Garis Jampangatengah

Garis Jampangatengah kami adalah organisasi islam GARIS (Gerakan Reformis Islam) yang berdomisili di Jampang Tengah (Sukabumi)

22/02/2025

MUTIARA INDAH DI HARI YANG PENUH BERKAH

Seri # Ngaji Fiqih Mazhab Syafi'i

KITAB AT-TAQRIB ABU SYUJA
Bab : Sholat
Fasal : Perbedaan sholat wanita dan laki laki

Al-Qadhi Abu Syuja’ rahimahullah berkata,

والمرأة تخالف الرجل في خمسة أشياء: فالرجل يجافي مرفقيه عن جنبيه ويقل بطنه عن فخذيه في الركوع والسجود ويجهر في موضع الجهر وإذا نابه شيء في الصلاة سبح وعورة الرجل ما بين سرته وركبته.
والمرأة تضم بعضها إلى بعض وتخفض صوتها بحضرة الرجال الأجانب وإذا نابها شيء في الصلاة صفقت وجميع بدن الحرة عورة إلا وجهها وكفيها والأمة كالرجل.

Shalat wanita berbeda dengan laki-laki dalam 5 (lima) perkara:

Laki-laki:
–1. Merentangkan kedua tangannya atau menjauhkan kedua lengannya dari kedua sisi badannya.
–2. Mengangkat perutnya dan menjauhkan dari kedua pahanya pada saat ruku’ dan sujud.
–3. Mengeraskan suara di tempat yang perlu dikeraskan.
–4. Apabila hendak mengingatkan sesuatu dalam shalat, maka mengucapkan tasbih.
–5. Aurat laki-laki adalah antara pusar dan kedua lututnya.

Wanita:
-1. Merapatkan kedua tangannya atau menjauhkan kedua lengannya dari kedua sisi badannya.
-2. Merapatkan perutnya dan menjauhkan dari kedua pahanya pada saat ruku’ dan sujud.
–3. Mengucapkan dengan suara perlahan jika ada laki-laki asing.
–4. Apabila hendak mengingatkan sesuatu dalam shalat, maka menepukkan tangan.
–5. Seluruh tubuh wanita merdeka adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan. Adapun budak wanita, maka batasan auratnya seperti laki-laki.

AllahuA'lam.

SEMOGA BERMANFAAT
-----------------------------------------------
PELUANG INDAH MENUJU JANNAH

Yuu.... Ikut Donasi untuk membantu para penghafal / pengamal Al - Qur'an dan Santunan Buat Yatim & Dhuafa dibawah asuhan PONDOK QUR'AN SAFINATUL ILMI
DAPAT DISALURKAN MELAUI
NO.REK BANK SYARIAH INDONESIA.
BSI. 8800010205

Bismillaah..Berkata Syaqiq Ibn Ibrahim rahimahullah yang di kutib oleh Ibn Qayyim dalam kitabnya Zaadul Ma'ad_"pintu tau...
13/02/2025

Bismillaah..

Berkata Syaqiq Ibn Ibrahim rahimahullah yang di kutib oleh Ibn Qayyim dalam kitabnya Zaadul Ma'ad
_"pintu taufik itu untuk mengikuti yang benar dan menjauhi yang salah, akan benar benar ditutup kepada seorang hamba pada 6 keadaan. Diantaranya;_

_1. Terlalu sibuk dengan kenikmatan, sampai sampai lupa dalam mensyukurinya._

_2. Bersemangat dalam mempelajari ilmu, tapi tiada satupun mengamalkanya._

_3. Bersegera dalam kemaksiatan dan dosa, tapi menunda-nunda taubat._

_4. Tertipu karena banyak bersahabat dengan orang shalih, tapi tidak mau mengikuti kebaikan dari mereka._

_5. Sudah ditutup urusan dunianya, dijauhkan perkara remeh dunia, tapi justru terus-terusan berusaha mengejarnya_

_6. Dibukakan pintu akhirat (ketaatan), tapi justru berpaling, dan bermalas-malasan._

wallahua'lam...

