GBI Imamat Rajani Surabaya

GBI Imamat Rajani Surabaya GBI IMAMAT RAJANI, Jl. Kertajaya 86 surabaya

Renungan Harian Senin, 07 September 2026DI BALIK DOA DANIELAyat Bacaan Hari ini: Daniel 10:1-21Ayat Hafalan: "Janganlah ...
06/09/2026

Renungan Harian Senin, 07 September 2026
DI BALIK DOA DANIEL
Ayat Bacaan Hari ini: Daniel 10:1-21

Ayat Hafalan: "Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu." Daniel 10:12

Ketika Koresh, raja orang Persia memerintah, Daniel mendapatkan pernyataan dari Tuhan bahwa akan terjadi kesusahan yang besar di kerajaan Persia. Lalu, Daniel pun berdoa kepada Tuhan meminta peneguhan tentang penglihatan yang telah ia terima itu, dan Alkitab mencatat bahwa saat itu juga doa yang dipanjatkan Daniel di dengar Tuhan. Tapi peneguhan itu belumlah terjadi, Daniel harus menunggu selama 24 hari barulah Tuhan menyatakannya dengan jelas. Tertulis: "Hanya aku, Daniel, melihat penglihatan itu, tetapi orang-orang yang bersama-sama dengan aku, tidak melihatnya; tetapi mereka ditimpa oleh ketakutan yang besar, sehingga mereka lari bersembunyi;" (Daniel 10:7).

Mungkin saat ini kita sedang bergumul dengan masalah yang berat dan sudah berdoa sekian lama tapi sepertinya doa kita tidak didengar dan dijawab oleh Tuhan. Kita pun mulai ragu dan bimbang. Sesungguhnya setiap doa yang kita panjatkan pasti didengar Tuhan. Yang menjadi persoalannya adalah Tuhan tidak selalu menjawab 'ya' dan adakalanya jawaban Tuhan 'ya' tapi 'tunggu dulu', artinya kita harus sabar menunggu waktunya Tuhan. Ketidaksabaran dan ketidakmengertian akan kehendak Tuhan ini membuat kita putus asa dan berpikir bahwa Tuhan tidak akan mengabulkan doa-doa kita, dan akhirnya kita tidak lagi berharap kepada Dia dan mulai mereka-reka jalan sendiri mencari pertolongan dunia. FirmanNya mengatakan, "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."
(Matius 21:22).

Jadi, kunci untuk beroleh jawaban doa adalah percaya dan tidak bimbang. Kebimbangan membuat seseorang ragu akan kuasa Tuhan. Dalam berdoa kita juga harus memiliki kerendahan hati, artinya kita mengakui kelemahan dan ketidak berdayaan kita di hadapan Tuhan, serta mempercayakan seluruh kendali hidup kita kepada Tuhan mealui pimpinan Roh Kudus dan firmanNya. Selain itu Daniel hidup dalam kebenaran, karena itu doanya berkenan membuat Tuhan menyatakan kuasaNya.

Doa orang benar pasti dijawab Tuhan; bisa sekarang tapi bisa juga nanti, karena itu jangan bimbang!

Renungan Harian Minggu, 06 September 2026SUDAHKAH KITA TERBEBAS DARI KEBENCIAN?Ayat Bacaan Hari ini: 1 Yohanes 3:1-24 Ay...
05/09/2026

Renungan Harian Minggu, 06 September 2026
SUDAHKAH KITA TERBEBAS DARI KEBENCIAN?

Ayat Bacaan Hari ini: 1 Yohanes 3:1-24

Ayat Hafalan: "Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia." 1 Yohanes 3:15a

Apakah Saudara adalah seorang Kristen atau pengikut Kristus? Jika kita mengaku bahwa diri kita adalah seorang Kristen tapi dalam kenyataannya kita tidak memiliki kasih, berarti kekristenan kita adalah bohong; sama artinya kita ini tidak mengenal Allah karena Allah adalah kasih (baca 1 Yohanes 4:8).

