01/12/2018
2018 Masih Percaya Generasi?
Baskoro Aris Sansoko
Founder Muslimbiasa
Jika ada suatu ironi menarik yang terjadi di masyarakat, jawablah pertanyaan ini. Layakkah menyatakan bahwa kelompok radikal adalah mereka yang berjenggot, bercadar, dan bercelana cingkrang? Tentu tidak. Layakkah menyatakan bahwa gay adalah mereka yang melambai, s**a sembarangan grepe badan laki-laki lain, dan anggota gym? Tentu tidak.
Sekarang. Layakkah menyatakan bahwa generasi millennial adalah mereka yang lebih percaya user generated content, wajib memiliki akun sosial media, lebih minat membaca lewat smartphone, lebih pilih ponsel daripada televisi, dan menjadikan keluarga sebagai pusat pertimbangan? [1] Atau generasi millennial adalah mereka yang gampang bosan pada barang yang dibeli, hobi melakukan pmebayaran no-cash, s**a dengan yang serba cepat dan instan, memilih pengalaman dibandingkan aset, berbeda perilaku dari satu grup dan grup yang lain, jago multitasking, kritis terhadap fenomena sosial, dikit-dikit posting, dan lebih s**a berbagi? [2]
Yakinlah pertanyaan ini akan banyak dijawab dengan “Mengapa tidak?”
Tentu dua pertanyaan pertama dan terakhir berbeda. Membenarkan dua pertanyaan pertama dapat mengakibatkan prasangka buruk yang kemudian banyak mengarah pada tindakan diskriminasi [3]. Membenarkan dua pertanyaan kedua, sejauh ini, tidak memberikan akibat buruk apapun.
Tapi, tanpa adanya akibat buruk pun, tentu aku yakin kamu menyadari bahwa membenarkan semua jawaban pertanyaan di atas adalah bentuk pembangunan stereotype dangkal yang tidak memberikan informasi apa-apa. Sebagian menyebut tak ubahnya seperti mitos atau pernyataan ramalan horoskop [4].
Apalagi, jika penerimaan atas stereotype seperti itu ditambah dengan mitos umum lainnya terkait generasi, yaitu antara satu generasi dan generasi lain memiliki pola pemikiran dan perilaku yang berbeda bahkan bertentangan.
Kira-kira terangkum dalam ungkapan, “Generasi Millennial itu begini dan begitu, beda dengan generasi Baby Boomers yang tidak begini dan begitu.” Apalagi biasanya ditambahkan dengan menyalahkan generasi lain. “Gara-gara generasi Baby Boomers korupsi subur, generasi Millennial lah solusinya,” pernah mendengarkan pertanyaan demikian terutama dari politisi Millennial?
Padahal sejak 1971, ada sosiolog yang memandang bahwa perbedaan dan pertentangan antar generasi lebih berasal dari persepsi generasi tersebut dibandingkan kondisi nyatanya [5]. Penelitian sejenis yang dilakukan pada tahun 2012 juga memberikan hasil bahwa tingkat persepsi akan perbedaan secara signifikan mengalahkan tingkat kenyataan akan perbedaan [6].
Pada tahun 2010, terdapat seorang peneliti yang meninjau berbagai penelitian empiris yang menyoroti perbedaan generasi dalam sikap-sikap generasi tersebut dalam bekerja. Hasilnya adalah walaupun terdapat berbagai penelitian empiris yang dapat menunjukkan adanya perbedaan, namun tingkatnya tidak signifikan. Beberapa penelitian yang ditinjau tidak menunjukkan bahwa generasi Millennial lebih altruis dibandingkan generasi X [7].