█▓▒▒𝑨𝒍𝑸𝒂𝒖𝒍 𝑨𝒕𝒔𝑻𝒔𝒂𝒃𝒊𝒕▒▒▓█

*_BERIKANLAH NASIHATMU KEPADA KAMI_*قيل لسلطان الزاهدين إبراهيم بن أدهم { أوصنا بما ينفعنا فقال :}ـ إذا رأيتم الناس مشغو...
12/02/2025

*_BERIKANLAH NASIHATMU KEPADA KAMI_*

قيل لسلطان الزاهدين إبراهيم بن أدهم { أوصنا بما ينفعنا فقال :}
ـ إذا رأيتم الناس مشغولين بامر الدنيا فاشتغلوا بأمر الآخرة .
ــ وإذا اشتغلوا بتزيين ظواهرهم فاشتغلوا بتزيين بواطنكم .
ــ وإذا اشتغلوا بعمارة البساتين والقصور فاشتغلوا بعمارة القبور .
ــ وإذا اشتغلوا بخدمة المخلوقين فاشتغلوا بخدمة رب العالمين .
ــ و إذا اشتغلوا بعيوب الناس فاشتغلوا بعيوب أنفسكم .
ــ واتخذوا من الدنيا زادا يوصلكم الى الآخرة فإنما الدنيا مزرعة الآخرة

سمير المؤمنين ٢٦٦-٢٦٧

Dikatakan kepada Ibrahim bin Adham Rohimahullah Ta'ala :

Berilah nasihat yang bermanfaat untuk kami..!

Beliau pun menjawab :

❶ Bila kalian melihat manusia sibuk dengan urusan dunianya maka hendaknya kalian sibukkan diri dengan urusan akhirat

❷ Bila kalian melihat mereka sibuk dengan menghiasi lahiriahnya maka sibukkan diri kalian dengan menghiasi batin

❸ Jika mereka sibuk dengan membangun kebun-kebun dan istana maka sibukkan diri dengan membangun urusan kubur kalian

❹Jika mereka sibuk dengan melayani makhluk maka sibukkan diri kalian dengan melayani Sang Penguasa Alam Semesta

❺ Jika mereka sibuk dengan mengurusi aib-aib manusia maka sibukkan diri dengan aib-aib kalian.

❻ Ambillah dunia ini sebagai bekal menuju akhirat karena dunia ini hanyalah sebagai ladang untuk negeri akhirat.

Samiirul Mukminin 266-267

█▓▒▒𝑨𝒍𝑸𝒂𝒖𝒍 𝑨𝒕𝒔𝑻𝒔𝒂𝒃𝒊𝒕▒▒▓█

11/02/2025

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

أنَّ النبيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يقول : (( اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca do’a: “Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina”.” (HR. Muslim no. 2721)

Artinya: Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat ‘afaf dan ghina.

Pertama: Yang dimaksud dengan “al huda” adalah petunjuk dalam ilmu dan amal. Yang dimaksud “al ‘afaf” adalah dijauhkan dari yang tidak halal dan menahan diri darinya. Yang dimaksud “al ghina” adalah kaya hati, yaitu hati yang selalu merasa cukup dan tidak butuh pada harta yang ada di tangan orang lain.

An Nawawi –rahimahullah- mengatakan, “ ’Afaf dan ‘iffah bermakna menjauhkan dan menahan diri dari hal yang tidak diperbolehkan. Sedangkan al ghina adalah hati yang selalu merasa cukup dan tidak butuh pada apa yang ada di sisi manusia.” (Syarh Muslim, 17/41)

Kedua: Keutamaan meminta petunjuk ilmu sekaligus amal karena yang dimaksud al huda adalah petunjuk dalam ilmu dan amal.

Ketiga: Keutamaan meminta ketakwaan. Yang dimaksud takwa adalah menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah. Takwa diambil dari kata “wiqoyah” yang maknanya melindungi, yaitu maksudnya seseorang bisa mendapatkan perlindungan dari siksa neraka hanya dengan menjalankan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan.

Keempat: Keutamaan meminta sifat ‘afaf atau ‘iffah yaitu agar dijauhkan dari hal-hal yang diharamkan semacam zina. Berarti do’a ini mencakup meminta dijauhkan dari pandangan yang haram, dari bersentuhan yang haram, dari zina dengan kemaluan dan segala bentuk zina lainnya. Karena yang namanya zina adalah termasuk perbuatan keji.

Kelima: Keutamaan meminta pada Allah sifat al ghina yaitu dicukupkan oleh Allah dari apa yang ada di sisi manusia dengan selalu qona’ah, selalu merasa cukup ketika Allah memberinya harta sedikit atau pun banyak. Karena ingatlah bahwa kekayaan hakiki adalah hati yang selalu merasa cukup. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051)

Keenam: Dianjurkannya merutinkan membaca do’a ini.

