KMTG Al Ardh

KMTG Al Ardh Akun Facebook resmi dari Keluarga Muslim Teknik Geofisika AL ARDH (KMTG AL ARDH) Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Ikuti juga media kami lainnya di
Line :

Donasi untuk kegiatan kami? Call our Contact Person,
Novritsa Z : 085852081609
Nuha M : 082312877639

[AR RISALAH | KETIKA ISLAM BICARA KESETARAAN GENDER]Di zaman modern ini, banyak orang yang mempermasalahkan tentang kese...
23/04/2017

[AR RISALAH | KETIKA ISLAM BICARA KESETARAAN GENDER]

Di zaman modern ini, banyak orang yang mempermasalahkan tentang kesetaraan gender. Sebenarnya apa sih gender itu? Gender sendiri adalah pembagian peran kedudukan dan tugas antara laki dan perempuan. Dimana pembagian ini dipengaruhi oleh norma-norma, adat, dan kepercayaan dalam suatu lingkungan masyarakat. Pembagian peran di suatu daerah bisa jadi sangat berbeda dengan daerah lainnya. Lantas bagaimana pembagian peran tersebut dari sudut pandang islam? Nah, ayo kita bahas.

Sebelumnya, mari kita berangkat dari Al-Quran Surat At-Taubah ayat 71. Allah berfirman,

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Dari ayat di atas, kita lihat sendiri bagaimana Allah menyandingkan kata laki-laki dan perempuan, yang mana menunjukkan bahwa keduanya memiliki derajat yang sama di mata Allah. Laki-laki dan perempuan sama-sama berhak dalam menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim. Keduanya sama-sama berhak untuk melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar.

Jangan salah ya, amar ma’ruf nahi munkar tidak melulu soal dakwah. Amar ma’ruf nahi munkar adalah tentang bagaimana kita menegakkan kebaikan dan mencegah dari hal-hal buruk. Yang mana hal ini bisa dilakukan oleh seorang perempuan. Mungkin yang kita sering lihat perempuan hanya bisa melakukan sesuatu di lingkup-lingkup kecil dan terbatas. Namun bisa jadi, dari lingkup-lingkup kecil itulah perubahan bisa terjadi. Dengan kata lain, Islam memberikan kesempatan bagi setiap individunya untuk ber-amar ma’ruf nahi munkar.

Lantas mengapa sering kita temui banyak hukum islam yang membedakan laki-laki dan perempuan. Ambillah contoh hukum waris, kemudian perempuan wajib taat pada suaminya, kemudian besarnya diat (uang darah) perempuan adalah setengah dari laki-laki. Nah mari kita bahas satu persatu. Besarnya harta waris yang diberikan pada anak laki-laki dua kali lebih besar dari perempuan. Hal ini dikarenakan anak laki-laki memiliki kewajiban untuk menafkahi anak dan istrinya. Sementara perempuan menerima warisan hanya untuk dirinya saja. Kedua adalah kewajiban perempuan untuk taat pada suaminya. Pernahkah kalian mendengar hadits Rasul tentang kewajiban seorang muslim untuk taat pada ibunya tiga kali lebih utama daripada kepada bapaknya. Ketiga adalah diat (uang darah). Diat adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan pada anggota keluarga yang dirugikan atau terbunuh karena perbuatan jahat seseorang. Dalam hukum Islam besar diat seorang lelaki adalah dua kali diatnya perempuan. Banyak yang protes terhadap hukum Islam yang satu ini, karena dianggap melanggar hak-hak wanita. Namun satu hal yang harus kamu tahu, dalam hukum Islam, seorang perempuan tidak diminta bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan oleh kerabat mereka yang telah melakukan pembunuhan atau melukai seseorang. Hanya seorang laki-laki yang mempunyai tanggung jawab seperti itu. Sehingga pada dasarnya islam memberikan banyak kemudahan bagi perempuan.

Jadi bagaimana, masih mempermasalahkan kesetaraan gender?

Pada dasarnya semua hukum Allah itu adil. Sehingga kita sebagai hamba, wajib mentaatinya. Jangan melihat suatu hukum dari satu sisi saja, tapi kajilah dari sisi yang lain.

Oleh Shofi Iqtina Hawan (Staff Magang Departemen Dirosat Islamiyah KMTG Al Ardh 2016/2017)

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Follow us on
Instagram: BUMI INSPIRASI
LINE:
Like us on facebook.com/KMTGALARDH



[ AR RISALAH | CINTA RASULULLAH? BUKTIIN D**G ]Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah. 4 sifat tersebut merupakan beberap...
18/02/2017

[ AR RISALAH | CINTA RASULULLAH? BUKTIIN D**G ]

Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah. 4 sifat tersebut merupakan beberapa dari sekian banyak sifat-sifat mulia Rasulullah SAW lain seperti sabar, rendah hati, penyantun dan masih banyak lagi. Kegigihan dan kesabaran beliau dalam berdakwah memperjuangkan Islam sangat menginspirasi seluruh manusia, baik umat Muslim bahkan non Muslim.