Mungkin kita tidak menyadari jika selama ini doa-doa kita tidak beroleh jawaban dari Tuhan; salah satu penyebabnya adalah karena kita tidak mengasihi sesama saudara seiman. Bila kita mengakui bahwa di dalam hati kita ada Roh Allah itu Roh Kasih. Kita tidak perlu gembar-gembor kepada orang lain untuk menegaskan bahwa kita ini adalah orang percaya, karena dari buahnyalah kita mengenal suatu pohon. Begitu p**a dengan kehidupan orang percaya, dari buah-buah kehidupannya (ucapan, perbuatan atau tindakan) orang lain akan mengenal kita apakah kita ini seorang percaya atau bukan. Seorang Kristen yang benar tidak akan pernah menyimpan kepahitan dan kebencian terhadap sesamanya. Alkitab menyatakan: "Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut. Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya." (1 Yohanes 3:14-15).

Sadarkah kita bahwa yang menjadi penghambat doa untuk beroleh jawaban dari Tuhan adalah ketika kita masih menyimpan kebencian terhadap sesama dan tidak mau mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita? Ketika kita menolak mengampuni orang lain, akar pahit itu terus bertumbuh dalam hati kita dan semakin mencabik-cabik doa kita. Bagaimana kita dapat berharap Tuhan akan mencurahkan berkat-berkatNya atas hidup kita kala kita masih menyimpan kebencian terhadap orang lain? Bukankah Tuhan telah mengampuni dosa-dosa kita yang tak terhitung jumlahnya itu? Karena itu Dia mengharapkan kita juga mengampuni orang lain sebagaimana dosa kita telah diampuni oleh Tuhan. Bagaimana kita dapat berdoa kalau kita masih membenci orang lain?

Apabila kita mengeraskan hati dan tetap membenci orang lain, maka dosa kebencian itulah yang memisahkan kita dari Tuhan, sehingga doa-doa kita pun hanya sampai di langit-langit kamar!

Renungan Harian Sabtu, 05 Jumat 2026GEREJA BERTUMBUH: MELALUI DOA!Ayat Bacaan Hari ini: 1 Tesalonika 5:1-28Ayat Hafalan:...
04/09/2026

Renungan Harian Sabtu, 05 Jumat 2026
GEREJA BERTUMBUH: MELALUI DOA!

Ayat Bacaan Hari ini: 1 Tesalonika 5:1-28

Ayat Hafalan: "Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita." 1 Tesalonika 5:23

Setiap hamba Tuhan pasti hatinya sangat sedih jika melihat gereja yang dilayaninya tampak lengang, jemaatnya sangat sedikit dan hanya bangku kosong di jam-jam ibadah. Yah dirindukan dan diharapkan setiap hamba Tuhan, khususnya gembala sidang, adalah gerejanya terus mengalami pertumbuhan, bukan hanya kuantitas tapi juga kualitas jemaatnya. Kita pun selaku jemaat pasti sangat berharap gereja tempat kita beribadah berkembang pesat, bukan adem ayem saja dan stagnan. Apalagi Tuhan Yesus yang adalah Kepala Gereja pasti sangat menginginkan gerejaNya makin hari makin bertumbuh sehingga banyak jiwa-jiwa diselamatkan dan dimenangkan untuk Kerajaan Allah.

Bagaimana supaya gereja dapat bertumbuh? Ada beberapa hal yang penting yang harus kita perhatikan supaya gereja kita bertumbuh yang disampaikan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika, "Saudara-saudara, doakanlah kami." (1 Tesalonika 5:25). Kunci pertama adalah doa. Gereja yang bertumbuh adalah gereja yang berdoa. Doa adalah nafas hidup orang percaya, artinya tanpa doa kita akan mengalami kematian rohani. Gereja yang meremehkan kuasa doa lambat laun akan mati. Hanya melalui doa, gereja beroleh kuasa dan kekuatan menghadapi setiap tantangan. Sehebat apa pun program tanpa disertai doa pasti tidak akan berdampak. Gereja mula-mula bertumbuh begitu cepat karena senantiasa bertekun di dalam doa. "Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa." (Kisah 2:42b), sehingga "...tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan." (Kisah 2:47b).

Karena itu Rasul Paulus menasihatkan, "Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus." (Efesus 6:18b), dan Yakobus menegaskan, "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." (Yakobus 5:16b).

Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakan bahwa "Rumah-Ku akan disebut rumah doa." (Matius 21:13a).