Wallahu a'lam

10/02/2025

MUTIARA INDAH DI HARI YANG PENUH BERKAH

Seri # Ngaji Fiqih Mazhab Syafi'i

KITAB AT-TAQRIB ABU SYUJA
Bab : Sholat
Fasal : Sunah Hay'at

Al-Qadhi Abu Syuja’ rahimahullah berkata,

ِوهيئاتها‭ ‬خمس‭ ‬عشرة‭ ‬خصلة‭ ‬رفع‭ ‬اليدين‭ ‬عند‭ ‬تكبيرة‭ ‬الإحرام‭ ‬وعند‭ ‬الركوع‭ ‬والرفع‭ ‬منه‭ ‬ووضع‭ ‬اليمين‭ ‬على‭ ‬الشمال‭ ‬والتوجه‭ ‬والاستعاذة‭ ‬والجهر‭ ‬في‭ ‬موضوعه‭ ‬والإسرار‭ ‬في‭ ‬موضوعه‭ ‬والتأمين‭ ‬وقراءة‭ ‬السورة‭ ‬بعد‭ ‬الفاتحة‭ ‬والتكبيرات‭ ‬عند‭ ‬الرفع‭ ‬والخفض‭ ‬وقول‭ ‬سمع‭ ‬الله‭ ‬لمن‭ ‬حمده‭ ‬ربنا‭ ‬لك‭ ‬الحمد‭ ‬والتسبيح‭ ‬في‭ ‬الركوع‭ ‬والسجود‭ ‬ووضع‭ ‬اليدين‭ ‬على‭ ‬الفخذين‭ ‬في‭ ‬الجلوس‭ ‬يبسط‭ ‬اليسرى‭ ‬ويقبض‭ ‬اليمنى‭ ‬إلى‭ ‬المسبحة‭ ‬فإنه‭ ‬يشير‭ ‬بها‭ ‬متشهدا‭ ‬والافتراش‭ ‬في‭ ‬جميع‭ ‬الجلسات‭ ‬والتورك‭ ‬في‭ ‬الجلسة‭ ‬الأخيرة‭ ‬والتسليمة‭ ‬الثانية‭.‬

Sunnah hay'at adalah amalan sunnah yang dilakukan dalam shalat, dan tidak perlu diganti dengan sujud sahwi jika lupa dikerjakan.

sunah Hay’at shalat ada lima belas:

1. mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram, rukuk, bangkit dari rukuk.

2. Meletakkan tangan kanan pada tangan kiri.

3. Tawajjuh, membaca doa iftitah.

4. Membaca ta’awudz.

5. Menjahrkan bacaan di tempatnya, mensirrkan bacaan di tempatnya.

6. Membaca aamiin (bakda membaca surah Al-Fatihah).

7. Membaca surah setelah Al-Fatihah.

8. Membaca takbir ketika turun dan ketika bangkit.

9. Membaca sami’allahu liman hamidah ketika bangkit dari rukuk.

10. Membaca robbana lakal hamdu ketika iktidal.

11. Membaca tasbih ketika rukuk dan sujud.

12. Meletakkan kedua tangan di paha ketika duduk dan membentangkan tangan kiri, sedangkan tangan kanan digenggam lalu jari telunjuk berisyarat ketika membaca tasyahud.

13. Duduk iftirasy pada semua duduk dalam shalat.

14. Duduk tawaruk pada duduk terakhir yang mau salam.

15. Salam kedua.

AllahuA'lam.

SEMOGA BERMANFAAT
-----------------------------------------------
PELUANG INDAH MENUJU JANNAH

Yuu.... Ikut Donasi untuk membantu para penghafal / pengamal Al - Qur'an dan Santunan Buat Yatim & Dhuafa dibawah asuhan PONDOK QUR'AN SAFINATUL ILMI
DAPAT DISALURKAN MELAUI
NO.REK BANK SYARIAH INDONESIA.
BSI. 8800010205

_*Hal Penting Yang Harus Di Pegang Penuntut Ilmu !!!*_Allahu Ta'ala berfirman tentang karunia-Nya berupa ilmu syar'i seb...
09/02/2025

_*Hal Penting Yang Harus Di Pegang Penuntut Ilmu !!!*_

Allahu Ta'ala berfirman tentang karunia-Nya berupa ilmu syar'i sebagai perkara yang besar bagi umat manusia.