Kita tahu bahwa beliau dilukai kepalanya, ditanggalkan giginya, lututnya berdarah karena lemparan batu, tubuhnya dilumuri kotoran, rumahnya dilempari kotoran ternak. Beliau dihina, dan disiksa dengan keji.

Saat beliau berdakwah di Thaif, tak ada yang didapatkannya kecuali hinaan dan pengusiran yang keji. Ketika Rasulullah menyadari usaha dakwahnya itu tidak berhasil, beliau memutuskan untuk meninggalkan Thaif.

Tetapi penduduk Thaif tidak membiarkan beliau keluar dengan aman, mereka terus mengganggunya dengan melempari batu dan kata-kata penuh ejekan. Lemparan batu yang mengenai Nabi demikian hebat, sehingga tubuh beliau berlumuran darah.

Banyak kaum kafir yang sangat membenci Rasulullah karena Aqidah Tauhid yang dibawakannya, karena seakan mengganggu eksistensi ajaran mereka. Namun, bukan balasan terhadap kaum kafir atas penderitaannya saat beliau berdoa, tapi meminta kepada Allah SWT agar kaum tersebut cepat disadarkan dan mengucap syahadat atas izin Allah SWT sehingga keturunan mereka kelak bersujud kepada Allah SWT.

Kasih sayang dan kesabaran itulah, yang membuat tahun ke tahun Rasulullah berdakwah, umat Muslim pada saat itu pun semakin bertambah. Strategi-strategi Rasulullah dalam berdakwah yang dimulai dari sembunyi-sembunyi hingga terang-terangan membuat banyak orang saat itu mengucap syahadat dan siap berkorban dalam membantu Rasulullah berdakwah dari kota satu ke kota lain.

Sedikit gambaran jatuh bangun dakwah Rasulullah seharusnya bisa membangkitkan semangat kita dalam berdakwah. Bukan hanya tugas para tokoh agama dan anak-anak lulusan pesantren, tugas dakwah ini adalah tugas dari Sang Khaliq kepada umatnya, artinya kepada seluruh Muslim di dunia ini, seperti firman Allah pada surat Al Ashr: 1-3.

“Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran” (Q.S. Al Ashr: 1-3).

Dakwah berarti menyeru atau mengajak. Mengajak menuju kebaikan, yaitu kebaikan sesuai dalam garis aqidah Islam. Dakwah bukan hanya dengan kita ceramah, mengajak teman untuk sholat juga termasuk berdakwah.

Mengajak teman kita untuk menjaga kebersihan pun termasuk berdakwah. Dakwah bukan hanya dilakukan dengan lisan, dengan memberi contoh pun kita bisa berdakwah. Belum cukup ilmu bukanlah alasan, karena ilmu memang tak akan pernah cukup sampai mati. Kalau kekurangan diri dijadikan alasan untuk tidak berdakwah, maka bisa-bisa tidak ada dakwah di muka bumi ini.

Alangkah buruknya akhlak kita bila tak mencintai Nabi, sebagaimana Nabi mencintai kita, berkorban untuk kita, dan meneteskan airmatanya untuk kita.

Di sini, apakah kita hanya berdiam diri saat Nabi dihina, seolah kita bukan lagi umatnya?

Apakah kita rela Nabi berdakwah seorang diri dan kemudian dilempari batu hingga berdarah-darah, sementara umatnya yang begitu banyak hanya bisa berdiam diri?

Tangisan sang Nabi hendaknya menjadi pengingat kita, untuk lebih mencintainya, membelanya, bahkan berkorban nyawa untuknya, sebagaimana ia telah berkorban nyawa untuk kita agar kita selamat dari siksa neraka. Semoga sampai kapan pun kita selalu istiqomah dalam beribadah dan taqarrab kepada Allah Swt. Aamiin.

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

Ditulis oleh Mochammad Novritsa Zulfikar
Kepala Departemen Syiar Keumatan
KMTG Al Ardh 2016-2017

Follow us on
Instagram: BUMI INSPIRASI
LINE:
Like us on facebook.com/KMTGALARDH



[CARA AMPUH PENGHILANG SUSAH]Assalamualaykum!Sahabat muslim,Masih awal bulan tapi hati dirundung gelisah,Susah tentu tap...
04/02/2017

[CARA AMPUH PENGHILANG SUSAH]

Assalamualaykum!
Sahabat muslim,
Masih awal bulan tapi hati dirundung gelisah,
Susah tentu tapi tak tau apa obatnya?
Mungkin cara satu ini bisa ditempuh :)
Apa itu?
Sedekah! Siapa yang membantu meringankan beban orang lain, maka Allah akan meringankan beban yang ada pada dirinya ;)

Alhamdulillah kini kembali dibuka GEMALAKA periode kedua! ★★★★

Gerakan Makmur Musholla Teknik Geofisika merupakan program KMTG Al Ardh yang membuka kesempatan bagi sahabat muslim untuk menjadi orang mulia di jalan Allah melalui makmur musholla di jurusan Teknik Geofisika ITS. ;)

Donasi dari sahabat muslim, insyaAllah akan digunakan untuk :
1. Pembuatan Mading Musholla
2. Pembuatan Kotak Amal
3. Alas Wudhu
4. Selambu /gorden
5. Perawatan inventaris musholla (laundry mukena, sajadah dan ganti pengharum ruangan)

