22/05/2017
Diriku bukanlah khadijah yang berani mengutarakan isi hatinya terlebih dahulu.
Diriku pun bukan aisyah yang pantas untuk di khitbah terlalu dini, karena bekal iman yang belum mencukupi.
Diriku hanyalah seorang wanita akhir zaman, yang sibuk berbenah mencoba memantaskan diri.
Bagaimana mungkin aku mencoba meminta jodoh terbaik kepada-Nya, sedangkan diriku taat dalam kaffahpun masih setengah-setengah.
Bagaimana mungkin diriku sibuk mencari sosok yang shalih sedangkan diriku masih sering terlena dalam salah.
Ingin ku pantaskan diriku layaknya Khadijah yang pemberani, juga layaknya Aisyah yang begitu taat kepada Ilahi.
Namun bagaimanapun diriku tetaplah seorang wanita akhir zaman, yang begitu mudah disinggahi fitnah dan terfitnah.
Aku percaya Allah selalu lebih tau atas segala rasa yang ada.
Begitupun diriku yang mencoba menyerahkan diri, tanpa menyisakan secuil rasapun selain kepada-Nya.
Aku tak ingin goyah, apalagi terlena. Biarkan aku sendiri dalam doa dan juga rasa yang tertunda, entah kepada siapa.
Hingga pada masanya nanti, akan ada kisah yang tak terlupa. Sebab yang menjaga, jauh lebih indah dari yang tak terduga.
Teruntuk siapapun dirimu.
Jika kau mencintaiku, jangan pernah mengungkapkan rasa itu secara langsung kepadaku tanpa perantara.
Tetapi pintalah aku terlebih dahulu kepada Rabb-ku dan juga Ayahku.
Setelah restu itu ada, dan khitbah itu telah bersua. Ketahuilah, diriku yakin bahwa dirimu adalah rasa yang tertunda itu.
Sebab diriku menetapkan cinta hanya kepada-Nya, dan dirimu pun meminta cinta atas ridha-Nya, saat itulah jodoh kita akan bertemu atas Kehendak-Nya.
Kau yakin itu bukan, wahai siapapun dirimu?
via fauziyahsyam_
Tag sahabat mu