وَاَ نْزَلَ اللّٰهُ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ وَا لْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ ۗ وَكَا نَ فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكَ عَظِيْمًا
_"... Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah) kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar."_
*(QS. An-Nisa' 4: 113)*

akan tetapi ada hal penting yang menjadi tuntutan bagi para penuntut 'ilmu. bahwasanya seberapa besar ilmu yg ia miliki, tidak ada artinya tanpa ada kesungguhan dalam mengamalkanya. Ilmu itu akan sia sia tanpa di imbangi semangat dan sungguh² dalam amal. Bahkan perkara semangat saja, itu bisa berbuah kehinaan. Maka waspadalah tentang tuntutan bagi para penuntut ilmu, sebagaimana di kabarkan oleh Allahu Ta'ala dalam firman-Nya,

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنٰهُ بِهَا وَلٰـكِنَّهٗۤ اَخْلَدَ اِلَى الْاَ رْضِ وَا تَّبَعَ هَوٰٮهُ ۚ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ الْـكَلْبِ ۚ
_"Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, *tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing,*.."_

*(QS. Al-A'raf 7: 176)*

مَثَلُ الَّذِيْنَ حُمِّلُوا التَّوْرٰٮةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوْهَا كَمَثَلِ الْحِمَا رِ يَحْمِلُ اَسْفَا رًا ۗ
_"Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah *seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal..*"_

*(QS. Al-Jumu'ah 62: 5)*

na'udzubillahi min dzalik..
begitu mengerikanya menjadi pelajar, menjadi penuntut ilmu yang tidak pernah jujur dengan ilmunya. ia hanya mencari kesenangan dalam mencari ilmu, tanpa memberikan hak ilmu tersebut untuk di amalkan, bahkan yang paling parah adalah ia mengetahui ilmunya tapi berpaling daripada ilmu yang ia ketahui. sampai sampai Allah menyebutkan baginya sebuah kehinaan seperti anjing dan keledai di dalam firman-Nya.

█▓▒▒𝑨𝒍𝑸𝒂𝒖𝒍 𝑨𝒕𝒔𝑻𝒔𝒂𝒃𝒊𝒕▒▒▓█

_"Agama Adalah Nasihat"_

08/02/2025

🔘_SYA'BAN ADALAH BULAN PERSIAPAN UNTUK BERTEMU BULAN RAMADHAN...

🔖_Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata :

ولما كان شعبان كالمقدمة لرمضان شرع فيه ما يشرع في رمضان من الصيام وقراءة القرآن ليحصل التأهب لتلقي رمضان وترتاض النفوس بذلك على طاعة الرحمٰن.

"Dan tatkala Sya'ban itu ibarat pembukaan bagi bulan Ramadan, maka disyariatkan di sana apa yang disyariatkan di bulan ramadan berupa puasa dan membaca Al-Quran.
Dalam rangka bisa meraih persiapan untuk engkau berjumpa dengan ramadan dan melatih jiwa untuk itu, diatas ketaatan kepada Yang Maha Pengasih."

Lathaa'if Al-Ma'arif 1/135.

_Amal Shalih Adalah Buah Dari Iman_1.*Kabar gembira tentang surga dan kebahagiaannya*Dan sampaikanlah kabar gembira kepa...
06/02/2025

_Amal Shalih Adalah Buah Dari Iman_

1.*Kabar gembira tentang surga dan kebahagiaannya*
Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka ( disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai sungai, Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, "Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu. Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh ) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya *(QS. Al Baqarah: 25)*

2.*Keteguhan dan tamkin di muka bumi*
Allah telah menjanjikan kepada orang-orang diantara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh, akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhai *(QS. An Nur: 55}*

3.*Ketakutan dan kesedihan hilang*
Sungguh, orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, mereka mendapatkan pahala di sisi Tuhan nya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati *(QS. Al Baqarah: 278)*

4.*Pahala yang sempurna dan tambahan sebagian dari karunia-Nya*
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Allah akan menyempurnakan pahala bagi mereka dan menambah sebagian dari karunia-Nya *(QS. An Nisaa: 173)*

5.*Menghapus perbuatan buruk dan perbaikan keadaan*
Dan orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan mengerjakan kebajikan serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad, dan itulah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah menghapus kesalahan-kesalahan mereka, dan memperbaiki keadaan mereka *(QS. Muhammad: 2)*

