19/06/2025
*Hafal Ataupun Pernah Hafal, Keduanya Mulia!*
Ada yang hafalannya mengalir lancar, karena murojaahnya selalu terjaga. Maka itu adalah kemuliaan.
Tapi, ada yang hafalannya tidak lancar, namun terus berusaha menempuh perjuangan muorjaah, tak kenal lelah. Maka itu juga kemuliaan.
Ada yang hafalannya tengah hilang, karena pernah terlalaikan oleh ziyadah hingga mengabaikan murojaah, tapi telah memutuskan untuk kembali memperjuangkan hafalan. Itu juga kemuliaan.
Ada yang hafalannya tinggal kenangan, tapi semangatnya tak pernah padam. Setiap hari ia wakafkan waktu yang banyak demi meraih kembali hafalan yang telah hilang. Itu juga kemuliaan.
Ah, tak peduli apakah memang hafal atau sekedar pernah hafal, selama kau tak berhenti membersamakan diri dengan Al-Quran, maka engkau mulia di sisi-Nya.
Sungguh, Allah hanya memintamu berjuang bukan berhasil, menyuruhmu murojaah bukan lancar, mengharapkanmu terus menghafal bukan khatam.
Hasil tidak pernah sekalipun menjadi urusan manusia. Biarkan Allah yang mengurusnya. Tugas kita mencari restu-Nya, bukan mengkhawatirkan urusan-Nya.
Fokuslah pada tugas sebagai penghafal Quran: Membersamakan diri dengan Al-Quran hingga akhir hayat. Iya, kata kuncinya adalah: 'Terus bersama Al-Quran!' jika ini hilang, hilang pula-lah semat kemuliaan itu.
Tapi jika itu kau pertahankan, tak peduli berapapun hafalanmu hari ini, tak peduli seperti apapun kualitasnya, tak peduli apakah hafal atau pernah hafal, kau tetap akan mulia di sisi-Nya. Insya Allah.
- Ahmad Khoirul Anam