para Rasul Maria Magdalena. Di dekat danau Genesaret (Galilea), antara kota Kapernaum dan Tiberias, disanalah letak sebuah kota kecil bernama Magdala, sisa-sisanya masih ada hingga saat ini. Sekarang hanya ada sebuah desa kecil berdiri disana bernama Mejhdel.

Seorang perempuan yang namanya tercatat selamanya dalam Injil ini lahir dan tumbuh di Magdala. Tidak ada kisah waktu mudanya di dalam Injil, tapi Tradisi mengatakan Maria Magdalena seorang muda dan berparas cantik, dan menjalani hidup penuh dosa. Dikatakan dalam Injil bahwa Tuhan mengusir tujuh roh jahat dari Maria (Lukas8:2). Semenjak saat itu ia menjalani hidup yang baru, dan benar-benar menjadi pengikut Kristus yang setia.

Injil mencatat, Maria Magdalena mengikut Kristus, ketika Ia bersama-sama dengan Para Rasul melintasi kota-kota dan desa di Yudea dan Galilea untuk mewartakan Kerajaan Allah. Bersama dengan perempuan saleh Yohana istri dari Khuza (bendahara Herodes), Susana dan banyak perempuan lainnya, mereka melayaniNya dengan kekayaan yang mereka miliki (Lukas8:1-3) dan tanpa diragukan lagi turut ambil bagian bersama dengan Para Rasul dalam tugas-tugas pekabaran injil bersama dengan para perempuan yang lain bersamanya. St. Lukas Sang Penginjil, menjadi saksi ketika ia bersama para perempuan yang lain, dikatakan saat Perjalanan Salib Kristus ke Golgota, setelah menerima hokum cambuk Kristus memikul sendiri Salibnya yang berat, lalu jatuh dibawahnya, Maria mengikuti dari belakang menangis sedih dan meratap, namun Kristus malah memberinya penghiburan. Injil juga mencatat Maria Magdalena hadir di Golgota pada saat Tuhan disalibkan. Sementara para murid Sang Juruselamat melarikan diri, ia tanpa rasa takut tetap berada di bawah Salib bersama dengan Ibu Yesus dan Rasul Yohanes.

Pada Injil (selain Injil Lukas) juga mencatat mereka yang berdiri disamping Salib: Ibu dari Rasul Yakobus , dan Salome, dan para perempuan yang lain yang juga mengikuti Kristus dari Galilea, tapi semua menyebutkan yang pertama Maria Magdalena. St. Yohanes, selain Bunda Allah Sang Sabda, hanya menyebut Maria (Magdalena) dan Maria Kleopas. Hal ini menunjukkan Maria Magdalena seorang yang memiliki peran penting diantara para perempuan yang berkumpul di sekitar (Salib) Tuhan.

Maria Magdalena sangat setia mengikut Yesus bukan hanya pada saat Ia diMuliakan, namun juga pada saat Ia dihina dan direndahkan. St. Matius Sang Penginjil juga mencatat, bahwa Maria Magdalena juga hadir di penguburan Yesus. Ia menyaksikan Yusuf dan Nikodemus membawa Tubuh Kristus ke tempat dimana dimakamkan.

Sesuai hukum dimana ia dibesarkan, Maria bersama dengan para perempuan yang lain beristirahat di keesokan harinya, karena itu adalah hari Sabat yang istimewa, yang mana bertepatan dengan Hari Raya Paskah. Pada hari setelahnya perempuan itu mengumpulkan rempah-rempah untuk dibawa ke makam Kristus diwaktu pagi benar di hari Minggu dan hendak meminyaki Tubuh Kristus menurut tradisi orang Yahudi.

Yang perlu diketahui bahwa, dalam perginya ke kubur pada pagi-pagi benar di hari pertama minggu itu, perempuan ini tidak mungkin bertemu satu sama lain pada hari Sabtu itu. Mereka (para perempuan) secara terpisah pergi pulang ke rumahnya masing². Mereka kembali pergi diwaktu pagi-pagi benar di hari berikutnya ke kuburan, bukan berangkat bersama-sama, tapi masing² dari kediamannya sendiri².