6.*Kehidupan yang baik*
Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka kami pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan *(QS. An Nahl:97)*

7.*Keluar dari kegelapan menuju cahaya*
(dengan mengutus) seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah kepadamu yang menerangkan (bermacam-macam hukum ), agar Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dari kegelapan kepada cahaya *(QS. At Thariq: 11)*

8.*Sebaik-baik makhluk*
Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk *(QS. Al Bayyinah: 7)*

9.*Memudahkan hisab*
Adapun orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka dia mendapat ( pahala ) yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami sampaikan kepadanya perintah kami yang mudah-mudah *(QS. Al Kahfi 88)*

10.*Di terima di bumi dan dicintai manusia*
Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak (Allah) Yang Maha Pengasih akan menanamkan rasa kasih sayang (dalam hati mereka) (QS. Maryam: 96)

11.*Menemani orang-orang shalih*
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka pasti akan Kami masukkan mereka ke dalam (golongan) orang shalih (QS. Al Ankabut: 9)

█▓▒▒𝑨𝒍𝑸𝒂𝒖𝒍 𝑨𝒕𝒔𝑻𝒔𝒂𝒃𝒊𝒕▒▒▓█

04/02/2025

MUTIARA INDAH DI HARI YANG PENUH BERKAH

Seri # Ngaji Fiqih Mazhab Syafi'i

KITAB AT-TAQRIB ABU SYUJA
Bab : Sholat
Fasal : Syarat Wajib Shalat

Al-Qadhi Abu Syuja’ rahimahullah berkata,

وَشَرَائِطُ وُجُوْبِ الصَّلاَةِ ثَلاَثَةُ أَشْيَاءَ: الإِسْلاَمُ وَالبُلُوْغُ وَالعَقْلُ وَهُوَ حَدُّ التَّكْلِيْفِ

Syarat wajib shalat itu ada tiga: Islam, baligh, berakal. Inilah yang disebut batasan taklif.

Yang dimaksudkan di sini adalah syarat yang menunjukkan bahwa yang terkena berarti mendapatkan beban taklif.

Pertama: Islam. Berarti shalat tidaklah diwajibkan kepada orang kafir, baik pria maupun wanita kafir.

Orang yang murtad juga ia dituntut untuk mengerjakan shalat jika ia balik ke Islam. Adapun kafir asli, maka keislamannya menghapuskan yang dilakukan sebelumnya, sehingga ia tidak dituntut untuk melaksanakan shalat.


Kedua: Baligh. Yang belum baligh berarti belum dibebankan dalam hal shalat.

Tanda baligh ada tiga:

Keluar mani, baik pada laki-laki maupun perempuan.
Keluar darah haidh, khusus pada perempuan.
Umurnya telah mencapai lima belas tahun hijriyah.
Catatan: Wajib bagi wali atau orang tua mengajak anak yang sudah tamyiz untuk melaksanakan shalat ketika ia berusia tujuh tahun. Jika sepuluh tahun belum shalat, hendaklah dipukul (dalam rangka mendidik).

Dari Amr bin Syu’aib, dari bapaknya dari kakeknya radhiyallahu ‘anhu, beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِى الْمَضَاجِعِ

“Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berumur tujuh tahun. Pukul mereka jika tidak mengerjakannya ketika mereka berumur sepuluh tahun. Pisahkanlah tempat-tempat tidur mereka“. (HR. Abu Daud, no. 495. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih).

Ketiga: Berakal. Yang dalam keadaan gila atau hilang ingatan, maka tidak terkena kewajiban shalat.

AllahuA'lam.

SEMOGA BERMANFAAT
-----------------------------------------------
PELUANG INDAH MENUJU JANNAH

Yuu.... Ikut Donasi untuk membantu para penghafal / pengamal Al - Qur'an dan Santunan Buat Yatim & Dhuafa dibawah asuhan PONDOK QUR'AN SAFINATUL ILMI
DAPAT DISALURKAN MELAUI
NO.REK BANK SYARIAH INDONESIA.
BSI. 8800010205

02/02/2025

MUTIARA INDAH DI HARI YANG PENUH BERKAH

Seri # Ngaji Fiqih Mazhab Syafi'i

KITAB AT-TAQRIB ABU SYUJA

Bab : Thaharah
Fasal : Larangan Bagi Wanita Haidh, Nifas, Orang Junub, dan Orang yang Berhadats

