ROCK Ambassador Church

ROCK Ambassador Church Home for Generations Jadwal Ibadah GBI ROCK AMBASSADOR

Setiap hari Minggu
Pukul 7.30 WIB
Pukul 9.30 WIB
Pukul 11.30 WIB

Sermon by Ps. Hans Alfred
04/06/2026

Sermon by Ps. Hans Alfred

Ambassador service 31.05.26
02/06/2026

Ambassador service 31.05.26

IBADAH ON SITEROCK AMBASSADOR CHURCH31 Mei 2026Jam : 07.30  |  09.30Pembicara : Ps. Hans AlfredTema : Mengelola Harapan ...
29/05/2026

IBADAH ON SITE
ROCK AMBASSADOR CHURCH
31 Mei 2026

Jam : 07.30 | 09.30
Pembicara : Ps. Hans Alfred
Tema : Mengelola Harapan Dalam Keluarga

Jam : 16.00
Pembicara : Ps. Virgie Hutahuruk
Tema : Shepherding in Truth

Ibadah ROCKY (sekolah minggu)
Jam 09.45 dan 16.15

Rungkut Megah Raya Q1-3
Jl. Raya Kedung Baruk Surabaya

Peta:
https://goo.gl/maps/ssJRkyysX4Q2  











Sermon by Ps. Lui Sirapanji
28/05/2026

Sermon by Ps. Lui Sirapanji

BODOH“…tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-o...
26/05/2026

BODOH

“…tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan… Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia…”
— 1 Korintus 1:23–25

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa kepandaian masih bisa diukur dan memiliki batas, tetapi kebodohan seolah tidak berbatas. Terlepas dari benar atau tidaknya ungkapan itu, kehidupan memang sering memperlihatkan sebuah paradoks: keberhasilan tidak selalu dimiliki oleh mereka yang paling tinggi nilai akademisnya.

Tidak sedikit pengusaha besar justru berasal dari latar belakang akademis biasa-biasa saja, bahkan ada yang tidak menyelesaikan pendidikan formalnya. Almarhum Bob Sadino pernah memberi pernyataan yang cukup provokatif kepada mahasiswa: jangan terlalu lama terjebak teori, tetapi beranilah terjun langsung ke dunia usaha. Tentu tidak semua orang setuju dengan pandangannya. Namun ada satu hal menarik yang ingin ia tekankan: semakin seseorang merasa sangat memahami teori, terkadang justru semakin besar rasa takutnya untuk melangkah.

Banyak orang akhirnya menjadi pengamat, komentator, atau ahli teori, tetapi tidak pernah benar-benar berani mengambil risiko untuk bertindak. Pengetahuan yang seharusnya menolong, justru kadang menjadi tembok yang menghambat keberanian.

Paradoks seperti ini ternyata juga terjadi dalam iman Kristen.

Pemberitaan tentang Kristus yang disalibkan sejak awal memang dianggap tidak masuk akal. Bagi orang Yahudi, Mesias seharusnya tampil sebagai Raja yang penuh kuasa, bukan sosok yang mati tergantung di kayu salib. Karena itu salib menjadi “batu sandungan.” Sementara bagi dunia Yunani yang menjunjung filsafat dan logika, berita tentang Allah yang datang menjadi manusia lalu mati disalib dianggap sebagai kebodohan dan absurditas.

Namun justru di situlah letak hikmat Allah yang terbesar.

Apa yang dianggap hina oleh dunia dipakai Allah untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Apa yang dianggap lemah dipakai Allah untuk meruntuhkan kesombongan manusia. Rasul Paulus menuliskan:

“Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat…”
(1 Korintus 1:27)

Lalu apakah berarti orang Kristen memang bodoh?

Menurut ukuran dunia, mungkin iya. Iman kepada Kristus sering dianggap tidak rasional, terlalu sederhana, bahkan tidak modern. Dunia lebih menghargai kecerdasan intelektual, kemampuan berdebat, gelar, pencapaian, dan logika manusia. Tetapi Alkitab menunjukkan bahwa hikmat manusia mempunyai keterbatasan. Ada wilayah ilahi yang tidak dapat ditembus hanya dengan kecerdasan akal.

Salib adalah contohnya.

Tidak semua hal tentang Allah dapat dipahami hanya melalui logika; sebagian harus diterima dengan iman. Dan justru di situlah banyak orang tersandung, karena manusia pada dasarnya lebih s**a menyelamatkan dirinya sendiri daripada menerima anugerah Allah.

Ironisnya, mereka yang dianggap “bodoh” karena percaya kepada Kristus, justru menerima keselamatan, pengharapan, damai sejahtera, dan hidup kekal. Sedangkan dunia yang merasa dirinya berhikmat sering kali gagal mengenal Allah.

Jadi, jika dunia menganggap kita “bodoh” karena percaya kepada Kristus yang disalibkan, jangan terlalu heran. Sebab sejak awal Injil memang bukan dirancang untuk memuaskan kesombongan manusia, melainkan untuk menyelamatkan manusia.

Dan mungkin justru di situlah hikmat yang sejati dimulai: ketika manusia berhenti meninggikan dirinya, lalu merendahkan hati untuk percaya kepada Allah.

