Masjid Raya Padjadjaran

Masjid Raya Padjadjaran Laman Resmi Masjid Raya Padjadjaran - Universitas Padjadjaran Masjid Raya Padjadjaran diresmikan pada 14 Februari 2014 oleh Rektor Universitas Padjadjaran.

Masjid Raya Padjadjaran merupakam masjid kampus Universitas Padjadjaran yang dikelola oleh Badan Kemakmuran Masjid Raya Padjadjaran di bawah Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Masjid Universitas Padjadjaran. Adapun yang saat ini yang sedang menjabat sebagai Ketua Umum Badan Kemakmuran Masjid Raya Padjadjaran adalah Dr. Dudi, M.Si.

UNPAD JAWARA MTQ MAHASISWA NASIONAL XVYuk dukung dan do'akan rekan-rekan kita yang akan berjuang dalam kegiatan MTQMN XV...
19/07/2017

UNPAD JAWARA MTQ MAHASISWA NASIONAL XV

Yuk dukung dan do'akan rekan-rekan kita yang akan berjuang dalam kegiatan MTQMN XV di Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang.

MTQ (Musabaqoh Tilawatil Quran) Mahasiswa Nasional merupakan ajang perlombaan yang diselenggarakan oleh Kemenristek Dikti dalam rangka meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan isi Al Quran.

Adapun kafilah dari Unpad yaitu:

1. Musabaqah Tilawatil Qur’an (TL)
- Ahmad Yusuf Sulthani M.
- Nurun Najmi

2. Musabaqah Tartilil Qur’an (TQ)
- Samsul Rizal
- Titis Amelia

3. Musabaqah Hifzhil Qur’an (HQ)
Kategori 5 Juz
- Hafizhoh Nur Azimah
- Ridwan Kamaludin

Kategori 10 Juz
- Nurul Hasna
- Ziyad Aslam Ghatan

Kategori 20 Juz
- Faiz Rahmatullah
- Shofiyyah Nadhirah

4. Musabaqah Qira’at Sab’ah (QS)
- Dicky Handika
- Wilda S.

5. Musabaqah Fahmil Qur’an (FQ)
- Hammam Hafidzurahman Syahidan
- Muhammad Mufakkirul Islam
- Sarah Muthi'ah

6. Musabaqah Syarhil Qur’an (SQ)
- M. Aftori Ramdan
- Syifa Adinda Negara
- Nina Herlina

7. Musabaqah Khaththil Qur’an Golongan Dekorasi (KQD)
- Riza Rahman
- Hana Hanifa

8. Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al-Qur’an (KT)
- Muhammad Adam Alfath
- Rhegy Pratidina I.

9. Debat Ilmiah Kandungan Al-Qur’an dalam Bahasa Arab (DA)
- Iid Misbahudin Nafis
- Izmu Tamami Roza

10.Debat Ilmiah Kandungan Al‐Qur’an dalam Bahasa Inggris (DI)
- Aldo Prayoga
- Tanty Riyani

Beri dukungan dan do'a terbaikmu untuk mereka agar berhasil berjuang dalam MTQMN XV di Malang.
.. Maka berlomba-lombalah kamu dalam berbuat kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(Q.S Al-Baqarah : 148)





-----------
SYAMIL UNPAD
Line:
http://line.me/ti/p/%40hze9208d
Instagram:
instagram.com/syamilunpad
Youtube: Syamil TV Unpad
Facebook: Masjid Raya Padjadjaran
Website: masjidraya.unpad.ac.id

Sang PerantaraJauh sebelum masa Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, seorang tokoh hadir dan mengubah arah sejarah ba...
18/07/2017

Sang Perantara

Jauh sebelum masa Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, seorang tokoh hadir dan mengubah arah sejarah bangsa Arab. Mayoritas bangsa Arab sebenarnya menerima da'wah Nabi Isma'il 'alaihissalam. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab menjelaskan mengistilahkannya sebagai Al Hanafiyah. Hal ini diambil dari kata "haniifan musliman" yang sering menyertai ketika disebut tentang Nabi Ibrahim 'alaihissalam dalam Al Quran.

Waktu bergulir, dan cahaya tauhid itu kian meredup. Meski begtu, syi'ar agama yang Ibrahim masih tersisa. Datanglah tokoh berpengaruh dan berperan besar dalam menyelewengkan syi'ar agama yang dibawa oleh Ibrahim dan anaknya, Ismail 'alaihimussalam.

Nama tokoh itu ialah Amr ibn Luhay. Ya, dialah sang perantara.

Seorang tokoh dan pemimpin Bani Khuza'ah. Di tengah kaumnya, ia dikenal sebagai orang yang penuh dengan kebajikan, dermawan lagi antusias dalam perkara agama. Semua orang mencintainya dan menganggapnya sebagai seorang 'alim besar yang setiap kata-katanya diikuti tanpa tapi.