Al-Qadhi Abu Syuja’ rahimahullah menyebutkan,

وَيَحْرُمُ بِالحَيْضِ وَالنِّفَاسِ ثَمَانِيَّةُ أَشْيَاءَ الصَّلاَةُ وَالصَّوْمُ وَقِرَاءَةُ القُرْآنِ وَمَسُّ المُصْحَفِ وَحَمْلُهُ وَدُخُوْلُ المَسْجِدِ وَالطَّوَافُ وَالوَطْءُ وَالاِسْتِمْتَاعُ بِمَا بَيْنَ السُّرَّةِ وَالرُّكْبَةِ.

Yang diharamkan untuk wanita haidh dan nifas ada delapan hal:

1. Shalat
2. Puasa
3. Membaca Al-Qur’an
4. Menyentuh dan membawa mushaf
5. Masuk masjid
6. Thawaf
7. Berhubungan intim
8. Bercumbu antara pusar dan lutut.

وَيَحْرُمُ عَلَى الجُنُبِ خَمْسَةُ أَشْيَاءَ : الصَّلاَةُ وَقِرَاءَةُ القُرْآنِ وَمَسُّ المُصْحَفِ وَحَمْلُهُ وَالطَّوَافُ وَاللُّبْثُ فِي المَسْجِدِ.

Yang diharamkan untuk orang junub ada lima hal:

1. Shalat
2. Membaca Al-Qur’an
3. Menyentuh dan membawa mushaf
4. Thawaf
5. Berdiam di masjid.

وَيَحْرُمُ عَلَى المُحْدِثِ ثَلاَثَةُ أَشْيَاءَ: الصَّلاَةُ وَ الطَّوَافُ وَمَسُّ المُصْحَفِ وَحَمْلُهُ.

Yang diharamkan untuk orang yang berhadats ada tiga hal:

1. Shalat
2. Thawaf
3. Menyentuh dan membawa mushaf


dalil Larangan shalat dan puasa untuk wanita haidh dan nifas
Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah ditanya,

ما بَالُ الحَائِضِ تَقْضِي الصَّوْمَ، ولَا تَقْضِي الصَّلَاةَ

“Kenapa sampai wanita haidh mengqadha puasa, tetapi tidak mengqadha shalat?” Aisyah berkata,
أحَرُjورِيَّةٌ أنْتِ؟

“Apakah kamu seorang Haruriyah?” Ia menjawab,
لَسْتُ بحَرُورِيَّةٍ، ولَكِنِّي أسْأَلُ

“Saya bukan Haruriyah, saya hanya sekadar bertanya.”

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,

كانَ يُصِيبُنَا ذلكَ، فَنُؤْمَرُ بقَضَاءِ الصَّوْمِ، ولَا نُؤْمَرُ بقَضَاءِ الصَّلَاةِ

“Dahulu kami mengalami haidh, kami hanya diperintah mengqadha’ puasa, tetapi kami tidak diperintah untuk mengqadha’ shalat.” (HR. Bukhari, no. 321 dan Muslim, no. 335)

Catatan: Larangan shalat bagi wanita haidh ini berlaku untuk shalat fardhu, shalat sunnah, maupun shalat jenazah. Jika wanita haidh itu wudhu, lalu mengerjakan shalat, shalatnya batal dan ia berdosa.

dalil Larangan wanita haidh dan junub membaca Al-Qur’an
Hadits yang melarang hal ini adalah,

لاَ يَقْرَأُ الْجُنُبُ وَلاَ الْحَائِضُ شَيْئًا مِنَ الْقُرْآنِ

“Tidak boleh bagi orang junub dan haidh membaca Al-Qur’an.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Al-Baihaqi. Hadits ini DHA’IF, lihat Shahih Al-Jaami’, no. 6364)

Catatan:

Wanita haidh dan nifas masih dibolehkan membaca Al-Qur’an ketika khauf (khawatir), untuk maksud berdoa, takut lupa, atau keadaan darurat untuk belajar.

Para ulama empat madzhab sepakat bahwa haram bagi orang yang junub membaca Al-Qur’an. Dalil pendukungnya adalah hadits berikut dari ‘Ali bin Abi Thalib,
أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ لا يَحْجُبُهُ عَنْ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ شَيْءٌ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ جُنُبًا

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamtidaklah melarang dari membaca Al-Qur’an sedikit pun juga kecuali dalam keadaan junub.” (HR. Ibnu Hibban, 3:79; Abu Ya’la dalam musnadnya, 1:400. Husain Salim Asad menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

AllahuA'lam.