Donasi dapat dikirimkan ke rekening KMTG Al Ardh di Rek. BRI
0049-01-045616-50-1
a/n PUTRY VIBRY HARDYANI

Untuk info lain, pertanyaan serta konfirmasi donasi dapat langsung menghubungi OA Al Ardh :)

Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung di akhirat kelak. Aamiiin
“Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah Ta’ala (mengharapkan wajah-Nya) maka Allah akan membangunkan baginya rumah (istana) di Surga” (HR. Muslim)

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

Follow us on
Instagram: BUMI INSPIRASI
LINE:
Like us on facebook.com/KMTGALARDH




[ BARAKALLAH, SAUDARA KAMI ]Steady as she goes.Baik dulunya untuk lebih baik ke depannya.Semoga yang sudah, sedang, dan ...
03/02/2017

[ BARAKALLAH, SAUDARA KAMI ]

Steady as she goes.

Baik dulunya untuk lebih baik ke depannya.
Semoga yang sudah, sedang, dan akan dilakukan menjadi bermanfaat dan diridhoi Allah.
Semoga sukses LPJ tengah tahun Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika (3-5 Februari 2017).
Barakallah, HMTG Eksplorasi, jadilah nilai spiritualitas sebagai budaya organisasi

KMTG Al Ardh 2016 - 2017
Kabinet Umar Bin Khattab

Follow us on
Instagram: BUMI INSPIRASI
LINE:
Like us on facebook.com/KMTGALARDH


[AR RISALAH | SEPUTAR HUTANG YANG HARUS KITA TAHU]Assalamualaykum!Sahabat muslim? Bagaimana kabar iman kita hari ini? Ka...
01/02/2017

[AR RISALAH | SEPUTAR HUTANG YANG HARUS KITA TAHU]
Assalamualaykum!
Sahabat muslim? Bagaimana kabar iman kita hari ini? Kalau kata orang sih ya, awal februari ini masuk tanggal muda lho.. hehe.

Eits, karena tanggal muda, ingat.. salah satu kewajiban orang yang punya uang adalah membayar hutang. Bahkan tidak disarankan loh, berinfaq sebelum hutangnya turut dilunasi juga.
Bicara tentang hutang, langsung aja yuk simak ulasan berikut. Bismillah!

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Hutang piutang sering dijadikan sumber penyebab terjadinya perselisihan dan pertengkaran diantara manusia.
Namun, ketika islam mulai menyebar diseluruh penjuru bumi, permasalahan tersebut dapat terselesaikan secara tuntas

HUKUM MEMINJAM / BERHUTANG
Hukum asal dari berhutang adalah boleh. Allah ta'ala menyebutkan sebagian adab berhutang dalam Quran diantaranya :

HUTANG HARUS DICATAT DAN DIPERSAKSIKAN
Dua pihak yang melakukan transaksi utang piutang hendaknya menulis dan dipersaksikan oleh orang lain. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah Surat al-Baqarah : 282.

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini sebagai petunjuk dari Allah jika ada pihak yang bermuamalah dengan transaksi non tunai, hendaklah ditulis, agar lebih terjaga jumlah, waktu dan lebih jelas

PEMBERI HUTANG DILARANG MENGAMBIL UNTUNG
Hal ini karena tujuan dari pemberi pinjaman adalah mengasihi si peminjam dan menolongnya, bukan mencari kompensasi atau keuntungan. Bahkan dianjurkan memberi penangguhan waktu kepada orang yang sedang kesulitan dalam melunasi utangnya setelah jatuh tempo.
Hal ini berdasar firman Allah dalam surat al Baqoroh: 280 serta sabda Rasulullah yang berbunyi, ”Barangsiapa ingin dinaungi Allah dengan naungan-Nya (pada hari kiamat), maka hendaklah ia menangguhkan waktu pelunasan utang bagi orang yang sedang kesulitan, atau hendaklah ia menggugurkan utangnya.” (HR. Ibnu Majah)

PEMUTIHAN HUTANG
Jika orang yang berutang tidak mampu mengembalikan, boleh mengajukan pemutihan dan juga mencari perantara untuk memohonnya.
Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, “(Ayahku) Abdullah meninggal dan dia meninggalkan banyak anak dan utang. Maka aku memohon kepada pemilik utang agar mereka mau mengurangi jumlah utangnya, akan tetapi mereka enggan. Akupun mendatangi Rasulullah meminta bantuan atas mereka. Namun merekapun tidak mau.
Beliau berkata, “Pisahkan kormamu sesuai dengan jenisnya. Tandan Ibnu Zaid satu kelompok. Yang lembut satu kelompok, dan Ajwa satu kelompok, lalu datangkan kepadaku.” (Maka) akupun melakukannya. Beliau pun datang lalu duduk dan menimbang setiap mereka sampai lunas, dan kurma masih tersisa seperti tidak disentuh.” (HR. Bukhari).

