Yayasan Al Alamul Iman

Yayasan Al Alamul Iman Yayasan Sosial dan Pendidikan Al Alamul Iman
memberikan menyalurkan bantuan bantuan santunan kepada anak Yatim dan Duafa

Selamat Hari santri 2023. Kami bangga dengan ajaran dan nasihat para guru kami Semoga generasi santri bisa menjadi para ...
23/10/2023

Selamat Hari santri 2023. Kami bangga dengan ajaran dan nasihat para guru kami Semoga generasi santri bisa menjadi para alim ulama yang mengikuti sunnah nabi dan penerusnya..

*HIKMAH KE 6*DO'A DAN IJABAHلَا يَكُنْ تَأَخُّرُأَ مَدِا لْعَطَا ءِ مَعَ الْإِلْحَا حِ  فِي الدُّ عَاءِمُوْجِبًالِيَأْ س...
27/11/2020

*HIKMAH KE 6*
DO'A DAN IJABAH

لَا يَكُنْ تَأَخُّرُأَ مَدِا لْعَطَا ءِ مَعَ الْإِلْحَا حِ فِي الدُّ عَاءِمُوْجِبًالِيَأْ سِكَ , فَهُوَضَمِنَ لَكَ الْإِجَابَةَ فِيْمَا يَخْتَا رُهُ لَكَ لَافِيْمَا تَخْتَارُهُ لِنَفْسِكَ , وَ فِي الْوَقْتِ الَّذِيْ يُرِيْدُ لَا فِي الْوَقْتِ الَّذِ يْ تُرِيْدُ.

"Janganlah karena keterlambatan datangnya pemberian-Nya kepadamu, saat engkau telah bersungguh-sungguh dalam berdoa, menyebabkan engkau berputus asa; sebab Dia telah menjamin bagimu suatu ijabah (pengabulan doa) dalam apa-apa yang Dia pilihkan bagimu, bukan dalam apa-apa yang engkau pilih untuk dirimu; dan pada waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau kehendaki.

*Syarah*
Doa adalah permohonan dan menjadi sebuah bentuk ibadah.

Dan dalam Al-Quran, Allah memerintahkan kepada kita untuk berdoa kepada-Nya dan Alloh Ta’ala pasti kabulkan.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ

Dan Tuhanmu berfirman: "..... Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu."
(Q.S. Ghafir [40]: 60 )

Tanda seorang mukmin sejati adalah:
lebih yakin dengan apa yang ada di Tangan Allah daripada apa yang dapat diusahakan oleh tangannya sendiri.

Ketika doa yang kita panjatkan seolah tidak mendapat pengabulan dari Allah Ta’ala, disitu terdapat ruang pengetahuan yang kosong yang harus kita cari dan isi.

Doa disini bukan hanya terkait masalah duniawi; tetapi juga termasuk dalam hal spiritual.

Misalkan, kita berdoa agar diterima taubatnya dan dibersihkan dari segala dosa.

Allohlah yang menentukan waktu ijabahnya, bukan keinginan kita dalam berdoa. Allohlah mengetahui semua rahasia itu, terkadang kita sadar saat doa itu disampaikan tapi ijabahnya terkadang saat kita sudah merasa cukup.

Hal ini semata mata bahwa Alloh itu mengetahui segala rahasianya.

Dan berdoa sangat dianjurkan sebagaimana
Rasulullahﷺ pernah bersabda:

مَنْ لَمْ يَدْعُ اللّٰهَ عَزَّ وَجَلَّ غَضِبَ عَلَيْهِ
Barang siapa yang tidak pernah berdoa kepada Allahﷻ, Allah murka terhadapnya. (Al Hadits).

*Kesimp**annya:*
Berdo'alah yang baik baik, nanti Alloh akan kabulkan dan yang paling baik mintalah apa apa yang tidak dijamin oleh Alloh Ta'ala seperti minta di sholehkan, taufiq dan hidayah serta ilmu yang bermanfaat.
Dan Alloh Ta'ala mengetahui apa yang kita pinta dan kapan waktunya untuk di ijabah, janganlah menjadi kecewa atas keterlambatan qobul dari Alloh, sebab Alloh lebih tahu mana yang baik untuk kita.

Wallohu'alam
-Majelus Sulthon-

*HIKMAH KE 6* DO'A DAN IJABAH لَا يَكُنْ تَأَخُّرُأَ مَدِا لْعَطَا ءِ مَعَ الْإِلْحَا حِ فِي الدُّ عَاءِمُوْجِبًالِيَأْ سِكَ , فَهُوَضَمِنَ لَكَ الْإِجَابَةَ...

