Majlis Yaasiin Tahlil Al Hidayah

Majlis Yaasiin Tahlil Al Hidayah Majlis Yaasiin Tahlil Al- Hidayah Dari Abu Hurairah ra. dari Abu Sa’id ra., keduanya berkata, Rasulullah saw. Dzikir dalam Islam termasuk ibadah juga.

bersabda: “Tidakada suatu kaum yang duduk dalam suatu majlis untuk dzikir kepada Allah melainkan mereka dikelilingi oleh malaikat, diliputi rahmat, di turunkan ketenangan, dan mereka disebut-sebut Allah di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya”. (Riwayat Muslim)
tahlil/tahlilan adalah sebuah ritual dzikir berupa pembacaan kalimah thoyyibah (bacaan yang baik) berupa Alquran, solawat dan dzikir. Pen

yebutan ritual dengan istilah tahlilan dilatarbelakangi adanya bacaan dzikir, yaitu kalimat tauhid (la ilaha illallah) yang menjadi inti di dalamnya. Sehingga dilihat dari aspek materialnya tahlilan adalah dzikir dengan rangkaian bacaan yang disusun secara khusus. Dalil mengenai membaca Yasin banyak dijumpai di dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Yang secara eksplisit antara lain menjelaskan tentang membaca Yasin adalah: ''Sesungguhnya setiap sesuatu memiliki hati dan hati Alquran adalah surat Yasin. Barang siapa membaca Yasin maka Allah akan mencatatnya seperti membaca Alquran secara keseluruhan sebanyak 10 kali.'' (HR At-Tirmidzi). Sedangkan dalil Alquran yang memerintahkan berdzikir di antaranya ''Hai orang-orang yang beriman dzikir kepada Allah dengan banyak dan bertasbihlah di waktu pagi dan sore.'' ( QS.Al-Ahzab/33:41). Dan dalil tentang dzikir dalam Hadis Nabi SAW di antaranya dalam Hadis Qudsiy: ''Aku adalah tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku (berdzikir).'' (HR.Bukhari-Muslim ). Sedangkan dalil yang menerangkan tentang dzikir secara berjamaah adalah hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad dari Abi Hurairah yang menyatakan: ''Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya memiliki kendaraan yang penuh dengan keutamaan yang akan mencari majlis dzikir, jika mendapati majlis dzikir maka mereka turun dan menaungi majlis itu dengan sayap-sayapnya yang memenuhi langit,...'' dan banyak lagi hadis yang lain. Dzikir secara berjamaah termasuk di dalamnya membaca Yasin dan tahlil bersama-sama dilihat dari aspek kebersamaan lebih menampakkan persatuan dan kesatuan umat Muslim dibandingkan sendiri-sendiri. Dan ini juga sekaligus salah satu contoh manfaat berjamaah, yaitu syiar Islam lebih nampak dalam kehidupan ini. Di Indonesia, mambaca Yasin kemudian dilanjutkan dengan membaca tahlil berjamaah adalah sudah menjadi tradisi. Tradisi semacam ini selama tidak menyimpang dari prinsip dasar (dalil) tersebut di atas adalah baik dan perlu dilestarikan. Anda tidak perlu ragu menjalankan tradisi tersebut karena khawatir kalau termasuk kategori bid'ah. Bid'ah sendiri tidak selamanya sesat, karena ada bid'ah yang bersifat nisbi (bid'ah idhafi). Bid'ah ini tidak sesat, karena menyangkut teknik ibadah seperti tradisi Yasinan dan Tahlilan.

Guru Bangsa
28/09/2022

Guru Bangsa

16/05/2022
03/05/2022

Sungkem dapat dilakukan saat hari raya Idulfitri, tepatnya setelah salat Idulfitri, prosesi sungkeman bertujuan untuk saling memaafkan antara ayah dan ibu kepada anaknya, yang mana di dalamnya tersirat harapan dan doa agar ke depan menjadi lebih baik dengan saling memaafkan satu sama lain baik untuk kesalahan yang sengaja ataupun tidak.

20/04/2022

Berbagi tips microsoft word

tumbuh bersama, belajar bersama dan berkembang bersama. 🥰🥰🥰
31/01/2022

tumbuh bersama, belajar bersama dan berkembang bersama. 🥰🥰🥰

08/03/2018

ILMU FIRASAT PARA WALI

Dulu ada seorang pemuda hendak bertamu ke rumah Amirul Mu'minin Sayyidina Utsman Bin Affan RA, ditengah jalan ia bertemu dgn seorang gadis cantik, krn kagum dengan kecantikannya, ia tatap gadis itu lama-lama.