(DD)

Ambassador service 24.05.26
26/05/2026

Ambassador service 24.05.26

Happy birthday Ps. Hans AlfredWakil Gembala 2GBI ROCK Ambassador
25/05/2026

Happy birthday Ps. Hans Alfred
Wakil Gembala 2
GBI ROCK Ambassador

IBADAH ON SITEROCK AMBASSADOR CHURCH24 Mei 2026Jam : 07.30Pembicara : Ps. Imanuel KermiteTema : Bukan Sekedar Turun, Tap...
22/05/2026

IBADAH ON SITE
ROCK AMBASSADOR CHURCH
24 Mei 2026

Jam : 07.30
Pembicara : Ps. Imanuel Kermite
Tema : Bukan Sekedar Turun, Tapi Hadir Dan Menetap

Jam : 09.30
Pembicara : Ps. Lui Sirapanji
Tema : Aku Mau Hidup

Jam : 16.00
Pembicara : Ps. Hans Alfred
Tema : Great Spirit Within Us

Ibadah ROCKY (sekolah minggu)
Jam 09.45 dan 16.15

Rungkut Megah Raya Q1-3
Jl. Raya Kedung Baruk Surabaya

Peta:
https://goo.gl/maps/ssJRkyysX4Q2  












20/05/2026

Sunday Service
GBI ROCK Ambassador
Soli Deo Gloria

Ps. Jefri Theresna

Video lengkap dapat dilihat di channel youtube ROCK Ambassador

THUCYDIDES TRAP : NALURI BAWAH SADAR MANUSIA?Bagaimana Menghindarinya?Ketika Xi Jinping mengingatkan dunia tentang bahay...
18/05/2026

THUCYDIDES TRAP : NALURI BAWAH SADAR MANUSIA?

Bagaimana Menghindarinya?

Ketika Xi Jinping mengingatkan dunia tentang bahaya “Thucydides Trap”, banyak orang melihatnya hanya sebagai bahasa diplomasi politik antara China dan United States. Namun sebenarnya, teori ini menyentuh sesuatu yang jauh lebih dalam daripada sekadar persaingan dua negara adidaya. Ia menyentuh sisi tersembunyi dalam hati manusia: rasa takut kehilangan posisi, pengaruh, dan supremasi.

Thucydides menjelaskan bahwa perang antara Athena dan Sparta terjadi karena ketakutan Sparta terhadap kebangkitan Athena. Ketika kekuatan baru muncul, kekuatan lama merasa terancam. Ketakutan itu melahirkan kecurigaan, lalu konflik.

Menariknya, pola ini ternyata sudah lama terlihat di dalam Alkitab melalui kisah Saul dan David. Setelah Daud memenangkan peperangan besar melawan orang Filistin, rakyat menyanyikan:

“Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.”
(1 Samuel 18:7)

Kalimat itu mengguncang hati Saul. Padahal mereka sedang melawan musuh yang sama. Daud setia kepada kerajaan, bahkan telah menjadi menantu Saul. Namun sejak saat itu Saul mulai melihat Daud bukan sebagai rekan seperjuangan, melainkan ancaman.

Alkitab mencatat:

“Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud.”
(1 Samuel 18:9)

Saul sebenarnya tidak kalah oleh bangsa Filistin. Ia kalah oleh rasa insecure di dalam dirinya sendiri. Ketakutan kehilangan pengaruh membuatnya gagal melihat bahwa Daud justru dapat menjadi kekuatan besar bagi Israel.

Bukankah pola seperti ini masih terus terjadi sampai hari ini? Dalam politik, bisnis, gereja, bahkan keluarga, manusia sering sulit bers**acita ketika orang lain mulai lebih berhasil. Ketika generasi baru muncul, generasi lama merasa tergeser. Akibatnya, potensi kolaborasi berubah menjadi persaingan.

Mungkin inilah yang ingin dihindari Xi Jinping ketika berbicara tentang Thucydides Trap. Dunia modern memang maju dalam teknologi, tetapi hati manusia sering belum berubah. Sejarah terus berulang karena manusia tidak pernah benar-benar belajar dari sejarah.

Karena itu, bahaya terbesar dunia bukan hanya perang atau senjata, tetapi hati manusia yang dikuasai rasa takut dan ego. Perdamaian sejati tidak dimulai dari kekuatan militer, tetapi dari kemampuan manusia menaklukkan “serigala” di dalam dirinya sendiri: kecemburuan, ambisi, dan ketakutan kehilangan dominasi.

Sebab peradaban tidak runtuh pertama-tama karena musuh dari luar, tetapi karena manusia gagal mengendalikan sisi gelap di dalam dirinya sendiri.

(DD)

Address

Ruko Rungkut Megah Raya Q 1-3, Jalan Raya KedungBaruk
Surabaya
60298

Opening Hours

Tuesday 09:00 - 15:00
Wednesday 09:00 - 15:00
Thursday 09:00 - 15:00
Friday 09:00 - 15:00
Sunday 07:00 - 12:00

Telephone

+6281235473335

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when ROCK Ambassador Church posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to ROCK Ambassador Church:

Share