PERHATIKAN INI SEBELUM BERHUTANG:
Oleh karena, sebelum mengakhiri tulisan ini, ada beberapa hal yang ingin kami nasihatkan :

1. Janganlah membiasakan diri untuk berhutang. Terutama berhutang yang tidak memiliki jaminan.
Orang yang ingin berutang hendaklah benar-benar karena terpaksa. Sebab menurut Rasulullah, utang merupakan penyebab kesedihan di malam hari dan kehinaan di siang hari.

Bahkan beliau pernah menolak menshalatkan jenazah seseorang yang diketahui masih meninggalkan utang dan tidak meninggalkan harta untuk membayarnya. Rasulullah bersabda, “Akan diampuni orang yang mati syahid semua dosanya, kecuali utangnya.” (HR. Muslim).

2. Fasilitas untuk berkecimpung di dalam riba sangatlah banyak sekali di zaman ini. Oleh karena itu, janganlah kita biarkan diri kita berkecimpung di dalamnya, dari ibnu Mas’ud, Rasulullah bersabda:

“Allah melaknat pemakan riba, yang memberi makan, saksi dan juru tulisnya” (HR Ahmad no. 3725. Syaikh Syu’aib mengatakan, “Shahih li ghairih.”)

3. Apabila ingin berhutang, maka niatkanlah dengan hati yang jujur untuk segera melunasi hutang tersebut pada waktu yang telah dijanjikan. Insya Allah, Allah akan membantu pelunasannya. Rasulullah bersabda:
“Barang siapa meminjam harta manusia dan dia ingin membayarnya, maka Allah akan membayarkannya. Barang siapa yang meminjamnya dan dia tidak ingin membayarnya, maka Allah akan menghilangkan harta tersebut darinya.” (HR Al-Bukhaari no. 2387)

4. Apabila telah sampai batas waktu yang telah ditentukan, maka segeralah membayar hutang tersebut dan jangan menunda-nundanya, terkecuali pada saat itu kita tidak memiliki harta untuk membayarnya. Orang yang memiliki harta untuk membayar hutangnya, tetapi dia sengaja memperlambat pembayarannya, maka dianggap sebagai suatu kezoliman/dosa. Rasulullah
bersabda:
“Memperlambat pembayaran hutang untuk orang yang mampu membayarnya adalah kezaliman.” (HR Al-Bukhaari no. 2288 dan Muslim no. 4002/1564)

5. Jika benar-benar tidak mampu membayar hutang pada waktu yang telah ditentukan, maka bersegeralah meminta maaf kepada orang yang menghutangi dan minta tenggang waktu untuk membayarnya.

Demikian tulisan yang singkat ini. Jangan lupa berdoa berlindung dari hutang setiap pagi dan petang ya. Semoga Allah melindungi kita dari bahaya hutang.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Diulas oleh Alip al Basri (Manager Kantin Kejujuran Badan Usaha Milik Lembaga KMTG AL ARDH)

Sumber bacaan:

www.muslim.or.id
www.hidayatullah.com

Follow us on
Instagram: BUMI INSPIRASI
LINE:
Like us on facebook.com/KMTGALARDH



[MASIHKAH KITA MENYESALI TAKDIR? AYO HUZNUDHON!]" Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bol...
24/01/2017

[MASIHKAH KITA MENYESALI TAKDIR? AYO HUZNUDHON!]

" Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (p**a) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui " - Q.S Al Baqoroh : 216

Sumber Gambar :



[MERAIH DUNIA VS MERAIH ILMU :ANEKDOT ORANG BODOH YANG INGIN JADI ORANG MULIA]Assalamualaykum!Sahabat muslim.. bagaimana...
20/01/2017

[MERAIH DUNIA VS MERAIH ILMU :
ANEKDOT ORANG BODOH YANG INGIN JADI ORANG MULIA]

Assalamualaykum!
Sahabat muslim.. bagaimana kabar iman kita di hari jumat ini?. Apakah hari ini termasuk hari terbaik kita dalam menjalani hidup?. Berikut ada ulasan menarik, terkait maraknya fenomena orang yang malas belajar tapi ingin memenangkan kompetisi dunia. Bismillah!

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Sahabat muslim,
Sadarkah kita bahwa banyak orang menginginkan hidupnya dalam kondisi baik ?
Sadar p**a kah kita, bahwa banyak juga yang berlomba mencapai ketenaran, posisi dan jabatan ?
Dan, taukah kita.. bahwa bila hal-hal tersebut semakin dikejar semakin habis tenaga kita dan rasanya tidak pernah tercapai.

Namun, disisi lain..
Kita melihat banyak orang yang enggan menyibukkan dirinya dengan belajar..
Ingat! Belajar.. bukan sekadar menyelesaikan sekolah.
Belajar ilmu dunia. Utamanya belajar ilmu agama.
Bila saat gagal meraih keduniaan, kita berkata " harus kita coba lagi !"
Bila saat sulit memahami suatu urusan agama atau bahkan saat diajak mendengarkan kajian agama, buru-buru kita " wah, ini terlalu tinggi bahasannya ".