*HIKAM KE-4*أَرِحْ نــَفْسَـكَ مِنَ الـتَّدْبِــيْرِ، فَمَا قَامَ بِـهِ غَيْرُ كَ عَـنْكَ لاَ تَـقُمْ بِـهِ لِنَفْسِكَ"I...
20/11/2020

*HIKAM KE-4*

أَرِحْ نــَفْسَـكَ مِنَ الـتَّدْبِــيْرِ، فَمَا قَامَ بِـهِ غَيْرُ كَ عَـنْكَ لاَ تَـقُمْ بِـهِ لِنَفْسِكَ

"Istirahatkan dirimu dari tadbiir (melakukan pengaturan-pengaturan)! Maka apa-apa yang selainmu (Allah) telah melakukannya untukmu, janganlah engkau (turut) mengurusinya untuk dirimu."

Yang di maksud TADBIIR (membuat peraturan / rancangan) dalam hikmah ini yaitu Tadbir di bagi 2 bagian.
1. Tadbir Mahmud (Dipuji oleh Allah) : Rancangan atau aturan yang mendekatkankan dari rahmat Allah.
2. Tadbir Madzmum (Dilarang oleh Allah): Rancangan atau aturan yang menjauhkan dari rahmat Allah.

Tadbir yang tidak di barengi dengan Tafwiidh (menyerahkan kepada Alloh).
Apabila Tadbir itu dibarengi dengan Tafwidh itu diperbolehkan, bahkan Rosululloh bersabda: *At-tadbiiru nishful ma-‘isyah.*(mengatur apa yang menjadi keperluan itu sebagian dari hasilnya mencari ma’isah/penghidupan).

Hadits ini mengandung anjuran untuk membuat peraturan didalam mencari fadholnya Allah.

Pengertian Tadbir disini ialah janganlah menentukan dan memastikan hasil. karena itu semua sudah menjadi aturan Allah.

al-hasil, Tadbir (rancangan/peraturan) yang dilarang yaitu ikut mengatur dan menentukan/memastikan hasilnya.

Maka gunakanlah karunia akal itu untuk memikirkan (Tafakur) dalam membuat rencana rencana yang di ridhoi Alloh SWT.

Keutamaan Tafakur.
Sabda nabi saw:

تَفَكَّرُ سَاعَةٍ خَيْرٌ مِنْ عِبَادَةِ سَتِّيْنَ سَنَةً .
``Berpikir satu jam (sesaat), lebih baik daripada ibadah enam puluh tahun. `` (Al Hadits)

Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka Apakah kamu tidak memikirkan(nya)?"
(Al-An’am: 50).

“Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?”
(Arrum: 8).

Dalam hadits yang diriwayatkan ‘Atha dikisahkan bahwa rasulullah Saw, melakukan qiyamullail dan menangis dalam shalatnya sampai basah janggutnya, dan rasul terus menangis sampai lantainya basah.

Maka Bilal datang adzan untuk shalat.

Melihat Rasul Saw menangis,
Bilal berkata: “Wahai Rasul mengapa menangis, bukankah seluruh dosa-dosamu telah diampuni Allah?”

rasul bersabda: “Tidakkah aku menjadi hamba yang bersyukur? Telah turun kepadaku malam ini ayat:

إِنَّ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ لَأٓيَٰتٖ لِّأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”.
(Ali Imran:190),

celakalah bagi yang membaca ayat tersebut dan tidak melakukan tafakkur. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadits lain yang diriwayatkan Ibnu Abbas: “Tafakkurlah (berfikirlah) tentang nikmat-nikmat Allah, dan jangan kalian berfikir tentang dzat Allah. (HR. Tabrani).

Wallohu'alam
-Majelis Sulthon-

*HIKAM KE-4* أَرِحْ نــَفْسَـكَ مِنَ الـتَّدْبِــيْرِ، فَمَا قَامَ بِـهِ غَيْرُ كَ عَـنْكَ لاَ تَـقُمْ بِـهِ لِنَفْسِكَ "Istirahatkan dirimu dari tadbiir (me...

*KITAB RUMAH TANGGA*Ngaji Kitab Uqudu Al LujainPengarang       : Syeikh Nawawi Al bantani.Diunggah oleh : Majelis Sultho...
30/10/2019

*KITAB RUMAH TANGGA*

Ngaji Kitab Uqudu Al Lujain
Pengarang : Syeikh Nawawi Al bantani.
Diunggah oleh : Majelis Sulthon.