Suatu saat, ia melakukan perjalanan menuju Syam. Negeri yang saat ini dekat dengan pusat kemajuan. Di sana, dilihatnya penduduk negeri itu menyembah berhala. Ia menyimpulkan bahwa itulah hal yang benar. Argumentasi nya sederhana, "Syam adalah tanah air para rasul dan tempat diturunkannya kitab-kitab".

Ia pun p**ang dengan membawa oleh-oleh. Sebuah berhala, Hubal namanya. Diletakannya lah berhala itu di dalam Ka'bah, lantas ia mengajak penduduk ma'kah untuk melakukan kesyikiran kepada Allah tersebut. Tersebab Amr ibn Luhay dianggap sebagai pemuka agama bagi masyarakat, mereka serta merta mengikuti seruannya. Tak lama, seluruh dataran Hijaz, Najd, Yamamah, hingga yaman mengikuti apa yang dilakukan oleh orang-orang dari Mekkah itu. Muncullah berhala manat di Musyallal, tepi laut merah. Kemudian disusul dengan Latta di Thaif dan 'Uzza di Wadi Nakhlah.

Amr ibn Luhay bergerak lebih jauh, ia hendak meneguhkan kedudukannya sebagai pembaharu agama. Seorang mujaddid. Ia merasa apa yang dilakukannya ada di atas kebenaran. Dia menbangun sistem kepercayaan dan sistem peribadatan yang terwariskan sampai datangnya Rasulullah.

Syaikh Shafiyurrahman menyebutkan bahwa Amr ibn Luhay bekerjasama dengan Jin dalam melakukan penggalian arkeologis terhadap berhala-berhala kaum Nuh (Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq, Nasr). Jin itu memberitahu lokasi dimana berhala-berhala itu terkubur. Letaknya di Jeddah.

Bersamaan dengan itu, tumbuh subur p**a lah perdukunan, peramalan, pengundian nasib, perjudian, khamr. Semua dibangun diatas pondasi logika yang sama sebagaimana Amr ibn Luhay, tokoh pembaharu mereka.

Pertanyaannya, logika yang bagaimana?
Bagaimana ia bisa meyakinkan bangsa arab dan bersepakat dengan apa yang ia lakukan.

Logika sang perantara itu ialah :

"… Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya" (Qs Az Zumar : 3)

Logika itu seakan berkata bahwa apa yang mereka lakukan adalah agar semakin dekat dengan Allah. Logika itu seakan berbicara menasehati bahwa Allah itu yang menciptakan manusia. Tapi Ia Maha Tinggi, Suci, Mulia. Tak pantas manusia yang hina dina, rendah dan penuh noda menengadah langsung pada Yang Maha Tinggi. Ia yang Maha Agung takkan terjangkau oleh kita yang berkubang di palung samudera kehinaan. Karenanya, kita membutuhkan perantara.

Nah! Atas dasar logika itulah Amr ibn Luhay meyakinkan masyarakatnya.

Logika ini juga yang teralami oleh generasi-generasi sebelum Amr Ibn Luhay. Sedihnya, Logika ini tak kunjung lenyap. Bahkan hingga kini tetap ada dan terus lestari. Maraknya perdukunan, para -orang tidak normal- dan hal yang sejenis dengan itu. Mereka semua menyambung estafeta yang dilakukan oleh pendahulunya, Amr Ibn Luhay sang perantara. Dalam pembahasan sebelumnya, logika-logika semacam ini masuk pada segmentasi Dzannal Jahiliyyah (Kejahiliyyahan yang menjangkiti sisi keyakinan).

Jika dahulu berhala-berhala itu jelas bentuk fisiknya. Barangkali dalam era kali ini, ia bertransformasi, menyesuaikan keadaan. Hakikatnya sejatinya tetaplah sama. Berhala-berhala itu bisa berupa; Uang, Jabatan, Pujian, Cinta, Pop**aritas, dan semisalnya.

"Diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah……." (Qs Al Baqarah : 165)

"Time is money," katanya.

Nah, hati-hati. Jangan-jangan secara tak sadar kita telah berada di barisan Amr ibn Luhay, lalu menjadi sang perantara dalam mensyiarkan logika-logika semacam itu tanpa sadar dalam tatanan kehidupan bermasyarakat.

Waspadalah!