SubhanAllah..
Padahal Rasulullah bersabda, "Barangsiapa menginginkan dunia, maka dengan ilmu. Barangsiapa mengingkan akhirat, maka dengan ilmu. Dan barangsiapa menginginkan keduanya, maka dengan ilmu"

Jadi.. apa yang menghalangi kita dengan sebab teraihnya dunia ditangan kita dengan ilmu? Jawabannya adalah Malas!.
Malas adalah setan yang ada dalam diri kita yang mungkin senantiasa kita rawat dan kita turuti. Naudzubillah.

Rasulullah mengajarkan kita untuk berdoa agar terhindar dari malas (utamanya malas menuntut limu) di setiap pagi dan petang. Bahkan, Rasulullah di setiap paginya selalu memohon 3 hal : Tambahnya ilmu, Luasnya Rezeki, & diterimanya amal. Sudahkah kita sahabat muslim ?

Sumber gambar :
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


[JAGA LINGKUNGAN, HARUSKAH MENUNGGU DATANG MUSIBAH ATAU EVENT PERINGATAN?]Assalamualaykum! Sahabat Muslim"Cintai bumi mu...
10/01/2017

[JAGA LINGKUNGAN, HARUSKAH MENUNGGU DATANG MUSIBAH ATAU EVENT PERINGATAN?]

Assalamualaykum!
Sahabat Muslim

"Cintai bumi mu". Mungkin bagi sahabat muslim adalah kalimat yang sering sahabat dengar dan lihat pada masa ini, sebagai upaya kampanye menjaga bumi kita. Tapi, apa jaga lingkungan cuma pas ada bencana alam aja? Tentu tidak kan?. Bahkan salah satu visi Allah menjadikan manusia di bumi ini adalah untuk menjaga lingkungan lhooo..

Pasti penasaran d**g, apa hubungannya lingkungan dengan Islam, dan gimana sebaiknya umat Muslim memperlakukan lingkungan? Yuk simak dan resapi artikel ini yaaaa! Check it out!

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

Islam merupakan agama yang sempurna, yang mengatur segala urusan hambanya dengan jelas dan rinci. Mulai dari urusan pribadi manusia, urusan duniawi (hubungan antar manusia), ibadah, dan berbagai macam hal lainnya. Termasuk didalamnya yang mengatur tentang menjaga lingkungan. Perintah ini terdapat pada Al-Quran maupun Al-Hadits

Dien Islam melarang segala bentuk perusakan lingkungan, baik secara langsung maupun tak langsung. Dimana dalam Al-Quran, menyifati tumbuh-tumbuhan sebagai makhluk mulia yang memiliki peran yang sama dengan manusia dalam memperlihatkan keindahan dan kebesaran ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang tak tertandingi seperti yang termuat dalam Q.S. As-Syuara’ (26):7 dan Q.S. Luqman (31):10. Dan pada dasarnya, perbuatan perusakan lingkungan akan merugikan kehidupan kita sendiri di muka bumi. Maka dari itu kita, sebagai manusia tidak boleh semena – mena dalam mengeksplorasi alam tanpa memikirkan akibat yang akan muncul. Larangan akan perusakan lingkungan ini berlaku untuk segala kondisi, bahkan dalam jihâd fi sabîlillah pun Kaum Muslimin tidak diperbolehkan untuk menebang pohon sembarangan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan alam ini bukan tanpa tujuan. Alam ini merupakan sarana untuk manusia dapat melaksanakan tugas pokoknya, yaitu beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Alllah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“(Yaitu) Orang-orang yang mengingat Allâh sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” [Ali Imrân/3:191]

Melestarikan lingkungan juga dapat menjadi sedekah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَا مِنْ مُسْلِمٍ غَرَسَ غَرْسًا فَأَكَلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ أَوْ دَابَّةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ

“Muslim mana saja yang menanam sebuah pohon lalu ada orang atau hewan yang memakan dari pohon tersebut, niscaya akan dituliskan baginya sebagai pahala sedekah.” [HR Bukhâri (6012)]

Bahkan, pohon tersebut akan menjadi aset pahala yang akan terus mengalirkan pahala kepadanya sesudah mati, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

سَبْعٌ يَجْرِي لِلعَبْدِ أَجْرُهُنَّ وَ هُوَ فِي قَبْرِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ : مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا أَوْ أَجْرَى نَهْرًا أَوْ حَفَرَ بِئْرًا أَوْ غَرَسَ نَخْلاً أَوْ بَنَى مَسْجِدًا أَوْ وَرَثَ مُصْحَفًا أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لََهُ بَعْدَ مَوْتِهِ .

“Tujuh perkara yang pahalanya akan terus mengalir bagi seorang hamba sesudah ia mati dan berada dalam kuburnya. (Tujuh itu adalah) orang yang mengajarkan ilmu, mengalirkan air, menggali sumur, menanam pohon kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf atau meninggalkan anak yang memohonkan ampunan untuknya sesudah ia mati.” [Dishahihkan oleh al-Albâni dalam Shahîh al-Jâmi’ (3602) dari Anas]

Maka dari itu, sebagai seorang Muslim, wajib hukumnya bagi kita untuk menjaga lingkungan. Dan juga menjadi garda terdepan dalam melindungi alam kita ini dari oknum – oknum tak bertanggung jawab. Semoga kita selalu dalam perlindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari segala macam keburukan.