*LARANGAN BERDUAAN DI TEMPAT YANG SUNYI*

"Tersebut dalam riwayat bahwa Rasulullah S.A.W bersabda :

”Takutlah kamu dari menyepi (berduaan) dengan perempuan. Demi Dzat yang diriku berada dalam kekuasaanNYA, tidaklah orang lelaki yang menyepi ber sama dengan orang perempuan (yakni berpacaran), kecuali syethan menyusup di antara mereka berdua. Sungguh seorang yang berdesak desakkan dengan babi yang berlepotan lumpur itu jauh lebih baik dari pada berdesak desakkan(bersenggolan)dengan pundak perempuan yang tidak halal baginya”.

Rasulullah S.A.W bersabda:
”Orang perempuan itu merupakan jerat-jeratnya syethan (yakni perangkapnya), dan kalaulah bukan karena syahwat, tentu kaum wanita tidak akan menguasai (menundukkan) kaum lelaki”. (al hadits) Ada pepatah mengatakan “IDZAA QAAMA DZAKARUR RAJULI DZAHABA TSULUUTSA ‘AQLIHI”Apabila kelamin lelaki bangkit maka hilanglah sepertiga akalnya”.

*KEWAJIBAN PEREMPUAN JIKA KELUAR*
Kalaulah perempuan bermaksud keluar rumah, ia berkewajiban menutup seluruh tubuhnya tampa kecuali termasuk kedua tangannya dari perhatian orang banyak. Tidak hanya itu bahkan hendaknya ia menyamarkan diri dari perhatian orang yang mungkin mengenalnya.

Jika seseorang kawan suaminya berkunjung, sementara suaminya tidak ada di rumah, hendaknya dia tidak perlu bertanya panjang lebar. Hal itu di maksud untuk memelihara diri dan suaminya. Demikian yang diungkapkan Imam Ghazali dan beberapa imam lainnya.

Rasulullah S.A.W bersabda:

”Sudah menjadi ketentuan bagi manusia bahwa bagian bagian dari tubuhnya melakukan zina, hal itu pasti di lakukan. Kedua mata zinanya memandang, Kedua telinga zinanya mendengar, lisan zinanya berbicara. Kedua tangan zinanya memaksa, kedua kaki zinanya berjalan, dan hati zinanya menyenangi dan mengharap harap. Semmua itu di benarkan oleh kelamin atau di dustakannya”. (riwayat Muslim dari Abu Hurairah)

Rasulullah S.A.W bersabda :
”Perkara apakah yang lebih baik bagi kaum wanita?. Fathimah menjawab : ”Hendaknya ia tidak memandang kaum lelaki dan lelaki tidak memandanginya. Kemudian Rasulullah S.A.W merangkul Fathimah dna beliau bersabda:”Anak turun sebagian manusia dari sebagian yang lain hendaknya saling menolong. Rasulullah S.A.W, merasa terharu atas pendapat puterinya itu”.

Semoga bermanfaat.

*KITAB RUMAH TANGGA*Ngaji Kitab Uqudu Al LujainPengarang       : Syeikh Nawawi Al bantani.Diunggah oleh : Majelis Sultho...
21/10/2019

*KITAB RUMAH TANGGA*

Ngaji Kitab Uqudu Al Lujain
Pengarang : Syeikh Nawawi Al bantani.
Diunggah oleh : Majelis Sulthon.

*KEHARAMAN KAUM LELAKI MEMANDANG WANITA YANG BUKAN MUHRIMNYA*

Dalam fasal ini dijelaskan tentang diharamkannya kaum lelaki memandang kaum wanita yang bukan muhrimnya. Begitu p**a sebaliknya, yakni keharaman kaum wanita memperhatikan kaum lelakiyang bukan muhrimnya.
Tersebut dalam firman Allah dalam surat Al ahzab ayat 53 :

وَاِ ذَا سَاَ لْتُمُوْهُنَّ مَتَا عًا فَسْئَـــلُوْهُنَّ مِنْ وَّرَآءِ حِجَا بٍ ۗ ذٰ لِكُمْ اَطْهَرُ لِقُلُوْبِكُمْ وَقُلُوْبِهِنَّ

Artinya:
“Apa bila kamu meminta sesuatu kepada mereka maka mintalah dari belakangtabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan bagi hati mereka”.