-------
Muhammad Irawan Shobirin, S. Hum
Pegiat pendidikan dan pengembangan SDM


Referensi :
Mubarakfuri, Syaikh Shafiyurrahman. 2015. Perjalanan hidup Rasul yang Agung Muhammad. Jakarta; Darul Haq
Fillah, Salim A. 2012. Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim, Yogyakarta; Pro-U Media



-----------
SYAMIL UNPAD
Line:
http://line.me/ti/p/%40hze9208d
Instagram:
instagram.com/syamilunpad
Youtube: Syamil TV Unpad
Facebook: Masjid Raya Padjadjaran
Website: masjidraya.unpad.ac.id

BERSIH, SUCI, GA MESTI BOROS.Capee deeh.Ini kisah nyata yang memilukan.Siap nih dengerinnya?Oke baca pelan-pelan yaa. Da...
16/07/2017

BERSIH, SUCI, GA MESTI BOROS.

Capee deeh.
Ini kisah nyata yang memilukan.
Siap nih dengerinnya?
Oke baca pelan-pelan yaa. Dari hati ke hati nih.

Jadi gini,
Kang Syam kan laki-laki yaa.
Nah wudhunya ke tempat wudhu laki-laki d**g.
Nah pas lagi wudhu, sering banget tuh ada yang wudhu tapi kran airnya meuni ngarocos kenceng. Dikira lagi iklan Sa**o kali ya. Mwehehe.

Hmm. Padahal, untuk bersuci itu, kita gak mesti banyak mengeluarkan janji, eh air maksudnya.
Sebab, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu dengan satu mud (air) dan mandi dengan satu sha’ sampai lima mud (air)” (HR. Bukhari no. 198 dan Muslim no. 325).

Nah, satu sha’ itu sama dengan empat mud. Satu mud kurang lebih setengah liter atau kurang lebih memenuhi dua telapak tangan orang dewasa.

Rasul aja kalau berwudhu hanya menghabiskan satu mud air. Tapi ya beliau bisa menggunakan satu mud itu dengan baik hingga semua rukun wudhu terpenuhi semuanya.

Nah, dari sini kita dapat belajar nih, dalam hal ibadah aja Rasul selalu berhemat mengeluarkan air. Apalagi dalam kehidupan sehari-hari.





-----------
SYAMIL UNPAD
Line:
http://line.me/ti/p/%40hze9208d
Instagram:
instagram.com/syamilunpad
Youtube: Syamil TV Unpad
Facebook: Masjid Raya Padjadjaran
Website: masjidraya.unpad.ac.id

Menghafal Quran, Why Not??“Kata orang ngapalin Qur'an tuh gampang ya??” Ya, bener sob! Ngapal Qur'an tuh gampang, gampan...
15/07/2017

Menghafal Quran, Why Not??

“Kata orang ngapalin Qur'an tuh gampang ya??”

Ya, bener sob! Ngapal Qur'an tuh gampang, gampang banget... tapi ngejaganya yang susah. Ibarat binatang buruan yang harus diiket, begitulah hafalan Qur'an... Bener-bener harus dipantau, dijaga, dan terus diawasin takut kabur. Banyak yang bilang katanya mah ngafalin quran tuh susah dan hanya bisa dilakuin orang orang tertentu, kata siapa cuman orang tertentu doang? Semua orang mau itu kaya atau miskin, jelek atau ganteng, jomblo atau taken, jadi buat para jomblo jangan takut... semuanya bisa asal ada kemauan dari kita buat mulai dan ngejaganya.

“Aduh bro materi kuliah aja udah pusing, ini pake ngapal-ngapalin Qur'an!”

Dengerin deh sob kata salah satu ulama Al-Khotib Al-Baghdadi, “Selayaknya bagi setiap penuntut ilmu memulai dari menghafalkan Al Qur'an. Karena Al Qur'an adalah ilmu yang paling mulia dan yang paling didahulukan.” (Al-Jaami’li Akhlaaqir Rawi wa Li Aadabts Saami). Ada penelitian juga bilang menghafal Quran bisa ningkatin kemampuan mengingat.

Di salah satu haditsnya bahkan Rasulullah SAW menegaskan “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia.” Para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Mereka-lah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (Riwayat Ahmad). Itulah salah satu janji Allah bagi para penghafal quran, artinya penghafal Qur'an benar-benar mempunyai tempat tersendiri di sisinya. Di sini ada sedikit tips yang Insya Allah bisa membantu bro and sis semua buat menghafal Qur'an, check it out bro!

💡 Modal Utama Menghafal adalah Bacaan yang Lancar

Walaupun ini bukan syarat mutlak, namun bakal kerasa ngebantu banget kalo bacaan bro and sis udah lancar. Apalagi buat yang udah bisa ngelaguin ayat Qur'an dijamin bakal cepet banget dalam proses menghafalnya. Tapi bukan berarti yang belum lancar ga akan bisa menghafal, sekali lagi semua berawal dari niat buat mulai dan menjaganya.