04/09/2026
Renungan Harian Jumat, 04 September 2026HIDUP DALAM KEBENARAN: KUNCI JAWABAN DOA!Ayat Bacaan Hari ini: Amsal 15:1-33Ayat...
03/09/2026

Renungan Harian Jumat, 04 September 2026
HIDUP DALAM KEBENARAN: KUNCI JAWABAN DOA!

Ayat Bacaan Hari ini: Amsal 15:1-33

Ayat Hafalan: "Tuhan itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya." Amsal 15:29

Berapa kali Saudara berdoa dalam sehari? "Kadang-kadang sih, kalau sempat. Tahu sendiri 'kan, Surabaya macet, sementara p**ang dari kantor sudah larut malam. Cape, lelah, bete, campur aduk jadi satu. Tapi saya sempatkan berdoa sebentar sebelum tidur." Alasan-alasan seperti ini sepertinya sudah menjadi hal yang biasa.

Banyak orang Kristen yang malas atau jarang berdoa dengan alasan cape atau sibuk. Sebaliknya, kalau kita sedang dalam masalah yang berat? Menderita sakit? Usaha seret? Tanpa harus dikomando kita berdoa all out, siang dan malam terus berseru-seru kepada Tuhan. Perhatikan Daniel, "Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalam; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya." (Daniel 6:11b). Secara konsisten Daniel berdoa 3x sehari termasuk ketika berada dalam ancaman. Doa adalah hal terpenting di dalam hidup kekristenan kita. Karena itu kita harus berdoa senantiasa, tidak tergantung pada waktu, tidak dibatasi oleh tempat, di mana saja dan kapan saja. Doa adalah sarana untuk kita bertemu dengan Tuhan, berkomunikasi dengan Dia, serta mencurahkan seluruh pengharapan kita kepadanya. Dan kita berharap Tuhan berkenan menjawab setiap permohonan doa kita. Persoalannya, tidak sedikit orang percaya yang menjadi bimbang ketika doa mereka belum menerima jawaban. Apa kendalanya? Iman. Kita harus berdoa dengan iman. Sebelum melihat bukti kita harus sudah percaya bahwa Tuhan pasti menjawab doa kita. Itulah iman! (baca: Yakobus 1:6-7).

Banyak dari kita yang berdoa dengan tidak sungguh-sungguh, hanya asal-asalan atau rutinitas belaka. Berdoa dengan hati hancur, itulah yang berkenan bagi Tuhan. Ini membuktikan kesungguhan hati kita. Tertulis: "Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah." (Mazmur 51:19). Ketika doa belum dijawab Tuhan, jangan putus asa, apalagi berhenti berdoa. Justru kita harus berdoa dengan tidak berkeputusan dan tidak jemu-jemu (baca Lukas 18:1). Dan kunci utama agar doa kita beroleh jawaban dari Tuhan adalah kita harus hidup dalam kebenarannya, karena doa orang benar itu besar kuasanya.
..sebaliknya, dosa adalah penghalang utama untuk memperoleh jawaban doa!

Renungan Harian Kamis, 03 September 2026DOA PRIBADI: SEBAGAI KEBUTUHAN UTAMAAyat Bacaan Hari ini: Markus 1:35-39Ayat Haf...
02/09/2026

Renungan Harian Kamis, 03 September 2026
DOA PRIBADI: SEBAGAI KEBUTUHAN UTAMA

Ayat Bacaan Hari ini: Markus 1:35-39

Ayat Hafalan: "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana." Markus 1:35

Sebagai orang percaya, terlebih lagi kita yang sudah terlibat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan, pasti dengan sendirinya juga memiliki doa pribadi di rumah setiap hari. Bukankah demikian? Kenyataannya masih banyak dari kita yang kurang menyadari betapa pentingnya doa itu. Selama kita belum menjadikan doa sebagai kebutuhan utama kita seperti makan, minum, tidur atau bekerja, kita belum memiliki kehidupan doa. Rahasia kehidupan seorang Kristen yang berhasil dan diberkati adalah memiliki doa pribadi setiap hari. Doa pribadi bukan hanya berlaku bagi para hamba Tuhan atau pengerja gereja namun untuk semua orang Kristen tanpa terkecuali. Doa pribadi bukanlah suatu kewajiban agama, tetapi harus menjadi bagian hidup kita yang terus-menerus mengalir seperti sungai. Tidak ada orang yang terlalu pintar, terlalu payah, terlalu susah atau terlalu repot yang tidak dapat melakukan doa secara pribadi.