Dalam surat An Nuur ayat 30 di jelaskan:

قُلْ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُـضُّوْا مِنْ اَبْصَا رِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ ۗ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا يَصْنَـعُوْنَ

Artinya:
“Katakanlah kepada orang laki-lakiyang beriman :”Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu lebih suci begi mereka”; SesungguhnyaAllah maha mengetahui apa yang mereka perbuat”.

Rasulullah S.A.W bersabda:
”Pandangan mata itu merupakan panah beracun dari panah Iblis. Barang siapa meninggalkannya karena takut Allah S.W.T, maka Allah memberinya keimanan yang mana ia akan memperoleh kemanisannya didalam hati”.

Nabi Isa as bersabda:
”IYYAAKUM WANNADZARA FA INNAHAA TUZRI’U FILQOLBI SYAHWATAN WAKAFAA BIHAA FITNATAN”

Artinya:
“Takutlah kamu. peliharalah dirimu dari memperhatikan. Karena sesungguhnya memperhatikan itu menumbuhkan syahwat di dalam hati. Dan cukuplah syahwat itu menjadi fitnah”.

Sa’ad bin jubair mengatakan hanyalah fitnah yang menimpa Nabi Daud As adalah di sebabkan pandangan beliau. Nabi Daud bersabda kepada putera beliau Nabi Sulaiman As, lebih baik berjalanlah di belakang macan dan Harimau, janganlah berjalan di belakang perempuan.

Mujahid mengatakan, apabila seorang perempuan mengahadap ke muka maka Iblis duduk di bagian kepalanya. Lalu Iblismemperindah diri perempuan itu yang di peruntukkan bagi orang yang memperhatikannya. Kalau seorang perempuan berbalik menghadap kebelakang maka Iblis duduk di pantatnya. Lalu Iblis memperindah perempuan itu yang di peruntukkan bagi orang yang memperhatikannya.

Seorang bertanya kepada Nabi Isa As, Apa permulaan yang menyebabkan orang berzina?. Beliau bersabda :

Yaitu akibat memperhatikan perempuan dan memperhatikan dirinya.

Al Fudhail mengatakan, Iblis berkata bahwa pandangan yang di lepaskan pada suatu perkara yang tidak halal itu adalah merupakan panahku yang sudah tua dan busurku yang tak pernah luput jika aku pergunakan.

Tersebut dalam sya’ir:

Segala sesuatu yang baru terjadi Permulaannya dari pandangan
Nyala api yang besar
Permulaannya dari pelatuk yang kecil Orang yang mempermainkan mata Sangat di khawatirkan akibatnya Berapa banyak pandangan
Yang masuk dan bekerja dalam hati
Bagaikan anak panah yang dilepas busur dan tali
Orang yang memperhatikan
Perkara yang membahayakan
Akan menyenangakan orang yang mempunyai kekhawatiran Tetapi kalau akhirnya mencelakakan
Itu tidak membahayakan

Ummu salamah Ra mengatakan bahwa Ibnu Ummi maktum meminta izin kepada Rasulullah S.A.W. Saat itu aku dam maimunah Ra duduk bersama, maka Rasulullah bersabda:

”Bertakbirlah kalian “.
Kami menimpali:
”Bukankah dia orang buta yang tidak dapat memandang kami?”.
Rasulullah bersabda:
”Apa kalian tidak dapat melihatnya juga ?”.
Rasulullah S.A.W mengingatkan :
”LA’ANALLAAHUNNAADZIRA WALMANDZUURA ILAIHI”

Artinya:
“Allah melaknat orang yang dipandang dan orang yang dipandangi (membalas pandangan).

Bagi perempuan yang beriman pada Allah, tidak dibenarkan memperlihatkan diri pada setiap orang asing, karena yang tidak terikat oleh pernikahan atau muhrim karena nasab atau sesusuan. Demikian p**a orang lelaki tidak dibenarkan memperhatikan kaum wanita, sebaliknya kaum wanita balas memperhatikan pandangannya.

Sebagaimana kaum lelaki menundukkan pandangannya kepada kaum wanita, maka menjadi kewajiban p**a kaum wanita menundukkan pandangan mata terhadap kaum lelaki. Pendapat itu sebagaimana di tekankan oleh Ibnu Hajar dalam kitab AZ ZAWAJIR.

