27/07/2026
Renungan Selasa, 28.07.26
*BERHENTI SEJENAK*
_Di Olimpiade Tokyo 2021, dunia dikejutkan oleh keputusan Simone Biles, pesenam terbaik dunia, yang memilih mundur dari beberapa pertandingan. Bukan karena ia kehilangan kemampuan, melainkan karena mengalami kondisi yang dikenal sebagai “the twisties.”_
_Dalam dunia senam, the twisties adalah keadaan ketika seorang atlet kehilangan orientasi tubuh saat berada di udara. Ia masih memiliki kekuatan, masih mampu melompat, tetapi ia tidak lagi tahu posisi tubuhnya. Jika dipaksakan, risikonya adalah cedera yang sangat serius._
_Banyak orang menganggap Simone menyerah. Namun sebenarnya ia sedang melakukan sesuatu yang sangat bijaksana, ia berhenti agar tidak menghancurkan dirinya sendiri. Ia mengambil waktu untuk memulihkan orientasinya sebelum kembali bertanding._
_Setelah beristirahat dan memulihkan diri, Simone kembali bertanding._
_Ia membuktikan bahwa mengambil waktu untuk memulihkan diri bukanlah tanda kelemahan. Ia kembali meraih gelar juara dunia dan tampil sangat baik di Olimpiade Paris 2024, menambah koleksi medali emasnya dan menegaskan bahwa ia masih berada di puncak dunia senam._
Bukankah kehidupan rohani sering kali juga seperti itu ?
Ada masa² ketika kita masih aktif melayani, masih bekerja, masih memimpin keluarga, masih menjalankan rutinitas. Dari luar semuanya tampak baik-baik saja, namun di dalam hati, kita mulai kehilangan orientasi.
Doa menjadi sekadar kebiasaan, Firman Tuhan tidak lagi menggerakkan hati, pelayanan dan pekerjaan berubah menjadi beban.
Ketika mencapai titik ini, keputusan² akan lebih banyak dipengaruhi oleh tekanan situasi daripada pimpinan Roh Kudus. Kita masih bergerak, tetapi tidak lagi berjalan dengan arah yang jelas.
Ironisnya, banyak orang berpikir solusi untuk keadaan ini adalah bekerja lebih keras, melayani lebih banyak, atau berusaha lebih kuat. Padahal sering kali yang Tuhan inginkan justru sebaliknya, berhenti sejenak dan datang kepada-Nya.
Tuhan Yeshua sendiri memberikan teladan ini.
Di tengah pelayanan yang sangat sibuk, ketika banyak orang membutuhkan-Nya, Tuhan Yeshua tetap mengundurkan diri ke tempat yang sunyi untuk berdoa. Ia tidak membiarkan kesibukan mengambil alih hubungan-Nya dengan Bapa.
📖Markus 1:35 (ILT)
*Dan pagi2 benar, selagi masih gelap, setelah bangun, Dia keluar, dan pergi ke tempat yang sunyi, dan di sana Dia berdoa.*
Mengapa ??
Karena Tuhan Yeshua menunjukkan bahwa kekuatan dari pelayanan atau pekerjaan itu lahir dari persekutuan dengan Bapa, bukan menggantikan persekutuan dengan Bapa.
📖Yesaya 40:31 (ILT) memberikan janji yang indah.
*"Tetapi orang yang menanti-nantikan YHWH akan memperbarui kekuatan, mereka akan naik dengan sayap rajawali ; mereka akan berlari dan tidak menjadi lesu, mereka akan berjalan dan tidak menjadi lelah.”*
Tuhan tidak hanya memberikan kekuatan baru, tetapi juga cara pandang yang baru.
Seperti rajawali yang terbang tinggi, kita diajak melihat hidup dari perspektif Tuhan, bukan hanya dari tekanan keadaan.
Mungkin hari ini Tuhan tidak sedang meminta kita berlari lebih cepat, akan tetapi Tuhan sedang berkata : _"Datanglah kepada-Ku, duduklah sejenak dan dengarkan suara-Ku. Biarkan Aku memulihkan arah hidupmu sebelum engkau melangkah kembali."_
Karena pelayanan atau pekerjaan yang paling efektif bukanlah yang dilakukan oleh orang yang paling sibuk, melainkan oleh orang yang paling dekat dengan Tuhan.
*_"Jangan tunggu sampai kehilangan arah baru mencari hadirat Tuhan. Orang yang paling kuat bukanlah yang tidak pernah berhenti, melainkan yang tahu kapan harus berdiam di hadapan Tuhan agar setiap langkahnya kembali selaras dengan kehendak-Nya."_*
(ML)