31/12/2025
Pesan Alm. Al-Ustadz ‘Abdullah Thufail Saputro
Mari pada akhir tahun ini kita evaluasi kepada diri kita masing masing.
1. Kalau ternyata hasil evaluasi itu menunjukkan kemajuan di bidang duniawi tetapi merosot di bidang ukhrowi cepat cepatlah sadar sebelum terjadi penyesalan yang tidak berguna, perbaiki diri dan tingkatkan nilai nilai ukhrowi.
2. Kalau nilai nilai ukhrowi meningkat tetapi nilai duniawi berkurang adalah suatu pertanda baik, peliharalah nilai ukhrowi itu dan tingkatkan nilai duniawi.
3. Kalau nilai duniawi dan ukhrowi sejajar, saudara perlu banyak prihatin, terus berusaha meningkatkan nilai ukhrowi karena saudara dalam ujian.
4. Bagaimanapun sakitnya kalau nikmat duniawi itu dicabut tidak ada artinya apa apa dibanding apabila nilai ukhrowi dicabut.
5. Kalau yang dicabut nilai duniawi sangat kecil pengaruhnya dalam kehidupan.
6. Kalau yang tercabut itu nilai ukhrowi sangat berpengaruh dalam kehidupan karena bukan saja akan menimpa diri sendiri tetapi akan dirasakan oleh segenap keluarga dan masyarakat. Karena bukan dirinya saja yang sesat, bahkan akan tumbuh daya yang kuat untuk menyesatkan orang lain.
7. Retaknya hati dari rasa persaudaraan dengan sesama saudara sepengajian tidak akan dapat ditebus dengan tersambungalnya hati yang seindah apapun pada tata lahirnya dengan sebanyak banyaknya sekalipun dengan orang orang yang tidak mengaji.
8. Siksaan batin itu tidak dapat ditebus dengan yang lahir atau yang bersifat lahiriah sedunia ini dan isinya, karena obat batin itu batin p**a obatnya, dan obat lahir dapat diobati dengan obat batin.
9. Kadang orang tersilau oleh kertas pembungkus yang indah warna dan bahannya sehingga terkena sugesti dalam menilai isinya.
10. Bungkus yang walaupun isi itu tidak berharga bahkan berbahaya. baik tidak mutlak sebagai alamat baiknya isi yang dibungkus tetapi isi yang baik akan tetap baik walaupun tanpa bungkus.
Semanggi, 4 April 1985
19 September 2024, 52 tahun MTA berdiri.
Pesan beliau Almarhum Al ustadz Abdullah thufail saputro :
"Ada atau tidak ada saya MTA tetap jalan."
Yuk kita muhasabah sejenak dulu...
حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا وَزِنُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُوْزَنُوا.
Hitung-hitunglah diri kalian sebelum (amal) kalian dihitung (oleh Allah), dan timbang-timbanglah (amal kalian) sebelum (amal) kalian ditimbang (oleh Allah).
Mari kita mawas diri kita masing-masing tentang :
1. Sampai dimana tambahan pengertian kita mengenai Agama Islam setelah kita mengaji.
2. Sampai dimana pengertian kita itu menjadi keyakinan kita yang tidak tergoyahkan.
3. Sampai dimana kita telah mengamalkan apa yang telah kita mengerti dan kita yakini, baik pengamalan dalam arti melaksanakan karena memang harus dilaksanakan ataupun mengamalkan dalam bentuk menjauhi atau menghindari karena itu memang harus dijauhi dan dihindari.
4. Sampai dimana kita bertahan diatas keyakinan yang sudah ada pada kita.
5. Sampai dimana kemampuan kita memberikan contoh untuk menarik orang.
6. lain pada apa yang telah kita yakini.
6. Sampai dimana kita dapat mempertahankan apa yang kita yakini dari pembelokan kearah lain yang disebabkan persinggungan/pergaulan atau ajakan-ajakan orang lain atau buku-buku yang kita baca.
7. Sudah adakah pada kita perasaan ingin meningkat?.
8. Secara khusus dalam merealisir pengertian dan keyakinan kita tentang perlunya kebersamaan sampai dimana?.
9. Kalau terjadi erosi dari keimanan kita, apakah offer kompensasinya dalam membendung erosi itu dan apakah langkah pengutuhan kembali keimanan kita yang telah terkena erosi itu dan apa penyebabnya terkena dan bagaimana menanggulangi sebab-sebab itu.
10. Dalam sehari semalam pada setiap harinya Kapankah terjadi saat-saat kita kontak kepada Allah yang benar-benar membuat rasa Lega pada diri kita masing-masing.
Surakarta
Rabu, 28/10/1987.
_$$$_