Tidak p**a diperbolehkan lelaki bermusafahah(bersalaman) dengan perempuan yang bukan muhrim. Larangan ini berlaku juga pada perbuatan salingmemberikan. Sebab itu perkara yang di haramkan memandangnya diharamkan p**a memegangnya. Mengingat dengan cara memegangnya itu ia dapat merasakan kelezatan. Hal ini didasarkan pada dalil bahwa, kalau orang berpuasa lalu berpegangan dengan lawan jenisnya yang menyebabkan inzal(keluar mani), maka puasanya batal. Tetapi kalau keluarnya mani disebabkan oleh pandangan, puasanya tidak batal. Demikian menurut penjelasan kitab An Nihayah.

Diriwayatkan oleh Thabrani di dalam kitab Al Kabir dari mu’qal bin Yasar bahwa, salah seorang di antaramu yang di lukai kepalanya oleh jarum, itu lebih baik dari pada memegang perempuan yang tidak dihalalkan untuknya. Rasulullah S.A.W memperingatkan :

”ITTAQUU FITNATADDUN-YAA WAFITNA-TANNISAA FA-INNA AWWALA FITNATI BANII ISRA-IILA KAATAT MINQIBA-LINNISAA. ”

Artinya:
“Takutlah kalian terhadap fitnah dunia dan fitnah kaum wanita. Sebab permulaan fitnah yang menimpa bani isra-il itu adalah kaum wanita”.

Rasulullah S.A.W bersabda:
”WAMAA TARAKTU BA’DII FITNATAN ADHARRU ‘ALARRIJAALI MINANNISAA”. (al hadits)

Artinya:
“Dan setelah masaku tidak ada fitnah yang lebih membahayakan terhadap kaum lelaki ketimbang fitnah akibat perempuan”.

Semoga Bermanfaat.

*KITAB RUMAH TANGGA*Ngaji Kitab Uqudu Al LujainPengarang       : Syeikh Nawawi Al bantani.Diunggah oleh : Majelis Sultho...
18/10/2019

*KITAB RUMAH TANGGA*

Ngaji Kitab Uqudu Al Lujain
Pengarang : Syeikh Nawawi Al bantani.
Diunggah oleh : Majelis Sulthon.

*PAHALA BAGI PEREMPUAN YANG HAMIL*

Tersebut dalam riwayat bahwa Nabi Muhammad S.A.W bersabda :

”Apakah salah seorang di antara kamu senang, hai kaum isteri, kalau kamu sedang mengandung dari hasil hubungan dengan suaminya, sementara suaminya merasa senang.
Sesungguhnya perempuaan yang sedang hamil memperoleh pahala seperti pahalanya orang yang sedang berpuasa sambil perang di jalan Allah.

Apabila mencapai puncak sakit mendekati melahirkan semua penduduk langit tidak ada yang tahu perkara apa yang disamarkan baginya, berupa ketenangan bathinnya. Apabila telah melahirkan, maka tidak ada tetesan air susu yang keluar dari susu ibunya dan tidaklah si bayi menghisap air susu ibunya kecualipada setiap tetesan dan isappan di catat sebagai satu kebaikkan.
Jika di waktu malamnya ia terjaga maka ia memperoleh pahala, bagaikan pahala memerdekakan tujuh puluh budak yag di merdekakan di jalan Allah secara ikhlas, (di riwayatkan Hasa bin sufyan dan Tabrani, ibnu Asakir dari salamah)

Rasulullah bersabda :

”INNARRAJUULA IDZAA NADZARA ILAAM RA-ATIHII WANADZARAT ILAIHI NADZARALLAAAHU ILAIHIMAA NADZARA RAHMATIN FAIDZAA AKHADZA BIKAFFIHAA TASAA QATHAT DZUNUUBUHUMAAA MIN KHILAALIN ASHAABI’IHIMAA”

Artinya:
“Sesungguhnya seorang suami apabila memperhatikan isterinya dan isterinya balas memerhatikan suaminya, maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan perhatian penuh rahmat. Manakala suaminya merengkuh telapak tangannya (diremas remas) maka berguguranlah dosa dosa suami istri itu darisela sela jari jemarinya. (di riwayatkan maisarah bin Ali dari Ar rafi’i dari sa’id Al Khudzi Ra)

Diriwayatkan dari Nabi Muhammad S.A.W bahwa :
”INNARRAJULA LAYUJAMI’U AHLAHU FAYUKTABU LAHU BIJIMA’IHI AJRU WALADI DZKARIN QAATALA FII SABILILLAAHI FAQUTILU”.

Artinya:
“Sesungguhnya seorang suami yang menggauli istrinya, maka pergaulannya itu dicatat memperoleh pahala seperti pahalanya anak lelaki yang berperang di jalan Allah lalu terbunuh(Al hadits)

Ketahuilah bahwa, ada beberapa faktor yang dapat membentuk seseorang anak dekat dengan Allah Antara lain:

Sejalan dengan yang di cintai Allah, bahwa putera yang dihasilkan itu di maksud untuk menyambung generasi manusia.