Dalam Injil (Matius, Markus, Yohanes) dituliskan perempuan ini datang pagi-pagi benar (saat matahari belum terbit) sehingga hari masih gelap. Ia berlari ketempat dimana Tubuh Kristus dibaringkan..(Yohanes 20:1-16).

Dalam Yohanes 20:18, kabar s**acita, “Aku telah melihat Tuhan!" adalah pekabaran pertama pada dunia tentang Kebangkitan. Hal ini dilakukannya memenuhi perintah Tuhan untuk mengabarkan s**acita ini (Yohanes 20:17). Para Rasul mengabarkan kabar s**a cita Kebangkitan kepada dunia, namun sebelumnya justru Maria lah yang pertama mengabarkan itu kepada Para Rasul sendiri.

Kitab Suci tidak menceritakan tentang kehidupan Maria Magdalena setelah kebangkitan Kristus, tetapi tidak mungkin untuk meragukan, bahwa jika di menit mengerikan Penyaliban Kristus dia di kaki Salib-Nya bersama dengan IbuNya Yang Termurni dan St. Yohanes, dia pasti juga tinggal bersama mereka selama masa penuh s**a-cita setelah kebangkitan dan kenaikan Kristus. Jadi, dalam Kisah Para Rasul St. Lukas menulis bahwa semua Rasul dengan satu pikiran tinggal dalam doa dan permohonan, dengan para perempuan yang mengikutiNya dan Maria Bunda Yesus dan saudara-saudara-Nya.

Tradisi Suci memberi kesaksian bahwa ketika Rasul berangkat dari Yerusalem untuk mewartakan Injil ke segala ujung bumi, Maria Magdalena juga turut pergi bersama mereka. Seorang wanita pemberani, yang hatinya penuh kenangan akan Kebangkitan, ia melampaui batas asal dirinya dan pergi untuk mewartakan Injil ke kota Roma yang penuh penyembah berhala. Di mana-mana ia menyatakan kepada orang-orang tentang Kristus dan ajaran-Nya. Ketika banyak yang tidak percaya bahwa Kristus telah bangkit, ia mengulangi kepada mereka apa yang dia katakan kepada para Rasul pada pagi hari cerah dari Kebangkitan: "Aku telah melihat Tuhan!" Dengan pesan s**a-cita ini ia pergi ke seluruh Italia.

Tradisi menceritakan bahwa di Italia Maria Magdalena menghadap Kaisar Tiberias (14-37 M), sebagai penguasa diatas kekuasaan Pontius Pilatus waktu itu, dan menyatakan kepadanya kebangkitan Kristus. Menurut Tradisi, dia membawakan telur merah sebagai simbol Kebangkitan, simbol kehidupan baru dengan kata-kata: "Kristus Bangkit!" (Xristos Anesti). Kemudian dia mengatakan kepada kaisar bahwa di Provinsi nya Yudea telah dihukum dengan tidak adil Yesus orang Galilea, seorang suci, pembuat mujizat, penuh Kuasa, telah dihukum atas keinginan imam-imam besar Yahudi , dan perkataan itu telah dipertegas oleh wakil (procurator yang ditunjuk kaisar) yang ditunjuk oleh Tiberias, yaitu Pontius Pilatus sendiri.

Maria mengulangi kata-kata dari para Rasul, bahwa kita telah ditebus dari kesia-siaan hidup bukan dengan emas dan perak, melainkan oleh Darah Kristus.