💡 Membuat Target

Segala sesatu tentunya perlu planning agar berjalan dengan baik, begitu p**a menghafal Qur'an. Penting bagi para penghafal Qur'an untuk menentukan banyaknya ayat yang akan dihafal dan target waktu menyelesaikannya, misalnya 1 hari 1 halaman atau 1 hari 1 ayat. Yang perlu ditekankan di sini, menghafal bukan masalah berapa cepat, namun tentang kualitas hafalan kita. Dan tentunya target ini dibuat agar rencana kita lebih terarah dan ada tekanan dan dorongan untuk kita sendiri, meskipun dalam praktiknya mungkin tidak sesuai dengan yang kita rencanakan.

💡 Tetapkan 1 Mushaf (Al-Quran)

Ini adalah salah satu bagian terpenting dari menghafal. Mushaf yang berganti ganti akan menimbulkan kesulitan bagi kita mengingat letak ayat yang dihafal, dan itu akan berpengaruh langsung pada hafalan kita. Maka dari itu diusahakan ketika ingin menghafal kita sudah memiliki Al Qur'an tetap yang selalu kita pakai, apalagi jika itu Al Qur'an khusus hafalan dan bisa dibawa kemana-mana, tentunya akan lebih mempermudah kita dalam proses menghafal.

💡 Mendengar Murrotal dari Mp3

Terkadang banyak orang yang lebih mudah menghafal dari mendengar, dan usaha itu bisa kita lakukan ketika proses menghafal. Ada baiknya sebelum menghafal langsung, kita sudah mendengarkannya secara berulang-ulang di waktu senggang atau sebelum tidur. Murotal yang kita udah denger tadi dijamin bakal bantu banget pas nanti kita menghafal langsung.

💡 Menghafal Hafalan Baru

Setelah tips-tips di atas udah diusahain, maka selanjutnya tinggal actionnya langsung. Inilah inti dari menghafal itu sendiri. Waktu waktu yang lumayan enak buat dipake menghafal biasanya habis subuh dan habis maghrib. Tapi itu menyesuaikan pada individu dan target masing masing lebih nyaman menghafal kapan. Untuk cara menghafalnya, baik itu diulang 3 atau 20 kali per ayatnya tergantung masing-masing individu bagaimana cara yang enak dan cepat bagi dirinya.

💡Mengulang hafalan Lama

Di awal telah dijelaskan bahwa inti menghafal adalah keinginan memulai dan menjaga. Dan menjaga hafalan Qur'an itu dilakukan dengan mengulang hafalan hafalan lama. Untuk waktu mengulang hafalan ini bisa dibagi dari waktu waktu utama menghafal tadi, namun lebih baiknya disediakan p**a waktu khusus untuk murojaah ini. Setelah dhuha merupakan salah satu waktu yang enak untuk mengulang hafalan ini. Namun apabila memang sangat sulit untuk mengalokasikan waktu, murojaah ini bisa dilakukan ketika shalat, khususnya shalat-shalat sunah yang dilakukan sendiri.

💡 Istiqomah

Inilah langkah paling sulit dalam proses menghafal ini, yaitu keistiqomahan. Padahal inti dari menghafal itu terletak di poin ini, hafalan yang tidak diulang dan tidak konsisten akan hilang dengan sendirinya. Usaha lebih yang bisa dilakukan untuk istiqomah ini bisa berasal dari lingkungan yang mendukung, misalnya dengan cara nyantren atau mengikuti program-program tahfidz yang sudah banyak digalangkan.

Itulah sedikit tips yang bisa diberikan. Namun itu semua kembali kepada individu masing-masing mau bagaimana caranya menghafal Qur'an, karena setiap individu memiliki caranya masing-masing. Penulis sendiri belumlah merasa pantas menulis tulisan ini apalagi memotivasi orang lain untuk menghafal, namun penulis berharap tulisan ini bisa menjadi penyemangat sekaligus nasihat untuk terus istiqomah menghafal Quran.

Jadi, masihkah ada alasan bagi kita semua untuk tidak mulai menghafal Quran dari sekarang??

Salam Bahagia, Semoga Menginspirasi!


-----------
SYAMIL UNPAD
Line:
http://line.me/ti/p/%40hze9208d
Instagram:
instagram.com/syamilunpad
Youtube: Syamil TV Unpad
Facebook: Masjid Raya Padjadjaran
Website: masjidraya.unpad.ac.id

DARK AGE ; JAHILIYYAHSetiap kita akan mendapati saat membaca buku-buku siroh nabawiyyah, bahwa pembahasan selalui dimula...
11/07/2017

DARK AGE ; JAHILIYYAH

Setiap kita akan mendapati saat membaca buku-buku siroh nabawiyyah, bahwa pembahasan selalui dimulai dengan tema Jahiliyyah. Kala itu, dalam rentang abad 6M menjadi masa tergelap dalam sejarah panggung manusia di muka bumi.