Mencari kecintaan dari Rasulullah S.A.W, maksudnya untuk memperbanyak (memperbesar) jumalah umatnya Nabi Muhammad S.A.W yang ana besar jumlah umat itu menyebabkan kebanggaan beliau.

Mengharap kelak memperoleh do’a anak yang sholeh setelah kematiannya.

Mencari syafa’at dengan kematian anak yang masih berusia anak anak, sebelum kematian dirinya sendiri(orang tua)

*KITAB RUMAH TANGGA*Ngaji Kitab Uqudu Al LujainPengarang       : Syeikh Nawawi Al bantani.Diunggah oleh : Majelis Sultho...
16/10/2019

*KITAB RUMAH TANGGA*

Ngaji Kitab Uqudu Al Lujain
Pengarang : Syeikh Nawawi Al bantani.
Diunggah oleh : Majelis Sulthon.

*DOSA BESAR BAGI ISTERI YANG TIDAK MENTAATI SUAMINYA*

Termasuk dosa besar bagi seorang isteri adalah bila mana keluar rumah tanpa seijin suaminya. Kendati tujuannya untuk takziyah kepada orang tuanya yang mati.

Tersebut dalam ihya ‘ulumuddin Imam Al Ghozali di katakan bahwa ada seorang lelaki (suami)hendak bepergian.

Sebelum berangkat ia meminta istrinya agar tidak turun dari tempatnya yang berada di bagian bangunan tingkat atas.

Sementara Orang tuanya berada di tingkat bawah. Orang tuanya sakit. Perempuan itu mengutus seorang pembantunya menghadap Rasulullah S.A.W untuk minta izin turun sebentar untuk membesuk orang tuanya.

Rasulullah S.A.W bersabda :

”Taatilah suamimu. Jangan kau turun. . ”

Tidak begitu lama, orang tuanya mati. IA mengirim utusan menghadap Rasulullah S.A.W untuk memohonkan izin, agar dirinya dapat menyaksikan jenazah orang tuanya.

Rasulullah S.A.W bersabda :

”Taatilah suamimu”.
Maka orang tuanyapun di kuburkan. tidak begitu lama Rasulullah S.A.W mengutus seseorang untuk memberi tahu pada perempuan itu bahwa Allah telah mengampuni dosa dosa orang tuanya disebabkan ketaatan perempuan itu pada suaminya.

FAIDAH Ada seorang Ibu memberi nasehat pada putrinya, Ia berkata peliharalah sepuluh tingkah ini, niscaya kamu akan menjadi simpanan, Yaitu:

*Pertama dan kedua:* Mudah menerima keadaan(qona’ah), berbakti dan mentaati suami.

*Ketiga dan keempat,* hendaknya kamu menjadikan dirimu sebagai perempuan yang selalu didambakan dan dirindukan lantaran tatapan mata dan ciumannya.
Artinya hendaknya kamu jangan sampai dilihat suamimu sebagai perempuan yang di benci (atau perempuan yang buruk). hendaknya suamimu tidak pernah berkasih mesra dengan dirimu kecuali dalam keadaan selalu harum melekat dalam dirimu.

*Kelima dan keenamnya* hendaknya kamu selalu menjadi perhatian sewaktu suamimu makan dan tidur.
Sebab rasa lapar itu mudah menimbulkan pemberontakan nafsu dan sulit tidur, bahkan mempermudah tumbuhnya kemarahan.

*Ketujuh dan kedelapannya*,
Hendaknya kamu pandai pandai memelihara harta dan rahasia keluarga suami yang dapat mempermalukan dirinya.

*Kesembilan dan kesepuluhnya :*
Hendaknya kamu jangan menentang perintahnya, dan jangan s**a menyebarkan rahasia suami. Karena kalau kamu menentang perintahnya akan sangat mudah menimbulkan/meledakkan kemarahannya. Kalau kamu menyebarluaskan rahasianya berarti kamu tidak dapat di percaya jika dia sedang tidak ada dirumah.

Ingatlah baik baik ingatlah. Sekali sekali kamu jangan menunjukkan kegembiraan di hadapannya, selagi suamimu sedang bersedih. Sebaliknya jangan berwajah cemberut selagi suamimu berwajah berbinar binar lagi gembira.