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

Ditulis oleh Irfan Tsany R (Kepala Divisi Hubungan Mitra Departemen Syiar Keumatan KMTG Al Ardh)

Follow us on
Instagram: BUMI INSPIRASI
LINE:
Like us on facebook.com/KMTGALARDH



[YUK PERBAIKI SUBUH KITA]Assalamualaykum!Sahabat muslim, sudah pada liburan ya? Alhamdulillah, itu tandanya ada kesempat...
04/01/2017

[YUK PERBAIKI SUBUH KITA]

Assalamualaykum!
Sahabat muslim, sudah pada liburan ya? Alhamdulillah, itu tandanya ada kesempatan memperbaiki ibadah kita :)

Bila selama ini tugas dan laporan jadi alasan untuk menunda ibadah.. maka selama liburan ini ayo kita benahi lagi. Dimulai dari tidak begadang semalaman, agar subuh kita sempurna :). Bismillah!



[ KORUPSI? ISLAM PUNYA SOLUSINYA ]Sebuah kata yang identik dengan kekuasaan atau biokrasi adalah korupsi. Mulai dari jab...
30/12/2016

[ KORUPSI? ISLAM PUNYA SOLUSINYA ]

Sebuah kata yang identik dengan kekuasaan atau biokrasi adalah korupsi. Mulai dari jabatan tertinggi sampe OB sekalipun tidak akan mudah terhindar yari yang namanya korupsi.

Secara singkat korupsi dapat diartikan mendapatkan sesuatu yang tak seharusnya dia dapatkan, yang didapatkannya melalui jalan yang haram.

Terlepas dari itu semua, korupsi apa pun jenisnya merupakan perbuatan yang haram. Nabi SAW menegaskan, Abu Dawud meriwayatkan sebuah hadis yang berasal dari ‘Addiy bin ‘Umairah al-Kindy yang bunyinya,

“Hai kaum muslim, siapa saja di antara kalian yang melakukan pekerjaan untuk kami (menjadi pejabat/pegawai negara), kemudian ia menyembunyikan sesuatu terhadap kami walaupun sekecil jarum, berarti ia telah berbuat curang.

"Lalu, kecurangannya itu akan ia bawa pada hari kiamat nanti…

"Siapa yang kami beri tugas hendaknya ia menyampaikan hasilnya, sedikit atau banyak. Apa yang diberikan kepadanya dari hasil itu hendaknya ia terima, dan apa yang tidak diberikan janganlah diambil.”

Sabdanya lagi, “Siapa saja yang mengambil harta saudaranya (tanpa izin) dengan tangan kanannya (kekuasaan), ia akan dimasukkan ke dalam neraka, dan diharamkan masuk surga.”

Seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasul, bagaimana kalau hanya sedikit saja?’ Rasulullah SAW. menjawab, “Walaupun sekecil kayu siwak.” (HR Muslim, an-Nasai, dan Imam Malik dalam al-Muwwatha).

Lalu bagaimana islam mengatasi masalah korupsi ini? Apa solusi yang pernah ditawarkan pada zaman Rasulullah dan para penerusnya?

Berikut beberapa poin yang dapat menjadi solusinya.

》Pertama, sistem penggajian yang layak.

Aparat pemerintah harus bekerja dengan sebaik-baiknya. Hal itu sulit berjalan dengan baik bila gaji tidak mencukupi. Para birokrat tetaplah manusia biasa yang mempunyai kebutuhan hidup serta kewajiban untuk mencukup nafkah keluarga.

Agar bisa bekerja dengan tenang dan tidak mudah tergoda berbuat curang, mereka harus diberikan gaji dan tunjangan hidup lain yang layak.

Berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan hidup aparat pemerintah, Rasul dalam hadis riwayat Abu Dawud berkata,

“Barang siapa yang diserahi pekerjaan dalam keadaan tidak mempunyai rumah, akan disediakan rumah, jika belum beristri hendaknya menikah, jika tidak mempunyai pembantu hendaknya ia mengambil pelayan, jika tidak mempunyai hewan tunggangan (kendaraan) hendaknya diberi. Adapun barang siapa yang mengambil selainnya, itulah kecurangan”.

》Kedua, larangan menerima suap dan hadiah.

Hadiah dan suap yang diberikan seseorang kepada aparat pemerintah pasti mengandung maksud agar aparat itu bertindak menguntungkan pemberi hadiah.

Tentang suap Rasulullah berkata, “Laknat Allah terhadap penyuap dan penerima suap” (HR Abu Dawud). Tentang hadiah kepada aparat pemerintah, Rasul berkata, “Hadiah yang diberikan kepada para penguasa adalah suht (haram) dan suap yang diterima hakim adalah kufur.” (HR Imam Ahmad)

Suap dan hadiah akan berpengaruh buruk pada mental aparat pemerintah. Aparat bekerja tidak sebagaimana mestinya. Di bidang peradilan, hukum ditegakkan secara tidak adil atau cenderung memenangkan pihak yang mampu memberikan hadiah atau suap.

》Ketiga, perhitungan kekayaan.