Berkat Maria Magdalena kebiasaan untuk saling memberi telur paskah satu-sama lain dimulai pada peringatan hari Kebangkitan Kristus menyebar hingga di antara orang-orang Kristen seluruh dunia. Dalam satu naskah Yunani kuno, yang ditulis pada perkamen, disimpan di perpustakaan biara St. Athanasius dekat Tesalonika, ada sebuah doa yang dibacakan pada hari Paskah Kudus untuk memberkati telur dan keju. Hal ini menunjukkan bahwa igumen dalam membagikan telur yang diberkati berkata kepada saudara-saudara biaranya: "Demikianlah yang kami terima dari para Bapa suci, suatu tradisi yang dipelihara sejak jaman para Rasul yang kudus, oleh karenanya Yang Pertama Disamakan dengan Para Rasul : Maria Magdalena menunjukkan kepada umat percaya suatu teladan pengorbanan yang penuh s**a-cita ini. "

Maria Magdalena melanjutkan pewartaan Injil-nya di Italia dan di kota Roma sendiri. Terbukti, Rasul Paulus mengingat dia dalam dalam suratnya kepada Gereja di Roma (16: 6), di mana bersama-sama dengan orang suci lain yang mengajarkan Injil ia menyebutkan Maria (Mariam), yang karenanya menyatakan “yang telah bekerja keras untuk kami." Jelas , ia secara ekstensif melayani Gereja ditengah kesulitannya, ancaman-ancaman bahaya, dan turut ambil bagian dengan Para Rasul dalam pekerjaan pengajaran.

Menurut Tradisi Gereja, ia tetap di Roma sampai kedatangan Rasul Paulus, dan selama dua tahun kemudian saat kepergiannya dari Roma setelah putusan pengadilan pertama (yang memberi hukuman) kepadanya. Dari Roma, St. Maria Magdalena, sudah membungkuk karena usia, pindah ke Efesus di mana Rasul Suci Yohanes tak henti-hentinya bekerja keras. Disanalah sang kudus mengakhiri hidupnya didunia dan dimakamkan.

Relik suci nya dipindahkan pada abad kesembilan ke Konstantinopel, dan ditempatkan di Gereja biara St Lazarus. Di era perang salib relik-relik tersebut dipindahkan ke Italia dan ditempatkan di Roma di bawah altar Katedral Lateran. Bagian dari peninggalan Maria Magdalena disebutkan ada di Provage, Prancis dekat Marseilles, di mana diatasnya sebuah bangunan indah gereja dibangun di kaki sebuah gunung yang curam, untuk menghormatinya.

Gereja Ortodoks menghormati kenangan suci St. Maria Magdalena, perempuan yang dipanggil oleh Tuhan sendiri dari kegelapan menuju terang, dan dari kuasa Iblis kepada Allah.

Sebelumnya tenggelam dalam dosa lalu menerima kesembuhan, ia amat tulus dan memulai jalan hidup barunya dan tidak pernah goyah dari jalan itu. Maria mengasihi Tuhan yang memanggilnya pada jalan kehidupan yang baru. Dia setia kepada-Nya tidak hanya ketika Tuhan dikelilingi oleh antusiasme banyak orang dan diakui sebagai sebagai pembuat mujizat, tetapi juga ketika semua murid meninggalkan-Nya dalam ketakutan dan sementara Dia, dihina dan disalibkan, digantung di atas siksaan salib. Inilah sebabnya mengapa Tuhan, mengetahui kesetiaannya, tampaknya dialah yang pertama, dan layak menerima kehormatan untuk menjadi yang pertama mewartakan kebangkitan Tuhan.

Kidung:

Troparion — Irama 1

Dengan mematuhi perintah dan hukum-Nya, Yang Suci Maria Magdalena, / Dikau mengikut Kristus, yang demi kita lahir dari Sang Perawan, / dan dalam merayakan kenangan yang paling suci dihari ini, / kami menerima pengampunan dosa oleh doa-doamu.

Kontakion — Irama 3

Berdiri di hadapan Salib Sang Juruselamat, / Menderita bersama dengan Bunda dari Tuhan, / yang paling mulia Maria Magdalena mempersembahkan pujian dengan air mata. / Ia berseru: Apakah arti keajaiban yang aneh ini? / Dia yang memegang seluruh ciptaan dengan tangan-Nya memilih untuk menderita: / Mulialah, Ya Tuhan bagi KuasaMu !

Address

Kertajaya Indah Timur XV
Surabaya
60115

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gereja Orthodox Surabaya (St. Iona Manchuria) posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Gereja Orthodox Surabaya (St. Iona Manchuria):

Share