29/03/2020
DEPAN VIRUS CORONA, BELAKANG KELAPARAN.
Keluaran 14:9-10 (TB) Adapun orang Mesir, segala kuda dan kereta Firaun, orang-orang berkuda dan pasukannya, mengejar mereka dan mencapai mereka pada waktu mereka berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon.
Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN,
Bagi beberapa orang tidak dapat bekerja di rumah. Mereka harus keluar rumah untuk bekerja.
Mungkin keadaan kita saat ini sama dengan keadaan orang Israel saat itu. Terhimpit oleh dua ancaman yang mematikan, pasukan Mesir dan lautan.
Lautan ibarat virus corona dan pasukan Mesir ibarat kelaparan. Apabila kita berdiam diri di rumah maka pasukan Mesir akan menghampiri kita yaitu kehabisan persediaan pangan dan uang lalu kelaparan. (Entah mati karena dibunuh atau mati karena perbudakan yang lebih keras oleh kemarahan Firaun) Namun jika kita keluar rumah untuk bekerja, ibarat kita bunuh diri kedalam lautan.
Lantas apakah yang harus kita lakukan?
1. Tetap pegang kebenaran Firman Tuhan.
Apakah kebenaran yang tertulis dalam Alkitab?
a. Patuh terhadap pemerintah (Roma 13:1-7)
Pemerintah berasal dari Tuhan dan ditetapkan oleh Tuhan. Terlebih kita menyadari bahwa keputusan pemerintah saat ini adalah untuk keselamatan bagi banyak orang dan untuk jangka panjang menangkal penyebaran virus corona.
b. Perhatikanlah burung disekitar anda.
Matius 10:29-31 (BIMK) Dua ekor burung pipit dapat dibeli dengan satu mata uang yang paling kecil. Meskipun begitu tidak ada seekor pun jatuh ke tanah kalau tidak dikehendaki Bapamu.
Jumlah rambut di kepalamu pun sudah dihitung semuanya.
Sebab itu, janganlah takut! Kalian lebih berharga daripada burung-burung pipit!"
Adakah burung yang lebih berharga dari diri kita? Jika rambut kepala kita saja Tuhan menghitungnya, tidakkah dengan hal lain yang jauh lebih penting dikehidupan kita ini? Apakah Tuhan memberi makan burung sehingga lupa untuk memberi makan anda dan saya?
2. Bersandarlah kepada Tuhan.
Amsal 3:5-6 (BIMK) Percayalah kepada TUHAN dengan sepenuh hatimu, dan janganlah mengandalkan pengertianmu sendiri.
Ingatlah pada TUHAN dalam segala sesuatu yang kaulakukan, maka Ia akan menunjukkan kepadamu cara hidup yang baik.
Tentu kita harus mencari berita agar kita tahu perkembangan situasi saat ini. Tetapi kita juga harus menetapkan porsi berita yang kita cari dengan porsi kita mencari wajah Tuhan.
Berapa lama waktu yang anda gunakan untuk mencari berita virus corona dan berapa lama waktu yang anda gunakan untuk berkomunikasi dengan Tuhan?
Jika porsi ini tidak seimbang maka kita akan mulai mengandalkan kekuatan sendiri dan ketakutan, kecemasan mulai menguasai hidup kita.
Carilah wajah Tuhan supaya kita memperoleh hikmat dariNya. Kita akan memperoleh petunjuk dariNya yang sejalan dengan kebijakan pemerintahan saat ini.
3. Percayalah Dia Tuhan yang hidup, Tuhan yang paling mencintai anda melebihi siapapun.
Keluaran 14:13 (TB) Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.
Jika kita sebagai manusia dapat melindungi orang yang kita cintai bahkan rela berkorban, tidakkah Ia pasti menyelamatkan yang dicintaiNya?
Mungkin keadaan saat ini tidaklah baik, bahkan kita tidak tahu sampai kapan keadaan seperti ini akan berakhir. Tetapi janganlah sampai kita kehilangan harapan kepada Tuhan. Jangan biarkan mata iman kita dibutakan oleh keadaan. Mari tetap terangi iman kita dengan pelita Firman, agar kita dapat tetap berdiri teguh bahkan boleh menguatkan orang-orang disekitar kita.
Bisa jadi saat ini Tuhan memaksa kita untuk meyerah dari keangkuhan kita sehingga kita dapat melihat bahwa Tuhan itu hidup, Tuhan yang turun tangan memelihara hidup kita dan keluarga kita walau dalam lembah kekelaman.
Keluaran 14:14 (TB) TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."
Dialah yang menjadikan langit dan bumi, Dia juga yang menyelamatkan bangsa Israel. Dia yang membebaskan bangsa Israel dari perbudakan dan meluputkan mereka dari berbagai wabah, Dialah Allah kita. Allah yang penuh kasih dan pemeliharaanNya bagi kita tidak berubah dari dulu, sekarang dan yang akan datang bahkan sampai selama-lamanya. Janganlah takut, tetaplah percaya kepadaNya, amin.