24/02/2015
JAKARTA, suaramerdeka.com - Sebagai tindak lanjut penghentian TKI kelas pembantu rumah tangga (PRT) mulai tahun 2017, pemerintah menyiapkan 2 juta peluang kerja, untuk menampun calon TKI yang gagal bekerja di luar negeri.
"Kami akan koordinasikan secara konprehensif dengan pihak imigrasi, Kementerian Kesehatan, Kemlu, BNP2TKI. Semua pihak ini harus berkumpul untuk membicarakan hal ini," ujar Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja, Kemenakertrans, Reyna Usman, di Jakarta, Selasa (24/2).
RI Hentikan Ekspor Pembantu Rumah Tangga 2017. Kebijakan tersebut kata Reyna, tercakup dalam program roadmap 2017 yang dicanangkan beberapa kementerian terkait. Selain itu, Kemenakertrans juga akan mengajak para investor agar bersedia membuka industri padat karya di Indonesia.
"Industri padat karya tidak hanya berada di Pulau Jawa tapi juga di luar Jawa, karena biasanya para TKI juga berasal dari kawasan Nusa Tenggara, seperti NTB dan NTT," ucapnya.
Selain menyosialisasikan dengan berbagai pihak di dalam negeri, Kemenakertrans juga akan menginformasikan kepada beberapa negara yang kerap langganan menjadi pengguna jasa TKI.
Beberapa negara yang menggunakan jasa TKI, antara lain di kawasan Timur Tengah, Malaysia dan Singapura.
Pemerintah memutuskan menghentikan pengiriman TKI di sektor informal, karena dianggap rentan menjadi korban kasus tindak kekerasan dan pelanggaran hukum di tempat mereka bekerja.
Namun, pemerintah akan tetap mengirimkan TKI yang memiliki keterampilan seperti perawat lansia. Pekerja kelas PRT akan ditingkatkan kompetensinya menjadi penatalaksana rumah tangga. Merka bekerja berdasarkan kontrak sesuai jasa yang diberikan.
(Wahyu Atmadji/CN19/SMNetwork)