Persia dan Romawi yang menjadi dua kerajaan super power pada masa itu pun demikian, perang saudara tak terelakkan, kemewahan dan nafsu syahwat merajalela tak terkendali. Eropa juga tenggelam dalam kegelapan yang sangat pekat. Berbagai mitos mengungkung masyarakat. India jatuh dalam kegelapan pemujaan terhadap berhala paling ekstrim. China tak jauh beda; dikuasai tiga macam ajaran keagamaan (Lao Tse-isme, Kong Fu Tsu-isme, Budhisme). Asia tengah (jepang, turki, mongol) pun mengalami nasib yang tak jauh beda.

Begitupun dengan Bangsa Arab. Berhala-berhala mengelilingi Ka'bah. Di halamannya terdapat ratusan berhala dalam berbagai ukuran dan bentuk. Fanatisme kesukuan menyulut peperangan tak berujung. Kaum wanita tertindas, terampas hak-haknya. Mereka semua melakukan apa saja yang menurut mereka benar. Padahal yang sesungguhnya terjadi adalah makin hari semakin jauh dari Allah.

Para ahli sejarah menyebut masa gelap tersebut dengan masa fatrah minar Rusuul (Masa kekosongan kenabian). Sebab jarak antara kerasulan Nabi Isa dan Nabi Muhammad terbentang lebar. Pada masa itulah bumi jatuh dalam kegelapan terdalamnya.

Jahiliyyah menjadi tema bahasan pembuka dalam kitab-kitab siroh. Namun kalimat jahiliyyah bukanlah istilah yang dibuat oleh para ahli sejarah, melainkan kalimat yang langsung datangnya dari Al Quran.

Di dalam Al Quran, Allah menyebut istilah jahiliyyah sebanyak 4 kali. Penyebutan itu mewakili 4 segmen pokok ke-jahiliyyah-an yang melekat erat dengan sendi kehidupan.

1. Qs Ali Imran : 154
Dzannal jahiliyyah (jahiliyyah dari sisi keyakinan)

2. Qs Al Maidah : 50
Hukmal jahiliyyah (Jahiliyyah dari sisi hukum, peraturan dst)

3. Qs Al Ahzab : 33
Tabarujjal Jahiliyyah (Jahiliyyah dari sisi penampilan. Gaya hidup, fashion dst)

4. Al Fath : 26
Hamiyyatal jahiliyyah (Fanatisme Jahiliyyah)

Kita memahami bahwa sejarah adalah sesuatu yang sunnatullahnya terulang. Begitupun dengan nilai-nilai jahiliyyah. Ia nya hanya bertransformasi secara kemasan dan tampilan produk yang beragam antar satu masa dengan masa lainnya. Tapi hakikatnya sama.

Dari tulisan diatas, kita bisa mengambil simp**an bahwa zaman manapun yang kosong dari kenabian dan wahyu, maka ia akan bergerak menuju lembah kejahiliyyahan.

KITA PUN HARI INI SAMA
Kenabian memang telah selesai dengan ditutupnya oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. Tapi wahyu masih ada. Terjaga. Dan Nabi Muhammad telah memberikan tuntunan. Seluruhnya.

Pribadi, keluarga, masyarakat, negara, dunia, ketika jauh dari Panduan Al Quranul karim dan petunjuk Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, bisa dipastikan akan bergerak dan menjadi masyarakat jahiliyyah.

LIHATLAH HARI INI. Lihatlah berbagai kerusakan yang terjadi di sekeliling kita.

Nilai-nilai kejahiliyyahan itu nampak nyata, hanya kemasan dan tampilan nya saja yang berbeda, padahal hakikatnya itu-itu juga.

Lalu bagaimana kita bisa keluar dari Kegelapan jahiliyyah hari ini?
belajarlah bagaimana cara Rasul mengeluarkan manusia dalam kubangan kegelapan jahiliyyah menuju keagungan cahaya islam.

----

Muhammad Irawan Shobirin, S. Hum
Pegiat pendidikan dan pengembangan SDM


Referensi :
Rahiqul Makhtum - Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri
Kerugian apa yang diderita dunia akibat kemerosotan kaum muslimin - Syaikh Abul Hasan Ali An Nadwi
Audio Ceramah Ustadz Budi Ashari yang berjudul Masa kejahiliyyahan.