Penelitian lain pada tahun 2006 bahkan lebih tidak ragu dalam menggunakan istilah mitos terhadap perbedaan perilaku kerja dari generasi yang berbeda. Tidak hanya itu, penelitian yang juga menyatakan bahwa perbedaan generasi lebih merupakan masalah persepsi ini juga mengatakan bahwa persepsi semacam ini buruk di lingkungan kerja. Buruk karena dapat menghadirkan persepsi negatif dari atasan ke bawahan atau sebaliknya dan dapat mendorong munculnya tindakan diskriminasi dalam kerja [8].
Apakah pandangan yang sifatnya lebih banyak mitosnya ini dilahirkan dari para politisi bingung atau agamawan yang asal bicara? Tidak juga. Paham yang dapat disebut dengan generasionalisme ini lahir tidak hanya dari pemikir-pemikir dari kalangan politisi namun juga dari sosiolog seperti Mannheim, Edmunds, Turner, Kertzer, dan sebagainya [9]. Hari ini generasionalisme juga dipopulerkan oleh akademisi seperti Strauss dan Howe yang menghasilkan teori generasi dan mencetuskan istilah generasi Millennial [10].
(Kalian yang merasa bagian dari generasi Millennial, berterima kasihlah pada keduanya!)
Seorang sosiolog bernama Bordieu bahkan menyatakan bahwa sejatinya generasi itu asalnya tidak ada. Cuma kemudian ada tokoh kharismatik tertentu yang berkata, “Bangkitklah wahai generasiku!” atau akademisi tertentu yang menyatakan, “Orang-orang dengan kelahiran dari tahun ini ke tahun itu adalah generasi anu.” Ucapan-ucapan semacam ini yang diulang-ulang dalam alam wacana (discourse), kemudian tersampaikan pada khalayak, dan menghasilkan persepsi yang kuat bahwa generasi itu benar-benar ada. Benar-benar ada dalam artian dianggap sebagai sesuatu yang terjadi secara alamiah [9].
Padahal boro-boro alamiah, generasi itu, sama seperti horoskop atau janji-janji politisi, cuma cerita yang direka-reka dan kemudian dipercaya!
[ Referensi ]
(1) Aditya, R., 2017. Inilah 5 Ciri Generasi Millennial yang Sebenarnya, Sulit sih Buat Nggak Mengakui. Hipwee. Tersedia di: https://www.hipwee.com/feature/inilah-5-ciri-generasi-millennial-yang-sebenarnya-sulit-sih-buat-nggak-mengakui/
(2) Wijayanti D, S., 2018. 10 Ciri Dasar Generasi Millennial, Kamu Termasuk Gak Nih?. IDNTimes. Tersedia di: https://www.idntimes.com/life/inspiration/sinta-wijayanti-d/10-ciri-dasar-generasi-millennial-c1c2
(3) Koomen, W. dan van der Pligt, J., 2016. The Psychology of Radicalization and Terrorism. New York: Routledge.
(4) Hoover, E., 2009. The Millennial Muddle: How Stereotyping Students Became a Thriving Industry and A Bundle of Contradictions. The Chronicle of Higher Education.
(5) Bengston, V. L. dan Kuypers, J. A., 1971. Generational Difference and The Developmental Stake. Aging and Human Development. 2.
(6) Lester, S. W., Standifer, R. L., Schultz, N. J., dan Windsor, J. M., 2012. Actual Versus Perceived Generational Differences at Work: An Empirical Examination. Journal of Leadership & Organizational Studies. 19(3).
(7) Twenge, J. M., 2010. A Review of the Empirical Evidence on Generational Differences in Work Attitudes. Journal of Business and Psychology. 25.
(8) Davis, J. B., Pawlowski, S. D., dan Houston, A., 2006. Work Commitments of Baby Boomers and Gen-Xers in the IT Profession: Generational Differences or Myth?. Journal of COmputer Information Systems. 46(3).
(9) Purhonen, S., 2015. Generations on Paper: Bordieu and The Critique of ‘Generationalism’. Social Science Information. 55 (1).
(10) Strauss, W. dan Howe, N. Generations: The History of America’s Future, 1584 to 2069. Quill.