SEMOGA BERMANFAAT
-----------------------------------------------
PELUANG INDAH MENUJU JANNAH

Yuu.... Ikut Donasi untuk membantu para penghafal / pengamal Al - Qur'an dan Santunan Buat Yatim & Dhuafa dibawah asuhan PONDOK QUR'AN SAFINATUL ILMI
DAPAT DISALURKAN MELAUI
NO.REK BANK SYARIAH INDONESIA.
BSI. 8800010205
Kode Bank 451

01/02/2025

MUTIARA INDAH DI HARI YANG PENUH BERKAH

Seri # Ngaji Fiqih Mazhab Syafi'i

KITAB AT-TAQRIB ABU SYUJA

Bab : Thaharah
Fasal : Cara Menyucikan Najis Dilihat dari Pembagian Najisnya.

Al-Qadhi Abu Syuja’ rahimahullah menyebutkan,

وَيُغْسَلُ الإِنَاءُ مِنْ وُلُوْغِ الكَلْبِ وَالخِنْزِيْرِ سَبْعَ مَرَّاتٍ إِحْدَاهُنَّ بِالتُّرَابِ، وَيُغْسَلُ مِنْ سَائِرِ النَّجَاسَاتِ مَرَّةً تَأْتِي عَلَيْهِ وَالثَّلاَثَةُ أَفْضَلُ .

Bejana harus dicuci jika dijilat anjing dan babi sebanyak tujuh kali, salah satunya adalah dengan debu.

Bejana cukup dicuci sekali saja jika terkena seluruh najis yang lainnya, tetapi jika dicuci tiga kali itu lebih baik.

Penjelasan:

Macam-macam najis dan cara penyuciannya ada tiga:

Pertama: Najis mughallazhah (najis berat), yaitu najis anjing atau babi, turunan keduanya, atau turunan salah satunya, termasuk p**a kencing, kotoran, keringat, mani, atau yang berasal dari keduanya. Cara penyucian najisnya adalah dengan mencuci tujuh kali. Yang disunnahkan adalah yang pertama dengan menggunakan debu dengan cara mencampur debu yang suci bersama air lantas mencuci bagian yang najis pada pakaian, badan, atau bejana. Jika debu diletakkan bukan pada cucian pertama, tetaplah sah.

Dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا شَرِبَ الْكَلْبُ فِى إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْسِلْهُ سَبْعًا

“Jika anjing minumm di salah satu bejana di antara kalian, maka cucilah bejana tersebut sebanyak tujuh kali” (HR. Bukhari, no. 172 dan Muslim, no. 279).

Dalam riwayat lain disebutkan,

أُولاَهُنَّ بِالتُّرَابِ

“Yang pertama dengan tanah (debu)” (HR. Muslim, no. 279)

Dalam hadits ‘Abdullah bin Mughoffal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا وَلَغَ الْكَلْبُ فِى الإِنَاءِ فَاغْسِلُوهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ وَعَفِّرُوهُ الثَّامِنَةَ فِى التُّرَابِ

“Jika anjing menjilat (walagho) di salah satu bejana kalian, cucilah sebanyak tujuh kali dan gosoklah yang kedelapan dengan tanah (debu)” (HR. Muslim, no. 280).

Najis anjing diqiyaskan pada babi, karena babi lebih jelek dibandingkan dengan anjing.
Najis mulut anjing diqiyaskan pada bagian tubuh anjing lainnya.

AllahuA'lam.

SEMOGA BERMANFAAT
-----------------------------------------------
PELUANG INDAH MENUJU JANNAH

Yuu.... Ikut Donasi untuk membantu para penghafal / pengamal Al - Qur'an dan Santunan Buat Yatim & Dhuafa dibawah asuhan PONDOK QUR'AN SAFINATUL ILMI
DAPAT DISALURKAN MELAUI
NO.REK BANK SYARIAH INDONESIA.
BSI. 8800010205
Kode Bank 451

Address

Jalan Raya Bojong Lopang
Sukabumi

Opening Hours

Monday 07:00 - 17:00
Tuesday 07:40 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Garis Jampangatengah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Garis Jampangatengah:

Share