-----------
SYAMIL UNPAD
Line:
http://line.me/ti/p/%40hze9208d
Instagram:
instagram.com/syamilunpad
Youtube: Syamil TV Unpad
Facebook: Masjid Raya Padjadjaran
Website: masjidraya.unpad.ac.id

Hmm...pernah ga kalian lagi berdiri di suatu tempat terus tiba-tiba kalian ngerasa ada geli geli gitu di kaki?Pas kalian...
08/07/2017

Hmm...pernah ga kalian lagi berdiri di suatu tempat terus tiba-tiba kalian ngerasa ada geli geli gitu di kaki?
Pas kalian liat ke bawah, ada kucing random yang lagi gosok-gosokin badannya ke kaki kita....
Scene selanjutnya adalah kucing natap kita.
Kita tatap kucing.
Kucing tatap kita.
Kita tatap kucing.

Terus....
Si A: iiiih lucuuuuu *elus-elus*
Si B: *Ambil kucingnya, jalan beberapa meter, taruh kucingnya, balik lagi*
Si A: lah kok dijauhin sih kucingnya?
Si B: Biarin, biar ga balik lagi.

Waaah gais...selama kucing tersebut ga ngeganggu ataupun menghambat kita, bisalah dibiarkan saja kucingnya. Bisa jadi kucingnya merasa aman dan nyaman deket sama kita.

Dari Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّهَا مِنَ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ

“Kucing itu tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita. ”
(HR. At Tirmidzi, Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Majah, Ad Darimi, Ahmad, Malik. Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil no. 173 mengatakan bahwa hadits ini shohih)



-----------
SYAMIL UNPAD
Line:
http://line.me/ti/p/%40hze9208d
Instagram:
instagram.com/syamilunpad
Youtube: Syamil TV Unpad
Facebook: Masjid Raya Padjadjaran
Website: masjidraya.unpad.ac.id

Bijak Mengelola Api Cinta“Mereka yang tidak paham dahsyatnya api akan mengobarkannya dengan sembrono. Mereka yang tidak ...
06/07/2017

Bijak Mengelola Api Cinta

“Mereka yang tidak paham dahsyatnya api akan mengobarkannya dengan sembrono. Mereka yang tidak paham energi cinta akan meledakannya dengan sia-sia.” Rectoverso—Dee Lestari (2008)

Bagaimana rasanya jatuh cinta? Hal ini telah sepanjang zaman menjadi bahan inspirasi para pujangga untuk menulis tentang sang pujaan hati. Rasanya makan tidak enak, tidak terasa kita senyam-senyum sendiri, tidur gelisah, segala macam hal mengingatkan tentang si dia, ingin memberikan hadiah ini-itu padanya, pokoknya, duh!

Ketika perasaan kita yang melambung tinggi dan membuat hati kita membuncah itu berada pada titik puncaknya, rasanya ingin kita habiskan waktu kita bersama dengan si dia selamanya, berencana untuk melibatkan keluarga, negara, dan agama untuk mengikatnya, selamanya. Selamanya.

Namun, mengapa begitu banyak kisah perpisahan sepasang kekasih terjadi? Hal ini kurang lebih banyak terjadi karena kejenuhan yang berawal dari konflik demi konflik yang tidak diselesaikan. Dan lebih dari itu, hilangnya rasa cinta dapat juga dikarenakan kebalnya tubuh kita terhadap hormon-hormon cinta yang dulunya pernah membuat kita kasmaran.

Dikutip dari detik.com, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang. (www.detik.com Rabu, 09/12/2009 17:45 WIB).

Dan setelah empat tahun hubungan berlangsung, yang tersisa hanyalah dorongan seks. Hal ini diungkapkan oleh peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico. Menurut peneliti di sana, "Tidak ada cinta yang benar-benar murni setelah 4 tahun," ujar seorang peneliti seperti dikutip dari Geniusbeauty, Rabu (9/12/2009).

Ketika kita masih remaja, banyak dari kita yang memilih pasangan kita berdasarkan fisik semata. Entah itu cantik, ganteng, putih, tinggi, seksi, berotot, dan lain-lain. Fisik yang menarik tanpa dibarengi dengan kualitas diri yang baik tentu membosankan. Pada akhirnya, ketika kita berumah tangga, kita tidak akan hidup dengan hanya sekadar wajah atau tubuh yang menarik.

Untuk memahami lebih baik tentang cinta hanya sekadar fisik, mari kita simak sekilas cerita berikut:
Para ulama’ sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abu Bakar radhiallahu ‘anhu bepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila Binti Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abu Bakar radhiallahu ‘anhu. Maka sejak hari itu, Abdurrahman radhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa menahan badai asmara kepada Laila Binti Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu ‘anhu sering kali merangkaikan bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di antara bait-bait syair yang pernah ia rangkai:

Aku senantiasa teringat Laila yang berada di seberang negeri Samawah
Duhai, apa urusan Laila Binti Al Judi dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.

Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu.

Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: bila Laila Binti Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu ‘anhu, maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu.