Tuhan Yesus mengajar agar kita melakukan doa pribadi dengan cara demikian: "...masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." (Matius 6:6), dan bertekun di dalam doa sampai kita menerima apa yang kita butuhkan. Tertulis: "Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?" (Lukas 18:7). Keberhasilan Rasul Paulus menjungkirbalikkan dunia dengan Injil bukanlah karena kepintarannya, tapi karena kekuatan doanya. Itulah sebabnya Rasul Paulus menasihati, "Tetaplah berdoa." (1 Tesalonika 5:17).

Sudahkah kita memiliki kehidupan doa secara pribadi setiap hari dan melakukannya dengan penuh ketekunan? Masihkah kita ogah-ogahan berdoa dan merasa tidak yakin dengan doa kita sendiri, sehingga selalu berharap kepada pendeta atau hamba Tuhan besar yang berdoa bagi kita? Ataukah kita mengucapkan doa dengan sungguh hanya saat berada di gereja, sedangkan saat di rumah kita lebih banyak berada di depan televisi atau tidur mendengkur? Kemalasan kita dalam berdoa adalah akar dari segala kelemahan dan kegagalan kita.

Jika kita ingin menerima yang baik dari Tuhan dan rindu dipakaiNya secara luar biasa, kita harus meningkatkan intensitas doa kita!

Renungan Harian Rabu, 02 September 2026DAHSYATNYA KEKUATAN DOA ORANG PERCAYAAyat Bacaan Hari ini: Matius 21:18-22Ayat Ha...
01/09/2026

Renungan Harian Rabu, 02 September 2026
DAHSYATNYA KEKUATAN DOA ORANG PERCAYA

Ayat Bacaan Hari ini: Matius 21:18-22

Ayat Hafalan: "...jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi." Matius 21:21

Pergumulan apa yang Saudara hadapi saat ini? Mungkin Saudara sedang bergumul dengan sakit-penyakit yang tak sembuh-sembuh, masalah ekonomi keluarga yang tak kunjung membaik atau kemerosotan dalam hal keuangan, masalah anak-anak yang makin susah diatur, dan masalah-masalah pelik lainnya. Kekuatan kita sebagai manusia sangat terbatas, adakalanya kita merasa tidak kuat lagi menghadapinya. Di saat-saat seperti itu kita membutuhkan kekuatan ekstra yaitu doa. Mungkin kita berkata bahwa masalah-masalah itu sudah kita bawa dalam doa setiap hari, tapi mengapa sampai di hari terakhir dalam bulan Oktober ini sepertinya doa-doa itu menguap begitu saja di udara dan tidak ada tanda-tanda jawaban dari Tuhan dan tidak segera melihat jawaban, kita mulai bimbang dan berputus asa.

Tuhan Yesus mengatakan bahwa apabila kita berdoa kepada Bapa dalam nama-Nya dengan sungguh-sungguh dan tidak bimbang, maka tidak ada perkara yang mustahil bagi orang percaya! (baca Markus 9:23). Doa yang disertai iman dapat menghadirkan kuasa Tuhan yang tak terbatas atas diri kita yang terbatas, dapat memindahkan gunung-gunung persoalan yang mencoba menghalangi atau menutup janji-janji Tuhan dalam hidup kita. Dengan kata lain doa yang disertai iman dapat mengerjakan perkara-perkara yang besar dalam hidup ini. Ada tertulis: "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." (Yak. 5:16b). Karena itu jangan pernah menyerah dan berputus asa. Jangan pernah berhenti untuk berharap kepada Tuhan! "Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?" (Lukas 18:7).

Setiap persoalan, besar atau kecil, pasti ada jalan keluarnya di dalam Tuhan. Namun hal penting yang menjadi rahasia doa adalah kita harus selalu menjaga sikap hati dan tetap tinggal di dalam firman-Nya. "Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya." (1 Yohanes 5:14).

Jangan goyah iman meski keadaan seolah-olah belum berubah!

Renungan Harian Selasa, 01 September 2026BEGITU PENTINGKAH DOA BAGI KITA?Ayat Bacaan Hari ini: Mazmur 141:1-10Ayat Hafal...
31/08/2026

Renungan Harian Selasa, 01 September 2026
BEGITU PENTINGKAH DOA BAGI KITA?

