23/02/2025
INFO AWAL BULAN RAMADHAN 1446 H
Secara hisab Ijtima’ akhir Syaban 1446 H terjadi hari Jum'at, 28 Februari 2025 M pukul 07:44:47 WIB. Di wilayah Indonesia saat maghrib tinggi Bulan (hilal) antara 3° 01’ 01” s/d 4° 41’ 13”, dan jarak elongasi Bulan-Matahari antara 4° 47’ 04” s/d 6° 24’ 22”.
Dengan demikian maka :
A. MENURUT METODE HISAB
A. 1) Menurut metode hisab Imkan rukyat
Menurut metode hisab imkan rukyat baru MABIMS yang dipakai oleh Pemerintah, PERSIS dan lainnya, pada saat Maghrib Jum'at (malam Sabtu) 29 Sya'ban 1446 H /28 Pebruari 2025, ijtimak sudah terjadi. Kemudian posisi hilal di wilayah Indonesia secara hisab sudah bisa dilihat (visible/imkan rukyat), sebab sudah memenuhi kriteria keterlihatan hilal baru MABIMS (tinggi 3°, Elongasi 6.4°). Di wilayah Indonesia tinggi Bulan antara 3° 01’ 01” s/d 4° 41’ 13”, dan jarak elongasi Bulan-Matahari antara 4° 47’ 04” s/d 6° 24’ 22”. Dengan demikian menurut Hisab Imkan rukyat baru MABIMS 1 Ramadhan 1446 H ditetapkan bertepatan dengan Sabtu, 1 Maret 2025 M.
Catatan : Khusus untuk Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah, Pemerintah menggelar sidang itsbat. Pada sidang itsbat, 1 Ramadhan 1446 H bisa jadi tetap 1 Maret 2025 (baik sebab pertimbangan adanya laporan rukyat atau ditetapkan dengan hisab imkan rukyat yang sudah terpenuhi diujung Sumatra walaupun gagal rukyat di seluruh Indonesia) atau ditetapkan jadi 2 Maret 2025 bila rukyat gagal diseluruh Indonesia.
A. 2) Menurut metode hisab wujudul hilal.
Sebagaimana diketahui, hisab wujudul hilal sudah ditinggalkan oleh Muhamadiyah sejak al-Muharram 1446 H. Namun setelah 8 bulan ditinggalkan, kini pada bulan Ramadhan 1446 H Muhamadiyah kembali menggunakan wujudul Hilal. Berdasarkan hisab wujudul hilal, pada saat Maghrib Jum'at (malam Sabtu) 29 Sya'ban 1446 H /28 Pebruari 2025, ijtimak sudah terjadi, serta posisi hilal di Yogyakarta bahkan diseluruh wilayah Indonesia secara hisab sudah wujud di atas ufuk. Di wilayah Indonesia saat maghrib tinggi Bulan antara 3° 01’ 01” s/d 4°