Sesampainnya di rumah Sayyidina Utsman, beliau mengatakan pada pemuda itu :

"aku melihat ada bekas-bekas zina di matamu"

Sontak pemuda itu kaget, ia ingat bahwa ia baru saja menikmati keindahan wajah seorang gadis, ia bertanya :

"Wahai Amirul Mu'minin, masih adakah wahyu setelah wafatnya Rasulullah Saw ?"

"Tidak ada ...Tapi ini adalah sebuah firasat yg benar "

"waspadailah firasat seorang Mu'min" -Sabda Rasul Saw-" krn ia dapat melihat dengan Cahaya Allah"

Kejadian yg nyaris sama pernah dialami oleh salah satu pelajar di Tarim yg dari dulu adalah seorang Shufi(shuka Film) sejati, ia masih istiqomah dgn hobinya ini bahkan setelah ia menjadi pelajar di Tarim, HP-nya disesaki film-film Holliwood,Film India dll.

suatu hari ia bersama seorang temannya bertamu ke Rumah Habib Abdullah Bin Shibab, seorang Wali sepuh Tarim yg mempunyai mata batin yg sangat tajam, sampai-sampai orang-orang menjulukinya sbg "Ainu Tarim"(Mata Tarim). Dlm Tashawwuf orang-orang seperti beliau ini disebut sebagai "Ahli Kasyaf".

Selesai bertamu, Ia dan temannya pamit dan meminta doa, temannya menyucup tangan Habib Abdullah dahulu lantas pamit pergi, tinggal ia seorang, ia mencium tangan beliau, ketika hendak pergi, Habib Abdullah membisikkan sesuatu ditelinganya :

" jangan s**a nonton Film di Tarim ya .."

JLEBB.. Sebuah nasehat yg langsung menusuk ulu hatinya..

"Insyaallah Bib .. " 😞

Dalam ceramah-ceramahnya, Habib Abdullah memang selalu mengajak untuk menjaga "kesucian" Kota Tarim, untuk selalu menjaga adab dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan di Tanah Seribu Wali ini, Habib Musthofa Bin Ahmad Al Muhdhar pernah berkata :

" Siapa yg menjaga 2 Hal ini di Tarim, maka aku jamin ia akan menjadi seorang Wali, Mata dan Hati "

Tak ayal, dulu anak-anak Tarim sudah menjadi wali yg ahlu kasyaf sebelum kumis tumbuh di bibir mereka, bahkan sampai saat ini (seperti yg dinyatakan oleh Habib Hasan Assyathiry) masih terdapat 300 Wali Mastur(yg menutupi kewaliannya) di pasar Kota Tarim. Ini dipasarnya lo.. Blum di masjid-masjidnya. Itu semua gara-gara 3 doa Sayyidina Abu Bakar Asshiddiq untuk Penduduk Tarim yg salah satunya : " semoga Allah menumbuhkan orang-orang Shaleh di Tarim sebanyak tumbuhnya rerumputan"

Oleh : Muhammad Ismael Amin Kholil, 28 Juni 2017

الى روح الحبيب عبد الله بن محمد بن شهاب الفاتحة

16/02/2018

"INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI’UN"
Segenap Keluarga Besar dan seluruh Jama'ah :
- AHBAABUL MUSTHOFA
- SYEKHERMANIA
Turut berduka cita & Belasungkawa atas Wafatnya Beliau :
AlHabib Salim bin Abdullah bin Umar Assyathiri
Pengasuh Ribath Tarim Yaman. .
Sabtu , 17 Februari 2018 M
Semoga segala amal Ibadah AlMaghfurlah diterima Alloh SWT.
Yaa Alloh Biha Yaa Alloh Biha
Yaa Alloh Bihusnil Khotimah.
Aamiin Aamiin Yaa Robbal 'alamiin.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَس وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ. أَمِِيْن يَا رَبَّ العَالَمِينَ. له الفاتحة...