Setelah adanya sikap tegas dan serius, penghitungan harta mereka yang diduga terlibat korupsi merupakan langkah berikutnya. Menurut kesaksian anaknya, yakni Abdullah bin Umar, Khalifah Umar pernah mengalkulasi harta kepala daerah Sa’ad bin Abi Waqash (Lihat Tarikhul Khulafa).

Bahkan, Umar pun tidak menyepelekan penggelapan meski sekedar pelana unta (Lihat Kitabul Amwal).

Di dalam buku Ahkamul Bayyinat, Syekh Taqiyyuddin menyatakan bahwa pembuktian itu bisa berupa pengakuan dari si pelaku, sumpah, kesaksian, dan dokumentasi tertulis. Kaitannya dengan dokumentasi tertulis ini Allah SWT menegaskan di dalam al-Quran,

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya. Hendaklah penulis di antara kalian menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya…” (QS al-Baqarah [2]: 282).

》Keempat, teladan pemimpin.

Khalifah Umar menyita sendiri seekor unta gemuk milik putranya, Abdullah bin Umar, karena kedapatan digembalakan bersama di padang rumput milik Baitul Mal Negara. Hal ini dinilai Umar sebagai bentuk penyalahgunaan fasilitas negara.

Demi menjaga agar tidak mencium bau secara tidak hak, Khalifah Umar bin Abdul Azis sampai menutup hidungnya saat membagi minyak kesturi kepada rakyat. Dengan teladan pemimpin, tindak penyimpangan akan mudah terdeteksi sedari dini

》Kelima, hukuman setimpal.

Pada galibnya, orang akan takut menerima risiko yang akan mencelakaan dirinya. Hukuman dalam Islam memang berfungsi sebagai zawajir (pencegah).

Dalam Islam, tindak korupsi bukanlah seperti pencurian biasa yang pelakunya dipotong tangannya. “Perampas, koruptor, dan pengkhianat tidak dikenakan hukuman potong tangan” (HR Ahmad, Ashabus Sunan, dan Ibnu Hibban).

Akan tetapi, termasuk jarîmah (kejahatan) yang akan terkenai ta’zir. Bentuknya bisa berupa hukuman tasyh’ir (berupa pewartaan atas diri koruptor – dulu diarak keliling kota, sekarang bisa lewat media massa).

Berkaitan dengan hal ini, Zaid bin Khalid al-Juhaini meriwayatkan Rasulullah pernah memerintahkan para sahabat untuk menshalati seorang rekan mereka yang gugur dalam pertempuran Hunain.

Mereka, para sahabat, tentu saja heran, karena seharusnya seorang yang syahid tidak disembahyangi. Rasul kemudian menjelaskan, “Sahabatmu ini telah berbuat curang di jalan Allah.”

Ketika Zaid membongkar perbekalan almarhum, ia menemukan ghanimah beberapa permata milik kaum yahudi seharga hampir 2 dirham (lihat al- Muwwatha ). Atau, bisa juga sampai hukuman kurungan.

Menurut Abdurrahman al-Maliki dalam kitab Nidzamul ‘Uqubat fil Islam (hlm. 190), hukuman kurungan koruptor mulai 6 bulan sampai 5 tahun. Namun, masih dipertimbangkan banyaknya uang yang dikorup.

Bila mencapai jumlah yang membahayakan ekonomi negara, koruptor dapat dijatuhi hukuman mati.

》Keenam, kekayaan keluarga pejabat yang diperoleh melalui penyalahgunaan kekuasaan diputihkan oleh kepala negara (Khalifah) yang baru.

Caranya, kepala negara menghitung kekayaan para pejabat lama lalu dibandingkan dengan harta yang mungkin diperolehnya secara resmi. Bila dapat dibuktikan dan ternyata terdapat kenaikan yang tidak wajar, seperti dilakukan Umar.

Bila harta kekayaan itu diketahui siapa pemiliknya yang sah, maka harta dikembalikan kepada pemiliknya. apabila tidak jelas siapa pemiliknya yang sah, harta itu dikembalikan kepada kas negara (Baitul Mal).

Namun, bila sulit dibuktikan, seperti disebut di dalam buku Tarikhul Khulafa, Khalifah Umar bin Khaththab membagi dua kekayaan mereka bila terdapat kelebihan dari jumlah semula, yang separuh diambil untuk diserahkan ke Baitul Mal dan separuh lagi diberikan kepada mereka.

》Ketujuh, pengawasan masyarakat.

Masyarakat dapat berperan menyuburkan atau menghilangkan korupsi. Masyarakat yang bermental instan akan cenderung menempuh jalan pintas dalam berurusan dengan aparat dengan tak segan memberi suap dan hadiah.

Adapun masyarakat yang mulia akan turut mengawasi jalannya pemerintahan dan menolak aparat yang mengajaknya berbuat menyimpang.

Demi menumbuhkan keberanian rakyat mengoreksi aparat, Khalifah Umar di awal pemerintahannya menyatakan, “Apabila kalian melihatku menyimpang dari jalan Islam, maka luruskan aku walaupun dengan pedang."

