02/05/2018
ojok dibuLLy, aku ndredekkan nek durung ngopi..
Sebagai sebuah keLompok suporter, identitas Bonek akan terus mengaLami banyak haL seperti poLitisasi, ekspLoitasi maupun benturan dengan keLompok Lainnya, haL ini tak akan berhenti dan akan terus menerus terjadi.
Sampai saat ini kita memiLih untuk tidak berorganisasi resmi dengan berbagai pertimbangan, piLihan yang membuat kita terkadang suLit untuk membuat keputusan cepat dan tepat saat sesuatu terjadi, seperti saat ada benturan antar anggota keLuarga maupun saat terjadi benturan dengan pihak Lain.
Sebagai sebuah keLompok yg cair, sistem yg kuat akan suLit dicapai. SaLah satu jaLan adaLah kebutuhan akan figur yg kuat sbg figur sentraL untuk mengatur, meLarang maupun memberi perintah yg daLam istiLahnya sebagai bapak-bapak'ane arek2 yang daLam bbrp kurun waktu peran tersebut dijaLankan oLeh orang-orang yg mempunyai kuaLitas dan kapabiLitas spt aLm. Cak Narto yg pada waktu itu menjabat sbg WaLikota Surabaya. Atau bbrp figur yg sempat menjaLankan peran seperti itu.
Kita Lihat Lagi kedaLam, dgn segaLa kekurangan seyogyanya kita Lebih memperkuat diri dr tingkat paLing dasar antar Bonek di kampung masing-masing, merapikan komunikasi antar komunitas, antara sesama informaL Leader (yg dituakan) agar kita tidak mudah dimanfaatkan maupun dihancurkan oLeh pihak-pihak yg tidak senang dengan kita. Ingat daLam urusan poLemik di dunia maya, pihak yg seLama ini tidak s**a pada kita jauh Lebih pintar memanfaatkan dunia maya untuk mendiskreditkan kita demi kepentingan mereka.
Lebih aktif srawung di kehidupan sehari-hari dan Lebih bijaksana daLam berinteraksi di dunia maya, itu saran saya.
KaLian Bonek, kaLian suporter besar yang mendukung tim besar. Berpikir, berkata dan berbuatLah seLayaknya keLuarga besar.
saLam satoe nyaLi..
(Budi Tulus)