13/11/2017

موقع ثقفني هو موقع أخباري يعمل علي نشر أحدث الأخبار والتقنيات لتعلم كل ما يدور حولك

26/09/2017
21/05/2017

Nyadranan - Produk Nusantara Yang Diislamkan

Bulan sya'ban telah tiba, sebagian masyarakat kita menamakan bulan sya'ban dengan bulan ruwah. Kata ruwah identik dengan kata arwah, memang keduanya saling berhubungan.

Bulan sya'ban menjadi bulan special, artinya ada beberapa tradisi yang berlaku di bulan ini yang tidak dilaksanakan pada bulan-bulan lain. Diantara tradisi itu adalah menengok makam atau meziarahi kubur orang tua, kakek-nenek, saudara, sanak family, suami atau istri, anak atau bapak yang telah mendahului.

Ada banyak macam nama untuk tradisi ziarah kubur menjelang bulan Ramadhan atau di akhir bulan Sya'ban. Sebagian mengatakan dengan istilah arwahan, nyekar (sekitar Jawa Tengah), kosar (sekitar JawaTimur), munggahan (sekitar tatar Sunda) dan lain sebagainya. Bagi sebagian orang, hal ini menjadi semacam kewajiban yang bila ditinggalkan serasa ada yang kurang dalam melangkahkan kaki menyongsong puasa Ramadhan.

Nyadran adalah salah satu prosesi adat jawa dalam bentuk kegiatan tahunan di bulan ruwah (sya’ban), dari mulai bersih-bersih makam leluhur, masak makanan tertentu, seperti apem, bagi-bagi makanan, dan acara selamatan atau disebut kenduri.
Tradisi Ruwahan, Nyadranan, Gesik Kubur dll. merupakan bentuk akulturasi budaya-agama.

Masyarakat Jawa telah melestarikan turun-temurun tradisi ini. Dan ini merupakan salah satu metode dakwah walisongo. Walisongo mengislamkan nusantara dengan memodifikasi budaya yang tidak sesuai dengan Islam dirubah supaya sejalan dengan Islam dan memiliki nilai positif.

Nyadranan yang mungkin awalnya adalah perkumpulan untuk mengadakan persembahan pada dewa atau arwah ghaib, menjadi satu perkumpulan untuk mengkhatamkan Al Qur’an, berdzikir dan mendoakan arwah para leluhur yang telah meninggal dunia.

Amalan yang ada pada nyadranan saat ini tidak sedikitpun bertentangan dengan ajaran Islam, malah justru sangat diajarkan dalam Islam. Mungkin ada yang mempermasalahkan bahwa nyadranan adalah amalan orang hindu, sehingga bukan bagian dari Islam. Apabila diizinkan menjawab kita akan menjawab, benar bahwa dalil perintah untuk nyadranan memang tidak ada, namun dalil yang melarang pun juga tidak ditemukan.

Berarti hukum tradisi nyadranan tidak boleh dibilang haram, paling tidak hukumnya adalah mubah. Semua tradisi entah ulang tahun atau apapun juga tidak bisa dihukumi wajib atau haram. Untuk menghukumi wajib atau halal harus ada dalil yang jelas, bahkan menggunakan hadits dhoif aja tidak boleh. Tapi yang dihukumi adalah isi dari tradisi tersebut, apabila nyadranan diisi dengan dangdut kita akan katakan haram bukan karena nyadrannya tapi karena dangdutnya.

Lalu apabila nyadranan diisi dengan membaca Al Qur’an, berdzikir dan mendoakan orang tua serta ziarah ke makamnya.

DIMANA LETAK KEHARAMANNYA?

✒️ Ustadz Muhammad Husein Al Habsyi
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
👥 page :
Fb.com/UstMuhammad110

📣 Telegram Channel :

bit.ly/UstMuhammad110

20/02/2017

Mengapa mereka tidak memakai namanya sendiri, sedangkan menggunakan nama anak kita saja, misalnya, itu sama sekali tidak bertanggungjawab.

01/02/2017

Kehadiran Cak Nun dan Ibu Novia disambut pagelaran seni Jaranan dan Reog Ponorogo. Hal yang membuat Cak Nun menungkapkan rasa bangga terhadap…

Address

Jalan Raya Grogol No 150 Desa Grogol Kecamatan Grogol
Sukoharjo
57552

Telephone

083 866 219 911

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Majlis Yaasiin Tahlil Al Hidayah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Majlis Yaasiin Tahlil Al Hidayah:

Share