Ayat Bacaan Hari ini: Mazmur 141:1-10

Ayat Hafalan: "Biarlah doaku adalah bagiMu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang." Mazmur 141:2

Shalom jemaat IMRA terkasih. Oleh kasih dan kemurahan Tuhan, hari ini kita masuk di hari pertama dalam bulan yang baru di bulan September 2026. Sepanjang bulan September ini kita akan belajar tentang “Berharap di dalam Doa”. Mari bersama kita jalani di sepanjang bulan ini bahwa dahsyatnya kuasa doa bagi orang percaya, agar pemulihan dari Tuhan itu terjadi dalam hidup kita.

Setiap kita pasti berharap agar doa-doa yang kita panjatkan selalu didengar dan dijawab Tuhan. Kenyataannya tidak semua doa kita itu dijawab Tuhan. Akibatnya banyak orang Kristen yang menjadi kecewa, mogok melayani, dan tidak lagi mau berdoa. Sangat menyedihkan lagi ada juga yang akhirnya putar haluan, lari mencari pertolongan di luar kuasa Tuhan.

Doa adalah nafas hidup orang percaya. Ketika kita dalam masalah atau pergumulan yang berat, yang kita butuhkan adalah doa. Baik itu doa yang kita panjatkan sendiri kepada Tuhan atau melalui dukungan doa dari saudara kita seiman lainnya. Begitu pentingkah doa itu bagi kita? Doa lahir karena kita menyadari akan keterbatasan dan ketidak berdayaan kita dalam mengatasi setiap permasalahan yang ada. Karena itu kita sangat membutuhkan pertolongan dari Tuhan melalui doa kita. Dalam Yakobus 5:16b dikatakan: "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." Jadi, di dalam doa terkandung mujizat yang luar biasa bagi orang percaya. Karena itu jangan malas untuk berdoa! Sesibuk apa pun, berdisiplinlah menyediakan waktu untuk berdoa. Keberhasilan kita dalam rumah tangga, pekerjaan dan juga pelayanan sangat ditentukan oleh ketekunan kita dalam doa. Pelayanan pekerjaan Tuhan (penginjilan) di atas muka bumi ini tidak akan berhasil jika tidak didahului oleh para pendoa syafaat yang siang malam mengetuk pintu hati Tuhan melalui doa-doa mereka. Ketahuilah bahwa Tuhan Yesus sendiri tidak pernah lalai untuk berdoa dan membangun kekariban dengan Bapa di sorga. Itulah kunci keberhasilan pelayanan Yesus saat Ia berada di bumi. Mengapa Yesus perlu berdoa kepada BapaNya? Karena Yesus hendak memberikan teladan kepada kita bahwa dalam wujudNya sebagai manusia Dia bergantung sepenuhnya kepada kuasa dari Bapa, bukan mengandalkan kekuatanNya sendiri.

Seberapa sering kita berdoa? Atau malah kita berkata, "Mana sempat, keburu telat!" Untuk kegiatan lain saja kita sempat-sempatkan, apakah untuk berdoa saja kita tidak punya waktu?

"Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepadaNya selama Ia dekat!"
Yesaya 55:6

Renungan Harian Senin, 31 Agustus 2026TENANG MENGHADAPI SITUASI YANG GENTINGAyat Bacaan Hari ini: Mazmur 124:1-8Ayat Haf...
30/08/2026

Renungan Harian Senin, 31 Agustus 2026
TENANG MENGHADAPI SITUASI YANG GENTING

Ayat Bacaan Hari ini: Mazmur 124:1-8

Ayat Hafalan: "Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi." Mazmur 124:8

Saat dalam pergumulan yang berat sedikit orang yang mampu menguasai dirinya. Kebanyakan tidak sanggup menahan mulut dari perkataan-perkataan negatif. Kita lebih sering mengumbar omongan kesana kemari, curhat sana sini yang ujung-ujungnya malah menggosip dan membicarakan orang lain. Itu tidak akan menyelesaikan masalah, malah memperburuk, sehingga beban kita pun kian menumpuk. Mampukah kita berdoa demikian; "Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!"? (Mazmur 141:3), sebab "Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi." (Amsal 10:19).