Anda bisa bayangkan, betapa girangnya Abdurrahman, pucuk cinta ulam tiba, impiannya benar-benar kesampaian. Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu ‘anhu kepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain. Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sewajarnya, maka istri-istrinya yang lainpun mengadukan perilaku Abdurrahman kepada ‘Aisyah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan saudari kandungnya.

Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata: “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?”

Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan bibirnya “memble” (jatuh, sehingga giginya selalu nampak). Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya. Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. Mendapat pengaduan Laila ini, maka ‘Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata:
“Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559)

Betapa sembrononya cinta yang tidak dibarengi dengan logika. Lantas bagaimana seharusnya kita menyikapi ketika getar-getar cinta itu hadir di hati kita? Ketika kita melihat seseorang yang menarik hati kita, jangan lantas membabi buta untuk langsung mendekatinya dan menyatakan betapa tergila-gilanya kita padanya. Amati dulu. Amatilah orang yang menarik hati kita ini dengan pengamatan yang tenang, objektif, dan penuh pertimbangan.

Tanyalah orang-orang terdekatnya tentang bagaimana ia bersikap terhadap sesama, tanya bagaimana ia memperlakukan orangtua, tetangga, saudara, dan orang-orang miskin. Amati p**a bagaimana cara si dia merespon masalah, tekanan, emosi, dan hal-hal tak terduga seperti ketika ia mendapat rezeki yang menyenangankan, apakah sifatnya berubah menjadi sombong dan lupa diri, atau ia malah bertambah rasa syukurnya dan membagi-bagi rezeki itu ke orang-orang sekitarnya.

Dan tak lupa, di samping berusaha menilai si dia, koreksilah diri kita terlebih dahulu sebagai orang yang kelak akan menjadi pendamping seseorang. Apakah diri kita sendiri sudah memiliki kualitas yang mumpuni untuk serius berkomitmen.

Setiap diri manusia memiliki kemampuan mencintai yang amat besar. Namun, cinta saja tidak cukup dan jangan jadikan rasa cinta kita membutakan nalar dan tanggung jawab kita pada sekitar. Jika kita masih seorang berstatus pelajar dan belum siap berkomitmen, alangkah baiknya kita menjaga kehormatan diri dan keluarga dengan hanya memendam terlebih dahulu perasaan itu sampai kita merasa siap dan segalanya sudah tepat.

Ada perbedaan yang cukup jelas antara pasrah menanti takdir dan menahan diri dalam usaha. Menahan diri dalam usaha yang dimaksud adalah kita menahan diri untuk tidak memacari atau apapun itu namanya. Sebab, seringkali pacaran hanya pelampiasan ego karena tidak mau si dia diambil orang lain dan kita menciptakan “topeng”, menyembunyikan sedikit banyak identitas asli kita agar si dia tetap bersama kita. Dan lebih dari itu, menahan diri untuk tidak merusak kehormatan si dia maupun diri kita, dan berusaha untuk memperbaiki kualitas diri, dan segalanya yang perlu dipersiapkan dalam kehidupan berumah tangga kelak.

Hal ini, di samping dapat membantu kita mendapatkan pasangan hidup yang terbaik, juga dapat meminimalisir drama yang tak perlu. Pasti banyak dari kita yang pernah mengalami kekecewaan mendalam karena kegagalan kita dalam cinta, kan? Cinta tidak seharusnya menyakitkan, cinta seharusnya menjadi rumah yang nyaman, tempat kita p**ang untuk mencari kasih sayang, untuk kembali membenahi diri. Cinta adalah sekolah kehidupan yang seharusnya menjadikan diri kita pribadi yang lebih baik.

Cinta adalah api yang dapat membuat tubuh kita hangat, tapi juga dapat membuat kita terbakar dalam nestapa. Cinta adalah panas yang kalornya dapat menjadi semangat hidup kita, tetapi juga dapat membuat kita kegerahan dalam derita.

Cinta adalah energi. Daya mahadahsyat yang tidak dapat dimusnahkan, tetapi dapat berubah wujudnya menjadi keindahan atau kesengsaraan: tergantung bagaimana kita mengelolanya.

Maka, marilah kita bijak dalam mengelola api cinta. Selamat mencinta!

Referensi:

Baderi, Muhammad Arifin: 2010; “Cinta Sejati dalam Islam” https://muslimah.or.id/553-cinta-sejati-dalam-islam.html.
Geniusbeauty: 2009; “Love Lasts Only Four Years” http://geniusbeauty.com/news/passionate-love-lasts-only-4-years/.

