23/01/2026
NU Samodarna, Amanat Guru agar Berkhidmah di NU Tanpa Pamrih
Kalijati, NU Kalijati— Rois Syuriyah MWCNU Kalijati, Kiai Abi Jaja Abdul Jabar, menyampaikan pesan guru beliau dalam sambutan Lailatul Ijtima yang digelar MWCNU Kalijati. Ia menegaskan bahwa NU Samodarna merupakan amanat guru kepada saya ketika mondok yang harus dijadikan pegangan dalam berproses di Nahdlatul Ulama
“Pesan tersebut adalah amanat guru kepada saya ketika mondok, bahwa berproses di Nahdlatul Ulama harus dilakukan tanpa pamrih, tulus, ikhlas, dan tidak mudah menyerah. NU Samodarna,” ujar Kiai Abi Jaja dalam sambutannya, Jumat (16/1)
Ia menjelaskan bahwa berkhidmah di NU bukanlah jalan instan, melainkan proses panjang yang menuntut kesabaran dan keteguhan niat. Menurutnya, NU Samodarna menjadi pengingat agar setiap kader dan pengurus NU tetap istiqamah, meskipun tidak selalu mendapatkan pengakuan atau penghargaan.
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Abi Jaja juga menyampaikan kisah pendidikan adab ketika mondok di Pesantren Attohariyah. Ia menuturkan, suatu ketika sang guru mengutus beberapa santri dan rois santri untuk menghadiri sebuah pengajian di luar pesantren. Sep**ang dari pengajian tersebut, sang guru menanyakan isi ceramah yang disampaikan.
“Guru saya bertanya, apakah ada ceramah yang menjelek-jelekkan Gus Dur. Ketika dijawab ada, beliau langsung memerintahkan santri yang hadir untuk sholat taubat,” tutur Kiai Abi Jaja, Pimpinan Pondok Pesantren Al Musadadiyah Pusat, Babakan Bandung Kalijati
Ia menegaskan bahwa sikap tersebut merupakan bentuk pendidikan agar santri tidak membiarkan ujaran yang merendahkan ulama dan tokoh NU. Menurutnya, diam terhadap penghinaan terhadap ulama merupakan sikap yang tidak sejalan dengan adab ber-NU.
Kiai Abi Jaja mengingatkan bahwa KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merupakan cucu pendiri Nahdlatul Ulama, KH. Hasyim Asy’ari. Oleh karena itu, menjaga kehormatan Gus Dur, lanjutnya, merupakan bagian dari menjaga marwah jam’iyyah NU.
Acara Lailatul Ijtima Ini Digelar di Pondok Pesantren Assalafiah, Tanggulun Timur, Kalijati, dihadiri oleh pimpinan Pondok Apa Kiai Sobur, Wakil Rois PCNU Subang, Gus Luhtfi, Sekretaris Ansor Subang, Mayor Oking Nugraha
(John)