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

Ditulis oleh Thufeil Amraddausi (Staff Departemen Dirosat Islamiyah KMTG Al Ardh)

Follow us on
Instagram: BUMI INSPIRASI
LINE:
Like us on facebook.com/KMTGALARDH




[Ar Risalah | Aksi 4 November, Kita Dukung Kita Kawal]Assalamualaykum! Sahabat Muslim.. bagaimana kah kabar iman kita ha...
04/11/2016

[Ar Risalah | Aksi 4 November, Kita Dukung Kita Kawal]

Assalamualaykum! Sahabat Muslim.. bagaimana kah kabar iman kita hari ini? Sudah kah kita menyapa hari dengan tilawah al Quran?. Berbicara terkait Al Quran, kita akan teringat tentang Aksi Bela al Quran yang diselenggarakan hari ini. Aksi Bela al Quran yang diinisiasi oleh ormas perjuangan seperti FPI dan Majelis Ulama Indonesia sontak mendapat perhatian luas dari seluruh muslimin se Nusantara bahkan Mancanegara. Aksi Bela Islam ini kemudian menjadi suati momentum bersejarah yang akan bercerita, betapa potensi kebangkitan islam di Indonesia akan semakin mencuat.

Namun, agaknya, momentum semacam ini di era digital akan mengalami distorsi dan penyelewengan makna melalui lisan - lisan orang tak bertanggung jawab lagi tak berilmu yang urun ludah menanggapi serta menganalisa (dengan asal - asalan) masalah ini.

Hal ini, menuntut bagi segenap ormas dakwah untuk segera mengklarifikasi, memberikan pencerdasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana muslimin hendaknya berbuat.

Pada prinsipnya, setiap muslim akan sangat mencintai identitas keislamannya, baik dari segi pakaian, ucapan, pemikiran tak terkecuali al Quran sebagai sumber nilai keislaman itu sendiri. Maka, baik yang berangkat aksi atau tidak, baik yang ikut menyumbang materil atau tidak terhadap aksi tanggal 4 november ini, selama hatinya merasa sakit akan penghinaan atas agama Islam (apapun bentuknya) akan menjadi pemberat timbangan kebaikan disisi Allah.

Adapun terkait muslimin yang bersungguh ingin membuktikan keimanannya dengan ikut aksi tersebut, maka sejatinya mereka hanya akan menuntut terlaksananya penegakan hukum atas masalah terkait (tujuan khusus) serta menyatakan perang terhadap pen*staan agama sekaligus memberi peringatan bagi kaum munafiqin & musuh Allah bahwa mukminin Indonesia masih ada dan siap bersatu melawan mereka (tujuan umum).

Maka, sangatlah berlebihan, bila aksi 4 November itu dianggap sebagai aksi anti etnis dan agama tertentu, aksi penggulingan presiden, aksi pemecah NKRI, aksi terorisme atau bahkan (sangat tidak tepat) bila dikatakan sebagai aksi yang sia-sia. Sehingga nyatalah kita, agar menjaga diri dari prasangka-prasangka penghilang kemurnian tujuan aksi hanya karena nafsu kita tertarik untuk mengait - ngaitkan.

Dan sebagai pesan bagi saudara seiman..
Bagi kalian yang masih bimbang lagi ragu karena kurangnya pengetahuan tentang apa dan mengapa aksi 4 november ini ada, maka cukuplah diam sebagai perisai diri dari kesalahpahaman. Lebih giatkanlah lagi semangat untuk belajar agama ini, karena hanya mereka yang faham agama yang kemudian mampu mengamalkan Islam dengan baik.

Sementara bagi saudara seislam, yang masih ada rasa hasad di dalam hatinya karena masih memandang adanya kepentingan firqoh-firqoh dalam aksi 4 november besok, maka sungguh, beristighfarlah. Beberapa dari muslimin Indonesia yang terjangkiti virus taasub, menggunakan embel-embel "Islam golonganku paling benar" yang ikut angkat bicara dan
berkomentar sangat sinis terhadap peserta demo, seakan para peserta demo itu orang kekurangan akal lagi tidak paham makna kebermanfaatan. Padahal, telah nyata ada ulama-ulama uang hadir bahkan mendukung dan ikut aksi.

Adalagi, bagi saudara setanah air yang sering mengkomparasi aksi 4 november ini dengan perkara2 sosial praktis (membandingkan dengan istilah demo rahmatan lil alamin, mengandaikan uang yang digunakan untuk demo sebagai dana sosial dsb), karena sesungguhnya tujuan aksi ini amatlah beda dengan apa yang kalian angankan. Tuntutlah komparasi itu dari berapa dana negara yang terselewegkan korupsi dan terhamburkan bukan dari aksi penuntutan penegak hukum!.

Akhirnya, sebagai muslimin yang ingin membela kemuliaan islam (sebagaimana Rasulullah dan para sahabat dulu melakukannya) jadilah bagai lebah, yang dalam diamnya memberi manfaat dan ketika perlu membela diri, membela dengan cara yang tidak merugikan orang lain. Cara lebah inilah yang insyaAllah sesuai sunnah. Selamat beraksi saudaraku, Salam Bela al Quran!.


Address

Surabaya

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KMTG Al Ardh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to KMTG Al Ardh:

Share