Trisha Adelia - Bid. Ilmi KMMK Syamil Unpad



-----------
SYAMIL UNPAD
Line:
http://line.me/ti/p/%40hze9208d
Instagram:
instagram.com/syamilunpad
Youtube: Syamil TV Unpad
Facebook: Masjid Raya Padjadjaran
Website: masjidraya.unpad.ac.id

LANGIT 19 BEDA BU-PAK DENGAN LANGIT 20Balada pendidikan di Indonesia semakin terasa ruwet. Kasus demi kasus yang menerja...
06/07/2017

LANGIT 19 BEDA BU-PAK DENGAN LANGIT 20

Balada pendidikan di Indonesia semakin terasa ruwet. Kasus demi kasus yang menerjang citra pendidikan di negeri ini seakan-akan menjadi tamparan bagi kita semua. Siapa yang bertanggung jawab dengan semua ini? Guru kah? Murid kah? NAmpaknya jika kita terus mencari titik dari masalah-masalah pendidikan akan terasa percuma. Karena kedua pihak akan mengatakan apa yang akan membuat mereka aman. “Saya melakukan ini karena tugas saya selain pengajar adalah sebagai pendidik”. Memang benar, itu adalah kewajiban seorang guru, alangkah mulianya pekerjaan tersebut, mengajari dan mendidik anak-anak demi kemaslahatan bangsa ini. “Saya dipukul oleh guru saya pak polisi, ini buktinya (sambil menunjukan kemerahan tangannya)." Sungguh ironis memang, di satu sisi ada bukti yang menunjukan siswa itu teraniaya, namun di sisi lain kita belum tahu motif awal kejadian tersebut seperti apa.

Abad 19 merupakan tolak ukur dimana pendidikan di Indonesia yang masih belum berkembang dan terkekang oleh peraturan penjajah namun mampu menghasilkan anak-anak bangsa yang mengguncang dunia. Ir. Soekarno, B.J. Habibie, Drs. Mohammad Hatta, W.R Supratman dan masih banyak lagi. Mereka semua terlahir pada kondisi yang sangat sulit untuk mengenyam manis nya pendidikan. Bahkan masih banyak lagi cerita kakek dan nenek moyang yang menggambarkan betapa sulitnya mendapat kan pendidikan pada abad 19. Dipukul, ditampar, dibentak, itu semua sudah menjadi hal yang mendarah daging pada dunia pendidikan masa lalu. Namun bagaimana hasilnya? Hasilnya adalah mereka semua bisa menjadi orang besar dan berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Bahkan, hampir semua pemuda dan pemudi indonesia yang tidak mampu mengenyam pendidikan di bangku sekolah mereka mampu mencicipi sekolah tentara jepang. Mereka dididik menjadi tentara-tentara hebat dan berhasil mengusir penjajah, bahkan tentara yang mengajari mereka teknik perang pun berhasil mereka usir.

Sungguh luar biasa memang jika menilik perjuangan anak-anak bangsa dalam mencicipi pendidikan pada masa penjajahan. Keringat, darah, dan tangis pun semua mereka pernah alami. Kedisiplinan dan kerja keras menjadi dasar suksesnya anak-anak bangsa dalam mengenyam pendidikan di abad 19.

Lantas bagaimana dengan abad ke-20? abad ke-20 adalah abad dimana abad 19 di tindak pidana kan. Mengapa demikian? karena di abad ini lah banyak guru yang di penjarakan karena dilaporkan muridnya melakukan kekerasan.

Sepertinya abad ke 20 sistem pendidikan harus segera diubah untuk tidak menerapkan abad ke-19. Diubah seperti apa? Sistem apa yang cocok dan sudah terbukti pengaruhnya?

Wirda Salamah Ulya (anak ustadz Yusuf Manshur) merupakan hafidzah 30 juz yang pernah menapaki Oxford University, Musa (Hafidz Cilik Indonesia), dan Santri-santri lainnya dapat dijadikan teladan mengenai sistem pendidikan yang sukses dunia dan akhirat.

Sistem pendidikan Islam ini lebih menitikberatkan nilai-nilai Islam yang memotivasi anak-anak untuk bergerak maju. Nilai-nilai ini berupa nilai ukhuwah, perbaikan aqidah akhlak, dan memaksimalkan kerja otak untuk menanamkan prinsip Tholabul Ilmi. Disamping itu, buah manisnya pendidikan bersistem islami adalah hafidz qur’an bahkan sampe 30 juz. Oleh karena itu ini lah sistem yang mampu menjalin ukhuwah yang baik antara guru dan murid seiring meningkatnya ilmu dunia dan akhirat yang diperoleh siswa.



-----------
SYAMIL UNPAD
Line:
http://line.me/ti/p/%40hze9208d
Instagram:
instagram.com/syamilunpad
Youtube: Syamil TV Unpad
Facebook: Masjid Raya Padjadjaran
Website: masjidraya.unpad.ac.id

Address

Universitas Padjadjaran
Sumedang
45363

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Masjid Raya Padjadjaran posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category