bersabda: “Tidakada suatu kaum yang duduk dalam suatu majlis untuk dzikir kepada Allah melainkan mereka dikelilingi oleh malaikat, diliputi rahmat, di turunkan ketenangan, dan mereka disebut-sebut Allah di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya”. (Riwayat Muslim)
tahlil/tahlilan adalah sebuah ritual dzikir berupa pembacaan kalimah thoyyibah (bacaan yang baik) berupa Alquran, solawat dan dzikir. Penyebutan ritual dengan istilah tahlilan dilatarbelakangi adanya bacaan dzikir, yaitu kalimat tauhid (la ilaha illallah) yang menjadi inti di dalamnya. Sehingga dilihat dari aspek materialnya tahlilan adalah dzikir dengan rangkaian bacaan yang disusun secara khusus. Dalil mengenai membaca Yasin banyak dijumpai di dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Yang secara eksplisit antara lain menjelaskan tentang membaca Yasin adalah: ''Sesungguhnya setiap sesuatu memiliki hati dan hati Alquran adalah surat Yasin. Barang siapa membaca Yasin maka Allah akan mencatatnya seperti membaca Alquran secara keseluruhan sebanyak 10 kali.'' (HR At-Tirmidzi). Sedangkan dalil Alquran yang memerintahkan berdzikir di antaranya ''Hai orang-orang yang beriman dzikir kepada Allah dengan banyak dan bertasbihlah di waktu pagi dan sore.'' ( QS.Al-Ahzab/33:41). Dan dalil tentang dzikir dalam Hadis Nabi SAW di antaranya dalam Hadis Qudsiy: ''Aku adalah tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku (berdzikir).'' (HR.Bukhari-Muslim ). Sedangkan dalil yang menerangkan tentang dzikir secara berjamaah adalah hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad dari Abi Hurairah yang menyatakan: ''Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya memiliki kendaraan yang penuh dengan keutamaan yang akan mencari majlis dzikir, jika mendapati majlis dzikir maka mereka turun dan menaungi majlis itu dengan sayap-sayapnya yang memenuhi langit,...'' dan banyak lagi hadis yang lain. Dzikir secara berjamaah termasuk di dalamnya membaca Yasin dan tahlil bersama-sama dilihat dari aspek kebersamaan lebih menampakkan persatuan dan kesatuan umat Muslim dibandingkan sendiri-sendiri. Dan ini juga sekaligus salah satu contoh manfaat berjamaah, yaitu syiar Islam lebih nampak dalam kehidupan ini. Di Indonesia, mambaca Yasin kemudian dilanjutkan dengan membaca tahlil berjamaah adalah sudah menjadi tradisi. Tradisi semacam ini selama tidak menyimpang dari prinsip dasar (dalil) tersebut di atas adalah baik dan perlu dilestarikan. Anda tidak perlu ragu menjalankan tradisi tersebut karena khawatir kalau termasuk kategori bid'ah. Bid'ah sendiri tidak selamanya sesat, karena ada bid'ah yang bersifat nisbi (bid'ah idhafi). Bid'ah ini tidak sesat, karena menyangkut teknik ibadah seperti tradisi Yasinan dan Tahlilan.