Rasulullah S.A.W bersabda :

”Sesungguhnya seorang istri yang keluar rumah sedangkan suaminya tidak menyukainya maka seluruh malaikat melaknatinya, demikian p**a semua barang yang di lewatinya, selain jin dan manusia. Sehingga dirinya kembali dan bertaubat.

Semoga bermanfaat.

*KITAB RUMAH TANGGA*Ngaji Kitab Uqudu Al LujainPengarang       : Syeikh Nawawi Al bantani.Diunggah oleh : Majelis Sultho...
12/10/2019

*KITAB RUMAH TANGGA*

Ngaji Kitab Uqudu Al Lujain
Pengarang : Syeikh Nawawi Al bantani.
Diunggah oleh : Majelis Sulthon.

*Keutamaan sholatnya wanita*

Dalam bagian ini akan membicarakan tentangg keutamaan shalatnya orang perempuan (istri) di rumahnya sendiri dan shalatnya itu lebih utama di banding shalat orang perempuan di masjid, sekalipun berjamaah dengan Rasulullah.

Humaid As Sa’idi meriwayatkan tentang seorang perempuan yang datang kepada Rasulullah perempuan itu bertanya:

”Hai Rasulullah, sesungguhny aku sangat senang jika shalat berjamaah denganmu”.

Nabi menjawab:
”Aku tau kamu senang shalat berjamaah denganku. Tetapi shalatmu di rumahmu sendiri lebih utama dari pada shalatmmu di kamarmu dan shalatmu di kamarmu lebih utama di banding shalatmu diserambi rumahmu dan shalatmu di serambi rumahmu lebih utama di banding shalatmu di masjidku ini”.

Yang demikian itu tidak lain untuk menjaga agar ketertutupan dirinya sebagai hak yang perlu di jaga.

Rasulullah bersabda :
”Sesungguhnya shalatnya orang perempuan di rumahnya lebih baik dari pada shalat di kamarnya, dan sesungguhnyalah shalatnya seorangperempuan di kamarnya lebih baik dari pada shalatnya di serambi rumahnya, dan shalatnya seorang perempuan di serambi rumahnya itu lebih baik dari pada shalatnya di masjid”. (al hadits riwayat Al baihaqi dari Aisyah Ra)

Rasulullah S.A.W bersabda :
”shalat seorang perempuan di rumahnya lebih utama dari pada shalatnya di kamarnyadan shalatnya di dalam ruangan yang berada di tengah tengah rumahnya lebih baik dari pada shalatnya di serambi rumahnya”.

Diriwayatkan oleh abi daud dari ibnu mas’ud dan riwayat Al hakim dari Ummu salamah. Rasulullah S.A.W bersabda:

”SHALAATUL MAR-ATI WAHDAHAA TAFDHULU ‘ALAASHALAATIHAA FIL JAM’I BIKHAMSIN WA’ISYRIINA DARAJA T AN”.

Artinya:
Shalatnya seorang wanita sendirian menyamai shalatnya dalam berjamaah denga memperoleh dua puluh lima derajat “.

(di riwayatkan oleh Ad Dailami dari ibnu ‘umar) Menurut suatu pendapat, shalat seorang wanita yang demikian itu berlaku bagi perempuan yang masih lajang, yakni belum kawin.

Rasulullah S.A.W bersabda :

”INNA AHABBA SHALAATIL MAR-ATI ILALLAAHI FIIASYADDI MAKAANIN FII BAITIHAA”

Artinya:
“Sesungguhnya shalat seorang wanita yang paling di s**ai Allah adalah yang di laksanakan di dalam rumahnya yang gelap”.

Rasulullah S.A.W berssabda :
”seseungguhnya seorang istri yang keluar rumah, padahal tidak ada kebutuhan yang teramat mendesak, maka syethan terus memperhatikan dan mengikutinya. Syetan berkata:”Jangan kau sia- siakan setiap melewati seseorang kecuali ia kagum padamu”. lalu wanita itu mengenakan busananya. Ketika di tanya suaminya :”Hendak kemana kamu. ?”. ia menjawab:”Aku hendak membesuk orang sakit, atau aku hendak mendatangi upacara pemberangkatan jenazah atau aku hendak shalat di masjid”. Padahal tidak ada ibadah seorang perempuan yang lebih sempurna kepada Tuhannya kecuali yang di kerjakan di rumahnya sendiri”.