Sangatlah perlu kita belajar dari sikap dan tindakan Musa yang bijak dan tenang menghadapi situasi yang genting. Musa tahu kepada siapa dia harus berkeluh-kesah dan menyampaikan isi hatinya. Ia tidak kehilangan pengharapan sebab sangat percaya bahwa pengharapan di dalam Tuhan itu tidak pernah mengecewakan. "Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita." (Roma 5:5). Maka ia pun akan segera datang kepada Tuhan dan bertanya kepadaNya, "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!" (Keluaran 17:4), dan Tuhan pun pasti memperhatikan seruan Musa.

Untuk mengalami pertolongan Tuhan ada bagian yang harus dikerjakan Musa yaitu taat melakukan perintah Tuhan. Andaikata ia tidak taat dan bersikap sama seperti bangsa Israel, ceritanya pasti akan lain. Sebagai umat pilihanNya kita pun dituntut untuk hidup dalam ketaatan. Ketaatan adalah pintu gerbang bagi mujizat Tuhan untuk dinyatakan! Ketika kita taat melakukan kehendak Tuhan, pertolonganNya yang ajaib pasti tersedia bagi kita. Berserahlah kepada Tuhan dan libatkan Dia dalam setiap aspek kehidupan kita. Ketika masa-masa sukar datang melanda hidup kita, janganlah bersungut-sungut!

Milikilah penguasaan diri, datanglah kepada Tuhan, lakukan kehendak Tuhan, maka Tuhan akan melihat kuasaNya dan melakukan perkara yang ajaib atas kita!

Renungan hari ini tentang “Kemenangan dalam Pengharapan” menutup pembelajaran kita di sepanjang bulan Agustus 2026. Sampai bertemu di bulan September jemaat IMRA yang dicintai Tuhan, doa kami agar kita semua mengalami kemenangan dan kehidupan kita menjadi berkat bagi banyak orang.
Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Harian Minggu, 30 Agustus 2026TUHAN KITA MAHA SANGGUPAyat Bacaan hari ini: Daniel 3:1-30Ayat Hafalan: "Jika All...
29/08/2026

Renungan Harian Minggu, 30 Agustus 2026
TUHAN KITA MAHA SANGGUP

Ayat Bacaan hari ini: Daniel 3:1-30

Ayat Hafalan: "Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;" Daniel 3:17

Tidak hanya Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang mengucapkan: Allah sanggup, tetapi banyak orang percaya lain dalam Alkitab yang juga berdiri teguh atas perkataan ini.

Abraham adalah seorang dari mereka yang percaya bahwa Allah sanggup memenuhi janjiNya: "Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akahn menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: 'Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.' Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan." (Roma 4:18-21). Melalui perkataan dan perbuatan mereka Abraham dan tokoh-tokoh Alkitab lainnya mendemonstrasikan iman percayanya bahwa Allah itu sanggup. Sara percaya Allah sanggup membuat rahimnya yang sudah 'mati' melahirkan anak walaupun ia telah berumur 90 tahun.

Seorang perempuan yang sakit pendarahan 12 tahun ketika bertemu Yesus imannya dibangkitkan. Ia sangat yakin Yesus Mahasanggup sehingga ia berkata, "Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh. Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu." (Matius 9:21, 22b). Lazarus yang "...telah empat hari terbaring di dalam kubur." (Yohanes 11:17), akhirnya dibangkitkan Yesus. Ini jelas membuktikan bahwa Tuhan kita sanggup melakukan perkara-perkara besar dan ajaib karena Dia Allah yang tidak pernah berubah. Dia berkata, "Bahwasannya Aku, Tuhan tidak berubah,..." (Maleakhi 3:6).

Bila kita punya masalah dan penderitaan yang secara manusia tidak ada jalan keluar, jangan berkecil hati dan tawar! Datang dan berharaplah segera pada Yesus, Dia pasti sanggup menolong kita. Yesus lebih dari cukup! Jangan sekali-kali mencari pertolongan ilah lain.

Diberkatilah yang mengandalkan Tuhan, terkutuklah yang mengandalkan manusia! Yeremia 17:5-8.

Address

Jalan Kertajaya 86
Surabaya

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GBI Imamat Rajani Surabaya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to GBI Imamat Rajani Surabaya:

Shortcuts

Share

Category