Diriwayatkan dari Abu Syaibani bahwa, ia melihat Abdullah bin Asy Syayab menghalau perempuan perempuan dari masjid di hari jum’at Ia berkata:

”Keluarlah kalian kerumah masing masing. Hal itu Jauh lebih baik bagi kamu”. Di riwayatkan oleh sulaiman Al ‘Lakhami dari Ath Thabrani

Di riwayatkan ada seorang perempuan yang berlalu dekat dengan abu hurairah Ra. Ia berbau sangat harum semerbak. Abu hurairah bertanya:

”Hai perempuan hendak kemana kamu.?”.
Ia menjawab:
”Hendak ke masjid”.
Abu hurairah melanjutkan:
”Kau mengenakan wewangian.. ?”.
Ia menjawab :
”Yaa”.
Abu hurairah berkata:
”Kembalilah, mandi dulu. Sebab aku pernah mendengar bahwa Rasulullah S.A.W bersabda:”Allah tidak akan menerima shalat seorang perempuan yang keluar menuju masjid dengan membawa aroma yang semerbak harum sehingga ia p**ang kembali lantas mandi”. (Al hadits)

Yang di maksud mandi dalam hadits itu adalah menghilangkan bau harum yang di timbulkan dari bau minyak wangi tersebut. jadi maksudnya tidak di hususkan pada mandinya melainkan upaya menghilangkan bau wangi tersebut.

Rasulullah S.A.W besabda :

”AL MUKHTALI’ATU WAL MUTABARRIJAATU HUNNAL MUNAAFIQAATU”.

Artinya:
“Perempuan perempuan yang minta cerai suaminya tanpa ‘udzur dan perempuan perempuan yang memperlihatkan perhiasan (dandananya) kepada orang bannyak mereka termasuk munafik”. (Diriwayatkan oleh Abu na’im dan Ibnu mas’ud)

Semoga Bermanfaat.

*KITAB RUMAH TANGGA*Ngaji Kitab Uqudu Al LujainPengarang       : Syeikh Nawawi Al bantani.Diunggah oleh : Majelis Sultho...
11/10/2019

*KITAB RUMAH TANGGA*

Ngaji Kitab Uqudu Al Lujain
Pengarang : Syeikh Nawawi Al bantani.
Diunggah oleh : Majelis Sulthon.

*Ketaatan seorang istri dan perlakuan untuk seorang istri*

Diriwayatkan dari ibnu mas’ud ari Nabi S.A.W bahwa beliau besabda:

”IDZAA GHASALATIL MAR-ATU TSIYAABA ZAUJIHAA KATABALLAHU LAHAA ALFA HASANATIN WAGHAFARA LAHAA ALFA SAYYI-ATIN WARAFA’A LAHAA ALFA DARAJATIN WASTAGHFARA LAHAA KULLU SYAI-IN THALA’AT ‘ALAIHISY-SYAMSU”. (AL HADITS)

Artinya:
“ketika seorang istri mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatat untuknya memperoleh seribu kebajikan dan mengampuni seribu keburukannya. meninggikan seribu kali derajat untuknya dan semua barang yang berada di bawah siraman mentari memohonkan ampun untuknya”.

Aisyah RA mengatakan :
Suara penenunan yang dilakukan oleh seorang istri, itu menyamai gemuruh suara takbir dalam perang fi sabilillah. mana saja seorang istri yang memberi pakaian suaminya dari hasil tenunannya, kecuali pada benang tenunan itu tercatat seribu kali kebajikan.

Nabi S.A.W bersabda:
”MANISTARAA LI’IYAALIHI SYAI-ANTSUMMA hAMALAHU BIYADIHI ILAIHIM THALLAAHU ‘ANHU DZUNUUBA SAB’IINA SANATAN”.

Artinya:
“Barang siapa yang membuat gembira hati seorang istri maka ia bagaikan tengah menangis karena takut kepada Allah maka Allah mengharamkan tubuhnya dari api neraka”.

Rasulullah bersabda:
”Barang siapa yang membuat gembira hatinya seorang wanita, seakan akan menangis karena takut kepada Allah. Dan barang siapa menagis karena takut pda Allah maka Allah mengharamkan tubuhnya masuk kedalam api neraka”. (al hadits)

Rasulullah S.A.W bersabda:
’Suatu rumah yang mana didalamnya terdapat anak anak perempuan, maka setiap hari Allah menurunkan dua belas rahmat dan tidak henti hentinya di kunjungi malaikat. Dan bagi kedua orang tuanya setiap hari dan malam dicatat seperti ibadah selama tujuh puluh tahun”.

Semoga Bermanfaat

Address

Sukabumi

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Al Alamul Iman posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share